Hasil Rumusan Bahtsul Masail yang Misterius

Bahtsul Masail, pernahkah anda menguping dua kata Bahtsul Masail ini. Bahtsul Masail ialah bagian lembaga di NU yang membicarakan penetapan hukum syar’i. Bagi suatu permasalahan hukum syari’at yang muncul di tengah warga. Ndak seluruh penduduk NU otomatis tahu mengenai hal dua kata ini. Tetapi kalau dia ialah penduduk NU yang gaul dengan sesama penduduk NU. Maka mampu dipastikan pernah dengar kata “Bahtsul Masail”, sebab sedemikian populernya dua kata ini.

Walaupun tahu mengenai hal adanya bahtsul masail. Apakah anda juga tahu hasil penetapan hukum dari Bahtsul masail yang diselenggarakan secara rutin di NU? sebagian besar kita ndak tahu, sebab ndak ada buku dari hasil Bahtsul Masail dijual di toko buku. Sehingga hal ini terkesan misterius. Padahal produk hukum dari Bahtsul Masail ini terlalu penting dan diperlukan oleh Ummat Islam. Langkanya produk hukum syar’i yang dihasilkan oleh Bahtsul Masail dikarenakan kurangnya publikasi.

Di zaman ‘seraba online’ ini sejatinya terlalu mudah untuk mempublikasikan segala hal, termasuk produk hukum syar’i dari Bahtsul Masail. Langkahnya terlalu mudah, terbitkan saja ke media sosial. Atau juga mampu diterbitkan secara serentak di jaringan website Aswaja yang jumlahnya telah cukup beberapa. Di bawah postingan mampu ditambahkan himbauan ke pembaca: “Mohon diprint untuk ditempel di musholla dan masjid di lingkungan anda”.

Nantinya biarkan Ummat Islam yang peduli akan mengeprint untuk lalu disebarkan ke Musholla dan masjid di lingkungannya. Maka akan beres problem publikasi hasil Bahtsul Masail NU ini.

Di bawah ini ialah artikel dari maha siswa Unhasy, bernama Ari Setiawan yang mempersoalkan hasil rumnusan Bahtsul Masail NU. Kemana produk hukum Bahtsul Masil itu sehingga sulit ditemukan di tengah warga. Yuk, kita ikuti tulisannya berikut ini….

 

 

Mempersoalkan Hasil Rumusan Bahtsul Masail

Bahtsul Masail (BM) ialah sebuah tradisi intelektual di kalangan pesantren. Maupun di kalangan NU, bagian organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. BM ialah bagian dari beberapa metode penggalian dan pengambilan hukum (istinbath) untuk memecahkan beberapa problem. Baik berupa problem Waqi’iyah maupun Maudhui’yyah.

Fikih ialah bagian cabang keilmuan yang senantiasa ditantang dan disibukan dengan persoalan-persoalan yang rumit dan problem yang senantiasa berkembang. Sebab faktor tempat dan waktu juga mempengaruhi produk penggalian hukum ini. Problem-masalah baru senantiasa bermunculan, dan terang permasalahan ini mesti tertuntaskan dan terjawab oleh fikih. Produk hukum Fikih enggak jarang sering berubah-ubah kadar hukumnya sesuai arus zaman yang ada. Walaupun pada esensinya kitab-kitab kuning terkhusus pada varian fikih ini enggak akan pernah sirna digerus oleh zaman.

BM selaku bagian metode penggalian hukum yang dipunyai oleh Pesantren yang diayomi oleh Organisasi Kemasyarakatan NU. Walaupun ada juga tradisi intelektual yang mirip dipunyai oleh ormas lain. Menyebut saja Muhammadiyah mempunyai tradisi penggalian hukum dengan nama Majelis Tarjih Muhammadiyah. Sanggup disebut serupa tapi enggak sama. Keduanya sama-sama mempunyai kesamaan dalam memecahkan permasalahan di warga, cuma saja metode yang dipakai tak sama.

 

Hasil dari Bahtsul Masail memaksakan hukum?

Bahtsul Masail seringkali jadi rujukan serta pertimbangan  hukum tatkala permasalahan-permasalahan kontemporer muncul. Sehingga mau ndak mau literatur yang dipakai selaku hujjah (landasan) mesti mengikuti. Dan hasilnya terkesan memaksakan hukum yang berseberangan dengan realitas yang ada di tengah warga.

Contoh saja mengenai hal bunga bank. Yang terang beberapa kumpulan fatwa-fatwa dan hujjah yang terdapat dalam buku kumpulan BM terang mengharamkan transaksi seperti ini. Tetapi yang terjadi di warga bahwa masih saja beberapa yang mempergunakan jasa Bank konvensional untuk menabung. Dan melaksanakan transaksi Muamalah. Hal ini apakah ndak sama halnya produk hukum Bahtsul Masail ndak laku?

Contoh lain seperti problem yang pernah dibicarakan pada forum BM ini. Soal hukum penggunaan Facebook, Twitter, dan jejaring sosial media lainnya. Dan keharaman bagi laki-laki maupun wanita berkomunikasi dan menampilkan aurat dalam dunia maya dan lain sebagainya.

Dengan adanya fatwa tersebut, kebanyakan warga kita acuh enggak acuh dan enggak mempengaruhi meminimalisir aktifitas tersebut. Kalaupun ada pengaruhnya itu pun kecil. Sebab beberapa di antara mereka berpikiran bahwa fatwa tersebut mambatasi eksistensi dan hak asasi. Tentu hal ini perlu disikapi oleh para aktifis BM supaya produk hukum yang susah payah di buat. Ndak cuma “menumpuk” dalam lembaran-lembaran kertas maupun buku.

Hasil rumusan Bahtsul Masail kemana dipublikasikan?

Peran BM ini, seakan-akan mulai dipertanyakan mengenai hal hasil produknya. Beberapa masalah-masalah yang terpecahkan di forum ini. Tetapi ndak dimasyarakatkan hasilnya. Cuma kalangan-kalangan tertentu yang menikmati produk hukum ini. Menyebut saja pesantren dan Badan-badan otonom NU. Padahal warga luas terlalu memerlukan rujukan atau fatwa hukum terkait problem-problem kontemporer yang terus bermunculan.

Telah saatnya peran BM bukan cuma suka berdiskusi dan mengkaji status hukum di dalam forum. Tetapi sosialisasi Produk hukum yang dihasilkan ke seluruh lapisan warga semestinya terus digerakkan dan senantiasa digalakkan. Hal ini supaya warga merasakan kontribusi dari BM ini. BM terlalu dibutuhkan bahkan dinilai penting untuk jadi bagian metode menggali status hukum walaupun bukan satu-satunya cara. Tentu jikalau cuma menggali hukum saja tanpa ada sebuah reaksi dan sosialisasi hasilnya. Tentu peran BM ini di pertanyakan. (waallahu a’lam bisshawab / tebuireng.org).

__________________________

Penulis: Ari Setiawan, waktu ini tengah menempuh studi S1 di Unhasy, “Mempersoalkan Hasil Rumusan Bahtsul Masail”.

 

 

Simpan

Simpan

Simpan

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

1 Comment

  1. aku sangatt setuju dengan kalian , artikel yang manis jempol buat kamu gan, website juga bagus saya lihat moga moga ramaivisitor yaa baru kali ini saya lihat situs rapi itu janga lupa di naikan gan barangnya

KOLOM KOMENTAR ANDA :