ICRC: Lebih dari 75% Masyarakat Sipil Yaman Butuh Sokongan

ICRC: Lebih dari 75% Warga Sipil Yaman Butuh Bantuan

ICRC: Lebih dari 75% Masyarakat Sipil Yaman Butuh Sokongan


Kelaparan melanda Yaman

YAMAN – Koordinator hubungan untuk Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Yaman Mirella Hodeib menjelaskan bahwa menurut organisasi bocah kecil PBB 16.200 penduduk sipil Yaman sudah meninggal semenjak dimulainya agresi Saudi kepada Yaman pada Maret 2015, sementara 3 perempat dari warga amat memerlukan dukungan.

“Nyaris tiap-tiap aspek kehidupan sehari-hari orang-orang Yaman sudah dipengaruhi oleh perang yang dipimpin Saudi yang tengah berlangsung di Yaman – bahan bakar dan harga pangan, akses ke air bersih dan kesanggupan untuk bergerak. Lebih dari 75 % warga memerlukan dukungan,” kata Mirella Hodeib dalam sebuah Tanya Jawab eksklusif dengan FNA (28/11).

Baca: Biadab, Saudi Tahan 4 Kapal Bermuatan Makanan Ke Yaman

Dia menambahkan bahwa Hukum Humaniter Internasional (IHL) sudah berkali-kali dilanggar di Yaman dalam beberapa tahun terakhir, dan dia menyerukan pertimbangan situasi warga.

Pejabat Palang Merah menyerukan pertimbangan yang lebih efektif soal situasi warga selama perencanaan dan penyelenggaraan aksi angkatan bersenjata untuk lebih menghormati dan menjaga penduduk sipil.

Dia menyerukan langkah-langkah untuk menjaga penduduk sipil dan infrastruktur sipil untuk memastikan keamanan warga sipil dan properti sipil, termasuk Sarana medis dan staf medis.

Hodeib Memperingatkan bahwa warga sipil, personel medis, ambulans, sekolah Sarana medis, sel, air dan pembangkit listrik mesti dihormati dan dilindungi dalam seluruh kondisi dan tenaga medis mesti difasilitasi.

Baca: Sokong Agresi Saudi di Yaman, Satelit Mesir Blokir Televisi Al-Masirah

“Kerepotan masuk dan keluar negara, bahkan di dalam negeri sudah berdampak langsung pada akses kepada perawatan kesehatan bagi warga,” tambahnya, dan mengingatkan soal situasi kemanusiaan yang memburuk di negara yang dilanda perang itu.

Koordinator hubungan ICRC di Yaman menggarisbawahi bahwa dampak konflik pada Sarana medis dan infrastruktur penting Memperparah konsekuensi kemanusiaan di Yaman.

“Cuma 45% dari Sarana kesehatan yang berfungsi dan 14,8 juta orang tidak mempunyai akses ke pelayanan kesehatan dasar,” katanya, dan mengingatkan bahwa laporan Perkara dari seluruh kategori penyakit yang bisa dicegah muncul kembali termasuk kolera, meningitis, campak dan difteri Adalah pengingat lain dari ketidakmampuan sistem kesehatan Yaman untuk mengatasi kebutuhan yang makin meningkat.

Baca: Sokong Agresi Saudi di Yaman, Satelit Mesir Blokir Televisi Al-Masirah

Arab Saudi dan beberapa sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab, Maroko, dan Sudan, melancarkan perang brutal kepada Yaman pada Maret 2015 dalam usaha untuk menginstal kembali eks presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Agresi awalnya terdiri dari kampanye pemboman tetapi lantas digabungkan dengan blokade laut dan penyebaran Tentara darat ke Yaman. Sementara pejabat ICRC menyebutkan korban meninggal di 16.200, Kementerian Kesehatan Yaman menjelaskan lebih dari 20.000 orang sudah meninggal semenjak perang diawali. (ARN)


Arrahmah News
Shared by Muhammad Zuhdi

You might like

About the Author: Muhammad Zuhdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.