Gempa NTB Terjadi Bukan Salah Jokowi, Ini Penjelasan Ilmiah Soal Gempa

Gempa NTB Terjadi Bukan Salah Jokowi , Ini Penjelasan Ilmiah Soal Gempa

Bukan salah Jokowi, juga bukan salah TGB kenapa gempa NTB terjadi sampai ratusan kali, inilah penjelasan Ilmiah Soal Gempa. Dengan penjelasan ilmiah ini semoga bisa merubah cara pandang dan cara berpikir kita menjadi lebih logis.

Seperti kita tahu, gerombolan haters Jokowi ramai-ramai di medsos mengkaitkan kejadian gempa NTB dengan sosok Jokowi dan TGB. Menurut mereka gempa NTB merupakan kutukan Tuhan terhadap Jokowi dan TGB. Terserah mereka mau ngomong apa untuk melampiaskan kebencian, tetapi inilah penjelasa ilmiyah kenapa gempa NTB bisa terjadi sampai ratusan kali.

Biasanya, setelah gempa bumi dengan kekuatan yang besar, tak lama kemudian akan terasa lagi adanya getaran bumi. Itulah yang disebut gempa susulan. Gempa susulan ini tak hanya terasa sekali, melainkan ratusan kali dengan kekuatan yang lebih kecil dari gempa sebelumnya.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono menjelaskan secara ilmiyah, gempa susulan adalah bentuk stabilisasi setelah gempa besar terjadi. Setelah gempa, akan muncul bidang yang patah. Bidang yang patah ini memiliki skala yang besar dan ada batuan-batuan dari lipatan yang tidak stabil. Sehingga stabilisasi terjadi untuk kembali ke kondisi normal. Jadi, gempa susulan ini karena adanya proses stabilisasi di tempat mana telah terjadi gempa.

Daryono lebih lanjut menjelaskan, bahwa gempa susulan (aftershocks) merupakan gempa yang terjadi di sekitar episenter gempa utama (mainshocks), tetapi memiliki magnitudo yang lebih kecil. Dia juga mencontohkan dengan tiga tipe aktivitas gempa menurut ahli gempa dari Jepang, Kiyoo Mogi:

1. Gempa susulan setelah gempa utama

Gempa ini dicirikan munculnya gempa utama yang diikuti sejumlah gempa susulan dengan magnitudo dan frekuensi kejadian yang terus mengecil. Gempa kecil ini sering terasa setelah gempa Inti dengan kekuatan yang besar.

2. Gempa kecil dahulu, lalu gempa besar

Gempa tipe kedua ini muncul serangkaian gempa kecil sebagai pendahuluan (foreshocks), kemudian terjadi gempa utama dengan kekuatan besar. Berikutnya diakhiri serangkaian gempa susulan dengan magnitudo dan frekuensi kejadian yang terus mengecil.

3. Hanya gempa kecil namun terus-menerus

Gempa ini biasanya muncul banyak gempa kecil dengan frekuensi kejadian sangat tinggi, berlangsung dalam kurun waktu tertentu di kawasan sangat lokal, tanpa ada gempa kuat yang menonjol sebagai gempa utama. Gempa ini, menurut Mogi, merupakan gempa Swarm. (Sumber: Penjelasan Ilmiah)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :