Ini Ciri Istri Shalehah Menurut Hadis Nabi

Ini Ciri Istri Shalehah Menurut Hadis Nabi


Seluruhnya orang menginginkan mempunyai pasangan hidup yang shaleh atau shalehah. Nggak ada satupun insan yang luput dari angan tersebut. Sejahat apapun seseorang, dia tetap berharap pasangan dan  keturunannya tergolong orang-orang yang baik, sebab tentu sesuatu yang baik akan mendatangkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Lalu bagaimana sejatinya ciri-ciri pasangan hidup yang shaleh atau shalehah itu. Nabi Saw dalam sabdanya sudah memberikan ciri-ciri tersebut, dalam hal ini ialah istri yang shalehah. Dalam potongan hadis yang shahih Nabi Saw pernah bersabda:

ثُمَّ قَالَ لَهُ: أَلَا أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ؟ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ

Nabi Saw berkata terhadap sahabat Umar RA, “Maukah kau kuberitahukan simpanan seseorang yang paling baik? Ia ialah istri shalehah, yang apabila sang suami melihatnya maka dia membikin suaminya suka, kalau suaminya menyuruhnya maka dia menaatinya, dan kalau suaminya ndak ada maka dia memelihara harta suaminya”.

Melalui hadis ini, dapat dipahami sekurang-kurangnya ada 3 macam ciri-ciri istri shalehah dan ditambah satu ciri lainnya sebagaimana terdapat di dalam hadis yang lain pula. Berikut penjelasannya:

 Pertama, Apabila dipandang dia senantiasa menyenangkan. Ciri istri shalehah pertama ialah dia yang senantiasa enak dipandang. Ada tidak sedikit alasan mengapa seorang istri enak dipandang mata, di antaranya sebab dia pintar dalam berhias diri, rambutnya rapi, pakaiannya suci, dan senantiasa berpenampilan menarik.

Dalam hal ini tentunya dia berhias cuma untuk menyenangkan hati suaminya bukan orang lain. Lalu juga sebab seorang istri yang murah senyum, penyabar dan pengertian. Maka apabila seorang istri dapat bersikap seperti itu, dia tergolong istri yang sholehah.

 Kedua, dia patuh apabila disuruh oleh suami dalam batas kebenaran. Ciri seorang istri shalehah seterusnya ialah seorang istri yang mau mentaati perintah suami. Suami ialah pemimpin utama dalam rumah tangga sedangkan istri dan anaknya merupakan anggota yang dipimpinnya.

Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran dan hadis yang shahih, tiap-tiap yang dipimpin secara otomatis wajib menuruti atau patuh kepada apapun yang diperintahkan oleh pimpinannya yaitu suami bagi istri dan ayah bagi anak-anaknya, tetapi wajib diperhatikan, ketaatan tersebut berlaku pada ketika pemimpin mererintahkan pada hal-hal yang wajar dan ndak bertentangan dengan syariat Islam.

 Ketiga, Apabila suami ndak ada di rumah maka sang istri sanggup menjaga diri, harta, dan anaknya. Dalam hidup ini ada tidak sedikit cara yang dikerjakan seseorang untuk mencari nafkah. Seorang suami misalnya, mencari nafkah dengan cara berdagang, mengajar di sekolah, sampai di perkantoran.

Biasanya seorang suami yang bekerja di perkantoran atau pemerintahan sering sekali memperoleh tugas kerja ke berbagai wilayah yang jauh dari keluarga, terkadang pula butuh waktu lama dalam menuntaskan tugasnya tersebut.

Maka dalam manghadapi keadaan seperti ini, seorang istri yang shalehah ialah dia yang sanggup memegang peran suami dalam menjaga keluarga dan harta yang ditinggalkannya, terlebih lagi dia sanggup menjaga diri dan kehormatannya dari hal-hal yang ndak diinginkan.

Ke-4, Apabila diberi nafakah dia menerimanya dengan suka hati tanpa menggerutu atau menolaknya. Inilah ciri istri shalehah yang terakhir yang terdapat di dalam hadis yang lain, dia ialah yang pandai bersyukur.

Inilah empat kriteria istri shalehah yang juga berlaku pada seorang suami. Bila hari ini kita belum menemukan ciri-ciri di atas pada pasangan kita, teruslah berdoa dan berusaha untuk jadi insan terbaik. Sebab sesungguhnya Allah SWT cinta pada hambanya yang selalu membenahi diri.

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :