Hakim Spanyol Perintahkan Tangkap Benjamin Netanyahu

Kenapa Hakim Spanyol Perintahkan Penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu ?

Kementerian Luar Negeri Israel mangecam keputusan hakim Spanyol itu. Emmanuel Nachson, juru bicara Kemenlu Israel, mengatakan ketidak-senangan Israel dengan keputusan itu: “Kami menganggap keputusan itu sebagai provokasi. Kami bekerja sama dengan pihak berwenang Spanyol, agar keputusan itu dibatalkan.”

 

Kenapa Hakim Spanyol Perintahkan Penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu ?

Islam-Institute, MADRID – Negeri para Matador, Spanyol, rupanya punya urusan serius dengan para pejabat Israel. Dilaporkan oleh media spanyol bahwa seorang hakim Spanyol mengeluarkan surat perintah untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan tujuh mantan pejabat dan pejabat Israel saat ini atas serangan fatal yang dilakukan pasukan rezim Tel Aviv di sebuah kapal bantuan Gaza tahun 2010.

Menurut laporan media Spanyol, ketujuh pejabat dan mantan pejabat Israel sekaligus Perdana Menterinya itu bisa segera ditangkap begitu mereka menginjakkan kaki di negeri para Matador itu.

Pada 31 Mei 2010, pasukan komando Israel menyerang MV Mavi Marmara – kapal berbedera Turki yang membawa bantuan untuk Gaza – di perairan internasional Laut Mediterania.

Sembilan warga Turki tewas, dan sekitar 50 lainnya luka-luka. Korban ke-10 meninggal setelah empat tahun koma.

MV Mavi Marmara adalah bagian dari konvoi enam kapal pembawa bantuan untuk penduduk Gaza yang terkepung Israel, dan sekarat. Kejahatan Israel inilah yang menyebabkan hakim Spanyol mengeluarkan surat perintah penangkapan Benjamin Netanyahu dan beberapa pejabat Israel lainnya.

Sebuah panel PBB meninjau kasus itu, dan mengecam serangan keji Israel terhadap Mavi Marmara. Serangan itu tidak masuk akal, dan berlebihan. Israel seolah terbiasa membunuh orang tak bersenjata, seperti yang mereka lakukan terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat.

Mantan Menlu Avigdor Lieberman, Menteri Pertahanan Moshe Ya’alon, mantan menhan dan mantan mendagri Eli Yishai, mantan ketua intelejen Dan Meridor, serta Ehud Barak, masuk dalam daftar harus ditangkap.

Bersama Benjamin Netanyahu, mereka membentuk sebuah Forum yang disebut Tujuh – komite ad-hoc – yang membuat keputusan penting untuk masalah keamanan.

Kementerian Luar Negeri Israel mangecam keputusan hakim Spanyol itu. Emmanuel Nachson, juru bicara Kemenlu Israel, mengatakan ketidak-senangan Israel dengan keputusan itu: “Kami menganggap keputusan itu sebagai provokasi. Kami bekerja sama dengan pihak berwenang Spanyol, agar keputusan itu dibatalkan.”

Bulan lalu, keluarga salah satu korban serangan itu – yang merupakan warga Turki-AS – menggugat Ehud Barak.

Mavi Marmara berusaha mematahkan blokade laut Israel di perairan Jalur Gaza, dan membantu rakyat Palestina. Gaza diblokade sejak 2007, yang menyebabkan penurunan standar hidup, miskin, dan kekurangan gizi.  (AL/SFA/LM)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :