Habib Luthfi: Habaib dan Nahdlatul Ulama Tidak Sanggup Dipisah-Pisahkan

Habib Luthfi: Habaib dan Nahdlatul Ulama Tidak Bisa Dipisah-Pisahkan

Habib Luthfi: Habaib dan Nahdlatul Ulama Tidak Sanggup Dipisah-Pisahkan

Baldatuna.com – Teringat dengan nasehat dan ceramah yg disampaikan oleh Ketum Jami’ah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah An-nahdhiyyah Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan waktu menyampaikan ceramah dan nasehatnya dihadapan ribuan jama’ah Nahdhiyin yang ikut hadir maulid Nabi saw beberapa waktu lalu di kota batik Pekalongan.

Nasehat dan pesan tersebut tentunya berhubungan dg Organisasi Nahdhotul ulama itu sendiri dan para habaib, selaku penggerak dan pendamping perjuangan para ulama dan kyai dari kalangan ahlussunnah dan nahdhotul ulama, khususnya di kalangan masarakat bawah.
Betapa Akrab dan harmonisnya hubungan antara para habaib dan tokoh-tokoh nahdhtul ulama, semenjak dulu sampai Saat ini, walaupun Saat ini ada sedikit kerenggangan hub diantara sebagian mereka, sebab mungkin faktor politik, salah paham, atau oknum yg tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Diantaranya beliau menjelaskan :
Pintu cinta pada Rasulullah ialah cinta pada para sahabatnya.
Pintu cinta pada Rasulullah dan para sahabatnya ialah mahabbah bi ahli baiti nabi saw (cinta Famili Nabi).
Pintu mencintai Rasulullah, sahabatnya, dan keluarganya ialah cinta pada ulama dan aulia (para wali).
Oleh karena itu, ulama dan dzurriyah (Famili) Nabi tidak semestinya dipisah-pisahkan.
Kalau seseorang cinta pada ulama, maka dia semestinya cinta pada Famili Nabi.
Sebaliknya, kalau cinta Famili Nabi, dia semestinya cinta pada ulama.
Maka dari itu, habaib dan Nahdatul Ulama tidak dapat dipisah-pisahkan.
Sebagaimana hubungannya dengan ulama, habaib yang sudah datang ratusan tahun di Nusantara juga tidak dapat dipisahkan dari Indonesia.

Loading...
loading...

Lalu beliau menceritakan mengenai hal sejarah perjuangan dakwah damai habaib dan para kyai, khususnya Habib Hasyim bin Umar bin Yahya dan KH. Hasyim Asy’ari sampai berdirinya Nahdatul Ulama.
Itulah para ulama yang memberikan contoh pada kita. Kompak, rukun, luar biasa.
Dengan perjalanan panjang habib dan NU di Indonesia,
Sungguh menyesalkan adanya oknum yang ingin memecah belah kyai NU dan Habaib.
Sesama habaib dipecahbelah, dan bagian pecahannya dibenturkan ke NU dengan maksud supaya NU tidak suka habaib.

Di sisi lain, mereka juga berusaha memecah belah para Kyai NU. Sampai terjadilah segregasi seperti ‘NU Aqil Siradj’ dan ‘NU Mbah Hasyim Asya’ri’.
Ada oknum yang membesar-besarkan isu kecil untuk memecah belah habaib dan para kyai.
Tetapi waktu ada yang menyerbu maulid, oknum-oknum itu cuma diam. Padahal anti maulid,
Hal ini bukanlah problem remeh. Kecuali dapat berujung pada pengingkaran nubuwah dan risalah, anti-maulid juga menggrogoti persatuan ummat Islam yang berlandaskan cinta pada Nabinya.
Oleh karena itu, beliau mengajak hadirin untuk menjaga tradisi haul dan maulid Nabi sampai para wali untuk menaikkan kecintaan dengan menggali pelajaran dari sejarah.

Sungguh beberapa problem mendasar yg menimpa ummat ini, dan ia akan beres kalau sungguh-sungguh cinta pada Nabinya.
Jika kita cinta pada kanjeng Nabi Muhammad saw, maka ummat Islam tidak dapat dipecah-belah.

 

Loading...

Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :