Forum Takmir Galau Muncul Politisasi Masjid di Tahun Politik

Forum Takmir Gelisah Muncul Politisasi Masjid di Tahun Politik

Forum Takmir Galau Muncul Politisasi Masjid di Tahun Politik

Aroma dan nuansa politisasi masjid ketika ini kembali sebagai buah bibir, bahkan isue ‘Politisasi Masjid’ kian liar jelang tahun politik. Untuk mencegah terjadinya kegaduan politik yang diawali dari rumah ibadah tersebut, Forum Silahturahmi Takmir Masjid Bekasi Raya kembali menggelar halaqoh dan silahturahmi takmir masjid se-Kota Bekasi. Kali ini halaqoh di gelar di masjid Nurul Iman, Kelurahan Jaka Sampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (6/7).Dalam Halaqoh kali ini sejumlah ulama terkemuka baik dari Jakarta maupun Bekasi datang diantara KH. Soleh Sofyan. KH Sibroh Malisi dan Ustadz Ahmad Muslim atau yang dikenal dengan Ustadz Peci Merah.

Dalam tausiahnya, KH Soleh Sofyan mengajak terhadap para takmir masjid yang datang dalam acara tersebut supaya secara tegas menolak segala bentuk ‘Politisasi Masjid’ dan meminta supaya masjid dipakai demi kepentingan berdakwah dan syiar Islam.

“Kita seluruhnya menginginkan Nggak ada kegaduan politik yang diawali dari dalam masjid, sebab masjid merupakan tempat suci bagi ummat Islam oleh sebab itu janganlah kita gunakan masjid selaku tempat demi aktifitas politik praktis,” jelasnya.

kiai Soleh pun mengklaim Nggak alergi berbicara problem perpolitikan di dalam masjid. Tapi, tetap wajib ada adab dan aturanya diantara tetap santun, Nggak menghujat apalagi memprovokasi.

“Berbicara politik di masjid itu memang dibolehkan, yang Nggak boleh itu mempolitisasi masjid, jangan jadikan masjid selaku tempat demi berkampanye, menghasut, mengajak para jama’anya. Apalagi demi menghujat sutau golongan yang Nggak sesuai dengan kelompoknya,” kata kiai yang kerap mempergunakan kaca mata tersebut.

Hal senanda juga diungkapkan oleh kiai Sibroh Malisi, ulama yang senantiasa dengan gaya santainya ini meminta terhadap para takmir masjid supaya bener-benar memahami fungsi dan tugasnya selaku takmir masjid.

“Jangan mau diprovokasi, jangan mau diajak-ajak yang Nggak sebagai maksud keutaman masjid, fungsi takmir ya salah satunya bagaimana kita mampu memakmurkan masjid, menjadikan masjid selaku pembawa pesan kedamaian, dan rasa aman bagi para jama’ahnya,” tuturnya.

Dia pun setuju demi menolak segala bentuk politisasi masjid dan menyerukan supaya masjid dikembalikan sesuai dengan fungsinya, selaku tempat ibadah dan menyampaikan pesan suci agama.

“Bukan artinya urusan politik Nggak boleh dibicarakan di masjid, pembahasan politik di masjid semestinya menciptakan toleransi di masarakat, bukan berisi caci maki dan hinaan yang mendangkalkan pola pikir ummat Islam,” pungkasnya. (jawapos.com)

Source by Hakim Abdul

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :