Hary Tanoesoedibjo: Pasar Bebas Untungkan Masarakat Mapan

Website Islam Institute

TANGERANG – Untuk menaikkan penggerak ekonomi dibutuhkan keberpihakan. Hal tersebut diungkapkan Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dalam dialog kebangsaan bareng Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Banten. Menurut HT, Penting diwujudkan keberpihakan berupa keputusan strategi bagi warga yang belum mapan, supaya mereka mampu tumbuh jadi penggerak perekonomian Indonesia.

Usia kemerdekaan Indonesia jadi 71 tahun pada Agustus yang akan datang, di usia yang tidak lagi muda negara ini belum menggapai cita-cita kemerdekaan para pendiri bangsa terdahulu. Yaitu mewujudkan negara makmur yang mampu mensejahterakan rakyatnya.

Hary Tanoesoedibjo menjelaskan, hal tersebut terjadi sebab Indonesia berlebihan terburu-buru menerapkan pasar bebas. Padahal kebanyakan warga Indonesia belum siap. “Kita mesti menjaga kedaulatan kita, warga kita belum siap diadu di pasar bebas, kerena tingkat kesejahteraan dan pendidikannya masih ketinggalan,” tegas Hary Tanoesoedibjo, Jumat (1/7/2016) di Banten.

 

Pasar bebas, menurut Hary Tanoesoedibjo cuma akan menguntungkan warga mapan yang lebih siap baik secara jaringan, modal, pengalaman, pendidikan. Sementara warga belum mapan yang belum siap bersaing akan kian teringgal. Akibatnya penggerak ekonomi Indonesia terbatas yaitu kalangan mapan, di sisi lain kesenjangan kian melebar. Selaku gambaran, dari 250 juta warga Indonesia yang berkontribusi kepada pajak cuma mencapai 1 juta lebih. Padahal pajak ialah sumber pendanaan Inti untuk pembangunan.

Sebab itulah, untuk merubah itu mesti ada keputusan strategi yang berpihak pada warga yang belum mapan. “Kita mesti membangun warga yang belum mapan, membangun dari yang kurang produktif jadi produktif. Supaya mereka naik kelas, sehingga mereka jadi kubu yang ikut membangun Indonesia. Supaya Indonesia lebih cepat jadi negara maju,” lanjut Hary Tanoesoedibjo.

Loading...
loading...

Dalam buka puasa bareng PCNU tersebut Hary Tanoesoedibjo memerinci perlakuan spesial yang dimaksud. Selaku contoh perlakuan spesial bagi para petani yaitu memberikan akses modal murah supaya mereka tidak Mengandalkan pada pengijon. Memberikan pelatihan untuk menaikkan kesanggupan mereka supaya lebih produktif. Dan  proteksi bagi mereka dari serbuan impor. Caranya dengan menutup keran impor saat panen Sampai. Dengan begitu petani mampu menjual hasil panennya dengan harga yang lebih baik.

Di sisi lain, dengan kesejahteraan petani yang lebih baik, swasembada pangan juga mampu terwujud. “Hitungan total warga kita terus bertumbuh, kebutuhan pangan meningkat, di sisi lain produksi pangan kian meluncur turun. Kita mesti membangun kesejahteraan petani kita, supaya kita mampu berswasembada pangan,” ujarnya.

Hary Tanoesoedibjo menambahkan, dia bareng kawan-kawan membangun Partai Perindo dengan maksud untuk mempercepat Indonesia jadi negara maju. Dengan mengusung ekonomi kerakyatan dia percaya akan mempercepat negara ini untuk memakmurkan masyarakatnya.

Kecuali itu Ia menjelaskan untuk merubah Indonesia mesti ditunaikan bersama-sama. Itu kenapa HT juga aktif memberikan kuliah umum memberikan wawasan kebangsaan pada generasi muda dari Aceh sampai Papua. “Maksud saya 1, saya cuma ingin lihat Indonesia cepat maju, saya ingin lihat rakyat Indonesia cepat makmur,” pungkas Hary Tanoesoedibjo.

Loading...

Turut datang dalam acara silaturahmi tersebut, Ketua PCNU Kota Tangerang KH Bunyamin, Ketua PCNU Pandeglang Uhi Parohi, Ketua PCNU Tangsel KH Muhammad Thohir, Ketua PCNU Cilegon KH Hifdullah, Ketua PCNU Kabupaten Serang KH Kholil, Sekretaris PCNU Kabupaten Serang KH Muhidin, Penasihat NU Kabupaten Serang Baidlowi, Sekretaris PCNU Lebak KH Hasan Abdullah, Khatib Suriah PCNU Lebak KH Bunyati dan sejumlah pengurus lainnya.  (al/sn)

 

loading...

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *