Genosida Arab Saudi di al-Sarari Yaman Amat Menakutkan

Website Islam Institute

TA’IZ, Genosida Arab Saudi – Para Sayyid dan Habaib jadi incaran tindakan mematikan oleh pasukan Saudi di Yaman. Syekh Adnan menagtakan bhwa para Sayyid dan Habaib sudah jadi sasaran tindakan mematikan dan pembakaran pasukan Saudi.

Dalam sebuah pesan, Shekh Adnan Al Juneid, bagian publik figur Sufi dari Taiz. Dia menerangkan secara detail pembunuhan masal massal penduduk desa Al Sarari. Pembunuhan masal ditunaikan oleh pasukan bayaran Saudi dan elemen Tentara Takfiri. Syeikh Adnan mengutuk pembunuhan masal keji dan menakutkan tersebut.

“Mereka membakar semua rumah Famili al-Junaid di Sarari. Dan desa-desa sekitarnya serta menculik penduduknya. Termasuk bocah kecil,” ungkap Syekh Adnan.

 

 

Ia juga mengumumkan bahwa puluhan warga dari Famili sayyid atau habib (yang nasabnya bersambung ke Rasulullah) jadi target serbuan. Mereka dibakar hidup-hidup bersama-sama rumah-rumah mereka.

“Prajurit bayaran Saudi menghabisi hewan ternak. Rumah-rumah penduduk dibakar dan warga desa walaupun dalam keadaan luka-luka atau sakit diculik. Termasuk Famili pamanku dan menantuku,” ungkap Syekh Adnan dalam pesannya.

Sumber Yaman menyebutkan pada Rabu (27/07) bahwa pasukan bayaran Saudi juga membakar dan menghancur-leburkan Masjid Syeikh Jamaluddin di desa al-Sarari.

 

Kemenlu Iran: pembunuhan masal di al-Sarari Yaman ialah aksi genosida Arab Saudi

Kementerian luar negeri Iran menyebut aksi pembunuhan masal menakutkan oleh Arab Saudi selaku genosida. Bahwa membantai penduduk sipil di al-Sarari Yaman, ialah aksi genosida Arab Saudi. Desa al-Sarari terletak di provinsi Ta’iz. Genosida Arab Saudi itu selaku contoh yang terang dari kejahatan kepada kemanusiaan.

“Pembunuhan masal dari sekelompok orang di desa al-Sarari ialah contoh genosida. Dan kejahatan kepada kemanusiaan.” Ungkap Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi. “Tindakan mematikan penduduk sipil memperlihatkan bahwa Tentara Saudi telah putus asa,” tambahnya sebagaimana dilansir FNA, Kamis (28/07).

 

 

“Keputusan strategi ‘gila perang’ Saudi dan terus menyokong teroris takfiri. Memperlihatkan muka asli rezim itu selaku ayah dari al-Qaeda dan ISIS.” Kata Qassemi. Dia menambahkan bahwa Arab Saudi pasti akan jatuh ke dalam rawa tanpa jalan keluar.

sebelumnya Tentara gabungan pimpinan Arab Saudi membakar rumah-rumah penduduk sipil Yaman di desa al-Sarari. Hal ini ditunaikan sesudah penjarahan properti mereka. Tentara Arab saudi juga menghabisi 50 dari mereka dan menculik puluhan lainnya.

Kekejaman Tentara yang dipimpin Saudi terjadi di wilayah sabr al-Mavadem desa al-Sarari. seusai mereka meledakkan sebuah masjid di desa tersebut.

Tentara Saudi meledakkan masjid Jamal al-Din di desa al-Sarari. Dan membakar serta menghancur-leburkan Masjid Syeikh Jamaluddin di desa al-Sarari. Bahkan makam Syeikh Jamaluddin seorang publik figur Sufi Taiz yang terletak di dalam masjid itu, juga digali lalu dibakar tulang-belulangnya. Mereka juga menculik puluhan Famili al-Junaid dan Famili al-Sarari

Tentara pimpinan Saudi lebih kejam lagi memotong-motong tubuh penduduk desa al-Sarari sesudah mengeksekusi mereka.

 

Pasca genosida Arab Saudi di al-Sarari, PBB desak jeda kemanusiaan di Yaman

Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman menyerukan gencatan senjata kemanusiaan yang mendesak di provinsi Taiz pada Rabu. Sisa-sisa dari aksi genosida Arab Saudi yang menakutkan di desa al-Sarari Penting penanganan cepat.

“Saya menyerukan seluruh pihak untuk cepat Sepakat jeda kemanusiaan.” Kata Jamie McGoldrick dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kemarin. Pernyataan dikeluarkan di Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

 

 

James McGoldrick menyuarakan kekuatiran atas meningkatknya pertumpahan darah di provinsi barat daya Taiz. Khususnya di wilayah al-Sarari sesudah aksi genosida Arab saudi.

Ia mengumumkan keprihatinannya mengenai hal penguatan penutupan pada kota Taiz. Serta eskalasi aksi anarkis yang ditunaikan pasukan Saudi bersama-sama teroris takfiri di wilayah al-Sarari.

“Seluruh pihak yang menabrak hukum kemanusiaan internasional mesti ingat bahwa mereka sanggup dimintai pertanggungjawaban.” Tambahnya sebagaimana dilansir SABA, Rabu (27/07).

McGoldrick mendesak seluruh untuk menjaga penduduk sipil. Dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga kemanusiaan untuk membantu mengobati dan mengevakuasi korban yang cedera dalam perang. Dan memberikan obat-obatan yang amat dibutuhkan ke zona perang.

Situasi mencekam diadukan sesudah aksi pembunuhan masal di al-Sarari Yaman. Kemenlu Iran menyebut pembunuhan masal di Al-Sarari selaku aksi genosida Arab Saudi.

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.