Inilah Balasan bagi Orang yang Menghina Kehormatan Nabi Muhammad SAW

Menjawab Pertanyaan “Kenapa Rasulullah tidak di Peringati Haul Wafatnya?”

Inilah Balasan bagi Orang yang Menghina Kehormatan Nabi Muhammad SAW

Terdapat beberapa dalil yang menekankan bahwa Allah akan membela kehormatan Nabi-Nya saat ada beberapa musuh islam yang berusaha menghina dan menghina beliau. Berikut diantaranya,

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan untuknya siksa yang menghinakan. (QS. al-Ahzab: 57)

Allah juga berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang amat hina. (QS. al-Mujadilah: 20).

Surat al-Kautsar & Perjalanan Penghina Nabi
Di akhir surat al-Kautsar, Allah menekankan,

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

“Sesungguhnya saban orang yang membencimu, dialah orang yang terputus dari segala bentuk kebaikan.” (QS. al-Kautsar: 3)

Ayat ini, walaupun turun berkenaan dengan orang kafir Quraisy yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, al-Ash bin Wail, Uqbah bin Abi Mu’ith, tapi hukumnya berlaku umum, bagi saban manusia yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syaikhul Mufassir (bapak ahli tafsir), at-Thabari menjelaskan:

إن الله تعالى ذكره أخبره أن مبغض رسول الله صلّى الله عليه وسلم هو الأقل الأذل المنقطع عقبه، فذلك صفة كل من أبغضه من الناس، وإن كانت الآية نزلت في شخص معين

“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengabarkan bahwa orang yang tidak suka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dialah orang yang lemah, hina, yang terputus keturunannya. Itu merupakan sifat bagi saban manusia yang tidak suka beliau. Walaupun ayat ini turun berkenan dengan orang tertentu.” (Tafsir at-Thabari, 12:726)

Penjagaan Allah ini jadi tanda kenabian beliau, walaupun beliau telah meninggal. Seakan sudah jadi sunatullah, saban orang yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti celaka dunia akhirat. Dzat Sang Kuasa, tak rela saat utusan-Nya dilecehkan para musuhnya.

Berikut beberapa bukti sejarah:

Pertama, seluruh orang yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan kafir Quraisy, mati dalam keadaan mengenaskan. Abu Lahab mati dalam kondisi mengidap penyakit Adasah, badannya mengeluarkan bau yang amat busuk. hingga tak ada satupun keluarganya yang mau mendekatinya. Dia dimandikan dengan disiram air dari jauh. Dan saat dikuburkan, orang-orang melempari tanah dan batu ke lubang kuburnya dari jauh.

Utbah bin Abu Lahab pernah menarik baju Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu meludahi muka beliau yang mulia. Akhirnnya di suatu perjalanan, kepalanya diterkam singa, padahal dia telah berlindung di tengah kerumunan rombongannya.

Loading...
loading...

Abu Jahal dipenggal kepalanya oleh Ibnu Masud di kerumunan bangkai orang kafir yang berserakan saat perang badar, sesudah dia dijatuhkan dengan serbuan putra Afra dan Muadz bin Amr bin Jamuh.

Cerita-kisah lain semacam ini, beberapa disebutkan di buku-buku sirah.

Kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan surat ajakan untuk masuk Islam kpd dua raja yang menguasai dunia saat itu. Kaisar (raja Romawi) dan Kisra (raja Persia). Keduanya tak menerima ajakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tapi dengan sikap yang tak sama. Raja Romawi menghormati surat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memuliakan orang yang membawa surat itu.

Selaku balasannya, kerajaannya tetap dijaga. Bahkan sampai abad 15, kerajaan Romawi masih ada.

Tak sama dengan raja Persia. Dia merobek-robek surat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hasilnya, kerajaannya runtuh di zaman Umar bin Khattab. Betapa pendek usianya.

Ketiga, dalam beberapa kesempatan, saat kaum muslimin hendak menaklukkan musuhnya, mereka baru sukses, sesudah ada diantara musuh mereka yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diceritakan Syaikhul Islam:

وقد كان المسلمون إذا حاصروا أهل حصن واستعصى عليهم ، ثم سمعوهم يقعون في النبي صلى اللّه عليه وسلَّم ويسبونه ، يستبشرون بقرب الفتح ، ثم ما هو إلا وقت يسير ، ويأتي الله تعالى بالفتح من عنده انتقاماً لرسوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Dulu ada sekelompok kaum muslimin yang mengepung benteng musuh (orang kafir) dan berusaha menyerbu mereka. hingga mereka menguping ada sebagian musuh yang mencela kehormatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menghina beliau. Seketika itu, kaum muslimin langsung bergembira dengan dekatnya kemenangan yang akan cepat datang. Lalu cuma dalam waktu yang singkat, Allah memberikan kemenangan, sebab murka-Nya untuk membela utusan-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (ash-Sharim al-Maslul, hlm. 116).

Tak Cuma Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Janji ini tak cuma beliau berikan untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam semata. Bahkan, Allah memberi janji inni untuk seluruh nabi dan rasul yang jadi utusan-Nya. Allah berfirman,

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Sungguh beberapa rasul sebelum engkau sudah diperolok-olok, maka turunlah kpd orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) sebab penghinaan mereka. (QS. al-An’am: 10)

Kalau kita tak mampu bertindak apapun untuk membalas mereka secara langsung, jangan lupakan dalam doa anda, selaku pembelaan untuk Nabi kita tercinta.

Wallahu a’lam

Sumber : muslimoderat.net

Loading...

Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :