Haruskah Puasa Syawal Ditunaikan Berturut-turut?

Haruskah Puasa Syawal Ditunaikan Berturut-turut?

“Waktu sudah selesai dari satu aktifitas yang positif, maka sibukanlah dirimu dengan aktifitas positif lainnya”, Seperti itulah kurang lebih, Allah SWT berpesan ke para hamba-Nya sebagaimana termaktub dalam ayat ke 7 dari surat al-Insyirah. Maka, bagi kaum muslimin yang ingin mengisi waktu-waktu luangnya di bulan syawal pasca ibadah yang dilaksanakan pada bulan ramadan, Allah SWT memfasilitasi mereka dengan sarana ibadah-ibadah sunnah tertentu di bulan syawal.

Diantara ibadah-ibadah sunnah tersebut, terdapat puasa sunnah 6 hari di bulan syawal. Nabi Saw bersabda “siapa yang berpuasa ramadan lantas menyertainya dengan puasa 6 hari di bulan syawal, maka seakan-akan ia sudah berpuasa satu tahun full” (HR. Muslim)

Dari redaksi hadis tersebut dipahami bahwasannya orang yang berpuasa ramadan satu bulan full, lantas menyertainya dengan puasa sunnah 6 hari di bulan syawal, maka ia memperoleh keutamaan yang berbentuk pahala satu tahun full di mata Allah SWT.

Dalam konteks memahami tata cara penyelenggaraan puasa sunnah syawal, beberapa sekali diantara kita yang menanyakan, apakah puasa sunnah Syawal wajib dilaksanakan secara berturut-turut untuk memperoleh keutamaannya?

Menurut para ulama, puasa sunnah 6 hari di bulan syawal tidaklah wajib dilaksanakan secara berturut-turut untuk memperoleh keutamaannya, sebab dalam redaksi hadis yang meriwayatkan mengenai hal keutamaannya, Nabi Saw ndak mengikat waktu pelaksanaannya wajib secara berturut-turut, dan beliau cuma menyebutkan hitungan total hari dan waktu pelaksanaannya yang dilaksanakan di bulan syawal.

Maka, dengan landasan hadis tersebut para ulama menyimpulkan bahwa keutamaan puasa sunnah syawal tetap dapat diraih walaupun ndak dilaksanakan secara berturut-turut, sebab yang ditetapkan cuma hitungan total harinya saja. Sebab satu kebaikan dihitung dengan sepuluh kelipatannya, maka satu bulan ramadan ditambah dengan enam hari di bulan syawal menyamai pahala 3 ratus enam puluh hari atau satu tahun full.

Cuma saja, bagi yang melaksanakannya secara berturut-turut ia memperoleh keutamaan lainnya, yang berupa iqtida (meneladani) cara yang sering dilaksanakan oleh Nabi Saw dalam melakukan puasa sunnah syawal.

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :