hingga Enggak Ada Lagi Fitnah

Loading...

hingga tidak ada lagi fitnah – Beberapa orang pengikut wahabi menyampaikan komentar dan keberatan kepada tema-tema buletin yang kami terbitkan semenjak dua-tiga bulan terakhir. Diantara tanggapan dan komentar itu ialah :

Shalat Wahabi

  1. “Assalamu’alaikum. Redaksi Buletin Yth, anda buat tulisan cuma untuk cari-cari kekhilafan orang lain yang belum terang? Sayang sekali…. Dian Jkt”. (02193013xxx tgl 3 juli 2009)

2. “Semoga Allah Swt memberi Hidayah bagi orang-orang yang berdusta untuk mengikuti hawa nafsunya….” (085228202xxx tgl 10 juli 2009)

  1. “Hai manusia-manusia biadab, nampaknya kalianlah yang dungu, tak ngerti sedikitpun soal ajaran Islam, tapi sok berkoar soal Islam, tak tau apa dirinya dan siapa ulama, kalian seperti Himar belaka, Dungu dan pantas memperoleh laknat dan azab Allah, amien semoga Allah melaknat kalian seluruh…” (085691288xxx tgl 12 juli 2009)

Nomor seluruh ada pada kami… jikalau hendak meminta hubungi kami di el_shafa@yahoo.com.    Untuk itu perlu kami jelaskan selaku berikut :

Pertama, ketahuilah bahwa bulletin kami semenjak awal penerbitannya diarahkan untuk meneguhkan komitmen keislaman dalam bingkai kebangsaan. Artinya, artinya tiap-tiap kali ada persoalan yang dihadapai Ummat Islam kaitannya dengan keislaman atau kebangsaan, Insyallah Buletin kami akan keluar memberikan komentar atau sekurang-kurangnya ulasan.

Kedua, semenjak beberapa tahun terakhir ini kaum muslimin Indonesia dibuat resah oleh sekelompok orang yang menamakan diri Aliran Salafy yang hobi menaburkan tudingan Musyrik, Bid’ah dan Sesat kpd Ummat Islam di luar Mazhabnya. Rujukan mereka ialah kitab-kitab Syeh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syeh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syeh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Oleh karna itu mereka -terutama orang yang cuma ikut-ikutan- perlu diberi tahu bahwa orang yang mereka agung-agungkan itu tidaklah sebesar yang didengungkan selama ini. Artinya, kualitas keilmuan mereka ternyata setingkat Ulama-Ulama local seperti Prof. KH Ali Yafie, KH Sahal Mahfuzh, KH Ma’ruf Amin atau para Guru Besar saperti Prof. DR. Quraish Shihab, Prof DR Ali Musthafa Ya’qub, MA, Prof DR KH Agiel Sieraj dan lainnya.

Ketiga, apa yang kami jelaskan bukanlah dalam rangka mencari-cari kekhilafan orang yang belum terang. Seluruh tulisan kami mencantumkan rujukan dengan terang nama kitab, juz dan halamannya. Bagi anda yang ragu dapat membuka  sendiri kitab-kitab tersebut lantas membandingkannya dengan tulisan kami supaya dapat diketahui nilai kebenaran dan kedustaannya. Adapun mereka yang tak mempunyai kitab-kitab tersebut tentu saja tak berhak memberikan komentar apalagi tudingan dusta atau mengikuti hawa nafsu sebab predikat tersebut akan kembali kpd dirinya.

Adapun laknat Allah itu ditimpakan kpd Iblis kerena merasa lebih baik daripada Adam, sebagaimana Firman Allah :

??? ?? ???? ??????? ?? ????? ??? ??? ??? ??? ?????? ?? ??? ?????? ?? ???

“Artinya : Allah berfirman : “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kpd Adam) di waktu Saya menyuruhmu? Jawab Iblis:”Saya lebih daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (Al A’raf : 12)

Dan tentu saja yang paling berhak memperoleh laknat serupa ialah orang-orang atau kubu atau aliran yang dalam hidupnya menganggap lebih baik dari yang lain dengan menuduh sesat orang-orang yang berada di luar kelompoknya. Insya Allah.

loading...

Ada pula diantara pembaca Buletin yang meminta supaya kritik dan analisa kepada ketiga Ulama Wahhabi tersebut dihentikan. Maka respon kami ialah bahwa kami tak akan menghentikannya selama kalian juga belum menghentikan perbuatan kalian menyesatkan Kebanyakan Ummat Islam. Kalian yang memulai maka kalian pula yang mesti mengakhiri. Dan kami tentu saja mesti membela orang-orang yang sudah digoncangkan agamanya akibat perilaku kalian, maksud kami supaya saudara-saudara kami bertambah percaya bahwa yang dipegangnya ialah benar. Anda berhak menjelaskan Anda benar, tapi tak untuk menyerbu orang lain yang tak sama. Sedemikian pula kebanyakan Ummat Islam, mereka berhak meyakini kebenaran ajarannya tetapi tak untuk menyerbu ajaran anda. Kalau ini sudah disepakati, InsyaAllah kritikan kami akan segara berhenti dengan sendirinya.

Perlu juga kami sampaikan bahwa beberapa tahun yang lalu kami pernah menyelenggarakan Seminar Nasional bertempat di kampus Universitas Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Para Ulama yang berkompeten di bidangnya dari berbagai kubu kami hadirkan. Diantara mereka ialah KH. Aceng Zakarya (Pimpinan Pusat Persis), KH Hafiedz Abdurrahman, MA (Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir Indonesia), Al Ustadz Mushthafa Aini (Dari Yayasan Ash Shofwa Salafy) dan lainnya. Di akhir seminar disepakati supaya masing-masing tokoh menjaga kelompoknya supaya tak menyerbu kubu yang lain. Untuk Hizbut Tahrir, Persis dan yang lain Alhamdu Lillah dapat membuktikan komitmennya. Tetapi Salafy (Wahhabi) bahkan kian hari kian marak fitnahnya, terbukti dengan berkumandangnya suara mereka melalui dua radio, Radio Roja di Cileungsi dan Hang 106 Batam dan yang lainnya.

hingga Enggak Ada Lagi Fitnah

Pernah juga dikerjakan bedah buku kami yang berjudul “Menimbang Amalan Tradisional” bertempat di Masjid Ni’matul Ittihad Pondok Pinang yang diselenggarakan oleh Pendidikan Dasar Ulama (PDU) MUI Jakarta Selatan dengan menghadirkan DR Faishal Amir dan Al Ustadz Abdurrahman dari Hizbut Tahrir. Pada bulan lalu pun kami mengikuti seminar berjudul “Membedah Problem Ghaib” bertempat di Masjid Bani Umar Pondok Aren. Seminar yang melibatkan Al Ustadz Abu Aqila, Lc dari Bengkel Rohani dan Al Ustadz Hasan Bisri, Lc Pemred Majalah Ghaib itu dihadiri oleh ratusan jama’ah dari berbagai daerah.

Kedua seminar tersebut diselenggarakan untuk memberikan pemecahan bagi masalah-masalah yang selama ini di perselisihkan para Ulama. Alhamdu Lillah para tokoh yang datang pada umumnya dapat saling memahami perbedaan tersebut. Tetapi dibagian yang lain, orang-orang yang keras kepala dan sempit pemahamannya tetap saja menebar fitnah dan kebencian. Kami tentu saja tak berhak untuk menghubungkan aktifitas orang-orang itu dengan kebutuhan ekonomi walaupun diketahui bahwa gerakan mereka ada hubungannya dengan sekelompok orang bahkan bagian negara kaya.

Semoga Allah menyelamatkan kaum Muslimin Indonesia dari orang-orang awwam yang berbaju ulama dan memelihara amaliah dari keraguan yang dihembuskannya. Amin.

Hasbunallah,

Ibnu Ahmad (El_Shafa@yahoo.com)

QUM No 453  tgl 24 Rajab 1430 H/17 juli 2009 – Oleh: Ibnu Ahmad – sampai tidak ada lagi fitnah.

Simpan

loading...

Simpan

Loading...

You might like

About the Author: admin

14 Comments

  1. alhamdulillah atas berkat rahmat allah,kami siap bantu saudara yg mengalami problem hidup,antara lain
    1)penyakit yg belum lama sembuh karena ulah orang yg tak tanggung jwb
    2)memisahkan pil atau wil
    3)pesugihan putih(kusus bg yg punya hutang banyak)
    dan masalah gaib yg lain
    silahkan hub
    gusaulia@yahoo.co.id

  2. ikutilah wahyu Alloh (al Quran dan as Sunnah) dan bermanhajkan (memahami) Islam sebagaiman para sahabat memahami Islam…jauhkan dalam diri kita kesyrikan, bida’ah dan kemaksiatan…
    mari kita beristropesi diri…
    siapakah yang sesat itu…

  3. Saya bukan salafi. Dan dalam banyak hal saya berbeda pendapat dengan salafi. Sebagai contoh, saya tidak menganggap musik dan gambar mahluk hidup adalah haram, meski saya sadar tidak semua jenis musik dan gambar itu halal. Saat pemilu saya selalu memilih, dan jika ada undangan tahlilan, saya menyempatkan diri untuk hadir.

    Saya adalah penganut mazhab Syafi’i. Hanya saja saya tidak menutup pergaulan dengan Muslim dari mazhab lain dan juga dengan salafi.

    @ Salik.
    Alamatkan saja pertanyaan itu pada salafi, jangan pada saya.
    Kalau saya menyebut Bin Baz dan Al-Uthaymin dengan rahimahullah, itu karena saya selalu menghormati para ulama dari berbagai aliran.

  4. @ BIN ADNAN
    bin bazz…???????
    al uthaymin…??? ngga’ layauuu……..!!!
    anda bilang mereka hafal hadist….??? dari mana sanadnya…BUKTIKAN….!!!!!!

    kalau saya mendingan baca karya IMAM NAWAWI..

  5. For: Bin Adnan

    Salafy dua-duanya yang anda maksudkan itu hakekatnya sama-sama khowarij. Yang satu khowarij keras, yang satunya lunak yang suatu saat juga akan muncul aslinya jadi keras.

    Intinya, kalau mereka masih suka menyebut Muslim sebagai ahlul bid’ah, jelas mereka buakan salafy asli. mereka adalah WAHABI alias khawarij modern (neo khowarij). Sebab salafy asli tidak akan menuduh atau melabeli atau men-CAP sesama muslim sebagai ahlul bid’ah! Salafy Asli adalah kaum toleran, lihat para Imam Mazhab walaupun mereka ada perbedaan pendapat, mereka tidak saling membid’ahkan, tidak saling melabeli AHLUL BID’ah. Jadi anda jangan mencoba mengecoh masyarakat dengan mengatakan ada Salafy Asli. Tidak ada, mereka yang anda maksud hakekatnya adalah sama-sama khowarij, orang-orang yang hobby obral dalil tanpa ngerti maksud dari dalil tersebut.

    Oke, all pengunjung, jangan terkecoh!

  6. Assalamualaikum.

    Dari pengalaman saya bergaul dengan beberapa orang salafi, saya bisa katakan para salafiyin tidaklah seburuk yang disangkakan orang. Mereka anti bidah tapi tidak lebih keras dari orang Persis. Mereka menolak mengikuti tradisi yang dikategorikan bidah, tapi mereka masih mau sholat berjamaah di masjid bersama ahlul bidah. Mereka bisa menyebut kafir, tapi hanya pada orang orang yang telah jauh melenceng seperti syiah. Dan dalam menjalankan ibadah, para salafi adalah orang yang patut dijadikan contoh.

    Sayangnya, sekarang banyak sekali khawarij yang mengaku sebagai salafi. Dan merekalah yang sesungguhnya menciptakan fitnah pada salafi yang asli. Merekalah yang banyak mengkafirkan sesama Muslim.

    Ada perbedaan antara salafi asli dengan khawarij yang mengaku salafi.

    Salafi asli adalah ahlul hadits. Mereka hafal banyak hadits dan sering mengutipnya ketika berbicara.
    Khawarij adalah ahlul fatawa. Dalam pembicaraan dan tulisan mereka hanya mengutip fatwa fatwa dari sejumlah kecil ulama saja yang diklaim sebagai ulama mereka.

    Salafi sangat menghormati ulama besar seperti sheik Bin Baz rahimahullah atau sheik Al Uthaymin rahimahullah, tapi mereka tidak pernah menganggap fatwa fatwa dari ulama tersebut sebagai kebenaran yang mutlak.
    Khawarij menjadikan fatwa fatwa sejumlah ulama sebagai kebenaran mutlak yang tak boleh disanggah. Dengan kata lain, mereka menempatkan fatwa pada derajat yang sama dengan hadits. Sebagai contoh, mereka menyebut kafir kepada Muslim yang tidak sependapat dengan fatwa sheik Al-Uthaymin rahimahullah tentang matahari mengelilingi bumi.

    Salafi asli tidaklah berkelompok.
    Khawarij membentuk kelompok-kelompok ekslusif meskipun mereka selalu berkata hizb adalah haram.

    1. Bener akh,,,
      Makanya akh, mereka ini banyak asal ngomong tanpa bukti…
      Bagi kami Ikwanul Muslimin, Hitzbut Tahrir, PKS merekalah yang Khawariz…
      Menentang pemerintah kaum Muslimin..
      Tidak ada orang salafy yang demon ato sebagainya…
      Semoga Allah menambahi antum petunjuk akh…

  7. assalam….

    ya Allah berikanlah taufik dan hidayah Mu pada semua ummat muslim ,berikanlah kami semua kefahaman yang dalam atas agama Mu,jadikanlah kami orang yg benar2 melaksanakan perintah dan menjauhi semua larangan Mu,dan hindarkanlah kami semua dari Fitnah dunia dan akhirat….
    dan jauhkanlah pula kami dari fitnah2 sesama umat muslim,seperti apa yang pernah Rasulullah sabdakan dahulu bahwa fitnah akan muncul dari sebelah timur…

    wassalam…

  8. Bukti di lapangan kan memang orang wahabi salafi itu suka bid’ahkan orang, syirikkan orang, kafirkan orang,,, sampe kyai-kyai juga di bid’ahkan.. disyirikkan.. aduhh, ironis sekali.. ini hanya expresi kekecewaan saya terhadap orang yang dangkal ilmunya, maaf (Mungkin gak hafal dan megkaji Qur’an)… hingga mereka para wahabi ngomong sembarangan saja….

  9. Sudah sering saya dengar kata2 kosong dan caci maki dari orang2 salafy wahabi yang isinya kosong, yang mencaci maki mereka bermazhab yang berbeda pandangan hanya menjadi bukti kelemahan & kebodohan orang2 salafy wahabi yang tidak mampu lagi berargumen

KOLOM KOMENTAR ANDA :