Haji Mabrur Cuma 6 Orang dari 600 Ribu Orang Berhaji

Haji mabrur – Ini ialah cerita yang dialami seorang tamu Allah yang sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Dia bermimpi yang membuatnya terlalu sedih dan galau. Dalam mimpinya disebutkan bahwa dari sekian ratus ribu orang yang sedang berhaji, yang diterima oleh Allah cuma 6 Orang saja. Jadi, cuma 6 orang yang memperoleh predikat haji mabrur.

Lalu, apakah tiap-tiap orang yang berhaji itu pasti akan ditolak? Atau ibadah haji pasti diterima Allah SWT sehingga layak memperoleh predikat haji mabrur? Tunggu dulu, mari kita mengambil pelajaran dari mimpi orang tersebut. Berikut cerita Ali Ibn Mauqif dalam pengalaman spiritualnya dalam ibadah haji sebagaimana yang diceritakan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin.

Haji Mabrur dambaan orang-orang yang berhaji

Diriwayatkan dari Ali ibn Mauqif, ia berkisah. “Saya pernah menjalankan ibadah haji dalam satu tahun. Waktu malam Arafah tiba, saya tidur di masjid Al Khaif, Mina. Dalam tidur itu, saya bermimpi berjumpa dengan dua sosok malaikat turun dari langit. Keduanya mengenakan pakaian serba hijau”.

Malaikat yang satu menanyakan kpd yang lain “Wahai hamba Allah”.

“iya, ada apa hamba Allah?”

“Tahukah anda berapa orang yang haji, mengunjungi Baitullah pada tahun sekarang?”

“Tak, saya tidak tahu”

“Yang datang berkunjung ke Baitullah tahun sekarang ada 600 ribu orang.”“Lalu, anda tahu berapa di antara mereka yang diterima ibadahnya oleh Allah SWT?

“Tak”

“Yang diterima hajinya cuma enam orang”

sesudah bercakap-cakap, kedua malaikat tersebut lantas naik ke atas, hilang lenyap dari pandangan. Saya pun terbangun dari tidur. Saya jadi begitu terlalu sedih. Saya dibuat bingung merasakan kejadian ini. Yang saya pikirkan kala itu, andai saja yang diterima itu cuma enam orang. Apa mungkin saya masuk pada enam orang itu?

 

Haji Mabrur berkat amal orang lain

sesudah selesai dari Arafah, saya lantas berdiri di samping masy’aril haram (Muzdalifah). Saya berpikir keras, memikirkan soal nasib orang yang sebanyak ini akan tetapi cuma diterima enam orang saja. Sampai saya diserang kantuk dan tertidur. Tiba-tiba kedua malaikat itu datang kembali, turun sesuai dengan style seperti dahulu waktu mereka datang.

Satu malaikat menanyakan kpd yang lain. Mereka berbincang-bincang sebagaimana yang dahulu pernah mereka bahas. Ada percakapan tambahan menarik dalam percakapan mereka kali ini. Satu malaikat menanyakan: “Apa yang anda tahu, bagaimana kebijaksanaan Tuhan kita malam ini?”

“Tak”

Malaikat yang menanyakan pada permulaan kali pembahasan itu menjelaskan. “Sesungguhnya Allah sudah memberikan anugerah atas masing-masing dari enam orang tersebut. Masing-masing dibalas berupa 100 ribu orang lain yang sedianya tak diterima hajinya jadi diterima oleh Allah. Berkat enam orang yang diterima tersebut”. Saya pun lantas terbangun dan bergembira tiada tara. (Ahmad Mundzir)

Sumber : nu online

 

Catatan redaksi: haji mabrur tiada balasan kecuali surga

Dari cerita yang diceritakan dalam Ihya’ Ulumuddin ini sanggup diambil pelajaran, kita sebaiknya tak membanggakan amal diri sendiri. Sebaliknya, kita semestinya tak meremehkan amal ibadah yang ditunaikan orang lain. Mampu jadi amal ibadah orang lain tersebut jauh lebih baik di depan Allah Swt.

Semoga seluruh iring-iringan jemaah haji tahun sekarang, semuanya diterima Allah Swt, memperoleh haji mabrur. Sebab haji mabrur tiada balasannya kecuali surga. Dan sesudah pulang ke kampung masing-masing jadi lebih shalih dan berguna bagi ummat manusia di sekitarnya.

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :