HRW: Saudi Tidak Sanggup Dipercaya Pasca Perkara Khashoggi

WASHINGTON – Pengawas HAM [Human Rights Watch (HRW)] yang bermarkas di AS sudah mendesak Arab Saudi untuk mengizinkan pengamat independen memperoleh akses dan memastikan keamanan sejumlah aktivis perempuan yang dipenjara di kerajaan, menjelaskan bahwa Riyadh tidak lagi bisa dipercaya sesudah kebohongannya soal tindakan mematikan awak media Jamal Khashoggi.

“Arab Saudi wajib cepat mengizinkan pemantau independen internasional untuk mengakses para aktivis hak wanita Saudi yang ditahan semenjak Mei 2018 untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan mereka,” ungkap HRW dalam sebuah pernyataan pada Hari Jumat (07/12).

Pada 23 November, pemerintah Saudi membantah bukti yang diterbitkan oleh Human Rights Watch dan Amnesty International bahwa otoritas negara sudah menyiksa dan menghina secara seksual serta menyerbu setidaknya 3 aktivis yang ditahan.

Lalu pada 28 November, Human Rights Watch menerima laporan dari sumber info yang mengindikasikan bahwa pihak berwenang Saudi sudah menyiksa seorang aktivis perempuan ke-4. Sumber menjelaskan penyiksaan kepada para aktivis wanita Saudi mungkin masih berlangsung.

Juga diadukan bahwa Saud al-Qahtani, eks ajudan Inti Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, sudah secara pribadi melaksanakan penghinaan seksual dan penyiksaan kepada setidaknya bagian perempuan.

“Kebohongan konsisten Arab Saudi soal peran pejabat senior dalam tindakan mematikan Jamal Khashoggi artinya bahwa penyangkalan pemerintah bahwa menyiksa para aktivis wanita ini tidak cukup baik,” kata Michael Page, wakil direktur Timur Tengah di Human Rights Watch.

Riyadh untuk beberapa kali merubah narasinya soal tindakan mematikan Khashoggi, yang dibunuh di Istanbul pada 2 Oktober. Awalnya, mereka membantah tindakan mematikan sama sekali. seusai 18 hari penyangkalan terang-terangan, Riyadh akhirnya mengakui tindakan mematikan itu tetapi menjelaskan Khashoggi sudah terbunuh dalam operasi diluar perintah Bin Salman.

“Arab Saudi wajib dengan cepat dan kredibel menyelidiki tudingan penghinaan dalam tahanan, meminta pertanggungjawaban saban individu yang ditemukan terlibat dalam penyiksaan dan penganiayaan kepada tahanan, dan memberikan ganti rugi bagi aktivis yang dilecehkan selama penahanan praperadilan berkepanjangan ini,” tambah HRW dalam pernyataannya.

Website HRW berpatokan pada kebohongan tersebut dan menjelaskan bahwa ada argumentasi untuk percaya bahwa pihak berwenang Saudi sudah memperlakukan aktivis wanita dengan kekejaman yang tidak terkatakan “kecuali kalau pemantau independen bisa mengkonfirmasi kesejahteraan aktivis wanita.” [Sfa]

Salfy News

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.