Hadits Tasawuf yang Disembunyikan Ulama Wahabi

Hadits tasawuf

APAKAH ORANG-ORANG SALAFI WAHABI TAHU MASALAH HADITS TASAWUF INI? Hadits-hadits Shohih ini disembunyikan Ulama Wahabi untuk tak membahasnya supaya kaumnya tak mengetahuinya.

Abu Hurairah ra berkata, “Saya menerima sekantung ilmu dari Rasulullah. Separuh kantung saya bagikan kepada kau semua dan separuhnya lagi saya simpan buat saya sendiri . Sebab kalau yg separuh lagi itu saya bagikan pun , niscaya kalian bakal mengkafirkanku dan menggantungku”(Riwayat Bukhari).

Menjadi ada ilmu dari Rasulullah yg dikhususkan bagi orang² tertentu saja, sebab jika orang awam salah memahaminya bakal menganggapnya kafir dan menggantungnya.

Separuh kantung yg sudah dibagikan dan wajib diketahui kebanyakan orang ialah ilmu syariat.
Sedangkan apa yg dikatakan Abu Hurairah ra soal “Separuhnya lagi saya simpan buat saya sendiri sebab kalau yg separuh lagi itu saya bagikan pun, niscaya kalian bakal mengkafirkan saya dan menggantungku”, ini maksudnya ialah soal ilmu hakikat & makrifat.

***

Abu Hurairah berkata: “Saya sudah hafal dari Rasulullah dua macam ilmu, pertama ialah ilmu yg saya dianjurkan untuk menyebarluaskan kepada sekalian insan yaitu Ilmu Syariat. Dan yg kedua ialah ilmu yg saya tak diperintahkan untuk menyebarluaskan kepada insan yaitu Ilmu yg seperti “Hai’atil Maknun”. Maka apabila ilmu ini saya sebarluaskan niscaya engkau sekalian memotong leherku (engkau menghalalkan darahku).” (Riwayat Thabrani).

Rasulullah menggambarkan Ilmu hakikat dan makrifat itu selaku “Haiatul Maknun” (Perhiasan yg amat indah).

***

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya sebagian ilmu itu ada yg diumpamakan sebagaimana perhiasan yg indah dan selalu tersimpan yg tak ada seorangpun mengetahui kecuali para Ulama Allah. Saat mereka menerangkannya maka tak ada yg mengingkari kecuali orang² yg biasa lupa (tak berzikir kepada Allah)”. (HR. Abu Abdir Rahman As Salamy).

Hadist di atas amat papar menjadi tak perlu diuraikan lagi, dengan seperti ini barulah kita sadar kenapa beberapa orang yg tak suka dengan Ilmu Thariqat, Hakikat dan Makrifat.

Sebab ilmu itu memang amat rahasia, Sahabat Nabi saja tak diperbolehkan untuk menyampaikan secara umum, sebab ilmu itu wajib diturunkan dan memperoleh izin dari Nabi, dari Nabi izin itu diteruskan kepada Khalifah nya terus kepada para Aulia Allah sampai ketika sekarang ini.

Sebagaimana yg sudah sejarah menulis, diketahui bahwa Ahlul Yaman lebih beberapa memperoleh ilmu dari Rasulullah daripada warga Najd.

Hadits tasawuf

Contoh akibat  warga Najd (daerah pusat timbulnya aliran salafi wahabi) yg cuma memperdalam separuh kantung ilmu dari Rasulullah atau cuma berpegang pada ilmu syariat saja tanpa mempedulikan Ilmu Thariqat, Hakikat dan Makrifat sehingga salah memahami al Qur’an dan as Sunnah dan berujung mengkafirkan dan mereka membantai kaum muslim sebagaimana bisa kita ketahui dari info yg didapat secara turun temurun dari keluarga Syaikh Nawawi al Bantani, di kota Mekkah keluarga Syeikh Nawawi bin Umar al Bantani (imam majidil Haram dari lndonesia dan makamnya di Ma’la Mekkah Saudi Arabia) juga tak luput dari sasaran pembantaian Wahabi.

Firqah Wahabi ialah orang² hasil pengajaran para tokoh wahabi untuk mengikuti ajaran atau pemahaman tokoh Najd yaitu Muhammad bin Abdul Wahhab.

Seorang wali bisa mencapai suatu kedudukan maqom yg tinggi disisi Allah swt, mereka bukanlah orang² yg berusaha keras sebagai mahir dan cerdas, tidak orang yg berusaha memperindah amal dhohirnya dan tidak dengan memaksakan diri dalam beribadah. Mereka mencapai maqom yg sudah dicapai tidak pula dengan memperbanyak ibadah sholat, puasa, sodaqoh ataupun ibadah lainnya. Bakal tetapi mereka mencapai maqom yg tinggi disisi Allah berkat kemurahan hati, selamat dari segala penyakit hati dan senantiasa memberi nasehat kepada ummat.

Begini ini yg dikatakan oleh Rasulullah dalam bagian riwayat hadits Ali ra :

عن علي سألت رسول الله صلى الله , عن الأبدال قال ستون رجلا قلت يا رسول الله صفهم لى قال ليسوا بالمتنطعين ولا بالمبتدعين ولا بالمتعمقين لم ينالوا ما نالوا بكثرة الصلاة ولا صيام ولا صدقة ولكن بسخاوة الأنفس وسلامة القلوب والنصيحة لأئمتهم

“Saya menanyakan kepada Rasulullah soal wali-wali Abdal, maka beliau berkata bahwa mereka ada 60 orang. Saya berkata, “Wahai Rasulullah ceritakan kepadaku soal sifat mereka”.
Rasulullah bersabda: “Mereka tidak orang² memahirkan diri, tidak yg mengada-ada dan tidak yg berlebihan mendalami ilmu. Mereka tak memperoleh maqom dengan memperbanyak ibadah sholat, tidak puasa dan sodaqoh.Bakal tetapi mereka mencapainya dengan  murahnya hati, selamatnya hati dari penyakit dan memberi nasehat kepada sekalian ummat.”

Begini yg dikatakan oleh Rasulullah, bahwa mereka para wali Allah mencapai derajat kewalian dengan 3 sifat tersebut di atas. Bakal tetapi apabila dikaji lebih dalam, maka seluruh sifat² terpuji atau akhlaqul karimah tercakup di dalamnya, sebagaimana sudah diajarkan oleh para guru-guru thariqat dan ulama-ulama tasawwuf.

Wallahu a’lam.

Oleh:  Gus Musa Muhammad

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.