Gus Dur Ialah Wali Hawariyyun

Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf: Gus Dur adalah Wali Hawariyyun

Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf: Gus Dur Ialah Wali Hawariyyun

Minggu kemarin aku menjalani tradisi keluarga supaya sebelum datang Ramadhan berziarah menuju makam guru2 kita yang telah wafat dan bersilaturrahmi terhadap guru2 kita yang masih hidup beserta keluarganya.

Kebetulan ketika itu giliran bersilaturrahmi terhadap garuku, KH. Bachit Hasan, menantu almaghfurlah KH. Abdul Hadi Ismail Gading Raya Jaktim.

Dalam kesempatan itu Yai Bachit bercerita banyak di antaranya soal maqam kewalian.
Di antara maqam kewalian, ada satu maqam kewalian yang lumayan tinggi di mana seluruh auliya’ termasuk wali quthub amat menghormati orang yang berada di maqam ini. Maqam kewalian ini yaitu maqam wali hawariyyun.

Tugas wali hawariyyun sangatlah berat yaitu menjaga supaya ajaran islam tetap berada di relnya. Ciri-ciri dari wali hawariyyun diantaranya, heroik, suka membela orang yang teraniaya, hidup di tengah warga laksana mercusuar yang menjadi penunjuk jalan dan kehidupannya selalu dikelilingi fitnah.

Wali hawariyyun digambarkan selaku sosok wali yang paling berat tugasnya di mana di saban zaman jumlahnya cuma satu orang.

Diriwayatkan bahwa di zaman Rasulullah, orang yang memperoleh maqam wali hawariyyun ini ialah sahabat Zubair bin Awwam sebagaimana sabda beliau, “Saban Nabi/Rasul mempunyai hawariy dan hawariy-ku ialah Zubair bin Awwam.”

Khalifah Umar bin Abdul Aziz pun dikatakan beberapa ulama masuk maqam wali hawariyyun

Lalu kiai Bachit pun bercerita soal maqam kewalian Gus Dur yang membikin aku terkaget-kaget. Sebab baru kali ini aku tahu persis maqam kewalian beliau yang sejatinya.

kiai Bachit bercerita bahwa beliau memperoleh tahu dari mertuanya KH. Abdul Hadi dan KH. Abdul Hadi memperoleh tahu tsb dari gurunya Al Walid Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf Bukit Duri bahwa Gus Dur itu ternyata seorang wali hawariyyun.

Seluruh auliya’ dari timur sampai menuju barat tahu siapa Gus Dur dan amat menghormati Gus Dur. Dikatakan pula bahwa memang wali hawariyyun itu sikapnya sebagaimana Gus Dur, seperti itu keras membela orang-orang yang teraniaya. Warga NU harusnya bangga mempunyai Gus Dur.

Lalu sesudah Gus Dur wafat siapa yang menggantikannya? kiai Bachit menjawab ada ulama sebagaimana Gus Dur tapi tempat tinggalnya ada wilayah tanduk Afrika tanpa menyebut nama dan negaranya.

Walhasil sesudah silaturrahmi ini berakhir aku mengucapkan puji syukur akhirnya aku tahu Gus Dur berada di maqam kewalian yang mana.

Alhamdulillah.
Wallaahul muwaffiq ilaa aqwamitthoriq

Sanad Riwayat: Gus Hamim Jazuli via muslimoderat.net

Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf: Gus Dur ialah Wali Hawariyyun

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :