Home / Inspirasional / Kenapa Umat Islam Wajib Menolak ISIS di Indonesia?

Kenapa Umat Islam Wajib Menolak ISIS di Indonesia?

Kenapa Umat Islam Wajib Menolak ISIS di Indonesia? Ada 3 Alasan Besar Kenapa ISIS Wajib Ditolak Keberadaan ISIS di Indonesia. Dan kita mesti bersyukur karena ISIS atau Negara Islam Irak Suriah mendapat penolakan dari masyarakat atas keberadaan ISIS di Indonesia. Di mana-mana Masyarakat muslim menolak keberadaan ISIS ketika ramai-ramai mereka membaiat anggotanya. Masyarakat muslim berupaya bersma-sama dengan aparat kemanan mengantisipasi perkembangan ISIS lebih besar.

Untuk mengantisipasi perkembangan ISIS, Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan Polri agar mencermati manuver keberadaan ISIS di Indonesia. Hal itu untuk menghindari jangan sampai kelompok politik tertentu merekrut atau berkoalisi dengan ISIS. Sebab ISIS sendiri berusaha masuk ke kantong-kantong kelompok berpaham radikal dan wilayah pinggiran penyangga kota-kota besar.

Kenapa Umat Islam Wajib Menolak ISIS di Indonesia?

Kenapa Umat Islam Wajib Menolak ISIS di Indonesia?

Tiga Alasan Besar Kenapa Umt Islam Wajib Menolak ISIS di Indonesia

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengatakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) melenceng jauh dari paham keagamaan. Yang dianut kebanyakan dari umat Islam. Oleh karena itu, jangan sampai penyebaran ISIS di Indonesia meluas di mana-mana.

“ISIS ini bukan hanya ancaman terbuka, tapi juga merongrong sendi-sendi negara kita,” kata Lukman di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (6/8/2014).

Menindaklanjuti keresahan di masyarakat soal sudah adanya dukungan kepada ISIS di beberapa wilayah seperti di Bekasi, Jawa Barat. Maka politisi PPP itu akan mengundang ormas Islam dan para tokoh masyarakat yang ada di segala penjuru negeri. Untuk bisa mendengarkan langsung perihal ISIS.

Dari situ, lanjut dia, diharapkan para tokoh dan ormas Islam bisa memberi penerangan kepada masyarakat umum terkait ISIS di Indonesia.

Kelompok radikal ISIS mengggemparkan dunia internasional karena merebut sejumlah wilayah di Irak dan Suriah. Baru-baru ini, seorang anggota ISIS yang diduga berasal dari Inggris memenggal wartawan Amerika Serikat James Foley.

Hal itu lantas menuai kecaman keras dari Negeri Paman Sam. Dari sudut pandang Amerika, Kementerian Pertahanan AS bahkan menyebut ISIS lebih berbahaya dari Al Qaeda.

Nah, berikut ini 3 alasan besar kenapa Umat Islam harus menolak keberadaan ISIS di Indonesia:

1) – Menurut MUI: ISIS Sudah Haram Tidak Perlu Fatwa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas melarang tumbuh dan berkembangnya gerakan kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) atau Negara Islam di Irak dan Suriah. Bahkan, gerakan radikal ini juga disebut sebagai salah satu perbuatan yang dilarang bagi umat Islam. Atau ISIS dinyatakan sebagai gerakan haram.

Menurut Wakil Ketua MUI KH Maruf Amin, ISIS menjadi haram lantaran apa yang dilakukan kelompok tersebut. Seperti melakukan tindakan kekerasan untuk mencapai sebuah tujuan sudah keluar dari ajaran Islam.

“ISIS tidak sesuai dengan karakter Islam. Tindakan itu yang diharamkan oleh Islam. Nah, jadi kalau ada yang mendukung ISIS tentunya haram. Karena mendukung yang diharamkan,” ujar Wakil Ketua MUI, KH Maruf Amin di kantornya, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Meski begitu, MUI merasa pihaknya tidak perlu lagi mengeluarkan fatwa mengenai perbuatan haram yang dilakukan ISIS. Namun, bagi perwakilan MUI di daerah yang ingin mengeluarkan fatwa haram, hal itu diperbolehkan.

“Sudah terlalu jelas, tidak perlu difatwa. Melarang umat mengikuti karena ISIS gerakan menyimpang yang tak sesuai dengan konsep rahmatan lil alamin. Dan gerakan ini juga berpotensi memecah-belah umat Islam,” tegas Kiyai Maruf Amin.

MUI dan sejumlah ormas Islam telah mengadakan pertemuan terkait perkembangan gerakan ISIS di Indonesia. Setidaknya 2 Ormas Islam terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga telah sepakat menolak gerakan ISIS di Indonesia.

Hasil rapat itu juga menyerukan kepada umat Islam agar untuk tidak terhasut oleh agitasi dan provokasi yang dilancarkan ISIS. Baik ISIS di Indonesia maupun ISIS di dunia.

2) – Tindakan ISIS Terkenal Kejam dan Biadab di Irak dan Suriah

Islamic State in Iraq and Syria atau disingkat ISIS adalah sebuah negara (diklaim oleh Abu Bakr al-Baghdadi pemimpin kehkalifahan ISIS) dan kelompok  jihad radikal di Irak dan Suriah yang tidak diakui oleh dunia.

Anggota ISIS melakukan pembantaian terhadap kaum syiah di Irak dan Suriah. Juga melakukan tindakan keji terhadap warga sipil apapun suku dan agamanya yang berada di wilayah yang telah mereka kuasai.

Dibalik sepak terjang mereka yang menggemparkan dunia dan terkenal kekejamannya. ISIS sedikit atau banyak telah mendapatkan dukungan baik fisik maupun materi dari sekelompok orang berpaham radikal di Indonesia. Yang menyatakan dukungan terhadap sistem kekhalifahan Islam namun ternyata ISIS bertolak belakang dengan ajaran Islam sebenarnya.

Berikut ini sedikit illustrasi dari kejadian nyata bagaimana kekejaman militan ISIS. Di Video You Tobe bisa kita lihat Penembakan 3 supir truk di Irak. Sebelumnya para personil ISIS menghentikan 3 truk yang sedang melaju di jalan raya. Kemudian para sopir truk ditanya tentang paham agamanya. Seorang komandan pasukan ISIS bernama Abu Waheeb menembak tiga supir truk di Irak setelah mereka gagal menjawab pertanyaan “Apakah Anda Sunni?”. Lalu Abu Waheeb melepas peluru dengan santainya kepada tiga supir truk yang mengaku berasal dari Homs, Suriah.

(Perlu dicatat bahwa yang dimaksud “SUNNI” versi ISIS adalah Wahabi karena kita tahu mereka adalah kaum Wahabi berkedok Sunni. Dan ini adalah fitnah besar terhadap Sunni).

Ada juga pembunuhan terhadap seorang perwira tinggi Irak. Yang mana seorang perwira militer tinggi Irak yang tidak diketahui identitasnya berhasil ditangkap oleh militan ISIS setelah berperang di kota Mosul, Irak. Tak lama kemudian pejuang ISIS tersebut menembak kepala perwira tinggi militer tersebut.

Di wilayah konflik yang dikuasai ISIS, wanita Irak dijual oleh penguasa ISIS setempat. Pasukan ISIS setelah mereka mulai menguasai kota-kota strategis di Irak dan Suriah lalu pejuang-pejuang yang menguasai kota tersebut menjual wanita kristen dan Yazidi. Ini tentu perbuatan melanggar ajaran Islam, karena perbudakan sudah dihapuskan dalam Islam.

Di wilayah yang dikuasai ISIS, pembunuhan orang sipil yang berbeda paham merupakan pemandangan biasa. Dilaporkan para pejuang ISIS menangkap dan membunuh penduduk sipil. Yang berbeda paham dengan kepercayaan dari Negara Islam Irak dan Suriah pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi. Yang mana dia bersembunyi di sebuah gua dan mengontrol pasukannya dari dalam gua.

Kemudian bisa kita lihat beritanya, bahwa ISIS berjanji akan hancurkan Ka’bah. Untuk kasus Indonesia mereka mengincar Candi Borobudur untuk dihancurkan. Dan untuk di Irak dan Suriah, kelompok ekstrimis radikal ISIS sudah hancurkan kuil kuno dan beberapa masjid dan makam-makam orang shalih di Irak dan Suriah.

Itulah sedikit dari kekejaman dan kejahatan perang kelompok ISIS yang mengklaim sebagai sebuah negara dengan sistem kekhalifahan Islam. Sampai kapan kejadian-kejadian horor yang mengerikan tersebut akan terus berlanjut? Akankah terus mendapat dukungan dari simpatisan yang ada di Indonesia? Wallohu a’lam.

3) – Mufti Saudi Menyatakan ISIS Musuh Nomor Satu Umat Islam

Negara Arab Saudi yg dikenal penyokong keberadaan “mujahidin” di Suriah juga menolak ISIS. Entah strategi politik global atau apa, yg jelas Syaikh Abdul Aziz al-Sheikh, Mufti tertinggi di Arab Saudi. Dia menetapkan kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) yang kini menyebut diri mereka Negara Islam dan juga Al-Qaidah sebagai “musuh nomor satu” umat Islam.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Riyadh, ulama yang memiki wewenang untuk menginterpretasikan teks dan memberikan fatwa kepada umat Islam di Arab Saudi. Dia mengatakan tujuan utama kelompok ekstrem ini adalah memecah belah umat Islam yang ia sebutkan sebagai kejahatan terbesar.

Syaikh Abdul Aziz al-Sheikh menegaskan bahwa ideologi kelompok yang menyatakan diri sebagai “kekhalifahan” di sejumlah tempat di Irak dan Suriah itu tidak terkait dengan Islam.

“Gagasan ekstremisme, radikalisme, dan terorisme tidak ada hubungannya dengan Islam. Dan mereka adalah musuh nomor satu umat Islam,” ujar Syaikh Abdul Aziz, seperti dikutip BBC, Kamis, 20 Agustus 2014.

Sementara itu, pada Juni lalu, Raja Saudi Abdullah dengan tegas menyatakan. “Kami tidak akan membiarkan sejumlah teroris menggunakan Islam untuk tujuan pribadi. Untuk menteror muslim, atau merongrong negara kami dan penduduknya.”

Selain itu, keabsahan kekhalifahan ISIS pimpinan Abu Bakr Al-Baghdadi juga mendapat penolakan ulama-ulama di seluruh dunia. Seperti Ketua Persatuan Ulama Muslim Dunia Syaikh Dr.Yusuf Qardhawi. Juga pimpinan Ikatan Ulama Islam Dunia Syekh Abdullah bin Muhammad bin Sulaiman Al-Muhaisini.

Menurut Bachtiar Nasir dari Indonesia, deklarasi kekhalifahan ISIS yang berencana melebarkan sayapnya ke negeri Muslim lainnya. Telah menuai kontroversi dari sudut pandang politik, sosial dan teologis. Paham mereka telah mengancam disintegrasi seluruh negara Muslim di dunia, termasuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Para Penentang Pancasila Agar Tinggalkan Indonesia

KH Said Aqil Siradj minta para Penentang Pancasila agar tinggalkan Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar ...