FPI & Penyokong Khilafah Keok, Polri Akan Hadirkan Saksi Ahli dari Yaman & Suriah Terkait Perkara Pembakaran Bendera

FPI & Pendukung Khilafah Keok, Polri Akan Hadirkan Saksi Ahli dari Yaman & Suriah Terkait Kasus Pembakaran Bendera

FPI & Penyokong Khilafah Keok, Polri Akan Hadirkan Saksi Ahli dari Yaman & Suriah Terkait Perkara Pembakaran Bendera

Dalam rangka pembuktian bahwa yang dibakar ialah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah dicegah pemerintah, Polri berencana menghadirkan saksi ahli dari Yaman dan Suriah.

Terkait hal itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengumumkan menyokong langkah Polri dalam rangka membikin jelas suatu perkara.

“Penyidiklah yang lebih tahu Penjelasan ahli seperti apa yang dibutuhkan,” kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti ke Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (27/10).

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Polisi Dedi Prasetyo sebelumnya menerangkan, saksi ahli tersebut Adalah anjuran yang ditawarkan PBNU.

Anjuran itu sekaligus selaku langkah netral Polri dalam menghadirkan saksi.

Loading...
loading...

Menurut Dedi, saksi yang Adalah ahli agama Islam itu mempunyai kompetensi untuk menerangkan apakah bendera yang dibakar ialah simbol ummat Islam berkalimat tauhid atau bukan.

“Tadi telah dikontak langsung perwakilan di Suriah dan Yaman, dicari publik figur dan orangnya dulu, seorang doktor lulusan dari Yaman,” ujarnya.

Figur publik tersebut, lanjut Dedi, mengalami sendiri bagaimana negara mereka porak-poranda cuma gara-gara 1 simbol itu sampai memecah belah kelompok-kelompok Islam.

Jumat kemarin, polisi menaikkan status Uus Sukmana, pembawa bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dinilai bendera HTI dari saksi ke tersangka. Uus dijerat Pasal 174 KUHP.

Uus Sukmana membawa bendera berkalimat tauhid pada warning Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di lapangan Alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sementara, pembakar bendera yang juga member Banser dibebaskan sesudah diperiksa selaku aksi. Pada 2 orang pembakar bendera dan ketua panitia HSN tidak ditemukan perbuatan yang mengandung unsur pidana.

(rus/rmol/pojoksatu/BT)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :