Habib Munzir dan Perjalanan Dakwah 2000 Kilometer

Loading...

Habib Munzir dan Perjalanan Dakwah 2000 Kilometer yang Menggetarkan Hati

Kita jadi heran dengan para pengikut Salafi Wahabi, kenapa mereka tak ada rasa cinta tidak banyak pun ke para habib? Ada kesan yang begitu terang dapat kita rasakan kalau mereka bicara soal Ahlul Bait,  mereka cenderung menyimpan kebencian kelas berat di dalam hati sanubarinya. Entah ajaran apa yang didoktrinkan ke para pengikut Wahabi, sehingga sedemikian parahnya penyakit kebencian itu bercokol di dada mereka.
Akhir-akhir ini bahkan saat disebut nama Habib Munzir di depan mereka, seakan mereka menguping nama musuh bebuyutan. Entah fitnah apa lagi yang dicekokkan ke dalam hati para pengikut Salafy Wahabi sehingga mereka melalaikan fakta-fakta soal Habib Munzir al Musawa.
Enggak kenal maka tidak sayang, ungkapan bahasa ini cocok untuk menggambarkan sosok Habib Muda ini di depan para pembencinya atau orang-orang yang belum mengenalnya. Berikut ini kami persembahkan sebuah episode perjalanan dakwah Habib Munzir sejauh 2000 kilometer yang menggetarkan hati orang-orang  beriman. Mari kita ikuti selengkapnya, semoga dapat jadi langkah bagi anda mengenal sosok Habib muda yang selalu mencintai dan digandrungi oleh Para Pecinta Datuknya yaitu Rasulullah Saw….
 

PERJALANAN DAKWAH HABIB MUNZIR ALMUSAWA SAFARI 2.000 KM

INFO PENTING

Habib Munzir Jakarta (kanan) – Habib Ali Al-Jufri Tarim Yaman.
 
Senin, 10 januari 2011
Selepas majelis kita di almunawar, kami telah siaga, Munzir almusawa, Saeful Zahri, Muhammad Ruhiy, KH Ahmad baihaqi, dan Muhammad Ainiy. Walau hati hamba masih ragu, untuk ke kediri silaturahmi sekaligus mengundang Ayahanda KH Idris Pimp Pondok Pesantren Lirboyo untuk datang pd acara Maulid Akbar Majelis Rasulullah saw di Monas pd 15 februari 2011 (12 rabiul awal 1432 H), dan sekaligus perjalanan untuk menghadiri undangan Haul Akbar tahunan di pesantren Langitan, Tuban, oleh ayahanda KH Abdullah Faqih, sekaligus mengundang beliau pula untuk datang ke maulid akbar kita tersebut.
Hati hamba masih ragu, apakah perjalanan ditempuh dengan kendaraan atau dengan pesawat. Pada hari rabu pagi, keraguan hati berubah jadi kemantapan sesudah selesai majelis di almunawar, pk 23.00wib kami mengambil keputusan untuk meluncur dengan kendaraan pribadi, dengan perjalanan malam ke Semarang kisaran 500km.
Sejauh perjalanan dalam lindungan Allah swt dan segala puji Bagi Nya swt sampai kami tak menemui hambatan sejauh perjalanan, tetapi hujan deras mengguyur kami hampir sejauh perjalanan membikin perjalanan tak senantiasa dapat dengan kecepatan tinggi, kami berhenti beberapa kali, yaitu untuk mengisi bensin di awal pemberhentian tol cikampek, lalu kami meneruskan perjalanan dan berhenti untuk makan malam di restoran sabar jaya yang tak jauh dari selepas keluar Tol cikampek dan beristirahat sejenak, lalu meneruskan perjalanan, kami shalat subuh dan sarapan pagi dan beristirahat di restoran Pringsewu, lalu meneruskan perjalanan ke Semarang.
Pagi selasa, 11 januari 2011 pd pk 7.30 wib kami tiba di semarang
Kami beristirahat di penginapan sampai magrib, saat adzan magrib kami shalat Jamak Qashr magrib dan isya, lalu meneruskan perjalanan ke Kediri, ditempuh dengan jarak kisaran 320 km, kami mengarah jalur solo, tetapi tersesat ke jalur alternatif sebab tertipu arah panah penunjuk jalan, tanpa kami ketahui bahwa jalan itu ialah jalan alternatif melewati gunung dan jalan kecil melewati karanggede, lalu melewati Sragen, lalu Maringan, lalu Ngawi, dan dari Ngawi kami kembali salah jalan sebab tertipu arah penunjuk jalan, kami masuk jalur alternatif melewati Padas, Karangjati, caruban, baru kami menemui jalur jalan besar, ke Kartosono dan lalu ke Kediri, perjalanan kisaran 320 km Semarang Kediri pun kami dalam lindungan Allah swt, perjalanan lancar full pertolongan Allah swt dan segala Puji bagi Nya swt, dan hujan sering turun mengguyur di perjalanan, kami tiba di kediri pk 23.00 wib, kami beristirahat dan makan malam di penginapan.
Rabu, 12 januari 2011, sore pk 15.30 wib
Selepas shalat ashar dengan Jamak Ta’khir dengan dhuhur, dan waktu setempat lebih maju beberapa belas menit dari waktu shalat di Jakarta, kami ke Lirboyo, silaturahmi pada Ayahanda kiai Idris, yang dikenal dengan Mbah Yai Idris lirboyo, pimpinan pondok pesantren yang merupakan bagian dari ponpes terbesar di Indonesia, dengan santri pondok sebanyak 9.000 santri putra, dan ribuan santri putri, dan santri setempat menjadikan pesantren ini mempunyai santri puluhan ribu, dan terus menyebarkan ribuan alumni tiap-tiap tahunnya ke penjuru Nusantara.
Ayahanda kiai Idris yang telah sepuh, dengan akhlak luhur dan mulia telah menanti didepan pintu kediaman beliau, bareng sambutan hadroh santri dengan Thala’al badru alaina, sungguh akhlak Rasul saw yang terang tampak dari kiai sepuh ini, tak selayaknya beliau yang sepuh turut keluar menyambut hamba yang masih terlalu muda, tetapi hal itu merupakan cermin budi pekerti Rasul saw dari beliau yang memimpin ratusan ribu santri yang telah alumni dan masih nyantri ini,
Hamba dan kawan kawan dipersilahkan masuk, dengan jamuan jamuan makanan ringan, ramah tamah dengan keponakan keponakan beliau dan guru guru, lalu dalam ramah tamah beliau menyampaikan undangan untuk kehadiran hamba pada 9 sya’ban 1432 H, tepatnya Juli 2011, untuk acara akbar tahunan pesantren Lirboyo, berupa acara penutupan, yang selepasnya ialah liburan santri.
Hambapun mengusulkan undangan maulid akbar kita, insya Allah 15 februari 2011 / 12 rabiul awal 1432 H, hamba tidak banyak kaku berhadapan dengan kiai sepuh dan berakhlak luhur ini, lalu kami dipersilahkan ke jamuan makan yang telah disiapkan, kaget pula hamba dan terpesona sebab seluruh hidangan ialah yang sering hamba memakannya, yaitu sari buah asli, sate, dan sop, serta roti maryam, disertai lontong dan nasi, dan ramah tamah berlangsung.
Ternyata ibunda santri, yaitu istri beliau, sudah menghubungi KH Ahmad Baihaqi yang alumni Lirboyo, menanyakan apa makanan dan minuman yang dilike hamba, KH Ahmad baihaqi tidak dapat menjawab sebab hamba tak mempunyai makanan kesukaan, tetapi ia cuma menyebut yang sering hamba makan/minum saja, maka disediakanlah makanan dan minuman tersebut, subhanallah…, keluarga nabawiy, kyai sepuh dan istri yang full keluhuran akhlak mulia sang Nabi saw.
Dalam ramah tamah dan jamuan makan tersebut, ayahanda kiai idris menerangkan bahwa tiap-tiap ramadhan, beliau mengutus 1.000 santri untuk keluar ke wilayah berdakwah, sampai ke sumatera dan lain lain untuk mengajari warga di wilayah, hukum hukum shalat, puasa, dan lain lain yang sebagian kaum muslimin dipelosok belum memahaminya, subhanallah..
Seterusnya jamuan terakhir berupa minuman semacam kopi susu obat, dikirim dari malaysia untuk beliau, dan dihidangkan pula untuk hamba.
Selepas beberapa menit hamba pun pamitan, telah cukup hamba menyita waktu kyai sepuh ini, hamba menyampaikan bahwa hamba ingin mengundang beliau, tetapi bingung bagaimana caranya, hamba ingin mengutus utusan saja, sebab tidak ingin mengganggu dan menyita waktu beliau dengan kunjungan hamba, tetapi terasa tak sopan, maka hamba ingin langsung datang sendiri, tetapi risau mengganggu istirahat dan waktu ibadah beliau, akhirnya hamba mengambil keputusan untuk datang langsung, dengan waktu kunjungan yang hamba persempit sesempit mungkin, tetapi ternyata jamuan jamuan beliau terlalu luar biasa.
Hamba pamitan, dengan perasaan seperti menemukan ayah, hamba mencium tangan beliau berkali kali, dan mohon pamit, hamba tak menyebut bahwa hamba sesudah ini akan ziarah ke makam Almarhum Gus Maksum Al jauhari yang juga kiai sepuh lirboyo, maksud hamba tak ingin menyita waktu beliau pula, tetapi saat kendaraan hamba mengarah ke makam, rupanya ayahanda kyai sepuh menanyakan : habib mau kemana?, saat dijelaskan akan ziarah, maka beliau cepat naik kendaraan pribadi beliau menyusul untuk ziarah pula, hamba kian malu dengan budi pekerti luhur ini, beliau yang telah sepuh memaksakan diri keluar ke makam pula, kami berziarah bareng, dan lalu hamba diminta KH Ahmad baihaqi kunjung pada kediaman Gus Bidin, salah seorang penerus Alm Gus Maksum Aljauhari di ponpes Lirboyo, maka hamba setuju, dan itupun ayahanda kiai sepuh turut menemani pula,
Hamba kian risau dan bingung dengan akhlak ayahanda kyai sepuh ini, lalu hamba pamitan dan kembali mencium tangan beliau dengan nikmat dan kembali ke Kediri, dan beliau waktu hamba telah di kendaraan, memanggil KH Ahmad baihaqi dan menanyakan soal rencana kehadiran beliau di Maulid Akbar kita di monas, bahwa beliau terlalu berkenan datang, bahkan melalui hubungan telepon dengan habib ahmad bahar, beliau menjelaskan “insya Allah saya akan datang di acara maulid akbar Majelis Rasulullah saw, dan insya Allah akan datang walaupun sedang sakit”, subhanallah…
Wahai Allah, panjangkan usia beliau dan istri, limpahi kesehatan dan afiah sempurna, jadikan niat luhur hamba dan beliau supaya beliau dapat datang di maulid akbar kami, limpahi keberkahan pada beliau dan keluarga, juga atas pesantren mulia ini, supaya jadi benteng Rasulullah saw, yang terus menelurkan ribuan alumni tiap-tiap tahunnya.
Hamba kembali ke Kediri
Kamis, 13 januari 2011, pk 10.00 kami meluncur dari kediri ke Pesantren Langitan, wilayah babat, kabupaten Tuban Jawa timur, pimpinan ayahanda KH Abdullah Faqih, perjalanan lancar dengan jarak tempuh kisaran 160 km, pukul 11.20 kami telah tiba di Babat, tetapi sebab macetnya lalu lintas karena ratusan kendaraan yang ke tempat acara di Pesantren langitan, kami baru tiba di tempat haul pukul 12.30wib.
Sambutan hangat dan desakan massa yang bersalaman tidak dapat dihindari, satpol pp, kepolisian, bahkan staf angkatan darat dari Kodim pun kepayahan menertibkan desakan massa yang ingin bersalaman, hamba telah kepayahan melewati desakan itu, tiba tiba seluruh desakan hilang, seluruh mundur dan menjauh, sedemikian pula para aparat, hamba yang masih terhuyung huyung terkena desakan massa jadi kaget dan menanyakan tanya, mereka seluruh menghindar mundur dan menghilang, hamba berdiri sendiri ditemani beberapa kyai dan putra ayahanda mbah yai Abdullah Faqih, maka putra beliau berkata : silahkan habib, ayahanda yai menanti habib…
Hamba lihat sosok sederhana dengan muka bercahaya dan full wibawa, dan terlalu rendah hati berdiri dihadapan hamba, hamba mencium tangannya dan beliau memeluk hamba, dalam hati hamba baru dapat menjawab : “o… inilah yang membikin desakan massa kabur menghilang, kewibawaan ayahanda kyai sepuh ini membikin mereka lari menghindar… subhanallah..
Hamba digandeng akrab oleh beliau untuk masuk ke kediaman beliau, kyai sepuh mendudukkan hamba disebelah beliau, lalu sesudah duduk sejenak, hamba dipersilahkan makan siang yang telah disiapkan dirumah sebelah, Yai Sepuh Ayahanda KH Abdullah Faqih terlalu tawadhu (rendah hati), tetapi terlalu karismatik dan berwibawa, tidak satupun orang yang berdesakan berani menyalaminya kecuali para kyai sepuh.
Hamba masuk kerumah sebelah untuk makan siang bareng teman teman sekendaraan dari jakarta, lalu shalat dhuhur jamak taqdim dengan ashar, lalu hamba duduk saja dirumah itu, hamba merasa tak pantas duduk dikediaman kyai sepuh bareng para ulama sepuh, sampai acara diawali, hamba dipersilahkan masuk, hamba duduk sengaja terlalu kepinggir tetapi putra putra yai sepuh yaitu KH abdullah bin Abdullah Faqih, dan KH Ubaidillah bin Abdullah Faqih, dengan terlalu ramah dan full hormat meminta hamba duduk didepan dan ditengah, hamba jadi salah tingkah, lebih lagi saat kiai Sepuh Ayahanda KH Abdullah Faqih memasuki pendopo, ruangan acara yang dipenuhi ratusan kyai sepuh dan habaib itu telah berumur ratusan tahun, dan terlalu sejuk full sakinah.
Ayahanda KH Abdullah Faqih tak memilih duduk berlebihan ditengah, tapi memilih duduk disebelah hamba, kian tercekik hati ini dengan perasaan malu duduk disebelah beliau.
Acara untuk acara berlangsung, sampai waktu untuk tausiyah tausiyah, saat hamba belum menyampaikan tausiyah hamba menanyakan pada putra yai sepuh : Berapa lama waktu saya ceramah?, dijawab dengan halus dan full hormat : terserah habib…, hamba kembali menanyakan : biasanya ?, maka beliau menjawab : antara 20-30 menit..
Maka saat hamba menyampaikan tausiyah, distop dengan zikir jalalah bareng, hamba selesaikan sebelum 30 menit.
Sebelum hamba memasuki pendopo, hamba menanyakan pada putra beliau, yaitu Gus Abdullah, bahwa hamba minta waktu bicara empat mata dengan kiai sepuh sesudah tausiyah, maka beliau menjelaskan akan menyampaikannya pada ayahanda beliau.
Selepas hamba tausiyah, maka masih menanti kedatangan penceramah terakhir, dan putra beliau mendekati beliau dan berkata bahwa habib minta waktu bicara empat mata, maka dengan serta merta kyai sepuh tidak lagi berfikir panjang, beliau langsung berdiri dan meninggalkan pendopo, mempersilahkan hamba masuk kerumah untuk memenuhi permintaan hamba, maka acarapun ditutup, bagi mereka kalau kiai sepuh telah berdiri dari duduknya maka tanda acara selesai…, para kyai tidak sepuh tidak berani berdiri sebelum kiai sepuh meninggalkan pendopo, sesudah itu barulah mereka sebagian mulai berdiri dan bubar, sungguh luar biasa tata krama adab penghormatan pada ulama sepuh yang hamba temukan disana.
Hamba duduk berdua dengan kiai sepuh Ayahanda KH Abdullah Faqih, beliau mempersilahkan dengan hormat hamba duduk disebelahnya, hamba menyampaikan undangan untuk beliau, dan terlalu berkeinginan kehadiran beliau di acara maulid akbar majelis Rasulullah saw di monas, 12 Rabiul Awal 1432H / Selasa pagi, 15 Februari 2011.
Beliau langsung mengulangi ucapan dengan full ghirah : “kapan…?, kapan…?” hamba mengulangi tanggal dan jam acara, lalu menyerahkan undangannya, beliau berkata : Insya Allah saya datang..
Lalu para kyai sepuh mulai berdatangan, hambapun bersimpuh mencium paha beliau dan pamitan, beliau tampak gemetar dan serba salah untuk berusaha menolak perbuatan penghormatan hamba, tetapi sebab beliau telah sepuh maka tidak sanggup menolak perbuatan hamba, lalu hamba mundur untuk undur diri dan pamitan, lalu diiringi oleh kedua putra beliau dan bersatu dengan para aparat kemanan menertibkan serbuan massa yang lebih dahsyat dari kedatangan, dalam gelombang serbuan ummat itu hamba sempat melirik beberapa pemuda menggunakan Jaket Majelis Rasulullah saw… subhanallah… mereka disinipun telah ada..
Hamba ke mobil dan langsung meneruskan perjalanan ke pulang, melewati Tuban, rembang, direncanakan hamba tiba pada waktu magrib di semarang, dan pukul 21.00 wib telah di Pekalongan, tetapi apa daya, hujan deras melanda, lalu jalur Pati – Kudus ditutup sebab banjir, ratusan truk besar dan lain lain parkir tidak bergerak, saat kami menanyakan pada warga, mereka mempertunjukkan jalan alternatif ke semarang dengan lintas Purwodadi, kamipun menempuhnya, jalan kecil, berliku liku, dan rusak, pula dilalui truk truk besar dan kontainer dan lain lain sampai padat merayap, waktu tidak lagi dapat diprediksi, maka dengan terlalu letih kami baru tiba di semarang pukul 23.00 wib, kami tidak sanggup meneruskan ke pekalongan sebab seluruh telah kecapaian, kami beristirahat di penginapan, dan hamba pun drop, hamba baru dapat meluncur dari keesokan harinya selepas magrib.
Jumat 14 januari 2011,
Selepas shalat magrib dan isya dengan jamak, kami meluncur ke pulang, hujan deras dan padat merayap terus menghambat kecepatan laju kendaraan, kami tiba di Jakarta pukul 3.00 dinihari Sabtu 15 Januari 2011, saya melirik hitungan kilometer di kendaraan yang sengaja di Nol kan waktu meluncur dari Lirboyo, hitungan kilometer berakhir pada angka 889 km di batas kota jakarta, berkisar 2.000 km perjalanan jauh ini, untuk menemui dua sosok ulama besar yang shalih, luas ilmu, dan berakhlak luhur, halus, dan cermin budi pekerti Rasul saw.
Melalui percakapan telepon dengan habib Ahmad Bahar, Ayahanda KH Abdullah Faqih terlalu malu sebab hamba langsung pulang, beliau mengira hamba istirahat dulu dikediaman putra beliau disebelah kediaman beliau, beliau menyusul untuk menemui hamba kembali kerumah sebelah, tetapi dikatakan hamba telah langsung pulang, beliau sempat kaget dan menyesal, beliau masih ingin duduk bercengkerama dengan hamba, tetapi sungguh hamba mengetahui betapa lelahnya beliau berhadapan dengan acara akbar di Ponpes beliau, dan beliau menjanjikan pada habib Ahmad Bahar untuk insya Allah konfirm datang di acara akbar, Monas, 12 Rabiul awal 1432 H bareng Majelis Rasulullah saw.
Berita soal rencana kedatangan Ayahanda KH Abdullah Faqih dan Ayahanda KH Idris Lirboyo ke acara Majelis Rasulullah saw di monas cepat tersebar, puluhan telpon terus menghujani kontak person di Jakarta, mereka dari beberapa wilayah, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali, Banjarmasin, Banten, dan beberapa lagi, akan berduyun duyun ke Ibukota pada 15 februari 2011 untuk menghadiri acara Maulid Akbar Majelis Rasulullah saw di Monas.
Wahai Allah, panjangkanlah usia ayahanda KH Abdullah Faqih dan ayahanda KH Idris Lirboyo, dalam afiah dan rahmat dan keberkahan, juga para ulama, habaib, dan seluruh para khalifah penerus Rasul saw dibarat dan timur, amiin….
Wahai Allah, sukseskan acara kami di Monas, tanpa panas, tanpa hujan, aman, tertib, sakinah, dan luhur 12 Rabiul Awal 1432 H, selaku hari doa di peringatan kelahiran Rasul saw, hari hijrah Rasul saw, dan hari wafat Rasul saw, jadikan Majelis Akbar ini selaku Maulid terbesar di dunia, yang berdzikir padanya 1000X dzikir Ya Allah, bareng jutaan muslimin muslimat, para ulama, umara, tanpa panas, tanpa hujan, sejuk, aman, tertib, sakinah, damai, luhur dan jadi Fatah pembuka seluruh pintu rahmat Mu dihari yang akan datang bagi kami, bagi kota Jakarta, Bagi Bangsa Kami, dan seluruh muslimin di barat dan timur, dunia dan akhirat, amiin.
Wahai Tuhan Pemilik hamba pendosa ini, kalau acara ini sukses, hamba sudah ridho kalau kamu panggil menghadap Mu, berpindah ke alam barzakh, hamba risau tidak sanggup meneruskan tanggungjawab luhur ini, hamba berlebihan hina untuk memimpin ummat, maka hamba ridho untuk diwafatkan, kalau keberadaan hamba di dunia akan membikin hamba salah langkah dalam menjalankan tanggungjawab dan tugas.. maka wafat lebih hamba pilih…
Tapi kalau Engkau Yang Maha Suci belum berkenan, maka hamba ridho atas keputusan Mu, tetapi hamba memejamkan mata atas apa yang hamba hadapi dari tantangan dan tanggungjawab yang kian berat, tugas yang makin berbahaya.. maka kasihanilah hamba..
Hidup dan mati hamba, jiwa dan raga hamba, ialah untuk bakti pada guru mulia hamba, dan bakti hamba pada guru mulia hamba ialah untuk bakti hamba pada Rasul saw, dan bakti hamba pada Rasul saw ialah untuk bakti hamba ke Mu Wahai Yang Maha Kurindukan….
Wahai yang Maha Menguping dan Mendalami perasaan hamba, kasihanilah jeritan kerinduan hati pendosa ini pada Mu dan pada kekasih Mu Muhammad saw, hampir membikin dada hamba meledak pecah sebab tidak lagi sanggup menahannya.. maka kasihanilah hamba wahai Tuanku Yang Maha Luhur.., kutitipkan seluruh jamaaah Majelis Rasulullah saw di genggaman kelembutan Mu Yang Maha Berkasih sayang, lalu terserah pada Mu, apakah akan mengembalikan Nya pada pundak hamba pendosa ini, atau pada hamba Mu yang lebih luhur…, layaknya Engkau memberikannya pada hamba yang lebih mulia, bertanggungjawab, halus, bijaksana, shalih, cerdik, luas ilmu… bukan pada si bodoh pendosa ini wahai Yang Maha Kurindukan..
Kubisikkan ucapan nama Mu yang terindah, Yang Berpadu pada Nama Mu segala nama hamba Mu yang merindukan Mu, mengalir airmata mereka pada laut kerinduan pada Mu yang jadi saksi abadi atas kerinduan mereka pada Mu, benamkan hamba pendosa ini didalamnya, tenggelam dalam lautan rindu.. lepas dari segala selain Mu.. amiin.. Yaa Allah..
Allah swt berfirman pada Nabi Dawud as : “Wahai Dawud, jikalau saja para pendosa itu tahu betapa rindu Ku pada kembalinya mereka pada keridhoan Ku, betapa Cinta Ku untuk mereka kalau ingin bertobat, dan betapa Hangat sambutan kasih sayang Ku kalau mereka ingin meninggalkan kemungkaran, niscaya mereka akan mati dan terbang ruh nya ke Ku sebab Rindu pada Ku, Wahai Dawud, itulah perbuatan Ku pada mereka yang berpaling dari Ku kalau ingin kembali, bagaimana sambutan Ku pada mereka yang merindukan Ku?”
Sabda Rasulullah saw : “Kalau warga sorga sudah masuk sorga, maka berfirman Allah swt Yang Maha luhur kemuliaan Nya : “ingin kah kalian kutambahkan sesuatu lagi?”, maka mereka berkata : “bukankah sudah Engkau jernihkan muka kami dan membikin muka kami bercahaya indah?, bukankah sudah Engkau masukkan kami ke sorga?, dan sudah Engkau selamatkan dari neraka?”, maka Rasul saw meneruskan : “Maka Allah membuka tabir yang menghalangi mereka dengan Allah swt, maka tiadalah mereka diberi suatu kenikmatan yang lebih mereka sukai dan nikmati dari melihat pada Tuhan mereka Yang Maha Agung dan Luhur”. (Shahih Bukhari)
Selesai ditulis, Pantai Anyer, Banten, selasa 18 januari 2011
Munzir Almusawa

Loading...

You might like

About the Author: admin

27 Comments

  1. @ kang mamo dan kang syahid. Memang benar ust.firanda agak licin bisa juga d sebut licik. Ndalem pernah koment tiga kali tpi d tampilkan cuman dua itupun d campur aduk sehingga tidak menyentuh dari inti permasalahan yg ndalem tanyakan. Terungkap sudah bahwa wahhabiyun cenderung TIDAK JUJUR. Sekian dan selamat brjuang all ASWAJA yg Asli.

  2. Habib Munzir Almusawa yang ane kenal memang merupakan sosok Ulama muda yang sangat kharismatik, ‘alim dan tawadhu’. Beliau banyak dihujat namun tak balas menghujat. Beliau banyak dicaci dan dibenci tapi beliau tak balas mencaci dan membenci. Kenapa beliau begitu sabar menghadapi ujian2 seperti itu, karena beliau ingin mencontoh suri tauladan Rasulullah SAW dan dari itulah Majelisnya dinamakan Majelis Rasulullah SAW. Yang aneh nih, kalo antum perhatiin didunia maya ini, Habib Munzir merupakan “PUBLIC ENEMY NO. 1” buat para Wahabiyyun. Padahal masih banyak Ulama2 dan Habaib lain di Indonesia, tapi Habib Munzir paling sering dibicarakan oleh “musuh2nya”. Dan jika kita ketik kata : habib (spasi) di google, peringkat teratas adalah nama beliau. Tidak lain ini karena banyak yang ingin kenal dan dekat dengan beliau dan banyak pula yang ingin “menjatuhkan” beliau.
    Hal2 tersebut diatas menjadikan ane ingin lebih banyak mengenal lebih dekat lagi sosok beliau yang terkenal dengan senyum keramahannya. Saran ane sih, buat para “pembenci” Habib Munzir Al Musawa, sempatkan diri ente hadir sesekali aja di Masjid Al Munawar, Jakarta Selatan dan duduklah di shaf terdepan. Karena akan berbeda nuansa hadir di Majelisnya jika cuma duduk di luar Masjid apalagi di pinggir jalan. Jadi jangan cuma membenci tapi gak kenal siapa sebenarnya yang dibenci.
    Wallahu a’lam.

  3. Banyak orang yang mengomentari BAHWA Ustadz FIRANDA ALDIRJA itu Sampah , Komentar dari mereka – mereka yang membenci Ustadz Firanda Aldirja , sangat-sangat keterlaluan dan sangat berlebihan ……………………………………………………………………………………………….. Padahal mereka juga tahu ……………..Ustadz Firanda Aldirja…..baru jadi sampah setelah di CINCANG habis.(ana yakin ini COMMENT pun dilipat lagi .he…he..he…seperti baju yang habis kerja di Proyek Jalan…)wassalam.

  4. Habib Munzir, kami mencintaimu, kami dari Bekasi insyaallah ikut hadir di MONAS. Semoga sukses acara ini dan membawa berkah buat Ummat Islam keseluruhannnya. Semoga Syiar Islam semakin berkibar di seluruh dunia, amin….

  5. Saya ucapkan terimakasih atas berita tentang sosok mulia ini, saya akan introspeksi diri. Selama ini saya sudah terbawa arus, sebab lingkungan keluarga dan pergaulan saya rata-rata anti yg namanya habib.

  6. Benar-benar nggak nyangka ternyata Hbib Munzir ternyata orang yg sangat rendah hati dan sangat mulia hatinya. Selama ini berarti saya kena hasutan teman-teman, katanya habib ganteng ini penyebar kesesatan dan kemusyrikan. Kalau baca tulisan habib ini saya tidak percaya kalau beliau orang sesat. Pasti itu hanya tuduhan orang-orang yg iri dan dengki…
    Benarlah kalau dikatakan tak kenal maka tak sayang. Insya allah saya akan datang ke Monas ikut memperinagti Maulid Nabi Saw.

  7. Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu… Sungguh betapa berat kehilangan sosok ulama penyejuk hati umat, penuntun kepada kebaikan. Mudah2an putra putri beliau mampu meneruskan estafet perjuangan beliau dlm mempertahankan aqidah ala thoriqoti ahli sunnah wal jama’ah. Amin

  8. Kami turut merasa kehilangan tokoh pejuang Ahlussunnah Waljama’ah, Semoga seluruh Ibadah dan amal sholihnya diterima oleh Allah Swt, dijadikan rahmat bagi KH. Abdurrahman Khudlori sehingga kelak dimasukkan surga berkat rahmat Allah Swt, amin….

  9. Innalillahi Wa’inna Ilaihi Roji’un.
    Dunia pesantren serasa bergoncang saat mendengar kabar berita bahwa salah satu pejuang Ahli Sunnah Wal Jama’ah dari Magelang ini telah di panggil menghadap keharibaan Ilahi Robbi. Beliau KH.Abdurrahman Khudlori, Pengasuh Pon Pes API (Asrama Perguruan Islam) Tegalrejo Magelang telah meninggalakan kita untuk selama-lamanya pada hari senin 24 Januari pada pukul 12.45 Wib di RS Lestari Raharja.
    Insya’allah akan di makamkan pada hari ini selasa 25 Januari Pukul 11.00 Wib.
    Mari berdo’a mudah-mudahan segala amal shalehnya di dunia ini senantiasa diterima disisi Allah SWT, Di ampuni segala dosa-dosa beliau, dan mendapatkan ridlo Allah SWT dunia akhirat. Amin ya Robbal Alamin, Alfatihah……

  10. Amin…. semoga Habibana selalu dalam lindingan-NYA, semoga Mas Arumi kelak bisa berkumpul bersama orang yg dicintainya di surga, amin 3x.

  11. Setelah membaca bagian menjelang akhir laporan perjalanan dakwah ini, mendadak air mataku mengalir deras begitu saja. Aku terisak tersedu-sedu, sungguh aku tak sanggup menhentikan tangisku sampai badanku terguncang-guncang. Hampir selama 15 menit aku dalam guncangan tangis ini.
    Yaa Habibana, kenapa antum katakan ini: “Wahai Tuhan Pemilik hamba pendosa ini, jika acara ini sukses, hamba telah ridho jika kau panggil menghadap Mu, berpindah ke alam barzakh,” Oh, Habibana Munzir cintaku, kenapa, kenapa? Tidakkah antum tahu betapa ummat ini sangat mencintaimu, dan antum juga sangat mencintai kami? Lalu kenapa kerinduanmu kepada-NYA seolah antum ingin cepat-cepat meninggalkan kami? Yaa, Allah, panjangkan usianya dalam keberkahan dan cinta-MU, izinkan kami selalu bersamanya lebih lama, ringankan sakitnya dan sembuhkanlah berkat rahman dan rahim-MU….
    Bagaimana aku tidak sock dan terguncang membaca postingan di atas. Malam Minggu kemarin (22-11-2011) aku ikut pengajian Habib Munzir di Duta Kranji, beliau mengabarkan keadaannya bahwa jam 5 sore baru keluar dari rumah sakit RSCM, jam 8.30 malam sudah berada di tengah-tengah 25.000 muslimin muslimat yang mencintainya. Beliau seakan tidak merasakan sakitnya, demi ummat yang dicintainya beliau berkenan hadir dan menyampaikan tausiah emasnya. Yaa, Allah yang Maha Pengasih, anugrahkan kesembuhan kepadanya, dan selalu sejahterakan hidupnya dalam keberkahan sepanjang usianya. Amin….

    1. Amien , amien , ya Robbal a`lamin , Ibarat Bambu yang Lurus akan lebih cepat dipanen , sedangkan Bambu yang bengkok akan dibiarkan mati berdiri , Mudah-mudahan Al-habib Panjang Umur, Amien.

  12. Firanda itu cerdas mas , dia mahir mencampur adukkan yang Hak dengan Yang Bathil , dia mampu mengemas artikel dengan awal dan tengah yang baik , kesimpulan awal nyambung tapi pada kesimpulan Akhirnya sering menyesatkan pembacanya , saya kadang pengen Nimbrung di Blog firanda , cuma kebiasaan Blog Wahabi/Salafi pake moderasi ketat bahkan kalo abu hannan suka seenaknya ngedelet Komentar yang mungkin tidak mampu dia jawab. Jadi ternyata kecerdasan dan kecerdikan Firanda itu cenderung licik , hingga kecerdikannya itu tidak membawa dia untuk bersikap Objektif.
    sementara Abu salafi , cenderung santun dia gagah dan kuat dalil-dalilnya , mungkin kalah cerdik (baca licik) dari Firanda. ya ini pendapat pribadi saya yang mesti salah.

    1. mas Syahid ….Abu Salafy rupanya sparring partnernya ustadz Firanda agak licin ….jadi pukulannya sering nggak kena …..he…he….

KOLOM KOMENTAR ANDA :