Ijma-Ijma Tafsir yang Penting untuk Diketahui

Ijma-Ijma Tafsir yang Penting untuk Diketahui


Ke-1, al-Baqarah: 54.

فَتُوبُوٓا۟ إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ

“Maka bertaubatlah ke Tuhan yang menjadikan engkau dan bunuhlah dirimu.”

Makna Kalimat فَٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ disepakati oleh para ulama dengan makna “saling membunuhlah Anda semua” (sebagian menghabisi yang lain dan sebaliknya), bukan perintah menghabisi dirinya sendiri.

Ke-2, al-Baqarah: 191.

وَٱلْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۚ

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari tindakan mematikan.

Kata َٱلْفِتْنَةُ disepakati oleh para mufassir maknanya ialah kekafiran, bukan fitnah yang biasa kita pahami di negara kita.

Ketiga, Yusuf: 100.

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدًا ۖ

“Dan ia menaikkan ke-2 ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri sambil sujud ke Yusuf.”

Para ulama tafsir menyepakati bahwa kata سُجَّدًا apapun keadaanya dalam ayat ini bermakna menghormat bukan bersujud.

Ke-4, al-Hijr: 99.

وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ

dan sembahlah Tuhanmu sampai Hadir kepadamu yang dipercayai (ajal).

Loading...
loading...

Kata ٱلْيَقِين dalam ayat di atas disepakati oleh para ulama tafsir bermakna kematian, bukan percaya.

Kelima, Shad: 24.

وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ ۩

“Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun ke Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat”

kata رَاكِعًا disepakati oleh para mufassir maknanya ialah sujud bukan ruku’.

Keenam, at-Tahrim: 10.

كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَٰلِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا

“Keduanya Ada di bawah kontrol 2 orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu ke-2 isteri itu berkhianat ke suaminya (masing-masing)”

Para mufassir sudah menyepakati bahwa penghianatan ke-2 istri Nabi Nuh dan Nabi Luth bukanlah penghianatan dalam bentuk perzinahan.  Sebab tidak boleh bagi seorang Nabi mempunyai istri pezina, oleh karenanya, Para mufassir menyepakati penghianatan dalam ayat tersebut bermakna kekafiran.

Inilah sebagian contoh daftar Komitmen (ijma) tafsir yang mesti kita ketahui supaya tidak mudah menafsirkan cuma berbekal pengetahuan bahasa. Selengkapnya mampu dibaca dalam buku karya kami, “Irsyadud Daarisiin Ilaa Ijmaa’il Mufassirin.

Wallahu A’lam.

Jombang, 12 Oktober 2018

Loading...

IslamiDotCo Shared by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *