Ibadah Haji Zaman Dulu, Kumpulan Foto Kenangan Haji Tahun 1953

Loading...

MusiModerat.Com | Ibadah haji ialah ibadah yang mulia. Allah Taala menjadikannya pilar dari pilar-pilar Islam yang termaktub dalam rukun Islam yang 5. Semenjak dahulu, bahkan sebelum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diutus, orang-orang dari bermacam negeri Hadir ke Mekah untuk berhaji. Mereka Hadir meneladani syariat bapaknya para nabi, Rasulullah Ibrahim shallallahu alaihi wa sallam.

Hari terus berjalan dan tahun pun berganti abad, manusia kian ramai berkunjung Baitullah al-Haram memenuhi panggilan Allah Rabbul ibad. Kondisi pun berubah. Lembah Mekah yang gersang dan sepi itu kian ramai dikunjungi. Sarana yang sederhana dituntut untuk berubah. Dahulu, orang bebas berhaji saban tahunnya. Namun sekarang ummat Islam mesti mengantri sampai belasan tahun seterusnya. jema’ah yang kian bertambah terbatasi dengan batas-batas tanah suci Mekah, Mina, Arafah dan lainnya. Pemerintah Arab Saudi pun kerepotan membagi kuota, apabila kuota terus bertambah tidak mungkin batas-batas tanah suci yang ditetapkan Nabi mesti diubah.

Berikut ini gambaran jemaah haji pada tahun 1953, 60 tahun silam, dengan segala macam pernak-perniknya. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Jika sekarang jemaah haji dari negeri yang jauh sanggup Sampai di Mekah dalam hitungan jam dengan pesawat terbang, tidak seperti ini dengan jemaah haji tahun 1953. Mereka menempuh perjalan berhari-hari bahkan hitungan bulan untuk Sampai di tanah suci.
1. Haji 1953
Pada tahun 1953, kebanyakan jemaah haji Hadir ke Mekah dengan mempergunakan kapal laut. Sebab waktu itu pesawat udara amat terbatas jumlahnya, mahal, Sarana penerbangan kurang, dan tidak saban negara mempunyai pelayanan terbang ke tanah suci.

Bagi jemaah haji yang mempunyai kesanggupan finansial yang lebih dan juga jarak negaranya dekat dengan tanah suci, sanggup menempuh perjalanan udara dengan pesawat angkut kategori short take-off and landing yang bisa beroperasi di landasan pendek.

Seperti halnya hari ini, jemaah haji dulu juga mempergunakan bus selaku alat transportasi antar daerah haji. Tapi busnya masih tampak sederhana, armadanya sedikit, dan tidak secepat sekarang. Sehingga sebagian jemaah haji naik di atap bus.
4. Batas tanah suci
Lihatlah papan plang batas tanah suci ini, cuma dengan papan kecil dan font seadanya, plus 1 orang penjaga. Sekarang satpam perumahan pun lebih dari 1. Bandingkan dengan gerbang tanah suci sekarang.

loading...
Pintu Gerbang Kota Mekah

Pemandangan rumah warga dan perhotelan di kisaran Masjid al-Haram yang waktu ini sudah dihancurkan sebab tuntutan perluasan masjid.
5. Rumah dan hotel
Termasuk menara peninggalan Turki Utsmani juga tergusur sebab pelebaran. sebelum ini, pemerintah Arab Saudi mempertahankan menara ini supaya tidak digusur. Mereka mempertimbangkan fitnah yang akan beredar di dunia Islam apabila tiang ini dihancurkan. Tapi sesudah beberapa kali pelebaran, akhirnya menara ini pun digusur. Keputusan strategi ini mesti diambil lantaran keadaan masjid yang sungguh telah tidak memungkinkan lagi menampung jemaah. Permintaan penambahan kuota dari bermacam negara dan jemaah yang membludak jadi alasannya. Peluang menunaikan rukun Islam yang kelima dan keamanan para tamu Allah lebih dikedepankan dari nilai sejarah. Walaupun, keputusan strategi ini tidak lepas dari sorotan dan kritik, khususnya oleh para orientalis.

Jalanan Mekah tampak cukup padat di tahun 1953. Dan menara Utsmani juga masih kokoh berdiri.

Bagian pintu masuk Masjid al-Haram.

Tahun 1953, Masjid al-Haram pun telah tidak sanggup menampung jemaah haji sehingga sebagian mesti shalat di luar masjid.

Masjid al-Haram dengan tempat tawaf dan lantai yang masih berwujud pasir.

Suasana thawaf yang masih cukup lengang. Bandingkan dengan zaman now, walaupun telah beberapa kali mengalami perluasan, tempat thawaf tetap full sesak seakan-akan tidak tersisa sedikit pun celah.


Bagian hal yang menarik dari haji tahun 1953, jemaah masih diperkenankan masuk ke dalam Kabah. Jika sekarang? Hmm mencium Hajar Aswad saja terkadang dikerjakan dengan isyarat sebab jemaah tidak sanggup untuk cuma sekedar mendekat ke Kabah.

Suasana thawaf yang santai dan lengang.

Aktivitas perdagangan di dekat Masjid al-Haram.

Para pedagang menggelar lapak dagang mereka.

Kuda dan gerobak kayunya dipakai selaku alat angkut atau transportasi jarak dekat.
17. Memilih hewan
Suasanan di pasar haewan, memilih kambing kurban.
18. Hewan-hewan kurban
Pasar haewan.

Keledai dipakai selaku alat angkut untuk haewan kurban.

Waktu mabid di Mina, jemaah haji masak sendiri dengan tungku, kayu bakar, dan bahan-bahan yang mereka usahakan sendiri. Jika sekarang? Alhamdulillah telah ada katering, jemaah sanggup fokus ibadah dan berdzikir.

jema’ah haji shalat di dekat parkiran kendaraan, kendaraannya onta.

Suasana jamarah, lengang tidak butuh Tentara keamanan seperti sekarang. Waktu ini, kepadatan telah terjadi sebelum tempat jamarah itu tampak oleh jemaah.

Iring-iringan jemaah haji berjalan untuk ritual jamarah.
loading...

Inilah kenangan haji tempo dulu, tahun 1953. Ada hal-hal yang kalau dilihat dari perspektif zaman now ialah kekurangan. Tapi ada juga yang dinilai kemudahan dan kelebihan. Zaman sudah berubah, keadaan pun berganti. Tapi kewajiban berhaji tetaplah suatu yang pasti. Semoga Allah mempermudah kita seluruh untuk menunaikan ibadah haji, menunaikan rukun Islam yang kelima, jadi tamu-Nya di rumah-Nya di tanah suci. Amin..

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :