Gadis Guatemala Dibunuh Tentara AS, Korban Dinilai

Gadis Guatemala Dibunuh Tentara AS, Korban Dinilai


loading…

GUATEMALA CITY – Seorang gadis Guatemala berumur 19 tahun dibunuh oleh pasukan patroli tapal batas negara Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump menganggap korban selaku “binatang” yang mencoba memasuki Amerika dengan sebagai anggota geng migran tidak resmi.Deskripsi buruk itu membikin keluarga korban tersinggung. Korban yang ditandai bernama Claudia Gomez, ditembak mati pada Rabu di Texas selatan oleh seorang petugas yang melepaskan tembakan.

Agen Patroli Tapal batas negara AS dalam sebuah pengumuman terbuka menjelaskan petugas melakukan tembakan wanita itu seusai sejumlah orang “mendukung” korban memasuki tapal batas negara Texas selatan.

Agen tersebut mendeskripsikan orang-orang yang mencoba masuk menuju wilayah AS selaku sekelompok orang asing tidak resmi, di mana Claudia Gomez berada di antara mereka.

Pengumuman terbuka tersebut pun mengakui bahwa sekelompok orang asing yang mencoba masuk menuju wilayah AS menyerbu para petugas dengan benda-benda tumpul. Agen itu mengatakan dengan tegas bahwa Gomez berada di antara para penyerbu.

“Terhadap pemerintah Amerika Serikat, (aku minta) bahwa Anda jangan memperlakukan kami bagaikan ini-seperti binatang-hanya asbab Anda ialah negara yang kuat dan maju,” kata Dominga Vicente, bibi Gomez, menjelaskan terhadap awak media di Guatemala City, yang dikutip Reuters, Sabtu (26/5/2018).

Loading...
loading...

Pada hari Kamis, Kementerian Luar Negeri Guatemala menjelaskan hak-hak migran wajib dihormati. “Guatemala menyesalkan tiap tindakan aksi anarkis dan penggunaan power yang keterlaluan oleh patroli tapal batas negara,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pengumuman terbuka.

Sebuah video berdurasi tujuh menit yang di-posting online memperlihatkan insiden aksi tembak tersebut. Dalam video itu, seorang perempuan beteriak dalam bahasa Spanyol; “Kenapa Anda melakukan tembakan gadis ini? Anda membunuhnya!”.

Trump menjelaskan pekan lalu bahwa dia berpatokan pada kubu kriminal saat dia menyebut sejumlah imigran gelap selaku “binatang”.

Dia membela pernyataannya dan sekarang berencana demi mengurangi dukungan menuju negara-negara yang dia menyebut ndak melaksanakan apa juga demi menghentikan anggota geng MS-13 menyeberang menuju Amerika Serikat.

Kubu kriminal itu dikenal menyebar di El Salvador, Honduras dan Guatemala.

(mas)

Gadis Guatemala Dibunuh Tentara AS, Korban Dinilai

Loading...

[Surce]

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :