Hukum Menerima Sumbangan dari Non Muslim Sah Secara Fiqh

Hukum Menerima Sumbangan dari Non Muslim Sah Secara Fiqh. Bagaimana hukumnya organisasi Islam menerima bantuan dari kalangan non-muslim?

Menurut hukum fiqih, organisasi Islam menerima bantuan non muslim itu boleh. Tetapi ditinjau dari sudut tasawwuf, sebaiknya jangan sampai menerima bantuan dari non muslim. Apa lagi memintanya. Sebab biasanya bantuan dari non muslim tersebut membawa pengaruh yang negatif.

Lebih-lebih jika bantuan itu diperoleh dengan cara yang tidak halal. Perhatikan pondok-pondok pesantren dan madrasah-madrasah yang telah menerima bantuan dari luar. Kalau mutunya tidak merosot, maka barokahnya yang hilang.

Dasar pengambilan hukum:

Kitab Tuhfatul Habib halaman 167:
.
“Sah wakaf dari kemutlakan tasaruf yang suka rela, maka sah wakaf dari orang kafir meskipun untuk masjid.”

Kitab Asyarqawi juz 2 halaman 147:

Loading...
loading...

“Ucapan musanif (Dan hendaklah orang yang yang berwakaf itu adalah ahli kebajikan) maka sah wakaf dari orang kafir meskipun untuk masjid atau mushaf atau buku-buku ilmu pengetahuan. Dan hendaknya hendaknya pewakaf tidak meyakini wakaf tersebut untuk ibadah (mendekatkan diri kepadaAllah) karena memperhatikan keyakinan kita.”

Loading...

Sumber :Koleksi Bahtsul Masail yang dimiliki oleh KH. A. Masduqi Machfudh, termasuk arsip Kolom Bahtsul Masail dari majalah PWNU Jawa TimurAula, Bahtsul Masail Wilayah (PWNU) Jawa Timur, dan Bahtsul Masail pada muktamar maupun pra-muktamar NU.

Hukum Menerima Sumbangan dari Non Muslim Sah Secara Fiqh
loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :