HRW Desak Arab Saudi Bebaskan Shaikh Al-Awdah

HRW Desak Arab Saudi Bebaskan Shaikh Al-Awdah

HRW Desak Arab Saudi Bebaskan Shaikh Al-Awdah

RIYADHHuman Rights Watch (HRW) mengumumkan keprihatinan atas penahanan lanjutan Arab Saudi atas seorang ulama cuma sebab pandangan politiknya, mendesak rezim Riyadh untuk “cepat” membebaskannya.

Diketahui pemerintah Arab Saudi sudah menahan seorang ulama ternama bernama Salman al-Awda pada 7 September tahun lalu, dan sudah menahannya di sel isolasi tanpa pengadilan semenjak itu.

HRW menjelaskan pada hari Rabu (12/09) bahwa menurut member Famili, sang ulama berumur 61 tahun itu akhirnya diperbolehkan menghubungi seorang pengacara untuk sidang pertamanya pada tanggal 3 September.

Baca: Persatuan Ulama Internasional kritik keras Arab Saudi atas Hukuman Mati untuk Shaikh Al-Awdah

Menurut HRW, pada persidangan, jaksa mengusulkan 37 dakwaan kepada Awda, sebagian besar terkait dengan Sangkaan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin dan pemerintah Qatar, dan sokongan publiknya untuk para pembangkang yang dipenjara. Jaksa juga menuntut hukuman mati.

Arab Saudi memasukkan daftar Ikhwanul Muslimin selaku organisasi teroris pada Maret 2014.

Loading...
loading...

HRW mengutuk tudingan itu selaku “tidak terang” dan menjelaskan penindasan yang tengah berlangsung oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman kepada pembangkang dan aktivis anti-rezim cuma akan merugikan planning ekonomi ambisius Riyadh.

“Pada waktu planning ekonomi ambisius Arab Saudi seperti IPO Aramco mulai macet, jaksa putra mahkota Menanamkan modal dalam mengancam para ulama dan aktivis hak-hak wanita dengan eksekusi,” kata Sarah Leah Whitson, direktur Human Rights Watch di Timur Tengah.

“Kecuali Arab Saudi mempunyai bukti bahwa al-Awda melaksanakan kejahatan yang bisa dikenali, pihak berwenang mesti cepat membebaskannya.”

Awda termasuk di antara yang ke-1 dari sejumlah orang yang ditahan oleh Tentara pemerintah pada pertengahan September 2017, beberapa bulan sesudah MBS naik ke tampuk kekuasaan.

Ulama itu ialah member terkemuka Gerakan Sahwa pada awal 1990-an, yang menentang keputusan Riyadh untuk membiarkan angkatan bersenjata AS masuk ke Arab Saudi demi melarang kemungkinan serbuan oleh Irak. (ARN)

Loading...


Source by Muhammad Najib

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :