Ini Argumentasi Kenapa Ansor-Banser Senantiasa Difitnah dan Dibully

Gus Yaqut ke UAS: Mau Ceramah Silahkan, Tapi Jangan Bawa Simbol HTI

Ini Argumentasi Kenapa Ansor-Banser Senantiasa Difitnah dan Dibully

JAKARTA – Meyakinkan orang bahwa negeri ini tengah dalam bahaya intoleransi dan radikalisme, bahkan dapat lebih fatal dari itu mengarah ke terorisme, tidak gampang. Alih-alih mengajak orang untuk bersama-sama menjadikan radikalisme selaku musuh bersama-sama (comon anamy), malah kita yang jadi bulan-bulanan diserang dan dibully.

Itulah yang dialami oleh Gerakan Pemuda Ansor dan Banser. Tiap hari tidak pernah sepi dari fitnah, cacian, makian, bulying dan janji serapah dari mereka yang merasa terganggu kepentingannya. Tidak jarang juga Ansor kerap disalahpahami gerakannya oleh internal NU sendiri. Boleh dikatakan Ansor dan Banser berjuang sendirian, bersuara lantang melawan kubu yang intoleran dan radikal.

Pertanyaannya, mengapa mereka membully atau menyerbu Ansor-Banser? Bukan organisasi kepemudaan lainnya? Tentu bukan tanpa karena, ada agenda besar mereka yang terganggu dengan keberadaan Ansor-Banser komprehensif dengan gerak langkahnya di nusantara ini.

Sebagaimana organisasi induknya Ansor-Banser berpaham Islam ahlussunnah wal jemaah yang moderat dan toleran. Islam dipahami selaku agama kasih sayang, memberikan rahmat tidak saja bagi ummat Islam sendiri tetapi juga manusia di muka bumi ini, Islam ialah rahmatan lil alamin. Gus Yahya sapaan KH. Yahya Cholil Tsaquf Katib ‘Am PBNU mengkampanyekan Islam Rahmah.

Bagi Ansor-Banser bergaul dengan yang lain yang tak sama keyakinan (the other) tidak problem, bahkan itu ialah bagian dari membumikan Islam yang dikehendaki Nabi Muhammad Saw. Sementara kubu yang membuly Ansor-Banser meyakini the other ialah mengancam makanya wajib dijauhi, dilawan, dibenci bahkan dipandang kafir yang haram untuknya bergaul dengannya. Jadi mereka memusuhi Ansor-Banser, sebab tidak menghendaki ummat Islam Indonesia hidup rukun dalam bangunan nation state bernama Indonesia.

Ansor-Banser mempunyai paham kebangsaan yang tinggi

Bagi Ansor jadi muslim juga wajib jadi Indonesia sedemikian pula sebaliknya. Tekad bulat ke-Islaman dan ke-Indonesiaan ditunaikan dalam 1 tarikan nafas kata Yaqut Cholil Qaumas Ketum Pimpinan Pusat GP Ansor.

Jargon Pancasila Jaya dan NKRI Harga Mati, yang kerap disuarakan Ansor, sudah mengganggu telinga mereka. Agenda merubah dasar negara dan NKRI dengan sistem khilafah Islamiyah terancam mati sebelum lahir, kerana ulah Ansor. Bagi Ansor memperahankan Pancasila dan NKRI ialah sebuah kewajiban, sebab itu telah jadi konsensus bersama-sama para pendiri bangsa (the founding father) termasuk para ulama.

Loading...
loading...

Secara teologis Ansor-Banser yang nota benenya ialah kaum santri mempunyai keyakinan bahwa mencintai tanah air ialah bagian dari keimanan (hubbul wathon minal iman). Doktrin dan ajaran para ulama itu dijadikan landasan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Lagi-lagi kepentingan mereka terganggu oleh Ansor, sebab doktrinnya maha dahsyah tidak dapat ditukar dengan apapun yang sifatnya duniawiyah. Itulah penyebab kenapa mereka membully Ansor-Banser tanpa lelah, khususnya melalui media sosial tanpa jeda.

Ketiga, Ansor ialah organisasi kepemudaan yang mempunyai code of condac yang terang. Aturan main yang terstruktur dari pusat sampai ke desa-desa. Tidak mudah menghancur-leburkan Ansor-Banser, apalagi Disokong dengan kultur dan tradisi yang kuat selaku perkumpulan yang saling menopang, bekerjasama, hidup sederhana dan bersahaja dalam keterbatasan.

Mengiming-imingi para member Ansor-Banser dengan kekuasaan dan uang sunggu akan-sia-sia belaka. Sebab bagi sahabat Ansor, dengan menggadaikan dirinya untuk uang dan kekuasaan akan mendatangkan malapetaka bagi kehidupannya. Tidak saja akan menabrak nilai-nilai agama tetapi juga akan menabrak tata nilai ke-NU-an yang sudah diajarkan semenjak kecil dan melalui bermacam pelatihan dan pendidikan kader.

Ke-4, mereka menyerbu institusi keulamaan yang selama ini dikawal dan dijaga selaku kehormatan organisasi NU. Bagi Ansor dan Banser menjaga ulama ialah kewajiban karana al-ulamaau waratsatul anbiyaa (ulama ialah pewaris para nabi). Jangan coba-coba menghina ulama, pasti akan berhadapan dengan Ansor-Banser. Telah beberapa orang dan kubu yang sebab mengina kyai NU wajib beradapan dengan Banser. Oleh Banser para penghina itu diajak berdiskusi dan berdialog kenapa mereka tidak suka ulama NU. Tetapi kalau dinasehati tidak mempan, Tim LBH Ansor telah siap mengantarkannya ke meja hijau. Ini barangkali yang menjadikan mereka menyerbu Ansor-Banser, sebab usaha mereka meruntuhkan keulamaan ditubuh NU senantiasa gagal total. Wallahu a’lam bi al shawab. [ARN]


Source by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :