Inilah Kubu yang Berusaha Menghancur-leburkan NU dan Para Kyai NU Semenjak Zaman KH Hasyim Asy’ari

86 Renungan, Nasehat dan Wejangan dari Para Ulama Sepuh

Inilah Kubu yang Berusaha Menghancur-leburkan NU dan Para Kyai NU Semenjak Zaman KH Hasyim Asy’ari

KH Hasyim Asyari mengidentifikasi dua kubu yang senantiasa membikin keruh masarakat muslim kebanyakan di Indonesia, yaitu kubu Mutanawwi’ah (berwacana aneh-aneh) dan Mutadafi’ah (bertindak konfrontatif). Berhadapan dengan dua kubu ini, Kyai Hasyim Asyari cuma membalas dengan senyuman dan kesantunan. Tetapi para santri beliau tentu saja jadi pembelanya, bagian yang terkenal ialah Kyai Idris Kamali dari Cirebon, paman Kyai Said Aqil.

Era Kyai Wahab Chasbullah pun seperti ini. Dua kubu power itu enggak henti-hentinya menggoda ingin menghentikan NU. Satu kubu menuding para kyai selaku “syetan desa” sedangkan kubu satunya menuding Kyai Wahab berotak ‘palu arit’.

Suatu hari telepon kantor PBNU berdering. Begitu diangkat, dari seberang sana terdengar suara, “Gedung PBNU akan saya serbu!”

Gus Dur santai saja. Tidak tampak raut muka kuatir. Sambil menengok ke Kyai Said Aqil, Pak Ahmad Baghja, Pak Musthofa Zuhad dan lainnya, beliau minta seluruh tetap berada di kantor.
“Ayo kita tunggu mereka,” ujar Gus Dur, Sang Ketua Umum PBNU waktu itu.
Telepon berdering lagi dan isinya kembali ancaman. Seluruh pun menanti kedatangan iring-iringan sang pengancam. Tetapi ditunggu-tunggu sampai malam tak datang jua.

Loading...
loading...

Era Saat ini pun Gedung PBNU enggak pernah sepi dari ancaman waktu konstalasi politik nasional menghangat, seperti waktu isu liberalisme, radikalisme, Wahabi, demonstrasi 212 dan turunannya, pembubaran HTI sampai pasca ILC nya Pak Mahfud MD.

Lalu bagaimana suasana Gedung PBNU? Normal saja. Seluruh lembaga bekerja seperti biasa: ngurusi RS, madrasah, universitas, membangun gedung, menyelamatkan aset, pengkaderan, membantu para fakir miskin, dll. ‘Saking’ sibuknya dengan tugas masing-masing, para Pengurus tak tahu kecuali dipanggil dan diajak Kyai Ma’ruf atau Kyai Said untuk berdiskusi dan menerima tamu di lantai 3 atau lantai 4.

Rois Aam PBNU Kyai Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU Kyai Said Aqil ialah pemimpin NU. Ke kedua beliau kami percaya gerak langkahnya memimpin NU membangun peradaban Indonesia. Kami percaya power nalar dan spiritualitasnya. Berlebihan beberapa kejadian yang di luar nalar kami sampai ke teman-teman di PBNU saya berkelakar, “sudahlah gak usah ngurusi Kyai Ma’ruf dan Kyai Said, keduanya diurus Gusti Alllah.”

Oleh: Kyai Sulthon Fatoni

Loading...

Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :