Foto Hoax Madaya, Propaganda Arab Saudi Jatuhkan Assad

Foto HOAX Kelaparan Madaya …. Foto palsu kelaparan Madaya ialah propaganda Arab Saudi dan Barat untuk jatuhkan Kredibilitas Presiden Assad …

 

Islam-Institute, DAMASKUS – Situasi krisis kemanusiaan di Madaya yang disebar luaskan oleh media-media Saudi dan pro-Saudi ternyata sudah mempergunakan foto-foto HOAX yang jadi amat populer di internet dan dipakai untuk memenangkan simpati dunia untuk lalu mengubahnya jadi kecaman global kepada pemerintahan Damaskus.

Bagian dari sekian gambar HOAX yang diklaim berasal dari Madaya tersebut ialah sebuah gambar yang diambil di Amman, ibukota Yordania, dan oleh saluran berita Al-Arabiya pada bulan Januari 2014 dan disebut selaku foto pengungsi Suriah yang biasa dipanggil Mona Liza Suriah.

Outlet-outlet media Arab dan Barat memang sudah mengumumkan gambar-gambar menakutkan itu dan mengklaimnya berasal dari Madaya yang waktu ini telah sukses berada di bawah kendali serdadu Suriah dan pasukan Hizbullah dalam beberapa hari terakhir. Gambar-gambar itu dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa warga kota ini kelaparan dan pasukan pemerintah pro-Suriah melarang mengirimkan bahan makanan kpd mereka.

Saluran berita Al-Arabiya dan Al-Jazeera bareng dengan media Arab dan Barat lain yang berafiliasi dengan mereka di wilayah, serta media-media propaganda Barat sudah mengumumkan beberapa laporan soal problem ini dalam beberapa hari terakhir sampai Gerakan 14 Februari juga sudah meluncurkan propaganda melawan Hizbullah di Libanon , seluruh mengakui bahwa orang-orang di kota Suriah itu sekarat sebab kelaparan di bawah pengepungan serdadu Suriah dan Hizbullah.

Sekarang, pertanyaannya ialah, apakah kenyataannya ialah seperti apa yang diklaim media-media ini? Mengingat kondisi perang yang sudah berlangsung lama di Suriah, tentu saja situasi kemanusiaan di Madaya dan kota-kota lainnya rapuh. Tapi tetap saja kebohongan soal keadaan yang sesungguhnya dari masarakat di Madaya terutama foto-foto menakutkan yang sengaja diumumkan media Saudi dan pro-Saudi, wajib diungkapkan.

 

peta Madaya

 

 

Gambar yang diumumkan oleh media-media Arab dan Barat soal orang-orang yang terkepung di Madaya sungguh menyakitkan. Mereka memperlihatkan bocah-bocah yang sudah berubah cuma tulang dan kulit, atau orang dewasa yang sekarat sebab kelaparan.

Dengan mencari gambar-gambar tersebut di internet, maka seseorang akan memahami bahwa gambar gambar itu kalau bukan berasal dari daerah lain di Suriah maka gambar tersebut bahkan nggak ada hubungannya dengan negara itu sama sekali.

Sejumlah gambar palsu diumumkan di media sosial dan oleh media Arab dan Barat itu dapat dilihat di sini :

foto palsu

Gambar ini sudah beberapa diumumkan di media Saudi dan media-media yang berafiliasi dengannya. Dalam keterangan gambar itu disebutkan bahwa Gadis di sisi kiri nggak akan berubah jadi seperti apa yang Anda lihat di sebelah kanan kalau bukan sebab kelaparan panjang di kota yang terkepung, Madaya.

Tapi pada kenyataannya ialah bahwa gambar sang gadis itu sudah diambil sebelumnya di Amman, ibukota Yordania, yang memperlihatkan seorang pengungsi Suriah disana, bahkan saluran berita Al-Arabiya mengumumkan gambar tersebut pada bulan Januari 2014 dan menyebut gambar itu selaku gadis Mona Liza Suriah.

Gadis yang sama yang muncul di berita Al-Arabiya pada 6 Januari 2014

foto seorang bocah laki-laki dari Ghouta Timur Damaskus dan bukan Madaya

Dapat dilihat, di sebelah kanan foto sang gadis, ternyata sama sekali bukan foto Mona Liza, tetapi foto seorang anak laki-laki dari daerah Goutha Timur serta nggak ada hubungannya sama sekali dengan Madaya.

Kebohongan lain soal Madaya:

Halaman tweeter Al-Jazeera mengumumkan sebuah gambar seorang lelaki dan mengakui bahwa lelaki ini ialah penduduk Madaya.

lelaki yang diklaim al-jazeera berasal dari madaya

Media lain yang berafiliasi dengan Saudi juga mengumumkan gambar yang sama dan menyebutnya lelaki kelaparan dari Madaya.

Loading...
loading...

media pro saudi yang juga melampirkan foto hoax

Namun sesungguhnya gambar ini ialah gambar seorang pengungsi Eropa yang sudah diumumkan pada tahun 2009. Dapat dicari melalui halaman yang tertera dalam gambar dan dibuktikan sendiri.

pengungsi eropa 2009

Kebohongan lain lagi kota Madaya:

 

Media Al-Arabiya dan al-Hadath sudah mengakui bahwa gambar diatas ialah gambar seorang bocah di Madaya yang kelaparan. Namun pada kenyataannya gambar tersebut ialah gambar seorang pengungsi Palestina di kamp pengungsian di Yarmouk pinggiran Damaskus, dimana mereka (para pengungsi Palestina itu) sudah jadi tawanan ISIS dan Front al-Nusra dalam waktu lama.

bayi palestina 31 Maret 2014

Kenyataannya, di atas ialah foto bocah yang sama di kamp Yarmouk yang diambil pada tanggal 31 Maret 2014.

Kebohongan Lagi Soal Kelaparan Madaya :

Foto lain yang juga dimuat oleh media-media di Saudi ialah foto yang disebut-sebut selaku seorang lelaki yang meninggal dunia sebab kelaparan yang sesungguhnya juga sebuah foto dari Ghouta Timur, dimana lelaki tersebut meninggal sebab sakit, mengalami malnutrisi dan kedinginan waktu daerah itu masih dikuasai teroris. Berita aslinya mampu dilihat di sini.

lelaki Zahiya

Gambar-gambar semacam diatas begitu beberapa berseliweran di internet, tapi dengan tidak banyak pencarian maka siapapun mampu menemukan bahwa pengakuan yang dibuat media-media Saudi, yang berafiliasi dengan Saudi, maupun media-media Barat itu nggak lebih dari sekedar HOAX dengan target untuk pembohongan publik dan mendeskreditkan pemerintahan Assad dan Hizbullah.

CNN, BBC, al-Arabiya, al-Jazeera, SkyNews, al-Nahar, Turk dan beberapa media pro-Saudi dan Barat sudah meluncurkan propaganda melawan Hizbullah  bersamaan dengan mengumumkan sejumlah gambar orang kelaparan, sakit, kekurangan gizi, dan kematian untuk mengakui bahwa orang-orang di Madaya sekarat sebab kelaparan dan Hizbullah wajib bertanggung jawab.

Namun outlet berita itu nggak menjelaskan apa-apa soal empat kota lainnya yang terkepung oleh teroris, seperti Foua’a dan Kafria di Idlib serta al-Zahra dan Nubl di Aleppo, di mana ribuan muslim Suriah terkepung oleh Jeish al-Fath. Kenapa orang-orang di Foua’a yang diserang oleh 30 rudal Grad dua hari lalu nggak menerima perhatian media Barat dan Saudi?

Realita kota Madaya

Kenyataannya bahwa pada tanggal 18 Oktober, puluhan truk full dengan bahan makanan dan obat-obatan masuk ke kota Madaya, Sarghaya dan Baghin. Makanan dan sokongan medis kargo yang terdiri dari puluhan truk cukup untuk 23.000 penduduk dari kota-kota kecil untuk bertahan hidup selama beberapa bulan.

Namun masalahnya ialah kota Madaya terkepung oleh Ahrar al-Sham, Front al-Nusra dan kubu teroris FSA, yang selaku besar penduduknya disandera oleh para teroris tersebut.

Orang-orang yang menolak untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok teror itu wajib meninggal dunia dipenggal, sementara mereka nggak mempunyai akses ke kargo makanan dan sokongan medis yang sudah dikirim.

Loading...

Beberapa warga berusaha meninggalkan kota tapi anggota milisi melarang mereka. Bahkan baru-baru ini, ditunaikan beberapa negosiasi dan 300 teroris setuju menyerah kpd serdadu Suriah tetapi anggota milisi lainnya sudah memblokir penyelenggaraan kesepakatan itu.

Gambar-gambar yang diumumkan oleh media Saudi dan Barat yang memperlihatkan kelaparan warga kota Madaya terbukti ialah hoax, dan terbukti bahwa media mereka cuma berusaha untuk menodai muka Hizbullah dan serdadu Suriah untuk mengurangi tekanan pada para teroris. Lagipula nggak logis Saudi tampak jadi full perhatian kpd orang-orang Madaya sementara melalaikan keadaan krisis kemanusiaan luar biasa di Yaman yang terjadi akibat bombardir kerajaan itu ke fasilitas-fasilitas publik disana.  (Al/ARN)

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :