Gus Dur Digandrungi Beberapa Orang, Ada Apa dengan Gus Dur?

Website Islam Institute
Loading...

Gus Dur, mengapa begitu beberapa mencintainya? Dulu, waktu Gus Mus, panggilan populer dari KH.A. Mustofa Bisri, memberikan wejangan di acara Haul Gus Dur ke-2 di Taman Bungkul Surabaya. Ada pertanyaan yang beliau lontarkan. Kenapa begitu beberapa orang yang mencintai Gus Dur?

Di mana-mana ada Haul Gus Dur. Lantas Gus Mus menyampaikan jawabannya. Hal ini sebab belau mencitai manusia.  Tanpa melihat suku, dan agama. Bahkan kepada orang yang membencinya sekalipun.

Gus Mus lalu menjlentrehkan pengalaman beliau waktu bareng Gus Dur berjumpa seorang pejabat tinggi. Lalu pejabat itu menjelek-jelekkan orang yang dianggapnya tidak suka dan memusuhi beliau. Apa yang ditunaikan beliau waktu itu?  Bukannya beliau menyokong ucapan pejabat tersebut. Sebaliknya beliau berusaha menutupi kejelekan orang yang dicemooh.

 

 

Pelayat Kematian Gus Dur Enggak dapat Dihitung

Dalam kehidupan sehari-hari, eks presiden RI itu tak pernah membatasi jam bertamu yang akan datang ke tempat beliau. Siapapun dia. Suatu waktu beliau pernah menemui orang yang datang tetapi cuma ingin menyaksikan muka beliau. Praktis ada pemandangan lucu kalau tamu tak bicara, cuma menyaksikan saja.

Dalam sejarah, pemakaman tokoh yang beberapa dihadiri oleh beberapa pelayat ialah Presiden Mesir Gammal Abdul Nasher. Kisaran sepuluh juta. Lantas Gus Dur yang tak dapat dihitung, sebab sampai detik ini masih mengalir.

Gus Dur, walaupun tanpa mengobral dalil ”Walakod karromna bani Adam”. Akan tetapi sungguh-sungguh memahami bahwa Allah memulyakan bani Adam. Dan beliau mempraktekkannya.

loading...

Lantas Gus Mus juga memberi pencerahan, bahwa pemahaman kaum beragama itu sebagaimana seseorang dalam jenjang pendidikan. Ada yang pemahaman agamanya baru tingkat PAUD, ada yang baru setingkat TK. Lalu pemahaman agama setingkat abak SD, SMP, dan SMA. Ada orang yang tingkat pemahaman agamanya setingkat Perguruan Tinggi.

Bagian contoh, orang Islam yang ke mana-mana menyalahkan orang lain atau Mencari permusuhan. Dia masih dalam tahap pendidikan TK atau SD. Kita tak boleh tidak suka mereka, tetapi memaafkan dan memperlakukannya dengan baik.

Pada tulisan ini saya ingin menambahkan. Dalam wafatnya KH Abdurrahman Wahid seakan masih hidup. Jargon-jargon. Syiiran dan yang berhubungan dengan belau terus membuncah di masarakat. Bahkan tiap-tiap akan adzan lima waktu, di daerah Surabaya dan sekitarnya. Syiir Asal Wathon seakan terbang di atas rumah melalui cahaya suara.

Arif Khunaifi

Simpan

Simpan

Simpan

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :