Gus Yahya: Wapres AS Menginginkan NU Promosikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Menuju Dunia Internasional

Gus Yahya: Wapres AS Menginginkan NU Promosikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Menuju Dunia Internasional

Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menceritakan, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence turut berkabung atas serbuan teror yang terjadi di Indonesia dalam sejumlah hari terakhir ini.

“Wapres mengumumkan belasungkawa atas serbuan teror yang baru saja terjadi,” kata Gus Yahya terhadap NU Online, Sabtu (19/5), setelah berjumpa dengan Mike Pence di Gedung Putih.

Wapres Pence, imbuh Gus Yahya, menginginkan NU dapat memainkan peran yang lebih besar lagi dalam mempromosikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di dunia internasional.

“Wapres Pence mengumumkan penghargaan setinggi-tingginya terhadap NU,” jelasnya.

Dalam perjumpaan tersebut, Pence pun menyampaikan bahwa pemerintah AS memastikan bakal membuka diri dan mengupayakan kerjasama lebih detail dengan NU dan Indonesia.

Sedangkan itu, terhadap Wapres AS Mike Pence Gus Yahya menyampaikan bahwa konflik antaragama yang terjadi di dunia ini tidak cuma persoalan dunia Islam saja, bakal tetapi ini persoalan seluruh ummat insan yang wajib diselesaikan bareng.

“Seluruh ummat insan, bagus Muslim maupun non-Muslim, wajib bekerja sama demi mencapai jalan keluar dari problem ini, sebab ini ialah keperluan dan tanggungjawab bareng seluruh ummat insan,” tegas Gus Yahya.

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini menambahkan, kemerdekaan seseorang demi memilih dan menjalankan agamanya wajib dihormati dan dijamin supaya nilai-nilai insaniyah tak hilang. Di samping itu, hubungan antarpemeluk agama pun wajib dibangun dengan bagus.

Menurut Gus Yahya, ketika ini dunia berada dalam era globalisasi. Apa yang terjadi di satu belahan dunia bakal mempengaruhi belahan dunia lainnya.

“Maka tiap golongan kebanyakan (agama) dimana juga wajib menjaga minoritas, supaya sesama pemeluk agama mereka yang hidup selaku minoritas di belahan dunia lain pun memperoleh penjagaan dari kubu kebanyakan di tempat mereka,” jelasnya.

Tak kebanyakan absolut. Bisa jadi di negara ini, pemeluk agama A ialah kebanyakan, tapi di negara lain pemeluk agama tersebut dapat saja sebagai minoritas. Dengan seperti inilah, ummat Islam wajib menyadari jika mereka ingin saudara Muslimnya diperlakukan dengan bagus dan adil dimana juga, maka mereka wajib memperlakukan non-Muslim dengan bagus dan adil dimana saja.

“Beginilah pula ummat beragama lainnya,” lanjutnya.

Undangan menuju Gedung Putih

Gus Yahya menjelaskan, pertemuannya dengan Wapres AS Mike Pence tersebut terlaksana berkat Reverrand Johnie Moore, seorang pendeta Kristen Evangelis, dan Andrew Welther, seorang aktivis Katholik. Terutama seusai keduanya berjumpa dengan Wapres Pence sebelumnya dan menceritakan jika Gus Yahya sedang berada di AS.

“Perjumpaan itu diminta oleh Wapres Mike Pence. Aku sendiri tak menyangka bahwa ketika tiba di Washington DC Rabu malam, aku memperoleh pesan dari staf Gedung Putih bahwa Wapres ingin berjumpa aku,” ceritanya.

Di akhir perjamuan, Wapres Pence mengantarkan Gus Yahya melewati lorong-lorong Gedung Putih sampai menuju halaman sebelum melepas tamunya itu. (Muchlishon)

(NU Online/Suara Islam)

Gus Yahya: Wapres AS Menginginkan NU Promosikan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Menuju Dunia Internasional

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :