Inilah Perang Iran dan Rusia Terhadap Arab Saudi

Perang Terhadap Arab Saudi oleh Rusia dan Iran

Arab Saudi adalah biang-kerok penurunan harga minyak per barel hingga menyentu di bawah $ 45 hingga Saudi menanggung kerugian $ 250 miliar.

Islam-institute.com, RIYADH – Menteri Perminyakan Iran dan Rusia sepakat akan meningkatkan produksi minyak mereka sampai 1 juta barel per hari, bahkan lebih dari itu. Hal ini untuk membanjiri pasar minyak dunia dan membuat erosi harga per barel di bawah $ 30 yang akan menenggelamkan Arab Saudi. Ini adalah pembalasan Rusia dan Iran terhadap gonjang ganjing pasar global dengan memompa jutaan barel per hari. Demikian Associated Press melaporkan apa yang sedang terjadi di pasar global.

Sebelumnya Arab Saudi adalah biang-kerok penurunan harga minyak per barel hingga menyentuh di bawah $ 45. Walupun tentu saja akhirnya Saudi harus menanggung kerugian hingga $ 250 miliar. Namun, Rusia dan Iran akan semakin membuat harga minyak sama dengan harga air, tentu ini dimaksudkan untuk membendung pesta senjata Arab Saudi yang menghabiskan jutaan dolar untuk hobi perangnya di Yaman, Suriah dan Irak.

Arab Saudi percaya bahwa minyak adalah senjata dalam satu arah dan mencoba menghancurkan perekonomian negara-negara lain denganya. Hasil minyak adalah modal Arab Saudi yang digunakan oleh Saudi sebagai senjata untuk kepentingan politik, dan pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri.

Loading...
loading...

kan tetapi Rusia dan Iran bertekad bangkit untuk mengakhiri pemerasan Arab Saudi, dengan menjadikan harga minyak seperti kotoran dan sampah. Tentu ini ditujukan untuk memberikan “hukuman” kepada Arab  Saudi agar sadar arti blokade, krisis, dan kondisi sulit. Sementara Rusia dan Iran telah berhasil melewati masa-masa sulit selama bertahun-tahun. Apakah Arab saudi akan mampu?

Rusia dan Iran sedang mempersiapkan diri dengan baik untuk melawan pemerasan Arab Saudi. Mungkin nanti masyarakat dunia akan menjadi saksi apakah Arab Saudi mampu melihat negara-negara di dunia membeli minyak seharga air atau segenggam tanah dalam waktu yang lama? Atau akhirnya masyrakat dunia melihat Arab Saudi sebagai pencundang yang sekarat?

Meskipun Riyadh mengklaim memiliki cadangan keuangan sekitar $ 700 miliar, namun apakah mereka mampu  menjinakkan rakyatnya? Apakah Arab Saudi mampu menekan defisit anggaran yang diperkirakan $ 170 milyar tahun untuk tahun ini saja?

Tentu tidak hanya berakhir sampai disini, lebih dari itu anjloknya harga minyak akan memaksa Saudi menjual surat-surat berharga dan meminjam dari bank-bank swasta, bahkan IMF sekalipun. Tentu Saudi juga akan mempertimbangkan pemberlakuan pajak atas warga negaranya, penghapusan subsidi bahan dasar, terutama bahan bakar yang nilainya mencapai $ 56 milyar per tahun.

Dengan demikian lonceng krisis ekonomi akan mulai menyelimuti perekonomian Arab Saudi. Angka kemiskinan akan semakin melonjak, bertambahnya angka pengangguran, melambungnyaa harga bahan pokok dan lain-lain. Semua ini tentu akan mempengaruhi stabilitas keamanan dalam negeri, dan mendorong selangkah menuju kehancuran Dinasti Arab Saudi.

Para analis percaya jika strategi ini sukses, maka akan mengakhiri era harga minyak dalam dolar, dan tamatlah kendali AS atas ekonomi dunia serta kegagalan aliansi menjijikkan diantara mereka. (al/ap)

 

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :