Ini Ancaman Bagi Orang yang Tidak Memaafkan Lebih dari 3 Hari

Haruskah Bermaaf-maafan Saat Lebaran?

Ini Ancaman Bagi Orang yang Tidak Memaafkan Lebih dari 3 Hari

Pembalasan bagi seseorang yang mendiamkan saudaranya lebih dari batas 3 hari, lalu mati dan masih dalam kondisi belum berdamai maka bagi dia ialah seburuk-buruk Pembalasan, dimasukkan ke dalam neraka. Kecuali kalau ia memperoleh rahmat ampunan dari Allah SWT. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Pembalasan bagi 2 orang muslim yang saling menyimpan amarah lebih dari 3 hari yaitu tidak terangkat amalan salatnya walaupun sejengkal dari kepala, artinya Allah SWT tidak menerima ibadah salatnya dan tidak ada pahala bagi dia dari salat yang telah dilaksanakan.

Hanyalah sia-sia kalau kita telah melaksanakan kewajiban salat akan tetapi Allah SWT Tidak mau amalan salat kita. Tengah kalau kita meninggalkan salat malah akan memperoleh Pembalasan berlipat ganda sebab telah meninggalkan kewajiban salat. Kecuali itu, konsekuensi bagi yang mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari bahwa Allah SWT tidak akan menerima taubat dan tidak memberikan ampunan dosa bagi dia. Nabi Saw bersabda “Pintu-pintu surga dibuka (untuk diberikan amalan-amalan) tiap-tiap hari senin dan kamis, lalu akan diampuni dosa-dosa orang yang tidak berbuat syirik, kecuali bagi orang yang Ada kebencian diantara dia dan saudaranya, maka diakatakan “tangguhkanlah keduanya sampai keduanya berdamai”.

Lantas, ada kebolehan untuk mendiamkan saudaranya lebih dari 3 dengan syarat bahwa karena kemarahan tersebut ialah problem agama, bukan problem duniawi yang bersumber dari hawa nafsu. Dengan dalil bahwa Rasulullah Sawpernah mendiamkan Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayah dan Mararah bin Rabi’ selama 50 malam sebab tidak Ikut ikut perang tanpa argumentasi yang syar’i.

Loading...
loading...
Dikisahkan dalam kitab ‘Umdah al-Ahkam bahwa ketiga sahabat Rasulullah Sawini sengaja tidak ikut perang tabuk tanpa argumentasi syar’I, lalu Nabi Saw memerintahkan sahabat yang lain untuk mendiamkan ketiganya. Sampai suatu hari turunlah wahyu surat al-Taubah ayat 118 yang menerangkan penerimaan Allah SWT atas taubat mereka. Ka’ab bin Malik yang telah menangis dan sedih sebab Allah SWT, kekasihNya dan orang-orang memusuhinya merasa terlalu bahagia sebab pada akhirnya Allah SWT menerima taubatnya.

Kecuali itu, diizinkan juga mendiamkan saudaranya karena kemaksiatan yang sering dilaksanakan, seperti minum minuman yang dicegah, membikin kerusakan tanpa argumentasi yang benar, berzina. Seluruh yang terkait karena agama jadi argumentasi kebolehan mendiamkan saudaranya lebih dari 3 hari. Sebab maksud dibolehkannya ialah untuk kemaslahatan, berguna lagi berfaedah. Kalau mendiamkannya sebab argumentasi hawa nafsu maka hal itu dicegah dengan konsekuensi Pembalasan neraka dari Allah SWT, tidak diterimanya  ibadah salat dan tidak diberikan ampunan sampai saling bertegur dan memaafkan. Mari hilangkan rasa amarah di hati kita, hapus rasa gengsi untuk memulai berbicara dan memaafkan sebab Pembalasan kasih sayang dari Allah SWT itu lebih mulia dan lebih terasa nyaman.

Loading...

IslamiDotCo Shared by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *