Habib Lutfi bin Yahya: Masyarakat Nahdliyin Wajib Pasang Foto Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari

Habib Lutfi bin Yahya: Masyarakat Nahdliyin Wajib Pasang Foto Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari

Rais Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mewajibkan masyarakat Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU guna memasang foto tokoh pendiri NU dan pahlawan nasional, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari, di rumah masing-masing. alasannya, pemimpin tertinggi organisaasi tarekat-tarekat NU itu kuatir, ketika ini para generasi muda NU tidak sedikit tak tahu muka tokoh penting di balik kebesaran Nahdlatul Ulama.

Rais Aam Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mewajibkan masyarakat Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU guna memasang foto tokoh pendiri NU dan pahlawan nasional, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari, di rumah masing-masing. alasannya, pemimpin tertinggi organisaasi tarekat-tarekat NU itu kuatir, ketika ini para generasi muda NU tidak sedikit tak tahu muka tokoh penting di balik kebesaran Nahdlatul Ulama.

Habib luthfi perihatin bakal nasib NU menuju depan. Tokoh NU Kota Pekalongan yang pun Ketua Umum MUI Jawa Tengah itu banyak waktu lalu meminta para Pengurus NU Kota Pekalongan supaya di masing-masing rumah masyarakat Nahdliyyin terpasang foto Hadratus Syech KH Hasyim Asy’ari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dan pahlawan nasional.

Bak gayung bersambut, ide Habib Luthfi disambut PCNU dengan pencanangan gerakan pemasangan foto KH Hasyim Asy’ari bersamaan dengan acara istighotsah kubro yang berlangsung Jum’at (1/2) 2015 lalu, ditandai dengan pemberian foto KH Hasyim Asya’ri berukuran 40 x 50 cm dalam bingkai kaca terhadap perwakilan MWC NU, Lembaga NU, Badan Otonm NU dan Ranting NU.

Diinginkan seluruh rumah pengurus NU di seluruhnya tingkatan dalam bulan Pebruari ini telah dipasangi foto KH Hasyim Asya’ri yang difasilitasi PCNU Kota Pekalongan dengan mencetak foto dalam bentuk poster.

Wakil ketua PCNU Kota Pekalongan Abdul Basyir menjelaskan, secara bertahap PCNU bakal merilis buku sejarah sepak terjang tokoh-tokoh NU khususnya yang ada di Kota Pekalongan dengan harapan supaya generasi penurus yang tergabung dalam wadah IPNU dan IPPNU tak kehilangan teladan dan jejak yang amat penting bagi perkembangan NU di Kota Pekalongan.

Sedangkan itu tak tidak cukup dari sepuluh ribu masyarakat NU Pekalongan dan sekitarnya Jum’at (1/2) malam lalu menghadiri acara istighotsah kubro yang dihelat PCNU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama.

Loading...
loading...

Acara yang dihelat di Masjid Agung Al Jami’ Kota Pekalongan memperoleh perhatian full dari masyarakat warga. alasannya dalam acara itu dua tokoh ulama besar yaitu Habib Luthfi dan Habib Abdullah Baqir bin Abdullah Alatas ikut datang dan larut dalam gema istighotsah, sehingga jama’ah yang dengan datang dengan busana putih putih tampak larut dalam do’a supaya bangsa Indonesia lepas dari banyak musibah.

Bahkan guna memudahkan jama’ah bisa menyaksikan susana depan panggung, pihak panitia wajib menyediakan monitor besar, sehingga jama’ah tak perlu lagi berdesakan guna menduduki ruangan utama masjid Agung Al Jami’.

meskipun seperti inilah, serambi dan halaman masjid yang cukup luas itu akhirnya tidak sanggup pun menampung ribuan jama’ah yang terus berdatangan sampai acara berlangsung hampir separohnya.

Humas Panitia Zainal Muhibbin SPd terhadap NU Online menjelaskan, istighotsah kubro ini merupakan puncak acara harlah yang di gelar PCNU Kota Pekalongan semenjak tanggal 10 Januari 2008 yang lalu.

Banyak aktifitas ujar Muhibbin sudah dilaksanakan dan memperoleh sambutan warga yang cukup meriah, antara lain bersih-bersih masjid dan musholla NU, pengobatan gratis massal, donor darah, malam tasyakuran, ziarah makam ulama pejuang NU dan puncaknya dihelat istighotsah ini.

“Aku tak menduga jika acara yang dihelat NU memperoleh sambutan yang luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari animo warga di saban acara yang dihelat guna memperingati Harlah NU,” katanya.

“Tentu ini sebagai garapan NU menuju depan bagaimana antusias warga ini selaku bukti bahwa mereka masih amat mencintai NU,” ujar Muhibbin lagi.

“meskipun disadari bahwa aktifitas kolosal bagai pengobatan gratis, donor darah dan istighotsah kubro ini memerlukan ongkos yang tak tidak banyak, bakal tetapi jika hal ini guna masa depan dan kebesaran Nahdlatul Ulama, berapapun ongkos yang wajib dikeluarkan itu tidak problem,” tandasnya.

Walhasil, acara peringatan harlah menandai aktifitas awal pengurus NU periode 2007-2012 sudah memperoleh respon warga dengan bagus, tinggal menuju depan bagaimana pengurus baru bisa merealisasikan program-programnya yang bisa menyentuh kebutuhan masyarakat nahdliyyin khususnya dalam penanganan pendidikan, ekonomi dan kesehatan yang ketika ini masih sebagai kebutuhan prioritas masyarakat NU di Kota Pekalongan.

(NU Online, Abdul Muiz)

Habib Lutfi bin Yahya: Masyarakat Nahdliyin Wajib Pasang Foto Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari

Loading...

Link

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :