Hukum Adzan Wanita dan Syarat Muadzin

hukum-adzan-perempuan-dan-syarat-muadzin
Hukum Adzan Wanita dan Syarat Muadzin

Hukum Adzan WanitaApa hukum seorang perempuan (Baligh) adzan dan bagaimana hukum menjawab adzan tersebut?. Menurut pandangan yang kuat, hukum adzan ialah sunnah. Akan tetapi dalam permasalahan yang adzan ialah wanita hendaknya kita mengetahui syarat-syarat jadi muadzin terlebih dahulu.Syarat orang yang mengumandangkan adzan (Muadzin) yaitu :

Loading...
loading...
  1. Islam – Non Muslim tidak sah jadi Muadzin
  2. Tamyiz – Anak kecil yang belum Tamyiz (berumur dibawah 7 tahun) atau orang yang gila, tidak sah jadi muadzin
  3. Laki-laki – Wanita tidak sah jadi muadzin

Perbedaan Adzan dan Iqomah/Qomat – Tak sama halnya dengan Iqamah/Qomat yang disunnahkan bagi laki-laki dan wanita. Perbedaannya, dalam adzan disunnahkan dengan mengeraskan suara sedangkan Qomat dikerjakan dengan suara yang tidak keras.Adzan ditujukan untuk memberi tahu masuknya waktu shalat jepada warga, sementara qomat dimaksudkan mengajak ke jemaah yang datang untuk melakukan shalat.

Oleh karena itu wanita tidak boleh jadi Muadzin, karena dikhawatirkan suaranya bisa mengundang fitnah bagi yang mendengarkannya.

Disamping itu disunnahkan bagi orang lain untuk menyaksikan ke muadzin, padahal muka wanita termasuk aurat yang wajib ditutup dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. (rujukan: Tuhyatul Muhtaj, juz 1, hal.467) – Hukum Adzan Wanita dan Syarat Muadzin

SHARE THIS
Loading...

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :