HOAX 10 Juta Massa PBNU – GP Ansor Akan Kepung Kedubes Saudi

Infografik 10 Juta Massa PBNU dan GP Ansor Akan Kepung Kedubes Saudi Ternyata Hoax Ciptaan Kaum Pembenci NU....

Infografik 10 Juta Massa PBNU dan GP Ansor Akan Kepung Kedubes Saudi Ternyata Hoax Ciptaan Kaum Pembenci NU….

Menurut Alvara Reseach, hitungan total penduduk NU itu mencapai 92 juta orang. 36 % diantaranya (30 juta lebih) ialah penduduk NU loyalis yang siap dhohir batin ‘nderek kiai NU’. Tengah menurut data Pengurus Pusat GP. Ansor yang diperoleh dari data peserta Diklatsar beberapa tahun belakang sampai sekarang, kader Banser aktif itu waktu ini telah berjumlah 5 juta orang lebih. Dan bila digabung dengan kader Ansornya yang ikut PKD (Pelatihan Kader Dasar) sanggup mencapai 7 juta orang.

Walau mungkin kalah dengan peserta reuni 212 di Monas yang katanya berjumlah 8 juta orang, yang itu artinya nyaris sama dengan warga kota Jakarta yang berjumlah 10 jutaan, atau 3 kali lipat menyemutnya para tamu Allah saat haji dan wuquf di Arafah yang mencapai 3 jutaan, tapi data real penduduk NU serta kader banser Ansor ini tentu Adalah angka yang signifikan.

Terlebih loyalitas penduduk NU yang ‘sendiko dawuh’ dengan para ulama NU serta kader Banser Ansor NU yang mempunyai loyalitas tinggi untuk menjaga NU, menjaga para kiai dan Habaib NU selaku pemilik saham NU, serta menjaga NKRI tentu membikin beberapa politisi busuk di negeri ini berkepentingan sanggup menunggangi NU untuk me-landingkan agenda2 politik busuk mereka.

Sayangnya, NU dengan Khittah 1926nya bengal untuk tunduk ke kepentingan2 politik sesaat dengan tetap menjadikan dirinya selaku penjaga moral bangsa dan mensterilkan diri dari gerakan2 Islam politik yang melanda. Padahal kalau mau, NU sanggup saja dengan mudah memenangkan pertarungan kalau mau jadi bagian dari Islam politik, sebab angka 92 juta itu angka 12 kali lipat suara PKS dan puluhan kali lipat dari massa FPI maupun massa HTI.

Infografik 10 Juta Massa PBNU dan GP Ansor Akan Kepung Kedubes Saudi Ternyata Hoax Ciptaan Kaum Pembenci NU....

kiai dan habaib NU juga tetap istiqomah menjadikan NU selaku corong suara untuk kritik sosial dan kritik moral politik bagi mereka yang melenceng dari khittah kebangsaan dan keagamaan. Sehingga tidak jarang gerakan moral para kiai NU itu membikin mereka yg tergusur kepentingan politiknya merasa kelojotan dan jadi cacing kepanasan.

Itulah argumentasi kenapa akhir-akhir ini kita menemukan fenomena pembullian dan persekusi dilaksanakan secara massif oleh para penganut Islam politik dan para pemuja kekuasaan ke para pembesar NU, kiai NU, Banser NU serta kader2 kyai muda NU yang aktif melaksanakan kritik sosial dan kritik moral ke mereka.

Kebengalan NU kepada politisasi agama sungguh menyakitkan. Tetapi inilah yang wajib dilaksanakan NU dan kiai NU dengan bermacam elemen dan kader-kadernya yang tersebar di dalam jam’iyah struktural maupun jemaah kulturalnya. Sebab NU ialah pilar NKRI dan pilar Aswaja yang tersisa di dunia Islam waktu ini.

***

Mereka amat mengerti bahwa kalau ingin menguasai Indonesia maka wajib menguasai NU. Dan kalau ingin menghancur-leburkan Indonesia maka wajib menghancur-leburkan NU. Sayang, power kultural NU begitu kuat sehingga tidak sanggup mereka lawan. Orde baru pun terbukti gagal berkali kali untuk menguasai NU sebab power tangan2 Tuhan melalui karomah para waliyullah pendiri NU tidak sanggup mereka lawan. Apalagi power “neo orde baru” itu?

Sehingga saat NU telah sulit mereka kuasai dengan bermacam cara, maka cara yang lain ialah dengan politik ‘fire sale’; beli NU berapapun harganya untuk dihancur leburkan.

Kecuali gerakan pembullian dan persekusi secara massal kepada kiai NU dan Banser, menebar jejaring hoax di media sosial ialah bagian cara politik untuk mengeksekusi program penghancur-leburan.

Supaya kiai dan habaib teladan penduduk NU tercerabut dari NUnya; supaya santri kehilangan loyalitas pada Kyainya; supaya penduduk NU jadi anti NU dan nilai-nilai moral mulia NU sehingga NU pun kehilangan taringnya.

Maka dalam 1 forum ngaji NU saya pernah ditanya.
“Gus, apa sejatinya target kaum Islam politik maupun politik Islam itu?”
“Targetnya? Apalagi jika bukan kekuasaan? Korbannya ialah mereka yang awam agama maupun orang alim tapi awam politik” jawab tegas saya.

***

Walhasil, untuk para member Banser NU, santri NU dan kader2 NU. Tetap rapatkan barisan dalam komando Kyai2 NU kita.

Waspadai bermacam berita bohong yang bermaksud memprovokasi dan mengobrak abrik persatuan kita serta Melepaskan kita dari eratnya gandolan kita ke sarung para kiai NU dan jubah para habaib NU.

Abaikan seluruh bullyan, sebab bully nyata tidak membikin kita down dan makin mengecil. Tetapi malah makin membikin kita besar, makin beberapa ganjaran dan makin disayang Tuhan.

Nafikan segala persekusi pihak-pihak yang tidak mengerti NU. Sebab persekusi itu tidak akan pernah merubah fungsi dan peran kita selaku penjaga NU dan penjaga NKRI. Untuk tegaknya kedamaian dan keamanan di bumi pertiwi ini.

Salam waras Islam Nusantara.

#KebengalanNU_DanLoyalitasBanserMenurut Alvara Reseach, jumlah warga NU itu mencapai 92 juta orang. 36 persen…

Dikirim oleh Mas Yazid Tom's pada Rabu, 05 Desember 2018

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.