hingga Sekarang Santunan Korban Crane dari Arab Saudi Belum Cair

MENAG menagih janji ke Arab Saudi atas santunan korban tragedi crane Masjidil Haram yang tidak kunjung cair…

Pemerintah kerajaan Arab Saudi waktu itu berjanji memberikan santunan sebesar Rp3,8 miliar bagi seluruh keluarga korban meninggal dunia maupun cacat fisik. Adapun untuk korban yang mengalami luka memperoleh santunan Rp1,9 miliar….

 

Foto-foto Tragedi Crane di Masjidil haram, Makkah – Arab saudi

Islam-Institute, JAKARTA  – Bagian korban tragedi Crane Masjidil Haram sampai waktu ini belum cair. bBerikut kesaksian ibu Tri Murti Ali (65) alias Eti dari Solok, Sumatera Barat (Sumbar), korban Crane masih tergolek lemah di kamar anaknya di Kukusan, Depok, Jawa Barat. Jari tangan kirinya diamputasi. Tangan kanan patah dan sampai waktu ini masih kaku sehingga belum dapat dipakai. Kakinya yang patah akibat hantaman crane belum juga sembuh padahal dia telah beberapa kali dioperasi.

“Iya kecewa dulu kan digembor-gemborin mau diberikan santunan dari pemerintahan Arab Saudi. Ibu saya kan masih butuh ongkos untuk pengobatan,” ujar Rani, anak Eti, dalam perbincangan, Sabtu (20/2/2016), dilansir dari detik (21/02).

Padahal janji Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, sudah memerintahkan supaya dibayarkan santunan untuk seluruh korban, ialah:

  1. Keluarga dari korban meninggal akan diberikan SR 1 juta atau kisaran Rp 3,6 miliar (1 riyal= Rp 3.600).
  2. Tiap-tiap korban yang mengalami luka sehingga menyebabkan cacat permanen memperoleh SR 1 juta.
  3. Tiap-tiap korban yang luka menerima SR 500 ribu atau kisaran Rp 1,8 miliar.

Raja Salman juga memerintahkan supaya keluarga korban meninggal diberangkatkan haji tahun seterusnya dengan ongkos dari pihak kerajaan selaku tamu raja. Tetapi nyatanya sampai waktu ini belum keluar.

Oleh sebab itu Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, berkeinginan pemerintah Arabi Saudi dapat dengan cepat membayarkan santunan yang dijanjikan kepada para keluarga korban crane yang jatuh waktu beribadah haji di Mekkah pada September 2015, dilansir dari Vivanews (23/02).

“hingga waktu ini belum ada (pembayaran santunan) dari pihak pemerintah Arab Saudi. hingga sekarang kita berkeinginan supaya secepatnya dibayarkan. Semoga pemerintah Saudi Arabia dapat mendengarnya,” ujar Menteri ke awak media di Jakarta, Selasa, 23 februari 2016.

Ia menerangkan bahwa para keluarga korban memang mendesak supaya santunan dapat cepat diberikan pada mereka. Sebabnya memang pemerintah Arabi Saudi pernah menjanjikan hal itu.

“Mereka (pemerintah Arabi Saudi) tak memberikan alasan spesifik (keterlambatan pemberian santunan). Tetapi menjelaskan ini sedang diproses. Saya tak tahu nominalnya,” kata Lukman. Musibah crane jatuh itu terjadi di Masjidil Haram, Arabi Saudi, waktu musim haji pada September 2015. Sebanyak 12 jamaah calon haji asal Indonesia meninggal dunia dan 42 jamaah yang lain mengalami luka.

Pemerintah Arab Saudi waktu itu berjanji memberikan santunan sebesar Rp3,8 miliar bagi seluruh keluarga korban meninggal dunia maupun cacat fisik. Adapun untuk korban yang mengalami luka memperoleh santunan Rp1,9 miliar.  (AL/ARN)

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :