Golongan yang Selamat Menurut Penjelasan KH Hasyim Asyari

Golongan yang SelamatBerikut ini ialah penjelasan mengenai hal golongan yang selamat dan golongan sesat, dijelaskan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari. Imam Abu Daud, at Tirmidzi, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Nabi Saw bersabda:

 افْتَرَقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً ، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَحِدَةً

 Artinya: “Orang-orang Yahudi terpecah-belah jadi 71 golongan. Orang-orang Nasrani terpecah belah jadi 72 golongan. Dan umatku akan terpecah-belah jadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan saja.”

Para sahabat menanyakan: “Siapa golongan yang selamat itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab: “Mereka ialah orang-orang yang memegang teguh apa yang kuikuti dan diikuti oleh sahabat-sahabatku.”

Asy-Syihab al Khafaji rahimahullah dalam kitab Nasim ar Riyadl menjelaskan. “Golongan yang selamat itu ialah golongan Ahlussunnah wal jema’ah.”

Dalam kitab Hasyiyah as Syanwani Ala Mukhtashar Ibnu Abi Jamrah disebutkan. “Mereka (golongan yang selamat) itu ialah Abul Hasan al Asy’ari dan pengikutnya para Ahlussunnah (orang-orang yang menghidupkan sunnah). Dan ulama-ulama terkemuka. Karena, Allah SWT menjadikan mereka selaku pemberi petunjuk bagi makhluk-Nya. Mereka ialah tempat mengadu bagi orang-orang awam dalam urusan agama mereka. Mereka ialah orang-orang yang dimaksud dalam sabda Nabi SAW  ‘Sesungguhnya Allah nggak akan mengumpulkan umatku di atas kesesatan’.”

Dalam menerangkan hadis ini Imam Abu Mansur bin Thohir At Tamimi menjelaskan:

“Para ahli bahasa meyakini bahwa yang beliau maksud bukanlah golongan-golongan tercela. Orang yang berselisih paham mengenai hal cabang-cabang fiqih terkait problem halal dan haram. Tetapi beliau bermaksud mengkritik keras orang yang berselisih paham dengan para penyokong kebenaran mengenai pokok-pokok tauhid. Penentuan standar baik dan buruk. Syarat-syarat jadi nabi dan rasul. Loyalitas ke sahabat-sahabat Nabi SAW. Dan masalah-masalah lain yang termasuk di dalam lingkup bab-bab ini.

Karena, orang-orang yang berselisih paham mengenai hal masalah-masalah seperti ini saling mengkafirkan satu sama lain. Ndak seperti yang terjadi pada masalah-masalah kategori pertama (cabang-cabang fiqih). Karena mereka yang berselisih paham mengenai hal masalah-masalah kategori ini nggak menganggap kafir atau fasiq orang yang tak sama pandangan dengan mereka. Jadi, takwil hadis mengenai hal perpecahan ummat itu mereferensi ke perselisihan paham kategori (yang kedua) ini.”

 

 

Golongan yang Selamat ialah Ahlussunnah wal jema’ah

Pada akhir masa sahabat Rasulullah Sawtelah muncul pandangan yang tak sama dari kubu Qadariyah. Yang diusung Ma’bad al Juhani dan para pengikutnya. Sahabat-sahabat Rasulullah Sawgenerasi terakhir, seperti Abdullah bin Umar ra, Jabir ra, Anas ra dan lain-lain. Sama sekali nggak menyokong mereka.

seusai itu muncul perselisihan untuk perselisihan sampai hitungan total golongan sesat genap jadi 72 golongan. Dan golongan yang ke-73 ialah golongan Ahlussunnah wal jema’ah yang merupakan al Firqah anNajiyah (golongan yang selamat).

Kalau ada yang menanyakan: “Golongan-golongan itu diketahui?”, jawabnya ialah: “Kita mengetahui adanya perselisihan paham dan golongan-golongan pokok (ushul). Dan tiap-tiap golongan terbagi jadi golongan-golongan lagi. Kendati kita nggak mengetahui nama-nama dari golongan-golongan tersebut dan madzhab-madzhab yang dianutnya.”

Golongan-golongan pokok (ushul) itu ialah Haruriyah, Qodariyah, Jahmiyah, Murji’ah, Rafidlah dan Jabriyah. Sebagian ulama rahimahumullah menjelaskan: “Pokok-pokok golongan sesat ialah enam golongan tersebut. Dan masing-masing golongan itu terbagi lagi jadi 12 golongan. Sehingga jumlahnya jadi 72 golongan.

Ibnu Ruslan rahimahullah menjelaskan: “Ada yang berpendapat bahwa rinciannya ialah: 20 golongan Rafidlah. 20 golongan Khawarij, 20 golongan Qodariyah, 7 golongan Murji’ah. Dan 1 golongan al Firqah an Najiyah (golongan yang selamat) yang terdiri dari 10 golongan tetapi dihitung satu.  1 golongan Haruriyah, 1 golongan Jahmiyah, 3 golongan Karromiyah. Ini ialah 72 golongan.”

Sedemikian penjelasan dan penjabaran Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dalam kitab Risalah Ahlussunnah wal jema’ah. Mengenai hal pecahnya golongan ummat Islam jadi 73 golongan dan cuma satu golongan yang selamat. Yaitu golongan Ahlussunnah wal jema’ah. Semoga kita jadi bagian dari golongan yang selamat itu. Amin, ya rabbal alamin…. Wallahu a’lam.

Disarikan dari Kitab Risalah Ahlussunnah wal jema’ah karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari/tebuireng.orgGolongan Ahlussunnah wal jema’ah ialah golongan yang selamat.

Simpan

Simpan

Simpan

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :