Heboh! Haikal Hasan Sebut Ayat yang Tidak Ada dalam Al-Qur’an

Heboh! Haikal Hasan Sebut Ayat yang Tidak Ada dalam Al-Qur'an

Heboh! Kehebohan ini berasal dari ceramah Haikal Hasan Baros yang menyebut ayat Qur’an yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Ustadz Wahabi Haikal Hasan Baros dengan ucapan gegabahnya telah merubah ayat Al-Qur’an itu menjadi sorotan tajam para ustadz Aswaja.

Sebagai tanggapan atas ceramahnya yang ngawur tersebut kami kutipkan 2 komentar yang menyoroti Haikal Hasan baros berikut ini …..

Komentar Ustadz Asimun Ibnu Mas’ud:

Mungkin #Ust_Haikal_Hasan yg tinggal di condet ini lagi khilaf, ga nyadar, salah guru, merubah firman Alloh atau bahkan sy (Asimun Mas’ud) yg BODOH ya ?

Silahkan disimak ceramah dan ayat yg disampaikan dalam video berikut ini dan silahkan menilai ustadz yg lagi naik daun (yg katanya tim ahli Trans7 acara KHAZANAH saat pertemuan dengan tim Sarkub di KPI beberapa tahun lalu).

Dia menyampaikan ayat yg tidak ada dalam Al-Qur’an,

وقل لهم قولا شديدا

“Katakan kepada mereka perkataan yg KERAS.” (Tidak ada dalam Al-Qur’an)

وقل لهم قولا بليغا

“Dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas.” (Tidak ada dalam Al-Qur’an)

Setau sy penggalan ayat dalam Al-Qur’an diantaranya sbb:

وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (الاحزاب : 70)
وَقُل لَّهُمْ فِي أَنفُسِهِمْ قَوْلاً بَلِيغًا (النساء : 63)
وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوفًا (النساء : 5)
وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (الإسراء : 23)

Komentar Ustadz David Fuadi:

Orang Ini Telah Merubah Teks Ayat Al Qur’an dan Menafsirkannya Sesuai Nafsunya.

Berdasarkan petikan video Haikal Hassan ini yang entah dia sengaja atau tidak telah mengubah kata “SADIDAN’ yang berarti “BENAR” menjadi “SYADIDAN” yang berarti “KERAS/KASAR”. Dia menyebut ayat dg bunyi : (“Waqul lahum qaulan syadida”.), padahal teks ayat yg benar berbunyi :
“Wa qulu qaulan sadida”

وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“ katakanlah perkataan yang benar,”(Al-Ahzab: 70)

Kemudian kata “balighaa” dalam Surat an-Nisa : 63 dia artikan dengan diksi yang kasar yaitu “menusuk hati”, padahal kata “baligha” disitu lebih tepat diartikan “menyentuh sanubari”, atau “membekas dalam jiwa.”

Mirisnya lagi dia menyebut ayat itu dg bunyi :
“wa qul lahum qaulan baligha”, padahal yang benar berbunyi : “wa qul lahum FI ANFUSIHIM qaulan baligha”

وَقُل لَّهُمْ فِي أَنفُسِهِمْ قَوْلًا بَلِيغًا

(dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka).” (An Nisa : 63).

Hal ini menunjukkan secara jelas, dia tidak hanya ngawur dalam menafsirkan ayat Al Qur’an tp juga telah berani merubah teks ayat Al Qur’an.

Memprihatinkan, ajaran Islam di tangan mereka akan menjadi rusak dan terlihat beringas.

Ingat ! sabda Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

ﻣَﻦْ ﻓَﺴَّﺮَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﺑِﺮَﺃْﻳِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒَﻮَّﺃْ ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ

“Barang siapa yang menafsirkan Al Qur’an dengan menggunakan pendapatnya sendiri maka hendaknya dia menempati tempat duduknya yang terbuat dari api neraka”
(HR. Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Abi Syaibah) .

Wal ‘Iyadzu Billah

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :