Hukum Perayaan warning Maulid Rasulullah SawUst.Abdul Somad

Maulid Nabi Muhammad saw
Hukum Perayaan / warning Maulid Nabi SAW

Latar Belakang dan Dasar Hukum warning / Perayaan Maulid Nabi SAWBolehkah merayakan maulid nabi? Apa hukumnya merayakan atau ikut hadir maulid Nabi saw?Hukum Maulid Nabi – Sering kali hal yang di anggap “bid’ah” oleh sebagian saudara sesama muslim kita jadi topik hangat dan bahkan jadi kontrofersi dalam pengambilan hukum. Apapun itu, sekiranya jangan sampai memecah belah persatuan ummat di Indonesia ini.

Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. ialah utusan Allah dan rahmat bagi sekalian alam. Nabi Muhammad saw. ialah nikmat terbesar dan anugerah teragung yang Allah berikan untuk alam semesta.

Saat manusia waktu itu Ada dalam kegelapan syirik, kufur, dan tidak mengenal Rabb pencipta mereka. Manusia mengalami krisis spiritual dan moral yang luar biasa. Nilai-nilai kemanusiaan telah terbalik.

Penyembahan kepada berhala-berhala suatu kehormatan, perzinaan suatu kebanggaan, mabuk dan berjudi ialah kejantanan, dan merampok serta menghabisi ialah suatu keberanian.

Di waktu seperti ini rahmat ilahi memancar dari jazirah Arab. Dunia ini melahirkan seorang Rasul yang ditunggu oleh alam semesta untuk menghentikan seluruh kerusakan ini dan membawanya untuk cahaya ilahi.

Di dalam kitab Simtut Duror – Kelahiran makhluk mulia yang ditunggu alam raya membikin alam tersenyum, gembira dan memancarkan cahaya. Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi pengarang kitab Maulid Habsyi (Biasa disebut Simtut Duror atau lengkapnya Simthud-Durar fi akhbar Mawlid Khairil Basyar min akhlaqi wa awshaafi wa siyar) menggambarkan kelahiran Nabi Mulia itu dalam syairnya yang indah:

“Alam bersinar cemerlang bersukaria untuk menyambut kelahiran Ahmad Al-Musthofa Penghuni alam bersukacita Dengan kegembiraan yang berterusan selamanya”.Dengan tuntunan Allah SWT Nabi Muhammad SAW pun sukses melakukan misi risalah yang diamanahkan kepadanya.

seusai melalui perjalanan dakwah dan jihad selama kira-kira 23 tahun dengan bermacam-macam rintangan dan hambatan yang menimpa Nabi Saw sukses mengeluarkan ummat dan mengantarkan bangsa Arab dari penyembahan makhluk ke untuk penyembahan Rabbnya makhluk, dari kezaliman pada masa jahiliyah ke keadilan Islam.

Jazakallah ya Rasulallah an ummatika afdhola ma jazallah nabiyyan an ummatih. Baiklah sebelum membicarakan problem memperingati Maulid Rasulullah Sawserta membicarakan dalil-dalil yang menunjukan bolehnya memperingati Maulid yang mulia ini dan berkumpul dalam acara tersebut.

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan berhubungan dengan perayaan maulid

Ke-1

Kita memperingati Maulid Rasulullah Sawbukan cuma pas pada hari kelahirannya, melainkan senantiasa dan selamanya di tiap-tiap waktu dan tiap-tiap Peluang waktu kita memperoleh kegembiraan terlebih lagi pada bulan kelahiran beliau yaitu Rabiul Awwal dan pada hari kelahiran beliau hari Senin.Tidak patut seorang yang berakal menanyakan,“Kenapa Anda semua memperingatinya?” Sebab, seakan-akan ia menanyakan,“Kenapa Anda semua bergembira dengan adanya Nabi SAW?” Apakah sah bila pertanyaan ini timbul dari seorang muslim yang mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah? Pertanyaan tersebut ialah pertanyaan yang bodoh dan tidak memerlukan respon.

Seandainya pun saya, misalnya, mesti menjawab, cukuplah saya menjawabnya seperti ini, “Saya memperingatinya sebab saya gembira dan bahagia dengan beliau, saya gembira dengan beliau sebab saya mencintainya, dan saya mencintainya sebab saya seorang mukmin”.

Ke-2

Yang dimaksud dengan warning Maulid ialah berkumpul untuk mendengarkan sirah beliau dan mendengarkan pujian-pujian soal diri beliau, juga memberi makan orang-orang yang datang, memuliakan orang-orang fakir dan orang-orang yang memerlukan, serta menggembirakan hati orang-orang yang mencintai beliau.

Ketiga

Kita tidak menjelaskan bahwa warning Maulid itu dilaksanakan pada malam tertentu dan dengan cara tertentu yang dinyatakan oleh nash-nash syariat secara terang, sebagaimana halnya shalat, puasa, dan ibadah yang lain. Tidak seperti ini.

warning Maulid tidak seperti shalat, puasa, dan ibadah. Tetapi juga tidak ada dalil yang mencegah warning ini, sebab berkumpul untuk mengingat Allah dan Rasul-Nya serta hal-hal lain yang baik ialah sesuatu yang mesti diberi perhatian semampu kita, khususnya pada bulan Maulid.

Loading...
loading...

Ke-4

Berkumpulnya orang untuk memperingati acara ini ialah fasilitas terbesar untuk dakwah, dan Adalah Peluang yang terlalu berharga yang tidak boleh dilewatkan.

Bahkan, para pendakwah dan ulama wajib Memperingatkan ummat soal Nabi baik akhlaqnya, hal ihwalnya, sirahnya, muamalahnya, maupun ibadahnya di samping menasihati mereka ke kebaikan dan kebahagiaan serta mengingatkan mereka dari bala, bidah, keburukan dan fitnah.

Kalau warning maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah saw., mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi, misi yang Allah tegaskan selaku rahmatan lil alamin.

Saat acara maulid seperti seperti ini, argumentasi apa masih disebut dengan bidah? dan tiap-tiap bidah pasti sesat, dan tiap-tiap yang sesat pasti masuk neraka, tidak semuanya benar.! Selaku pembuka dalam pembicaraan memperingati Maulid Nabi SAW, ada baiknya kita kutip perkataan seorang ulama kharismatik dari Universitas Al-Azhar Mesir Imam Mutawalli Sha`Rawi dalam bukunya al-Fikr Maidat al-Islamiyya yang berpendapat bahwa :

Kalau makhluk hidup bahagia atas kelahiran Nabi nya itu dan seluruh tanaman suka atas kelahirannya, seluruh hewan suka atas kelahirannya seluruh malaikat suka atas kelahirannya, dan seluruh jin suka atas kelahirannya, mengapa engkau melarang kami dari yang bahagia atas kelahirannya? ” (untuk menjawab pandangan orang orang yang tidak memperbolehkan perayaan ini).

Kita dianjurkan untuk bergembira atas rahmat dan karunia Allah SWT untuk kita. Termasuk kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat untuk alam semesta. Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu ialah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”(QS.Yunus:58).

Dari back-ground ini lah ummat islam merasakan kebahagian luar biasa atas kelahiran nabi dan memperingatinya tiap-tiap tahunnya, bahkan pada waktu ini di tiap-tiap negara muslim, kita pasti menemukan orang-orang yang merayakan ulang tahun Nabi yang disebut dengan hari Maulid Nabi.

Hal ini berlaku pada kebanyakan ummat islam di beberapa Negara misalnya selaku berikut: Mesir, Suriah, Libanon, Yordania, Palestina, Irak, Kuwait, Uni Emirat, Saudi Arabia (pada sebagian tempat saja) Sudan, Yaman, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Djibouti, Somalia, Turki, Pakistan, India, Sri Lanka, Iran, Afghanistan, Azerbaidjan, Uzbekistan, Turkestan, Bosnia, Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, dan sebagian besar negara- negara Islam lainnya.

Di negara-negara tersebut bahkan kebanyakan dirayakan selaku hari libur nasional. Seluruh negara-negara ini yaitu duwal islamiyah merayakan hari warning kejadian ini.

Bagaimana sanggup pada waktu ini ada sebagian minoritas yang berpendapat dan mempunyai keputusan bahwa memperingati acara maulid Nabi ialah sebuah keharaman dan bidah yang sebaiknya di tinggalkan oleh ummat islam.

Hukum perayaan maulid sudah jadi topik perdebatan para ulama semenjak lama dalam sejarah Islam, yaitu antara kalangan yang memperbolehkan dan yang melarangnya sebab dinilai bagian bentuk bidah. Sampai waktu ini pun problem hukum maulid, masih jadi topik hangat yang pro kontra kalangan muslim.

Ironisnya di beberapa lapisan warga muslim waktu ini permasalahan warning maulid sering dijadikan tema untuk tak sama pandangan yang kurang sehat, dijadikan topik untuk saling menghujat, saling menuding sesat dan lain sebagainya.

Bahkan yang tragis, problem warning maulid nabi ini juga menimbulkan aksi anarkis sektarianisme antar pemeluk Islam di beberapa tempat.

Oleh sebab itu, untuk lebih terang Soal duduk masalah “Hukum Perayaan / warning Maulid Nabi SAW” ini, ada baiknya kita telaah kembali sejarah pemikiran Islam soal perayaan Maulid ini dari pandangan para ulama terdahulu dan menelisik lebih jauh awal mula tradisi perayaan Maulid ini (Baca: Sejarah Perayaan / warning Maulid Nabi saw.).

Mari kita simak penjelasan dari Ustad Abdul Somad Lc.MA:

Sumber : Youtube Tafaqquh Video

Tentu saja tulisan ini tidak memuat seluruh pandangan ulama Islam, tetapi cukup bisa dijadikan rujukan untuk membikin sebuah peta pemikiran dalam memahami hakikat Maulid secara komprehensif dan menyikapinya dengan bijaksana.(Baca: Dalil – dalil warning / Perayaan Maulid Nabi saw).

Sumber: FB/Muh.Khanafi

SHARE THIS
Loading...

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :