Gus Mus Prihatin, tidak sedikit yang Berfatwa cuma Modal Terjemah Al-Qur’an

Anda Suka Jual Ayat untuk Politik? Baca Nasehat Gus Mus ini – News Baldatuna

Gus Mus Prihatin, tidak sedikit yang Berfatwa cuma Modal Terjemah Al-Qur’an

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri menerangkan bahwa Al-Qur’an itu mempunyai kandungan sastra yang amat tinggi, sehingga guna memahaminya diperlukan banyak ilmu, di antaranya bagaikan Ilmu al-Qur’an, ilmu tafsir al-Qur’an, ilmu asbabun nuzul al-Qur’an.

“Ini cuma lihat terjemahan Departemen Agama, berfatwa lagi. Ini luar biasa beraninya. Ini kacau, masarakat jadii kacau. Jika di atas langit ada langit lagi, maka di bawah ada yang lebih bumi lagi. Di bawah yang bodoh, masih tidak sedikit yang bodoh lagi,” jelas Gus Mus pada 2017 lalu ketika mengisi kajian agama yang digelar oleh LDNU Jawa Barat, di Masjid Raya Bandung.

Dia menceritakan kandungan Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menerangkan bagaimana ciri-ciri perilaku dan perbuatan orang mukmin, munafiq, dan kafir. “Aku sekarang jika membaca Al-Qur’an itu merasa tersinggung terus, jadii agak malas membaca Al-Qur’an,” candanya disambut tawa oleh ribuan hadirin.

Loading...
loading...

“Al-Qur’an kok suka menyinggung. Dalam Al-Qur’an ada ayat yang menerangkan soal kelakuan orang munafik, ini (ayat, red) guna orang kafir kok mirip aku. Pada ketika membaca ayat guna orang mukmin, kok sama sekali tak mirip saya, jadii saya tersinggung,” ungkap Gus Mus.

Pengasuh pesantren Raudhatut Thalibin Letah, Rembang itu mengutip sebuah ayat, Aandzartahum am lam tundzirhum la yu’minun, bilang nggak dibilangin ya seperti itu, ngotot, pokoknya begini, pokoknya seperti itu. Itu tidak guna orang Islam, tapi guna orang kafir. Tahsabuhum jami’an wa qulubuhum syatta, tampaknya kompak tapi hatinya kemana-mana. Ini siapa? Tidak orang mukmin, tapi guna orang-orang munafik.”

Di samping itu, Gus Mus pun menerangkan soal dua pembagian orang Islam, yaitu mukmin dan munafik. Istilah munafik itu kebalikannya mukmin. Oleh sebab itu, mukmin ialah orang yang imannya berada di luar dan dalam, sedangkan orang munafik imannya cuma di luar saja.

“Jadii, anda tak sanggup menjelaskan seseorang munafik, kenapa? Sebab anda tak tahu dalamnya, jika anda sanggup artinya anda berlebihan heroik, mengklaim bagaikan kanjeng Nabi Muhammad,” tegas Gus Mus. (M. Zidni Nafi’/Fathoni/NU Online)

Gus Mus Prihatin, tidak sedikit yang Berfatwa cuma Modal Terjemah Al-Qur’an

Loading...

Link

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :