Ikut Tradisi Potong Rambut Bayi

Ikut Tradisi Potong Rambut Bayi

Warga Jawa sungguh terkenal dengan tradisinya yang bermacam, mulai dari yang bersifat ritual yang berbau mistis sampai yang bersifat ceremonial.

Warga Jawa sungguh terkenal dengan tradisinya yang bermacam, mulai dari yang bersifat ritual yang berbau mistis sampai yang bersifat ceremonial. Jikalau dicermati , tradisi yang ada sekarang itu tidak terbentuk dengan sendirinya. Tradisi di samping dipengharui oleh pola pikir sekarang, sedikit beberapa pula dipengharui oleh tradisi generasi pendahulu.

Loading...
loading...

dengan seperti ini ia senantiasa menghubungkan pada generasi pendahulu yang pada waktu itu mempunyai paham dan agama atau kepercayaan yang berbeda-beda sehingga tidak seluruh tradisi sesuai dengan syariat. Oleh sebab itu selaku pewaris tradisi, hendaknya tidak mengadopsinya secara sporadis, tetapi sellau menimbang atau mengukur terlebih dahulu dengan ukuran syariat.

Begitu pula dnegan apa yang dilaksanakan orang tua untuk sang bayi. Pada hari ketujuh kelahirannya, ada acara memotong rambutnya dan memberi nama. Tradisi ini telah mengakar di warga dan tidak seluruh tahu apa yang jadi dasar dari tradisi itu. Padahal jikalau dirunut, itu ialah bagian dari sunnah Rasul. Memberi nama pada hari ketujuh dan memotong rambutnya ialah sunnah. (Al-Fiqh al-Islam: IV, 2751).

Dalam sebuah hadits shahih riwwayat Hakiem, Rasul pernah menjelaskan pada sayyidah fatimah sesudah lahirnya sayyidina Hasan “Potonglah rambutnya dan sedekahlah dengan al-wariq (perak) sesuai dengan timbangan rambut itu.”.

Sumber: Dialog Problematika Ummat, hal 250. Khalista, 2014.

Loading...

IslamiDotCo by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :