Home / Biografi Nabi Muhammad Saw / Nabi Sang Penyayang: Interaksi dengan Non Muslim Sebagai Manhaj Ilahi

Nabi Sang Penyayang: Interaksi dengan Non Muslim Sebagai Manhaj Ilahi

Nabi Sang Penyayang: Teladan Nabi Saw dalam Berinteraksi dengan Non Muslim. Judul ini saya ambil dari buku karya Prof. Dr. Raghib As Sirjani berjudul “Rahmah Ar-Rasul SAW” (Kasih Sayang Rasulullah SAW), dialihbahasakan oleh Moh Suri Sudahri, Spd.I, dan Rony Nugroho, menjadi “Nabi Sang Penyayang”.

Pembahasan tema berangkat dari Ayat Firman Allah SWT ;
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil,” (QS: Al-Mumtahanah Ayat: 8).

Dengan berdasarkan ayat ini, seorang muslim disyariatkan*) untuk menjalin hubungan atau interaksi dengan nonmuslim. Hal itu telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana terdapat dalam riwayat shahih Shahih Bukhari dan lainnya bahwa ada seorang anak Yahudi yang menjadi pembantu Nabi SAW. Suatu saat anak tersebut sakit, lalu Nabi SAW menjenguknya dan menawarkannya agar masuk Islam.

Sebagaimana dikisahkan oleh Anas bin Malik;
“Sesungguhnya, seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi SAW menderita sakit. Lalu Nabi SAW membesuknya, kemudian dia duduk di sisi kepalanya. Lalu berkata, ‘Masuk Islamlah.” Sang anak memandangi bapaknya yang ada di sisi kepalanya. Maka sang bapak berkata kepadanya, “Taatilah Abal Qasim Shallallahu Alaihi Wa Sallam.” Maka anak tersebut masuk Islam. Lalu Rasulullah SAW keluar seraya berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.” (HR. Bukhari, no. 1356).

Teladan Rasulullah Saw “Nabi Sang Penyayang” dan Sahabat Umar bin Khattab, bagaimana berinteraksi dengan non Muslim

Cerita di atas menunjukkan kebesaran hati Rasulullah SAW, sehingga mengangkat anak seorang Yahudi menjadi pelayan-Nya padahal berbeda agama. Bahkan Rasulullah juga menjenguknya manakala sakit. Baginda Nabi Muhammad SAW juga mengijinkan ibu Asma’ bint Abu Bakar AS yang musrikah untuk mengunjungi Asma’ di Madinah. Demikian halnya dengan Asma’, ia juga diperbolehkan untuk menerima kehadiran ibunya yang musrikah itu, serta berbuat baik kepadanya.

Sahabat Umar bin Khattab juga pernah memberikan hadiah kepada saudaranya yang masih kafir yang ada di Makkah, berupa sepotong kain sutera pemberian Rasulullah. Kain sutera itu tidak dipakai sendiri oleh Umar RA, padahal hadiah itu diperolehnya dari Nabi. Sikap tersebut menunjukkan diperbolehkannya berhubungan dengan saudara yang masih kafir, dan berbuat baik kepadanya, serta dibolehkannya memberikan hadiah kepada orang kafir.

Sikap Rasulullah terhadap orang yahudi Madinah tetap lembut, sekalipun mereka berbuat kasar kepada Nabi. Padahal orang-orang Yahudi Madinah, menurut penulis yahudi Israel wolfenshon, mengenal dan selalu memperhatikan Muhammad SAW sejak sebelum hijrah. Karena perkembangan agama yang dibawa Nabi akan memiliki dampak serta pengaruh besar terhadap kemaslahatan orang yahudi Madinah, baik dari sisi politik, ekonomi dan sosial mereka.

Catatan:

Akhlak terpuji yang wajib diikuti. Bukan seperti yang dilakukan oleh sekelompok orang eksklusif hingga senantiasa memandang nonmuslim untuk diperangi. Bahkan yang berbahaya lagi, diantara mereka juga gemar menuduh sesat bahkan tuduhan kafir terhadap orang muslim lain, yang tidak sepaham dengannya.

*) = dibolehkan bahkan juga dianjurkan sesuai keperluan.

Data buku “nabi sang penyayang” yang dimaksud tersebut:

Judul : “Nabi Sang Penyayang
Judul Asli : “Rahmah Ar-Rasul SAW”
Penulis : Prof. Dr. Raghib As-Sirjani
Penerjemah : Moh Suri Sudahri, Spd.I, dan Rony Nugroho
Penerbit : Pustaka Al Kautsar Jl. Cipinang Muara Raya No.63. Jakarta Timur 13420. Telp.(021) 8507590, 8506702.
Cetakan : Pertama, Desember 2014.

——————————

Nabi Sang Penyayang, Nabi Muhammad, Nabi Sang Penyayang. Nabi Sang Penyayang, Nabi Muhammad, Nabi Sang Penyayang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

5 Hikmah Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw

5 Hikmah Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Sekarang kita telah memasuki separo lebih bulan ...