Inilah Aset-aset yang Dikuasai Asing di Era Jokowi Kembali ke Pangkuan Indonesia

Inilah Aset-aset yang Dikuasai Asing di Era Jokowi Kembali ke Pangkuan Indonesia

Inilah Aset-aset yang Dikuasai Asing di Era Jokowi Kembali ke Pangkuan Indonesia

Lagi-lagi Indonesia menambah daftar aset yang sebelumnya dikuasai asing kini kembali ke pangkuan Indonesia. Setelah Newmont, Blok Mahakam dan Freeport, penguasaan asing yang diambil negara selanjutnya adalah Blok Rokan, Riau.

Blok Rokan telah dikuasai perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Chevron semenjak 1971. Penguasaan Chevron di blok yang menjadi salah satu andalan produksi minyak dalam negeri pun berakhir tahun 2018 ini.

Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah memutuskan untuk tidak meneruskan kontrak Chevron di Blok Rokan yang berakhir pada 2021 dan menjadikan Pertamina sebagai kontraktor berikutnya.

Selain Blok Rokan, pemerintah pun telah memulangkan aset seperti tambang emas di tanah Papua yang sebelum ini dikuasai sepenuhnya oleh PT Freeport Indonesia. Melalui PT Inalum, Indonesia akan menjadi pemegang saham mayoritas Freeport dengan menguasai 51% saham.

Untuk membeli saham mayoritas Freeport, Inalum harus mengalirkan dana sebesar Rp 55 triliun. Pendanaan tersebut juga akan didanai oleh bank asing. Hingga sekarang proses negosiasi masih dilakukan antara Inalum dan Freeport.

Bukan cuma kedua aset tersebut, negara lebih dulu telah memulangkan Newmont dan Blok Mahakam ke pangkuan Indonesia. Untuk Newmont dilakukan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk yang mengakuisisi saham PT Amman Mineral Internasional (AMI) yang mengendalikan 82,2% dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dengan nilai USD2,6 miliar.

Hal itu pun menjadi sejarah baru asset kekayaan alam Indonesia dari penguasaan asing kembali ke perusahaan tambang lokal.

Hilmi Panigoro, Presiden Direktur Medco Energi mengatakan, transaksi ini secara langsung memberikan nilai tambah strategis terhadap perseroan, mengingat operasi NNT yang berskala dunia.

Blok Mahakam Dikelola Pertamina

Adapun untuk Blok Mahakam, sejak 1 Januari 2018, pengelolaan ladang migas terbesar ini sudah beralih dari Total E&P Indonesie ke Pertamina. Serah terima pengelolaan dilaksanakan di Club House Total, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Prosesi dimulai dengan penyerahan pengelolaan Wilayah Kerja Mahakam dari TEPI dan Inpex kepada pemerintah yang diwakili Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi yang selanjutnya menyerahkan ke Pertamina yang diwakili Direktur Hulu Syamsu Alam.

Blok yang kini berganti nama menjadi Wilayah Kerja (WK) dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang disebut-sebut sebagai cucu perusahaan Pertamina. Sebelumnya pengelolaan dipegang TEPI dan Inpex selama 50 tahun. [Aset-Aset yang Dikuasai Asing]

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.