Harga BBM Dinaikkan 50 %, Arab Saudi Bangkrut ?

Kerajaan Arab Saudi bangkrut sehingga harga BBM mesti dinaikkan 50 %. Kenaikan harga bensin ini dipercaya cuma permulaan saja. Dalam wakti tak lama pemerintah Arab Saudi akan menaikkan tarif air dan listrik, dan menunda belanja infrastruktur….

 

 

 

Islam-Institute, RIYADH – Saat mata dunia tertuju pada ketegangan atas konflik diplomatik Arab Saudi-Iran, masarakat kerajaan Arab Saudi sendiri malah sedang berhadapan dengan krisis ekonomi. Arab Saudi mulai kehabisan uang tunai sebab rendahnya harga minyak dunia. Plus pengeluaran Arab Saudi yang terlalu besar untuk menyokong aksi terorisme di Suriah, Irak, dan biaya Perang Yaman di tahun 2015 sampai masuk 2016 ini.

Kisaran 75 % anggaran Saudi berasal dari penjualan minyak. Sedangkan harga minyak sudah anjlok dalam dari USD 100 per barel di 2014 jadi cuma USD 36 per barel waktu ini. sebagian besar ahli memprediksi harga minyak masih akan bertahan rendah.

Persediaan biaya cash Arab Saudi menipis sehingga pemerintah menaikkan harga bensin 50 % dan membikin penduduk Saudi mengantri panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hari Senin (4/1) lalu sebelum harga baru berlaku.

“Pemerintah sudah mengumumkan pemotongan subsidi dan akan menyakiti keuangan tiap masarakat,” kata eks duta besar Amerika Serikat di Arab Saudi, Robert Jordan seperti dilansir dari CNN, Rabu (6/1).

Harga bensin di Arab Saudi sebelumnya cuma USD 16 sen per liter, dan ini jadi satu yang termurah di dunia. Sekarang harga naik jadi maksimal USD 24 sen per liter, masih terlalu murah.

“Beberapa penduduk Saudi mengendarai mobil-mobil SUV (sport utility vehicle) yang besar dan nggak mempunyai konsep menghemat bensin,” sambung Robert.

Kenaikan harga bensin in cuma permulaan. Dalam wakti tak lama pemerintah akan menaikkan tarif air dan listrik, dan menunda belanja infrastruktur.

Ini merupakan keputusan strategi yang lazim ditunaikan suatu pemerintahan tatkala mulai kekurangan uang tunai. Tapi spesial bagi Arab Saudi, situasinya terlalu problematik sebab sebagian besar penduduk Saudi bekerja di bagian publik.   (Al/Sfa/AU)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :