Hutang Namun Tidak Ingin Membayar, Bagaimana Hukumnya?

Hutang Tapi Tak Ingin Membayar, Bagaimana Hukumnya?
Loading...

Hutang Namun Tidak Ingin Membayar, Bagaimana Hukumnya?


Berhutang sepertinya telah jadi hal yang wajar dan telah sering dikerjakan oleh beberapa orang. Hutang biasanya dikerjakan oleh seseorang waktu mereka tengah mempunyai kebutuhan mendesak. Tidak cuma itu, terkadang berhutang pun dikerjakan untuk memenuhi keinginan-keinginan mereka yang sesungguhnya tidak mendesak. Sayangnya, terkadang waktu hutang tersebut ditagih malah ada saja orang yang berperilaku lebih galak dibandingkan sang pemberi pinjaman uang.

Ada bermacam-macam argumentasi yang biasanya diberikan supaya diberi keringanan dalam melunasi hutang-hutang tersebut. Argumentasi tersebut entah sebab orang tersebut sungguh-sungguh tengah tidak mempunyai uang ataupun sebab ia sungguh tidak berniat untuk membayar hutangnya. Lalu bagaimana kalau orang yang berhutang tersebut sungguh-sungguh berniat untuk tidak melunasi hutang-hutangnya?

Dalam Islam, hutang terlalu wajib untuk dilunasi oleh seorang muslim. alasannya, hutang ternyata bisa memberatkan seseorang di akhirat kelak. Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam kondisi masih mempunyai hutang 1 dinar atau 1 dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) sebab di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah)

Oleh sebab itu, ummat Islam hendaknya melunasi hutang-hutang yang mereka miliki. Rupanya, Allah pun akan memudahkan orang-orang yang mempunyai hutang dalam melunasi hutangnya apabila orang tersebut mempunyai niat untuk mengembalikan hutangnya. Sebagaimana Nabi Saw bersabda, “Kalau seorang muslim mempunyai hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkannya untuk melunasi hutang tersebut di dunia.” (HR. Ibnu Majah)

Kecuali itu dari ‘Abdullah bin Ja’far, Nabi Saw bersabda, “Allah akan berbarengan (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dicegah oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah)

loading...

Tapi kalau seseorang sungguh-sungguh tidak berniat untuk melunasi hutang-hutangnya, maka bersiap-siaplah ia memperoleh efek yang menakutkan. Ke-1, jiwanya masih menggantung sampai hutangnya lunas. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jiwa seorang mukmin masih Mengandalkan dengan hutangnya sampai dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu, ahli waris Famili berkewajiban untuk mencari tahu apakah Famili mereka yang telah meninggal masih mempunyai hutang atau tidak. Kalau masih, maka hendaknya mereka melunasi hutang-hutang tersebut. Apabila belum dilunasi maka jiwa si mayyit yang mempunyai hutang masih menggantung dikarenakan oleh hutangnya sampai hutang tersebut lunas.

Kecuali itu, orang yang sungguh-sungguh tidak ingin melunasi hutang juga diberi status selaku pencuri sebab tidak ingin mengembalikan hutang-hutangnya tersebut. Sebagaimana Nabi Saw menerangkan hal tersebut dalam sebuah hadis.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan berjumpa Allah (pada hari kiamat) dalam status selaku pencuri.” (HR. Ibnu Majah) Kecuali itu Al Munawi juga menjelaskan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan berbarengan golongan pencuri dan akan diberi Pembalasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Dengan sedemikian, orang-orang yang mempunyai hutang hendaknya berusaha melunasi hutang-hutang yang mereka miliki. Terlebih, Allah akan memberi jalan dan memudahkan orang-orang yang berniat melunasi hutang-hutangnya. Tapi kalau orang tersebut tidak berniat melunasi hutang, maka kelak ia akan dikategorikan selaku seorang pencuri dan dikumpulkan berbarengan para pencuri di akhirat kelak. Bahkan kalau mereka belum melunasi hutang sampai ajal menjemput, maka jiwa mereka akan terus menggantung sampai hutangnya lunas.

Wallahu A’lam.

IslamiDotCo by Ahmad Naufal

Loading...

INFO POPULER

______________________
loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :