Firanda, Fitnah dan Tipu Daya Gaya Salafi Wahabi (1)

Firanda Antara Fitnah dan Tipu Daya Gaya Wahabi. Firanda dengan kacamata kudanya mencoba mencari-cari kesalahan Habib Munzir. Entah dendam kesumat macam apa yang berkecamuk dalam hatinya sehingga membuatnya melakukan tindakan membabi buta tabrak sana tabrak sini menyangkut Habib Munzir. Bahkan karena tidak menemukan kesalahan Habib Munzir, Firanda berlagak seolah-olah kesalahan sudah ditemukannya pada Habib Munzir. Meniru gaya ulama paling tahu agama  Firanda berfatwa (baca: ngoceh)  ngalor-ngidul sepenuh hawa nafsunya di situs pribadinya Firanda.Com.

Apakah yang dikatakan Firanda itu kebenaran, fitnah atau sekedar dusta plus kejahilan yang dipoles dengan jargon ILMIYYAH ala Wahabi? Untuk mendapat jawabannya, mari kita ikuti pemaparan Ibnu Abdillah Al Katiby tentang kejahilan dan penipuan Firanda kepada ummat Islam berikut ini. Semoga setelah membacanya anda dapat mengetahui duduk persoalan dari apa-apa yang dibicarakan oleh Firanda. Ternyata Firanda tidak lebih adalah seorang manusia pendusta, jahil pemahamannya terhadap hadits-hadits dan perkataan ulama sehingga Firanda menjadi penipu Ummat Islam….

Penipuan Firanda Terhadap Umat dan Kedangkalannya di dalam Memahami Nash Hadits dan Ucapan Para Ulama  ( Bag. I)

 Oleh: Ibnu Abdillah Al Katiby

Firanda merasa bangga seolah telah menggapai cita-cita besarnya selama ini karena merasa telah berhasil mematahkan argumentasi Habib Mundzir terkait persoalan seputar kuburan. Merasa paling alim, paling pandai atas semua ucapan para Ulama Syafi’iyyah. Padahal argumentasinya penuh penipuan dan kedangkalan cara berpikirnya terhadap Hadits-Hadits Nabi Saw dan ucapan para Ulama Ahlus sunnah.
Sebentar lagi kita akan ketahui penipuan Firanda dan kedangkalan pikirannya terhadap Hadits-hadits Nabi Saw dan ucapan para ulama yang dia sebutkan dalam artikelnya tersebut dalam situsnya : http://firanda.com/index.php/artikel/bantahan/187
Firanda berkata :
Perkataan Al-Baidhowi tentang bolehnya beribadah di kuburan dalam rangka mencari keberkahan bertentangan dengan seluruh dalil yang menunjukan larangan menjadikan kuburan sebagai masjid, karena hadits-hadits tersebut melarang sholat di kuburan secara mutlak, tanpa membedakan niat mencari berkah atau tidak.
Jawaban :
Terlihat jelas kedangkalan Firanda di dalam memahami ucapan imam Baidhawi tersebut. Imam Baidhawi sama sekali tidak menghalalkan menjadikan kuburan sebagai masjid atau tempat peribadatan, karena sudah jelas nash hadits yang melarangnya :

لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور انبيائهم مساجد

“ Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashoro, sebab mereka telah menjadikan kuburan para nabi seperti tempat sujud “.
Beliau memang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid yang di atasnya dibuat tempat ibadah dan sholat di atasnya.
Yang diperbicangkan oleh imam Baidhawi adalah di luar ancaman hadits tersebut yaitu menjadikan masjid di samping kuburan orang yang shalih, perhatikan ucapan beliau berikut :

قال البيضاوي : لما كانت اليهود يسجدون لقبور الأنبياء تعظيما لشأنهم ويجعلونها قبلة ويتوجهون في الصلاة نحوها فاتخذوها أوثانا

لعنهم الله ، ومنع المسلمين عن مثل ذلك ونهاهم عنه

Imam Baidhawi berkata : “ Ketika konon orang-orang Yahudi bersujud pada kuburan para nabi, karena pengagungan terhadap para nabi. Dan menjadikannya arah qiblat serta mereka pun sholat menghadap kuburan tsb, maka mereka telah menjadikannya sebagai sesembahan, maka Allah melaknat mereka dan melarang umat muslim mencontohnya.
Catatan :
Beliau berpendapat tidak membolehkan dan haram menjadikan kuburan sebagai tempat peribadatan, yang mereka agungkan dengan bersujud pada kuburan dan menjadikan kuburan itu sebagai arah qiblat.
Dan lihatlah kelanjutan ucapan beliau tersebut berikut ini :

أما من اتخذ مسجدا بجوار صالح أو صلى في مقبرته وقصد به الاستظهار بروحه ووصول أثر من آثار عبادته إليه لا التعظيم له والتوجه فلا حرج عليه ، ألا ترى أن مدفن إسماعيل في المسجد الحرام عند الحطيم ، ثم إن ذلك المسجد أفضل مكان يتحرى المصلي بصلاته .

والنهي عن الصلاة في المقابر مختص بالمنبوشة لما فيها من النجاسة انتهى

” Adapun orang yang menjadikan masjid di sisi orang shalih atau sholat di perkuburannya dengan tujuan menghadirkan ruhnya dan mendapatkan bekas dari ibadahnya, bukan karena pengagungan dan arah qiblat, maka tidaklah mengapa. Tidakkah engkau melihat tempat pendaman nabi Ismail berada di dalam masjidil haram kemudian hathim ?? Kemudian masjidl haram tersebut merupaan tempat sholat yang sangat dianjurkan untuk melakukan sholat di dalamnya. Pelarangan sholat di perkuburan adalah tertentu pada kuburan yang terbongkar tanahnya karena terdapat najis
Catatan :
Imam Baidhawi membolehkan menjadikan masjid di samping makam orang sholeh atau sholat dipemakaman orang sholeh dengan tujuan meminta kepada Allah agar menghadirkan ruh orang sholeh tersebut dan dengan tujuan mendapatkan bekas dari ibadahnya, bukan dengan tujuan pengagungan terhadap makam tersebut atau bukan dengan tujuan menjadikannya arah qiblat.
Jelas sekali hal ini di luar dari ancaman hadits Nabi Saw di atas. Maka terbukti si firanda tidak pandai memahami ucapan imam Baidhawi ini. Dan telah berbohong pada umat atas ucapannya bahwa pendapat imam Baidhawi menyelisihi hadits.
Firanda juga berkata :
Perkataan Al-Baidhoowi akan bolehnya sholat dekat kuburan dalam rangka mencari keberkahan bertentangan dengan kesepakatan para ulama besar madzhab As-Syafi’i. Padahal kita ketahui bersama bahwasanya orang-orang yang “hobi” memakmurkan kuburan dan sholat di kuburan di tanah air kita rata-rata mengaku bermadzhab As-Syafii.
Jawaban :
Firanda memahami ucapan imam Baidhawi bertentangan dengan kesepakatan ulama besar madzhab syafi’i, sebab kebodohannya di dalam memahami ucapan imam Baidhwi tersebut dan para ulama lainnya.
Kita perhatikan berikut ini :

 واتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على كراهة بناء مسجد على القبر سواء كان الميت مشهورا بالصلاح أو غيره ، لعموم الأحاديث ، قال الشافعي والأصحاب : وتكره الصلاة إلى القبور ، سواء كان الميت صالحا أو غيره قال الحافظ أبو موسى : قال الإمام أبو الحسن الزعفراني رحمه الله : ولا يصلى إلى قبره ، ولا عنده تبركا به وإعظاما له للأحاديث ، والله أعلم

“Dan telah sepakat teks-teks dari As-Syafii dan juga Ash-haab (*para ulama besar madzhab syafi’iyah) atas kemakruhan membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau tidak karena keumuman hadits-hadits (*yang melarang). Asy-Syafi’i dan para Ash-haab berkata, ” Dan dimakruhkan sholat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang sholeh ataukah tidak”. Al-Haafizh Abu Musa berkata, “Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za’farooni rahimhullah : “Dan tidak boleh sholat ke arah kuburannya, baik untuk mencari barokah atau karena pengagungan, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A’lam”. ( Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu’ syarh Al-Muhadzdzab 5/289 )
Catatan :
Jelas imam Syafi’i dan ulama syafi’iyyah hanya memakruhkan membangun masjid di atas kuburan baik kuburan orang sholeh atau bukan. Dan juga makruh sholat menghadap kuburan baik kuburan orang sholeh atau bukan. Namun lain persoalan jika sholat di samping kuburan orang sholeh, maka para ulama syafi’I sepakat dengan imam Baidhawi yaitu membolehkannya. Kecuali imam Abul Hasan az-Za’farooni.
Imam Baidhwai dan imam Syafi’I juga para ulama syafi’i sepakat bahwa MAKRUH (TANZIH) hukumnya sholat di pekuburan bukan karena kaitannya dengan kuburan, namun kaitannya dengan masalah kenajisan tempatnya..
Simak kelanjutan ucapan imam Baidhawi berikut :

والنهي عن الصلاة في المقابر مختص بالمنبوشة لما فيها من النجاسة انتهى

“ Pelarangan sholat di perkuburan adalah tertentu pada kuburan yang terbongkar tanahnya karena terdapat najis. “
Huruf  ‘lam’ dalam kalimat tersebut berfaedah lit ta’lil (menjelasakan sebab). Arti kalimat itu adalah karena pada pekuburan yang tergali terdapat najis. Sehingga menyebabkan sholatnya tidak sah, apabila tidak tergali dan tidak ada najis, maka sholatnya sah dan tidak makruh.
Oleh karenanya imam Ibnu Abdil Barr, menolak dan menyalahkan pendapat kelompok orang yang berdalil engan hadits pelaknatan di atas untuk melarang atau memakruhkan sholat di pekuburan atau menghadap pekuburan. Beliau berkata :

وقد زعـم قـوم أنّ فى هذا الحديث ما يدل على كراهيّة الصّلاة فى المقبرة وإلى المقبرة، وليـس فى ذلك حُجة

“Sebagian kelompok menganggap hadits tersebut menunjukkan atas kemakruhan sholat di maqbarah / pekuburan atau mengarah ke maqbarah, maka hadits itu bukanlah hujjah atas hal ini.“
Karena hadits di atas bukan menyinggung masalah sholat di pekuburan. Namun tentang orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat peribadatan.
Pendapat imam Ibnu Hajar al-Haitsami (ulama syafi’iyyah) :

وقال ابن حجر : أشار الشارح إلى استشكال الصلاة عند قبر إسماعيل ، بأنها تكره في المقبرة ، وأجاب : بأن محلها في مقبرة منبوشة لنجاستها ، وكله غفلة عن قولهم : يستثنى مقابر الأنبياء ، فلا يكره الصلاة فيها مطلقا ; لأنهم أحياء في قبورهم

Ibnu Hajar berkata: “ Pensyarah berisyarat pada kemusykilan sholat di sisi kuburan Nabi Ismail bahwa makruh sholat di pekuburan. Dan beliau menjawabnya “ Letak kemakruhannya adalah di pekuburan yang tergali karena kenajisannya. Semua itu kelalaian dari ucapan mereka: “ Dikecualikan (sholat) di pekuburan para nabi, maka tidaklah dimakruhkan sholat di dalamnya secara muthlaq sebab para nabi itu hidup di dalam kuburan mereka “.
Dan disebutkan pula dalam kitab Mirqatil mafatih syarh Misykatul Mashabih berikut:

وفي شرح السنة : اختلف في الصلاة في المقبرة فكرهها جماعة ، وإن كانت التربة طاهرة والمكان طيبا ، واحتجوا بهذا الحديث والذي بعده ، وقيل : بجوازها فيها ، وتأويل الحديث أن الغالب من حال المقبرة اختلاط تربتها بصديد الموتى ولحومها ، والنهي لنجاسة المكان ، فإن كان المكان طاهرا فلا بأس ، وكذلك المزبلة والمجزرة وقارعة الطريق ، وفي القارعة معنى آخر ، وهو أن اختلاف المارة يشغله عن الصلاة ، قال ابن حجر : وقد صح أنه عليه الصلاة والسلام نهى عن الصلاة بالمقبرة ، واختلفوا في هذا النهي هل هو للتنزيه أو للتحريم ؟ ومذهبنا الأول ، ومذهب أحمد التحريم

“ Di dalam syarh sunnah “ para ulama berbeda pendapat tentang hokum sholat dipekuburan, maka sebagian kelompok ulama memakruhkannya, walaupun tanahnya suci dan tempatnya baik, mereka berhujjah dengan hadits tersebut dan hadits setelahnya. Ada juga pendapat (qila) Boleh (tidak makruh) sholat di pekuburan dan menakwilkan hadits bahwa umumnya kedaan pekuburan itu bercampurnya tanah dengan nanah dan daging si mayat sedangkan larangan itu karena kenajisan tempatnya, jika tempatnya suci maka tidklah mengapa (sholat di dalamnya).
Demikian juga tempat pembuangan sampah, penjagalan dan tempat jalan manusia, dan khusus tempat jalan ada alasan lainnya yaitu lalu lalangnya orang yang lewat dapat mengganggu kekhusyu’an sholat. Ibnu Hajar berkata “ Sungguh telah shahih bahwasanya Nabi Saw melarang sholat di pekuburan, namun para ulama berbeda pendapat dalam sifat pelarangannya, apakah larangannya bersifat tanzih (makruh tanzih) atau tahrim (makruh tahrim) ? Madzhab kami (madzhab syafi’i) adalah memilih yang pertama (yaitu MAKRUH TANZIH) sedangkan madzhab imam Ahmad memilih makruh tahrim “.
Imam Ibnu hajar menegaskan pada kita bahwa madzhab syafi’I menghukumi makruh tanzih sholat di pekuburan dan cukuplah beliau mewakili pendapat para ulama syafi’iyyah dalam kemakruhan (tanzih) sholat dipekuburan.
Imam Al-Qoori juga berkata masih dalam kitab Mirqah tersebut :

  وقيد ” عليها ” يفيد أن اتخاذ المساجد بجنبها لا بأس به ، ويدل عليه قوله عليه السلام : لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد

“ Nabi menggunakan kalimat  ‘alaiha (di atas) memberikan faedah  bahwa menjadikan masjid di sampingnya tidaklah mengapa. Dan menunjukkan atas yang demikian itu sabdanya Nabi Saw : Semoga Allah melaknat Yahudi dan Nashara yang menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid.“
Pendapat Imam Syarbini (Ulama Syafi’iyyah):

و قال العلامة الشربيني : والمقبرة (أي تكره) بتثليث الباء (الطاهرة) لغير الأنبياء صلى الله عليهم وسلم بأن لم يتحقق نبشها أو تحقق وفرش عليها حائل. (والله أعلم) للخبر السابق مع خبر مسلم {لا تتخذوا القبور مساجد} أي أنهاكم عن ذلك وصح خبر {لا تجلسوا على القبور ولا تصلوا إليها} وعلته محاذاته للنجاسة سواء ما تحته أو أمامه أو بجانبه نص عليه في الأم ومن ثم لم تفترق الكراهة بين المنبوشة بحائل وغيرها ولا بين المقبرة القديمة والجديدة بأن دفن فيها أول ميت بل لو دفن ميت بمسجد كان كذلك , وتنتفي الكراهة حيث لا محاذاة وإن كان فيها لبعد الموتى عنه عرفا أما مقبرة الأنبياء فلا تكره الصلاة فيها لأنهم أحياء في قبورهم يصلون فلا نجاسة.

اهـ

Al-Allamah Asy-Syarbini berkata: “ Dan pekuburan yang suci maksudnya makruh sholat di dalamnya, selain pekuburan para nabi sekiranya bongkaran kuburannya tidak nyata atau terbongkar namun dibebrkan penghalang di atasnya. Wallahu a’lam karena ada hadits yang berlalu dan bersama hadits riwayat Muslim berikut “ Janganlah kalian  menjadikan kuburan sebagai masjid “ artinya aku melarang kalian tas yang demikian itu. Dan juga ada hadits shahih “ Janganlah duduk di atas kubura dan jangn pula sholat menghadapnya. Illat (sebab pelarangan) adalah karena SEJAJAR DENGAN NAJIS baik apa yang ada di bawahnya, depan atau sampingnya, hal ini telah di tetapkan dalam kitab al-Umm (karya imam Syafi’i). dari sanalah kemakruhan tidak berbeda bai antara kuburan yang terbongkar, dengan penghalang atau pun tidak, juga antara kuburan yang lama maupun kuburan yang baru sekiranya dikubura mayat pertama kali bahkan seandainya mayat dikubur di dalam masjid maka juga demikian hukumnya.
Dan menjadi hilang hukum kemakruhannya jika tidak sejajar dengan najis walaupun berada di dalam pekuburan, karena jauhnya dari orang-orang yang mati secara umum. Adapun pekuburan para nabi maka tidaklah makruh sholat di dalamnya karena mereka hidup di dalam kuburannya dan sholat, maka tidaklah menjadi najis “.
Imam Qurthubi dalam kitab tafsirnya berkata :

وممن كره الصلاة في المقبرة  سواء كانت لمسلمين أو مشركين الثوري وأبو حنيفة والأوزاعي والشافعي وأصحابهم وعند الثوري لا يعيد وعند الشافعي أجزأه إذا صلى في المقبرة في موضع ليس فيه نجاسة للأحاديث المعلومة في ذلك ولحديث أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال صلوا في بيوتكم ولاتتخذوها قبورا ولحديث أبي مرثد الغنوي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لا تصلوا إلى القبور ولاتجلسوا عليها وهذان حديثان ثابتان من جهة الإسناد ولاحجة فيهما لأنهما محتملان للتأويل ولايجب أن يمتنع من الصلاة في كل موضع طاهر إلا بدليل لا يحتمل

)ج 10 ص 48-51

“ Di antara ulama yang memakruhkan sholat di pekuburan baik kuburan muslimin atau musyrikin adalah imam Sufyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah, al-Awza’i, imam Syafi’i dan para ulama syafi’iyyahnya. Menurut imam Sufyan ats-Tsauri tidak perlu mengulangi lagi (sholatnya yang dilakukan di pekuburan). Menurut imam Syafi’i boleh sholat di pekuburan jika di tempat yang tidak ada najisnya Karena hadits-hadits yang telah diketahui dalam hal ini dank arena hadits riwayat Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda “ Sholatlah di rumah kalian dan jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Juga karena ada hadits riwayat Abi Martsad al-Ghonawi dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda “ Janglah kalian sholat menghadap kuburan dan jangan duduk di atasnya. Dua hadits ini stabit dari sisi isnadnya dan tidak bisa diuat hujjah kedua hadits tsb karena mengandung kemungkinan adanya takwil dan tidak wajib melarang sholat di setiap tempat yang suci kecuali dengan dalil yang tidak mengandung takwil “.
Sekarang kita simak pendapat Imam Syafi’i sendiri dalam kitabnya al-Umm juz 1 halaman : 92 berikut ini :

والمقبرة الموضع الذي يقبر فيه العامة ؛ وذلك كما وصفت مختلطة التراب بالموتى ، وأما صحراء لم يقبر فيها قط ، قبر فيها قوم مات لهم ميت ، ثم لم يحرك القبر فلو صلى رجل إلى جانب ذلك القبر أو فوقه ، كرهته له ولم آمره يعيد ؛ لأن العلم يحيط بأن التراب طاهر ،

لم يختلط فيه شيء ، وكذلك لو قبر فيه ميتان أو موتى “

“ Dan pekuburan adalah tempat pengkuburan untuk umum. Demkian itu sebagaimana aku telah sifatkan yaitu bercampur dengan mayat-mayat. Adapun padang sahara, tidak ada satupun kuburan di dalamnya yang jika satu kaum kematian seseorang, kemudian tidak diaduk kuburan tersebut, maka seandainya ia sholat di samping kuburan tersebut atau di atasnya, maka aku menghukuminya makruh dan aku tidak memerintahkannya untuk mengulangi sholatnya, karena diketahui benar bahwa tanah itu suci tidak bercampur sedikitpun dengan sesuatu, demikian juga seandainya di kuburkan dua atau beberapa mayat di dalamnya.“
Catatan :
Cukup jelas nash imam Syafi’i tersebut memberikan faedah bahwa pekuburan yang tergali adalah najis dan tidak sah sholat di dalamnya. Adapun pekuburan yang tidak tergali, maka hukumnya suci dan sholat di dalamnya hukumnya sah. Demikian juga beliau Imam Syafi’i mengembalikan illatnya (sebab pelarangan) pada dikhawatirkannya najis, jika najisnya hilang, maka hilanglah hukum kemakruhannya.
Firanda berkata :
Dan telah lalu atsar kisah Anas bin Malik yang sholat di dekat kuburan tanpa ia sadari, dan tentunya Anas tidak sedang mencari barokah di kuburan. Namun demikian ia tetap ditegur oleh Umar bin Al-Khottoob radhiallahu ‘anhu.
Oleh karenanya wajib bagi Habib Munzir – yang telah menukil dan sepakat dengan perkataan Al-Baidhowi ini – untuk mendatangkan dalil yang mengkhususkan dalil-dalil umum dan mutlak larangan sholat di kuburan…!!! Karena sebagaimana yang dikenal dalam ilmu ushul fikih jika datang dalil secara umum dan mutlak lantas tidak ada dalil yang mengkhususkannya atau mentaqyidnya maka dalil tersebut tetap pada keumuman dan kemutlakannya.
Jawabanya :
Justru atsar tersebut menjelaskan kebolehan sholat di samping kuburan, karena saat itu Anas bin Malik sholat menghadap kuburan, lalu ketika Umar bin Khoththob menegurnya, maka Anas bin Malik melangkahi kuburan tersebut dan tetap melanjutkan sholatnya tanpa mengulangi sholatnya lagi dan bahkan Umar bin Khoththob pun tidak memerintahkannya utk mengulangi sholatnya.
Oleh karena itu imam Ibnu Hajar mengomentari atsar tersebut setelah menukilnya sebagai berikut :

وَقَوْلُهُ وَلَمْ يَأْمُرْهُ بِالْإِعَادَةِ اسْتَنْبَطَهُ مِنْ تَمَادِي أَنَسٍ عَلَى الصَّلَاةِ وَلَوْ كَانَ ذَلِكَ يَقْتَضِي فَسَادَهَا لَقَطَعَهَا وَاسْتَأْنَفَ

Dan perkataanya “Dan tidak menyuruhnya mengulangi (shalat)” merupakan istinbath dari meneruskannya Anas akan shalat. Andaikan yang demikian itu merusak shalatnya, tentu diputus shalatnya dan mengulanginya dari semula. [Fathul Bari libni Hajar I:524, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379]

 

Dan rupanya Firanda tak paham kaidah ushul fiqih berikut ini :

النَهْيُ يَدُلُّ عَلَى فَسَادِ المُنْهِىِّ عَنْهُ مِنَ الْعِبادَاتِ اَوِ اْلمُعًامًلاتِ

 “Pelarangan menunjukkan atas rusaknya perbuatan yang dilarang baik berupa perkara ibadah atau pun mu’amalah.“

Misalnya : Larangan shalat dan puasa bagi wanita yang haid dan nifas, maka jika sholat tetap dilakukan, maka sholatnya rusak.

Nah jika hadits sholat menghadap kuburan atau sholat di sisi kuburan sebuah larangan keharaman, maka sudah pasti kaidahnya sholat itu rusak dan batal. Tapi sahabat Anas bin Malik tidak mengulangi sholatnya, itu artinya sholat beliau sah dan tidak rusak.

Bersambung….

(Ibnu Abdillah Al-Katibiy)
04-Desember-2011
Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

326 Comments

  1. BEHGG!!!! nunggu jawaban si dullah dari pertanyaan kang wahyu lama amiit ……udah hampir 8 bulan gak dijawab!!! kemana nih si dullah… masak ngumpet di kandang ular sawah??? 😀 😀 😀

    ni pertanyaan kang wahyuboez says:
    December 17, 2011 at 11:58 am
    @Admin…
    Sy izin share lg tentang pembahasan bid’ah dr grup pembela aswaja diFB untuk sebagai tambahan dan penguat argumentasi artikel diatas jg artikel2 yg lainnya, ini adalah pertayaan dr Kang ‘ala Kulli Haal 6 bulan yg lalu buat para wahabi yg sampai sekarang tidak satupun wahabi yg mampu menjawabnya, dan mash ada banyak pertanyaan dari Kang ‘aLa Kulli jg tmn aswaja lainya untuk wahabi yg sampai sekarang tidak sanggup mereka jawab dan maaf jika ini sedikit melenceng dr pokok bahasan diatas….. dst…

    ayo dullah keluar!!! kemana aja ente… jawab klo ente bener2 gentle dn konsisten atas pernyataan2 ente slm ini… pertanyaaan sdh sejak December 17, 2011 at 11:58 am… tp blm ada jawaban…. cpdeeeehhhhhh!!!!

    ASWAJA YESSS!!!!…. WAHABI owww NO WAY!!!!!!!!!!!

  2. @dultukang bacot…:
    ente mahir bener di dunia maya nan gagah berani seolah seperti manusia paling cerdas..
    real aja dul ..dialog..jangan kayak kodok dalam tempurung..wajah ente kyk gimane..?? datenglah ke jakarta jika akidah atau bacot ente bener mah jangan takut dul…gak usah bales bacot tapi sebutin aja maunya di mana..?? afwan ..syukron

      1. Mbak Lusiana,

        Ha ha ha… link antum kalau diklik keluar gambar keren. Ya mungkin itulah yg disebut kontradiksi Wahabi,

  3. @mas Dani Kahiking
    – Yang kalo pengajian banyak buang2 duit buat yg berguna jamaah siapa?
    – Yang kalo kajian ganggu orang siapa ?
    – yang kalo kajian tempatnya maksiat siapa ( utk numpang pacaran – maaf )
    – yang klo kajian pada ga sholat isya siapa ? ( waktunya sholat isya malah pada ngrokok di jalan depan mesjid sambil bergerombol ratusan bahkan ribuan orang… ini nyata setiap ada tabligh )itu aja liatnya WAHAI orang2 DUNGU !!!

    ~» Astagfirullah mas Dani
    Seharusnya anda bisa bedakan mana orang yang benar-benar awam saol agama dengan ahlusunnah waljama’ah yg sebenarnya.
    Yang namanya aswaja itu ya yang tidak menyalahi al-quran dan hadist. Kalau dia sudah menyalahi al-quran dan hadist meskipun ikut pengajian atau tabligh akbar di aswaja ya dihadapan Allah bukan termasuk ahlusunnah waljama’ah.
    Tetap yang mengakui si fulan itu ahlusunnah waljama’ah ya hanya Allah semata, mas.

    Tapi juga jangan mengejek sedemikiannya mas, karena bisa jadi orang-orang yg pacaran, tidak sholat isya, yang menghamburkan uang buat hal-hal negatif, dan lain-lain (yang mas sebutkan) itu sedang belajar, mudah-mudahan suatu saat hatinya tergetar dan bertaubat.
    Buktinya banyak kok yang tadinya cuma nongkrong, ngerokok di luar masjid eh ternyata akhirnya taubat dan menjadi sangat taat.

  4. Hahahaha< Jaman Edan jaman edan>> orang ga pada punya ilmu pada berkoar-koar kaya TOA sember>> amit-amit
    yang bener kita lihat aja para Jama’ahnya kesehariannya,
    itu pasti mencerminkan Imamnya,….
    – Yang kalo pengajian banyak buang2 duit buat yg berguna jamaah siapa?
    – Yang kalo kajian ganggu orang siapa ?
    – yang kalo kajian tempatnya maksiat siapa ( utk numpang pacaran – maaf )
    – yang klo kajian pada ga sholat isya siapa ? ( waktunya sholat isya malah pada ngrokok di jalan depan mesjid sambil bergerombol ratusan bahkan ribuan orang… ini nyata setiap ada tabligh )itu aja liatnya WAHAI orang2 DUNGU !!!

    1. qt husnudzon ja neng.. kyknya si dul dah insyaf ..atw gi merenung/ tafakkur kali. sbnarnya si dul ni “anak” baik tp krn trlanjur kena gigitan ular sawah, jd penawaran racunnya ya perlu waktu.. insya.. bagi ikhwan2 yg tergigit ular SAWAH, UMMATI ni bs jadi obat pnawarnya.. amin..

  5. Ya kl gitu akhirnya tanpa mereka sadari mereka itu sama dengan memamerkan kebodohannya ya kang ucep? ^^
    Sebenarnya kasiahan jg ya all aswaja? Sebenarnya mereka itu adalah org2 punya semangat yg tinggi dalam mempelajari islam yg benar, namun ironisnya menggali ditong sampah… ^^

  6. <Eh, dul.. aswaja kin g makkah-madinah gk arep ngaji ng ular2 SAWAH.. ngaji karo ular2 sawah tu paling2 Cuma di suruh berakidah “BUMI ITU DATAR n GK BULAT” tp arep HAJI n SOWAN NABI..
    Lho dul.. ente yo prcoyo tho nk banyu zam-zam ku ono barokahe??? He..he..

  7. @Admin…
    Sy izin share lg tentang pembahasan bid’ah dr grup pembela aswaja diFB untuk sebagai tambahan dan penguat argumentasi artikel diatas jg artikel2 yg lainnya, ini adalah pertayaan dr Kang ‘ala Kulli Haal 6 bulan yg lalu buat para wahabi yg sampai sekarang tidak satupun wahabi yg mampu menjawabnya, dan mash ada banyak pertanyaan dari Kang ‘aLa Kulli jg tmn aswaja lainya untuk wahabi yg sampai sekarang tidak sanggup mereka jawab dan maaf jika ini sedikit melenceng dr pokok bahasan diatas.

    ‘aLa Kulli Haal
    Ini sdh tdk bs dibiarkan,
    Karena wahabi msh berskeras untuk mempertahankan pendapat mereka bhw tdk ada bid’ah hasanah,

    Kalau memang wahabi lebih faham dalam ilmu hadist, tolong terangkan kpd kami tentang hadist dbwh ini sesuai nahwu shoraf mantiq dan balagoh

    كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة

    1.dmana maudhu’ nya?
    Ada brp?
    2.dmana mahmul nya?ada brp?

    3.dmana muqaddam? Ada brp?

    4.dmana taali nya? Ada brp?

    5.dmana muqaddimah shugro
    nya? Ada brp?

    6.dmana muqaddimah kubro
    nya ? Ada brp?

    7.tolong diqiyas kan dan dmana letak pembuangan had wasath nya sesuai syikil awal kh? Syikil tsani kh? Syikil tsalist kh? Atau syikil robi’ kh?

    8.apakh boleh di aksul mustawi
    kan dsni sesuai keif dan kam nya?

    9.apakh shoh tanaqudh dbhasan ini sesuai keif dan kam nya?

    10.saya jg minta ta’rif bid’ah sesuai had tam

    11.sesuai had naqish

    12.sesuai rasm tam

    13.sesuai rasm naqish

    14.sesuai alfazh

    15.apakh natijahnya kulliyah mujabah?

    16.atau kh juz-iyah mujabah
    ?

    17.tunjukkan dmana musnad
    nya?

    18.dmana musnad ilaih
    nya?

    19.adakah dsini hazfu muhdhaf
    ? Dmana?

    20.tunjukkan dmana qoshar
    nya?

    21.dmana ijaz nya?

    22.dmana ithnab nya?

    23.adakh dsini janas?

    24.kullu kpd muhdatsah itu

    idhofat apa?

    25.kullu kpd bid’ah itu idhofat

    apa?

    26.muhdatsah itu mashdar

    apa?

    27.bid’ah itu mashdar apa?

    28.dholalah itu mashdar apa?

    29.hurup jar pada finnar

    bima’na apa?

    30.fi itu muta’alliq nya

    kemana?

    Ingat !!!!! Yang berkata ini adalah rasulullah yg dberikan mu’jizat jawaami’ul kalam,
    Dsni terdapat pembahasan ilmu nahwu, sharaf, mantiq dan balagah yg tinggi, bukan sembarangan menterjemahkan

    Jika memaknakan kalimat itu dgn : SETIAP BID’AH YAITU SESAT

    Ini namanya terjemah,dan terjemah yg dangkal spt ini tdk bs di ambil hukum untk mengatakan maulid,tahlilan,peringatan isro mi’roj itu adalah bid’ah dholalah

    Saya akan bahas sdkt dsni tntng perbedaan rasulullah dgn para ulama wahabi,
    1.rasul mengatakan
    كل بدعة ضلالةini tdk dgn hawa nafsu,dgn dalil
    وما ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى

    Sedangkan wahabi dsni mengatakan
    كل بدعة ضلالة
    Dgn hawa nafsu mereka,dgn dalil bhw ilmu nahwu,sharaf,mantiq dan balagah para wahabi dsni tdk ada sama skali,bhkan cuma taklid BUTA

    Jd para penonton dpt menilai mana yg benar dan mana yg jelas salah

    Soal 30 pembahasan diatas jwbn saya sangat singkat aja kok,ini jwbn saya

    Jwbn pembhasan pertama:
    tdk semua bid’ah itu sesat,tp cuma sebagian besar aja,bkn semuanya

    Jawbn pembhasan kedua:
    Semua bid’ah itu memang sesat KECUALI BID’AH HASANAH

    Jawaban yg ke tiga :
    Setiap dari sebagian bid’ah itu sesat

    Jikalau wahabi memang tdk setuju dgn 3 jwbn saya ini,
    maka silahkan bahaslah dgn ilmu tentang 30 pembahasan diatas, dan jgn muter2 dgn kata2 kotor, krn itu mencerminkan hati anda kotor jg, aplg mau mengalihkan ke pembahasan lain, itu sama dgn menunjukkan kebodohan anda, saya memerlukan teman diskusi yg agak alim dan sedikit berbobot dr wahabi, bukan anak kecil yg baru belajar udah mau nyalahin. orang! Hehehe

    1. mas wahyu… ular2 SAWAH tu gmn mungkin lah bs jwb soal2 manthiqiyah?? gak mungkin lah…!!! org mrk tu jg cuma bisa baca terjemah….he..he..

      1. Tapi kok mereka sok buanget nyunahnya ya Kang AL WABAHI…???
        Padahal ilmu mereka ngak ada apa2nya jika dibandingkan dengan anak2 santri… hehehehe

  8. yeacchh..REFRESH dulu smbil baca anekdot ahh..
    seorang aswaja pulang dr ngaji. . di jalan brtmu segrombolan ular sawah (SAWAH) yg smuanya brtitel SPd. (Sarjana pendidikan).Dan terjadilah dialog spt brkut..
    SAWAH :” hai aswaja.. percayakah ente klw bumi tu bulat?”
    Aswaja : “gak pecaya….yg benar bumi itu datar!!”
    SAWAH :” goblok..o’on..Bahlol… bukakah sudah dibuktikan scr ilmiah n jadi fakta klw bumi tu bulat ??
    Aswaja :”eee..ente klw comen jgn asl njeplak ya !! mana buktimu ? »
    SAWAH :”nih baca buku2 ini..semua n jgn spotong2!!”
    Lalu aswaja n sawah membaca buku2 tsb n akhirnya aswaja percaya klw bumi itu bulat..
    Aswaja : “lha truz klw ada orng yg ngotot tetap gk prcaya klw bumi tu bulat gmn??”
    SAWAH :”ya orang tu..berarti GOBLOK n MATANYA BUTA trhadap kebenaran yg nyata!!!”
    Aswaja : “ee..ee.. tawkah ente siapa yg FATWAkan bumi tu DATAR n TIDAK BULAT???”
    SAWAH :”tidak.. cp dia..cp dia…??”
    Aswaja : “lha itu ..SYEH BIN BAZ DKK mufti Saudi Arabia”
    SAWAH :”eee..ente jgn asal njeplak n fitnah beliau ya! Beliau tu mufti agung n gk mungkin bodoh. Mana burhan ente?
    Aswaja : “nih baca kitab majmu’ fatwa bin baz dkk Jus 6 /68”
    Lalu aswaja n sawah membaca2 kitab fatwa tsb n tiba2… sawah mengumpat,”Goblok..Goblok…”
    Aswaja : “hai sawah.. ente jgn ngumpat ane!!’
    SAWAH :”ane gk ngumpat ente.. tapi ngumpat bin baz dkk !!! »
    (sambil nggloyor pergi gk henti2nya SAWAH dkk ngumpat bin Baz dkk…GOBLOK..GOBLOK..GOBLOK..!!!”)

    1. qi qi qi…. nahan ngakak akhi… mantabbbbb…! Emang Wahabi paling cocok dibuat mainan n lelucon, kita bikin lawakan aje deh karena mereka memang lucu-lucu akibat dari kontradiksi mereka yg parah.

  9. Sebenarnya ga ada fungsinya bahas masalah lain2. Masalah pokok saja sudah beda yaitu TAUHID. Kalau masalah ini sudah beda apalagi dengan masalah lain?
    Apabila Tauhid-nya salah jelas semua juga salah karena jelas2 dia KAFIR dan masuk NERAKA KEKAL. Camkan itu.

    1. @abu umar

      -Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang Berkata kepada orang yang Telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang dikatakannya tadi?” mereka Itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.
      -Dan oraang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.
      -Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, Karena Sesungguhnya Telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang?
      -Maka Ketahuilah (hai Muhammad), bahwa Sesungguhnya tidak ada Illah selain Allah (La Illa ha ilallah) dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. (QS Muhammad : 16-19)

      Apa Ente dah mengingkari ayat ini ya, apa dalam tauhid Allah menyuruh dibagi 3 ?

    2. Tauhid dibagi 3 itu batil, itu bukan ajaran Islam, kalian Wahabiyyin kenapa susah dikasih tahu? Dalil2 yg kalian katakan sebagai dalil pembagian Tauhid itu sama sekali tidak ada hubungannya dg pembagian Tauhid. Sadarlah kalian selagi nyawa kalian belum sampai di kerongkongan.

      Kalau Tauhid bisa dibagi, tentu Rasul Saw sudah membaginya, atau Sahabat dan tabi’in sudah melakukan. Nyatanya mereka tidak pernah membagi Tauhid, kalau lah pembagian Tauhid itu baik tentu mereka sudah melakukannya.

      Itulah perbedaan Tauhi kalian dg Tauhid kami Aswaja.

      1. Coba kata2nya diganti:

        Sifat 20 itu batil, itu bukan ajaran Islam, kalian Asy’ariyah Jahmiyyah kenapa susah dikasih tahu? Dalil2 yg kalian katakan sebagai dalil sifat 20 itu sama sekali tidak ada hubungannya dg nama dan sifat Allah. Sadarlah kalian selagi nyawa kalian belum sampai di kerongkongan.

        Kalau ada nama & sifat Allah yang lain, tentu Rasul Saw sudah memberitahunya, atau Sahabat dan tabi’in sudah melakukan. Nyatanya mereka tidak pernah merumuskan sifat 20, kalau lah sifat 20 itu baik tentu mereka sudah melakukannya.

        Itulah perbedaan keyakinan kalian dg keyakinan kami pengikut Salaf Shalih.

        1. qi qi qi… kehabisan peluru ya Pak Dul? Kalau kehabisan peluru nyerah aja, dan kembalilah kepada tauhid yang benar. Jangan lagi2 berdekatan dg Tauhid Tiga. Berdekatan aja jangan apalagi sampai memegangnya sebagai pedoman Tauhid. Karena Tauhid Tiga itu benar2 sumber kemusyrikan yg tidak kalian sadari. Efek negatifnya terlalu berat, Pak Dul.

          1. Lho, Mbak Aryati, Tauhid tiga itu efek sampingnya apa kok sampai berat begitu? Mohon dishare aja Mbak, biar pada tahu khlayak ramai muslimin.

  10. Karena Asnjembek-i tidak mau berdiskusi lebih lanjut tentang sanad, berarti selesailah diskusi tentang sanad (yang lain masih lanjut). Kesimpulan akhir dari diskusi tentang sanad:
    * Yang dimaksud tentang sanad ternyata bukan sanad keguruan, tetapi sanad dzikir sufi. Hal ini tidak pernah dijelaskan sebelumnya, baik di forum majelis rasulullah atau di tempat lain.
    * Selain sanad dzikir sufi, Habib Munzir juga punya sedikit percikan sanad keguruan dari Mekkah dan Madinah ke kitab2 Imam mazhab dan kitab2 hadits.
    * Menurut Habib Munzir, orang kalau tidak punya sanad (dzikir sufi) otomatis dia itu bodoh, tidak berhak berdiskusi dengan dia. Padahal ulama2 zaman dulu kalau membantah hujah orang2 yang menyimpang pemahamannya tidak pernah berkata “kamu tidak punya sanad, kamu bodoh, tidak usah berdebat”.
    * Sanad dzikir sufi ada yang didapat dengan cara dusta, seperti yaqazah (bertemu Nabi SAW dalam keadaan jaga), ilham ilmu laduni, dll.
    * Sufi baru muncul sekitar tahun 300H di Irak, sehingga dari mana sanadnya sampai ke Abu Bakar ra atau Ali kw, merupakan misteri yang tak terpecahkan.

    1. Abdullah: * Sufi baru muncul sekitar tahun 300H di Irak, sehingga dari mana sanadnya sampai ke Abu Bakar ra atau Ali kw, merupakan misteri yang tak terpecahkan.

      Kalau Wahabi munculnya kapan Mbah Dul? Kenapa tiba-tiba para pengikut Wahabi sejak Albani jadi aktifisnya pada mengaku-ngaku sebagai Ahlussunnah Waljama’ah padahal seluruh kelakuannya bertentangan dengan Ahlussunnah Wal Jama’ah? Apa gak lucu itu Wahabi?

      1. Pernyataan ini perlu diluruskan. Salafi artinya mengikuti kaum salaf, yaitu kaum pada zaman Nabi SAW, Sahabat, dan tabi’in. Tentu saja bertentangan dengan Aswaja ala NU atau lebih tepatnya Asy’ariyyah wa Jahmiyyah, karena tidak mau menjalankan bid’ah2 yang dianggap budaya, seperti ngumpul di tempat orang yang kematian, minta2 di kuburan, maulidan dengan shalawat bid’ah dan menganggap Nabi SAW sendiri hadir di sana, dll.

        1. O begitu ya Pak Dul? Mari kita buktikan apakah benar Wahabi itu pengikut Salaf Sholih? Sayyidina Umar bin Khottob memberi pernyataan bahwa ada bid’ah Hasanah, tapi Wahabi/Salafy menentang adanya bBid’ah hasanah. Sayyidina Utsman mempelopori adzan dua kali pada shalat Jum’at, tapi Wahabi/Salafy mengatakan apa yg dilakukan Sahabt utsman adalah bid’ah. Apakah kelakuan Wahabi seperti ini bisa disebut sebagai pengikut Salaf? Non sens pak Dul, dan masih banyak penentangan2 Wahabi terhadap sunnah-sunnah Salafus sholihin. Tapi dua contoh tersebut sudah cukup membuktikan Wahabi itu hanya ngaku-ngaku pengikut Salaf. ngGombal doang itu Wahabi….

          1. Ular2 SAWAH tu klw ngrumpi sak grombolane mah berbisik-bisik bilang :
            1.UMAR BIN KHOTTOB RA bid’ah
            2.UTSMAN BIN AFFAN pcinta harta
            3. ALI BIN A.T. RA « mahdzul (terhina), ambisius n berperang u/kpntingan dunia bukan agama »
            Mau bukti???

          2. Waduh, pentaklid Hasan Saqqof iki ngumbar fitnah nang endi2. Mending ngewangi salafytobat kono cek akeh artikel fitnah-e.

          3. Nih baca kitab انباء الغمر juz 1 hal 49-50 dan uraian ini mulai dari jaman dulu sampai sekarang blum da yg bantah.. kcuali ente mungkin..
            لقوله في علي ما تقدم ولقوله أنه كان مخذ ولا حيث ما توجه وأنه حاول الخلافة مراراً فلم ينلها وإنما قاتل للرياسة لا للديانة ولقوله أنه
            كان يحب الرياسة وأن عثمان كان يحب المال ولقوله أبو بكر أسلم شيخاً يدري ما يقول وعلي أسلم صبياً والصبي لا يصح إسلامه
            Artinya.. krn ucapan Ibnu Taimiyah ttg ALI RA yg tadi dan ucapannya bhw “Ali ORANG YG TERHINA KEMANAPUN MENUJU. DAN ALI MENGUPAYAKAN KURSI KEHALIFAHAN BERKALI2 TP SLLU GAGAL DAN DIA BERPERANG TUK KEPEMIMPINAN BUKAN TUK NILAI AGAMA. ALI CINTA KEPEMIMPINAN DAN USMAN CINTA HARTA” …..Dst

          4. Kon entuk bukune teko endi? Tak golek2i ternyata akeh2e teko situs2 syi’ah. Pancene nek wis satu tujuan, kerjasama wis biasa. Asjam ternyata kerjasama mentahrif buku2, lucune ngarani Wahabi sing mentahrif. Parah iki, senengane taqiyyah. Ya opo meneh, lha nek ketua NU dhewe ngomong NU iku pancene mirip2 karo Syi’ah.

          5. Abdullah, kami Aswaja sudah maklum kok bahwa setiap yg kontra Wahabi dianggap Syi’ah oleh kalian. Namanya juga ngandalin kacamata kuda, ya seperti itulah kalian. Gak bisa lihat kiri kanan, yg kelihatan cuma apa2 yg ada di depannya. Sama kaya Celeng/babi hutan bisanya asal nyeruduk, bress bress bresss….!!! Pohon atau tembok juga diseruduk, kasihan deh.

          6. Syi’ah memang ada yg sesat, tetapi Wahabi itu lebih-lebih (paling) sesat di antara firqoh2 sesat di dalam Islam. Hanya Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) yg tidak sesat.

          7. Oh, Wahabi iku sesat yo? Yo wis, ojo nang Mekkah karo nang Madinah, iku kan pusat-e wong sesat? Lha adoh2 nang Masjidil Haram karo Masjid Nabawi, ndilalah imam-e wong sesat, gak sah sholat-e, mending sholat nang Tebuireng ae. Gak iso sangu zamzam gak opo2, sik iso sangu lemah.

          8. songko kitab
            1.INBAUL GHMR krya : ibnu hajar . terb : mktbh syamela (nggone wahabi dewe)
            2.siyaru a’lamin N kry Adz Zahabi terb : mktbh syamela (nggone wahabi dewe)
            pa ibnu hjr m ad zahabi syiah? tdk ada yg katakan keduanya syi’ah kcwli.. KHOWARIJ….!!!

          9. Mister Abdullah….harusnya cek and ricek atuh…
            kan udah disebutin judul buku2nya. kenapa gak nyari di toko2 buku….???

          10. Abdullah@

            Sudah dua hari kok gak dijawab itu sanggahan ane, berarti benar kan kalian bukan pengikut salaf? Coma ngibul doang kan buat ngibulin masyarakat Muslim agar jadi pengikut firqoh sesat Wahabi?

    2. Huaha ha ha… koment berantakan gitu kok masih nekad ini Dul Bedul. Mentang2 gak kelihatan mukanya terus kemaluan (rasa malunya) hilang. Benar manusia setan yg tak ada malunya.

      1. Suporter atau cheerleader kaya kamu sih bisanya cuma teriak2 goblok, tolol, nekad, dll, tapi ndak pernah ada satu pun komen dari kamu yang berkaitan dengan diskusi. Khas bonek aswaja, ngandalno okol timbang akal.

        1. Satu2nya kehebatan Abdullah ini adalah menganggap diri paling benar dan yg lain salah, ini ciri khas pengikut Salafi Wahabi (Sawah), di mana pun mereka berada baik online maupun offline. Kalau diajak diskusi langsung secara terbuka tidak bakal berani, apalagi setelah terbukti dari debat2 sebelumnya mereka tidak pernah menang dalam berhujjah. Keok melulu…. Mulai dari Utadz Ahmad Thoharoh, Mahrus Ali dll, KO semuanya.

          Firanda dijamin tidak akan berani diskusi langsung secara terbuka dg anak Aswaja…. Coba tanya Firanda sana Pak Dul.

  11. Buat ikhwan aswaja…Ane punya pengalaman unik.. 2 hari ini, ane kunjungi situs blog qoulan sadida..(ane singkat..LANDIDA)
    Anehnya :
    1.muqoddimah artikel brjudul “habib mundir menghujat ulama Saudi”yg ane katakan bid’ah krn bunyinya, “sgl puji bagi allah rabbuna azza wajalla yg bersamayam di atas arsynya”, skarang berubah mnjadi “sgl puji bg allah ..tuhan smesta alam… dst”. Alhamd..
    2.bbrp komen ane atas isi artikel di blog tsb yg sudah pada MUNCUL kok selang 4 jam bs hilang smw ya?? Apa krn di DELETTTT sm adminnya pa krn kena malware ya??
    3.da yg bs kasih info? THANK’S

    1. Wahabi ya emang seperti itu, Kang. Jangankan koment antum, kitab2 ulama saja didelete oleh mereka kalau tidak sesuai hawa nafsunya kok? Kitab Imam Nawawi aja didelete yg menerangkan bab Ziarah Kubur Nabi Saw. Ziarah kubur kan hal paling dibenci oleh kaum SAWAH (Salafi Wahabi), makanya didelete deh.

    2. AL WABAH-I ( no al wahabi ) @

      Wahabi itu persis seperti yg dikatakan Allah dalam AlQur’an: “walakilla tuhibbunannasihiin….(Gak bisa dinasehati akibat merasa paling benar dan yang lain salah semua)….

      Hal ini bisa dilihat dari gaya blog “qoulan sadida”, padahal kata2nya yg sok ulama itu sungguh tidak enak dibaca buat orang yg mengerti persoalan agama.

    3. Sama ane juga, sebelum kenal blog @ummati ini, ane sering kunjung ke blog2 wahabi, setelah komen trus dijawab sekali, setelah itu blass antah berantah paling lama 1-2 jam.

  12. buat ikhwan aswaja smw.. ane punya pengalaman unik..
    dua hari ni.. ane ngunjungi blog QOULAN SADIDA (ane singkat.. landida).. anehnya :
    1. muqoddimah artikel yg ane kritisi n ane katakan bid’ah, bunyinya, “segala puji bagi allah rabbuna azza wajalla yg bersemayam di arsy..dst”, skarang kok bs berubah jadi “segala puji….. tuhan smesta alam”
    2. bbrpa komen ane yg sudah pada muncul… kok baru 4 jam dah hilang gak trsisa ya? pa di deletttt???
    3. ada yg bs bantuu??

      1. Abdullah: langsung ae neng web-e Firanda.

        Nte pikir kami-kami tidak pernah koment di blog Firanda Pendusta, memang Firanda dit com itu pengecut tidak berani menampilkan koment-koment yg sekiranya membantah telak artikel2nya. Saya yakin orang2 di sini yg bukan Wahabi koment nya di sana pernah didelte atau tidak dimunculkan. Dan rata2 blog Wahabi/salafy memamng demikian adanya. Memang ini kan karakter dasar dari aliran sesat sebab takut ketahuan kesesatannya oleh para pengikutnya yg pikirannya tajam dan kritis. Bisa lenyap tuh pengikut Salafy Wahabi kalau mereka sadar apa yg diikutinya adalah kesesatan yg nyata..

  13. Asnjembek-i berkata:
    1.bagi yg gk mampu ISTINBAT dr Quran/hadis spt si dul hrs TAKLID pd salah satu dr imam 4 madzhab..krn imam 4 madzhab itu dah dispakati muslimun sbg salafus sholih scr IJMA’. Dan tidak boleh taklid pd ibnu taimiyah/qoyyim krn mrk brdua bukan salafus sholih..bhkan sering berpendapat « nyeleneh ». tdk sedikit yg menilai bhw ibn tmyh/qym adl pelaku bid’ah dan fasik, bhkan si dul sendiri dah memvonis ibnu qoym bid’ah/mujassim krn mengatakn allah duduk di arsy.
    2.boleh prcaya pd hbb mundir krn Khusnudlon pd sesama muslim, aplagi beliau seorang ulama dan KETURUNAN ROSUL SAW n ALI BIN ABI THOLIB KW.
    4.Ane prcaya pd guru2 ane krn klw tdk prcy pd guru ane.. apkh hrs prcaya pd ibnu qoyyim yg mengatakn allah duduk di arsy ??
    —————
    1. Ini syubhat yang biasa dilemparkan terhadap salafi: tidak bermazhab. Padahal salafi kebanyakan mengikuti mazhab Hanafi. Hanya Asjam yang menuduh orang yang menerima sifat Allah sebagaimana dhohirnya sebagai mujassim. Padahal merekalah yang mujassim.
    2. Memang benar kita harus menghormati ahlul bait, tetapi ahlul bait yang ittiba’ pada Nabi SAW. Ada kok yang ngaku ahlul bait tapi syi’ah. Gus Dur aja yang ngaku2 keturunan Nabi SAW ternyata punya paham sesat pluralisme.
    3. Tentang sanad zikir sufi belum tuntas. Jadi kalau ndak punya sanad dzikir sufi, nggak boleh mengajarkan ajaran Islam, begitu? Padahal para Imam kalau didebat ndak pernah bilang, kamu bodoh, ndak usah berdebat karena ndak punya sanad zikir sufi sampai ke Ali/Abu Bakar. Coba baca kemuskilan debat ala Habib Munzir di surat yang diforward ke sini.
    4. Bilang taklid aja susah, pake ngaku meriksa sendiri kitabnya. Tentu saja saya tidak percaya tuduhan mujassim dari mujassim.

    1. Si dul komen..
      1.ini syubhat yg bias dilemparkan….. madhab hanafi…s/d…. padahal mrk yg mujassim”
      Ane komen,”O’ON nya si dul tmbah kronis krn hampir 100% pengikut madzhab HANAFI adl ANTI wahabi. Bgtu juga mazhab malik n syafi’i ». banyak ulama dr 3 madzhab ini yg mengatakan ibn taimiyah bid’ah n fasik. Dan pendukung wahabi kbanyakan dr madhab HAMBALI di saudi arabia… Yg mengatakan IBN QYIM « mujassim » adl si dul sendiri krn ibn qym mengatakan « allah duduk di arsy ». yg mana pendapat ibnu qym ini di tentang oleh AL BANI krn bersandar pd hadist yg lemah. baca “MUHTASHOR ULWU” krya ad zahabi tahkik albani.
      2.prnyataan si dul ttg Gus dur, ahlul bait, syiah, pluealisme » trlalu remeh u/ dibahas
      3. pd poin 3 mnunjukkan si dul gk paham dg arah pmbahasan n tdk ilmiah. Anak SD pun bs jawab.
      4. krn ane tidk mampu istimbat dr al qur’an hadis mk ane taklid pd pendapat AL IMAM AS-SYAFI’I, n tdk taklid pd IBN TMYH/QYM yg berakidah “JAHANNAM TIDAK ABADI” n “ALAM QODIM BIN NAU’”

      1. 1. Iya sorry, maksud saya Hambali. Maklum, kelamaan diajarin mazhab syafi’i yang semu, baru2 saja pakai mazhab Hambali. Gak percaya lagi deh sama guntingan kamu, udah terbukti tidak amanah dan memfitnah Ibnu Taimiyyah.
        2. Lha saya kan cuma nanggapi pernyataan kamu yang kemoncolen itu. Gak mentang2 keturunan Nabi SAW terus dianggap maksum.
        3. Ya saya maklum, bid’ah aneh, “sanad keguruan itu tidak cukup, harus punya sanad dzikir sufi” kalau diruntut terus akan ketahuan bohongnya, entah yang pake Yaqazah, ilmu laduni, dll. Makanya untuk nutupi ya mending lari2 terus bilang yang tanya itu bodoh.
        4. Iya, kamu taklid pada kamus fitnah kaum Asjam. Taklid sama mazhab Syafi’i yang semu. Istri saya dibilangi sama orang Mesir, orang Indonesia katanya pakai mazhab Syafi’i, kok banyak yang tidak sesuai dengan mazhab syafi’i.

        1. ane komen..
          1.komen si dul dah gk ilmiah lagi..krn dia dah mnutup mata pd kbenaran info dr kitab al ulwu krya ad zahabi tahkik al bani.. atw malu kali…he..he..he..
          2.sidul dah TAKLID BUTA sama ibn taimyh/qym..

          1. seorang ulama dari madzhab As-Syafi’iah yang bernama Ibnu Nashiruddin Ad-Dimasyqi (wafat 842 H) menulis sebuah risalah yang sangat baik dengan judul الرَّدُّ الْوَافِرُ عَلَى مَنْ زَعَمَ أَنَّ مَنْ سَمَّى ابْنَ تَيْمِيَّةَ شَيْخَ الإِسْلاَمِ كَافِرٌ
            Dan dalam risalahnya ini Ibnu Nashiruddin As-Syafi’i menyebutkan pujian sekitar 85 ulama besar dari berbagai madzhab, madzhab Hanafi, madzhab Maliki, madzhab Syafi’i dan madzhab Hanbali. Setelah itu Ibnu Nashiruddin berkata :
            + “Sungguh kami tidak menyebutkan jumlah yang banyak dari kalangan para ulama yang menyatakan akan keimaman Ibnu Taimiyyah dan juga sikap zuhud dan waro’ beliau”
            + Dan tersohornya keimaman As-Syaikh Taqiyyuddin (*Ibnu Taimiyyah) lebih tersohor daripada matahari. Dan penggelaran beliau dengan Syaikul Islam tetap terjaga di lisan-lisan yang suci sejak zaman beliau hingga saat ini , dan akan terus lestari hingga hari esok sebagaimana hari yang lalu. Tidak ada yang mengingkari hal ini kecuali hanyalah orang jahil (dungu) atau orang yang menjauhi sikap adil. Maka sungguh berat dan betapa besar keburukan orang yang melakukan hal tersebut
            + Kalau seandainya tidak ada keutamaan yang dimiliki oleh Ibnu Taimiyyah kecuali hanya apa yang diingatkan oleh Al-Haafiz yang tersohor yaitu ‘Alamuddiin Al-Barzaaly dalam kitab “Taarikh” nya (*maka sudah cukup) yaitu bahwasanya tidak pernah terjadi dalam sejarah Islam seseorang yang tatkala meninggal maka berkumpulah manusia yang begitu banyak sebagaimana pada jenazah As-Syaikh Taqiyyuddin (Ibnu Taimiyyah).
            + “Dan yang paling menakjubkan bahwasanya Ibnu Taimiyyah adalah termasuk orang yang paling gigih menentang Ahlul Bid’ah, Syi’ah Rofidhoh, Al-Hululiyah, dan Al-Ittihaadiyah (paham wihdatul wujud).”

            Nah, kalau sekarang tiba2 ada orang yang ngaku bermazhab Syafi’i, bawa2 guntingan buku dari Hasan Saqqaf Al-Jahmiy, terus mencela Ibnu Taimiyyah, ya berarti kalau orang itu salah satu dari Syi’ah, mu’tazilah, jahmiyyah, Asya’iroh, atau penyimpang Islam yang lain.

          2. kesimpulan..
            1. ulama yg mengatakan bin taimyh kafir.. ada, mski ad yg mmbantahnya termasuk si dul..
            2. yg mengatakan bid’ah n fasik mah gk bisa di itung dg jari tangan.. hrs pake kalkulator..
            2.bin taimyh gk cuma gigih nntang syiah sj.. tp juga gigih nendangi ALI bin A.T KW n usman.. mski si dul brusaha mmbela n mlintir2..
            3.ente gk paham kitab yg ditulis bin nasiruddin ad ddimasyki.. dia tu gk bela bin taimiyah.. tp bela klw da org yg katakan bin taimiyah shaihul islam, org tu gk boleh di vonis kafir krn dia org o’on. spt ente..phm??

          3. Asnjembek-i sudah mulai gak mutu, pake dalil pokoknya.
            1. Ya memang banyak, musuh2 secara akidah seperti jahmiyyah, syi’ah, asy’ariyyah yang kena ilmu kalam, semuanya bilang Ibnu Taimiyah kafir.
            2. Kon iku dikandani ngeyel ae. Iku dudu omongane Ibnu Taimiyah, tapi omongane nashibi diadu karo omongane syi’ah. Wis wis, pentaklid Hasan Saqqof Al-Jahmiy iki gak iso dikandani.
            3. Pemahaman Asjam Asy’ariyyah Jahmiyyah pancene aneh kok, mbulet2. Wis jelas2 mbelani Ibnu Taimiyyah, sik sempat2e ditahrif 😀

          4. Ha..ha.. ha.. si dul dah mulai kelihatan taklid butanya sama bin tamyh..sampai mata hatinya buta pd kbenaran yg di dpan mata.. baca dul ..kitab2 yg dah di spakati jumhur ulama :
            1.Sairu a’lamin nubala’ karya Adz Zahabi RA (murid n sahabat) bin taimiyah sendiri. Terb. Maktab syamila
            2.inbaul ghmr krya ibnu hajar RA yg kata2nya sering diplintir2 sama ULAR2 SAWAH. Terb. Maktab syamila

          5. Mbek mbek (iki nyeluk Asnjembek-i), sing bener ae, masak Ibnu Taimiyyah nang buku siji nyanjung2 Ali kw, nang buku liyane ngilok2no. Lha dikiro Asya’iroh ta, sing ngiro “Allah tidak di luar alam, tidak di luar alam”. Opo taqiyyah koyo ketua PBNU saiki, Said Aqil Siradj, pas sekolah nang Saudi, pemahaman-e salafi, moleh nang Indonesia, balik meneh dadi Asjam. Asjam sing gak iso bahasa Arab ae plintirane wis parah, opo meneh Asjam koyo kon tambah gak kiro2.

          6. ooo.. tak kiro wis gk wani nongol atw dah sadar dulll…
            ala kulli hall.. riwayat dr adz zahabi RA n ibnu hajar RA yg menyatakan bin taimiyah “MENENDANG” bbrp kali pd ALI KW belon da ulama yg bantah… krn dah MUTAWATIR!! kcuali ular2 SAWAH mcm ente tentunya… maklum ular2 sawah tu dah pd buta mata.. jd ya gk liat kebenaran di dpan mata… qi..qii…qi..
            sabda rosul SAW “tiada yg mmbencimu (ALI) kcwli MUNAFIK”!!!
            prtanyaannya..”MUNAFIK Kah BIN TYMYH????”

        2. @abdullah
          Taymiyah bermadzhab Imam Ahmad ibn Hambali
          MAW kalau dari ayahnya bermadzhab Imam Ahmad juga, tapi dalam kitabnya Fathul majid dia banyak menukil Kitab Al Muwaththo Imam Malik. Trus Muhammad bin Shalih Utsaimin dalam bukunya Ash Shahwah Al Islamiyah bilang dalam bab : Pemaknaan persaksian bahwa muhammad adalah utusan Allah :
          “Para ulama mengatakan: Maknanya adalah menaatinya dalam semua yang ia perintahkan dan menjauihi semua yang dilarangnya serta mempercayai semua berita yang dikabarkannya. Inilah makna persaksian bahwa muhammad adalah utusan Allah. Sehingga jika yang mengatakan bahwa madzhab saya adalah begini dan begitu. maka kita katakan kepadanya : Ini adalah perkataan Rasulullah saw maka anda tidak boleh mempertentangkannya dengan perkataan siapapun. bahkan para imam madzhab telah melarang takliq kepada mereka secara buta dengan mengatakan :”Kapanpun kebenaran itu jelas maka wajiblah untuk kembali kepadanya”.

          Oleh sebab itu, kita dapat menemukan orang2 yang tidak bertafaquh (mempelajari agama) melalui para ulama bagaimana mereka memiliki begitu banyak kesalahan dan ketergelinciran, krn mereka memandang sesuatu dengan pandangan yang sangat terbatas. misalnya mereka membaca kitab Shahih bukhari lalu berpegang sepenuhnya dgn hadist2 yang ada didlm ny, padahal hadist2 tsb (walau shahih semuanya) namun terdapat hadist yang umum dan khusus, yang mutlak dan mukayat seta mungkin dinashk, namun mereka tidak mengetahui hal tersebut hingga akhirnya terjadilah kesesatan yang begitu besar.

          Nah ente pilih yang mana, ente kan seorang wahabi, bagaimana ini bisa beda2… ?

    1. @abu umar
      Ente masih gak percaya juga, surga & neraka dibawah telapak kaki IBU, kalau nte gak percaya, berarti ente mengingkari sunnah tau gak ente?

  14. waduh cukup banyak juga, tapi tetap ane penyimak dah, sinyal dijalan yg kadang on kadang off. lanjut diskusinya mas @al wabah-i dan @abdullah.

  15. menurut ane tetep akan susah diskusi sama kang bedul, dah kelewat sangat pinter soalnya, jadi apapun yg kita paparkan, ga akan bisa dia terima, selalu akan muter-2 terus, biarlah dia mau komen apa aja, baiknya ga usah ditanggapi….

  16. Bagi orang2 yang berfikir, kiranya sudah dapat diketahui Aqidah yang dipahami oleh sdr Abdullah…??? masihkan Aqidah seperti ini layak disebut Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah…??? begitu gampangnya mematahkan ilmu2 Ulama Salaf yang jelas lebih alim dari seorang Abdullah…???

    Abdullah:
    Baik,marikitadiskusikan.Inibukanmasalahsetujuatautidaksetuju.Kalaumenurutiakal,yamemangmasukakal,masakTuhantidakQidamdanBaqa’.Yangjadimasalahadalah,inibukanlahsifatyangmanaAllahmensifatidirinya.AllahmensifatidirinyadengannamaAl-AwwaldanAl-Akhir.

    Teruskenapajugaselainrepot2membuatkansifat/nama,disatusisiAsy’ariyyahjugamenolaksifatyangsudahdisifatkanAllahpadadirinya,sepertiIstawa’,Nuzul,Yad,Wajh,dll.

    Abdullah:
    Sebenarnyasudahjelas,sayatidaksetuju,karenaAllahtidakpernahmensifatidirinyadenganQidamdanBaqa’.

    Naka:
    Siip,JadiAbdullahmemilihlogika“Allahituwujudtapitidakmemilikisifatwujud.”

  17. @Pak Abdullah
    Bolehlah Anda bilang sanad Habi Munzur recehan dan lain-lain. Itu hak Anda yang tentunya akan Anda pertanggungjawabkan.
    Tetapi pernyataan anda bahwa sanad Firanda lebih baik, dan lengkap, dll, jangan sekedar “katanya”, buktikan dong! Masa Anda percaya “katanya” Firanda, padahal Anda mengaku belum mengetahuinya, secara jelas. Mohon pembuktian dari pernyataan Anda atas Sanad Firanda, sehingga dapat melemahkan Sanad Habib Munzir.

  18. Ada 2 point yang disampaikan oleh Kang Alwabah I.

    ——————————-
    1.@Mas dul « Dan allah bebicara kpd musa scra langsung » qs. An nisa 164. Komen @Kang Wabah I.:
    a. ayat ni hanya mjelaskan bhw allah brfirman pd Musa AS scr langsung tnpa perantara Jibril tdk sbgimana umumnya wahyu kpd para nabi yg melalui jibril.jd tdk mnjelaskan ttg takyif.. smw muslimun tlh spakat. Itulah sbbnya..musa digelari kalimullah.
    b. @Mas Dul : « gk da takyif » brarti si dul gk paham mazhab ibnu taimiyah, ibnu qoyim n wahabiyun pd umumnya.krn si dul « tafwidl » ttg takyifnya padahal mrk brpendapat.. kalamullah adl dg suara n lafaz (بصوت ولفظ ). Silahkan baca ulang smw kitab karangan mrk.
    c. terjmah تكليما dgn kata “secara langsung” sbnarnya adalah penafsiran..paham?
    2. @Mas Dula :, »dg pmahaman muktazilah ». ini adlh pemutar balikan fakta krn.. dlm hal takyif kalamullah yg punya pemahaman sama dg muktazilah adl wahabiyun krn mrk “sama2 brpndapat bhw kalamullah adlh dg huruf n lafaz. Meski muktazilah n wahabiyun brbeda pndapat dlm soal “kemahlukan” al qur’an. Dlm persoalan “kemahlukan” al qur’an ini justru Madhab wahabiyun yg “kontradiktif” krn mengatakan al qur’an dg lafaz n hurufnya adl qodim. Bisakah di terima dg akal sehat.. bhw huruf yg keluar dr makhroj dan lafaz yg tersusun dr huruf adl qodim ??? antara ba’ n sin n mim pd bismillah, manakah yg “lebih” qodim?? Itulah sbbnya ibnu taimiyah brpendapat alam itu “qodim Bin Nau’”. Justru muktazilah yg konsis mski salah… itulah sbabnya ASYAIROH mengambil jalan tengan..yg logis n sesui hadist “kun ummatan wasathan”
    ——————————-
    Bagaimana pendapat @Mas Dul untu point 1 dan 2 diatas??

  19. Afwan kepada semua yg diskusi di sini. Kami berlepas diri dari pernyataan-pernyataan akhi Abullah. Beliau ini tidak mewakili Salafy dan hanya mewakili dirinya sendiri dan hawa nafsunya. Mohon dimengerti untuk semuanya, kami tidak menyalahkan keseluruhan komentar akhina Abdullah…

    Kami berharap dan memohon kpd @ADMIN, seandainya tidak keberatan tolong saudara Abdullah komentar2nya tdk usah ditampilkan. Tolong moderasinya diperketat agar terlihat rapi…. Kami terus menyimak dan mempelajari apa2 yg disampaikan oleh komentator dan artikel2 di blog ini, syukron semuanya.

    1. Bu Khodijah komen :
      « akhi abdullah tidak mwakili salafi tp mwakii dirinya sendiri n hawa nafsunya »
      Ane komen :
      1.mski sbnare si dul jg blm phm btul dg ajaran2 wahabi, tp ucapan2nya sbgian besar adl representasi dr ajaran2 n ke-NYLENEHAN2 wahabiyun.
      2.mungkin bnr VONIS bu khodjh ke dua…bhw si dul hanya menuruti nafsunya

  20. semoga kang bedul bisa nerima, misalnya masih argumen muter-2 lagi, menurut saya biarkan saja, lebih bermanfaat untuk yg lain saja….

  21. Abdullah, mata hati Nte sudah buta ya, kok nggak bisa lihat postingan di atas yg membantah Firanda dg dalil2 dan bukti kejahilan Firanda dalam memahami nash-nah hadits dan perkataan ulama. Lepas dong kaca mata kudamu biar bisa melihat sekeliling, tuh lihat postingan di atas.

  22. Oh Ibnu Taimiyah tergelincir juga ya? Berarti Akidah Tauhid 3 juga belum tentu benar dong? Apalagi Rasulullah sampai Salafus Sholeh ga ada yang rumusin Tauhid seperti itu. Berarti mungkin juga Ustadz Firanda juga bisa salah ya? Tetapi kok kenapa pendapat mereka kayanya dibela habis-habisan? Oke boleh saja membela, tetapi kenapa menyalahkan amalan pihak lain, padahal pihak lain juga punya argumentasi. Seolah-olah pihak lain pasti masuk neraka. Bisakah kita saling memahami dan berhenti menghujat pihak lain sebagai ahlul bid’ah?

    1. Siapa saja bisa tergelincir. Tentu saja penentuan benar tidaknya adalah dengan ilmu. Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim tergelincir dalam ter-gesa2 dalam menetapkan kefanaan neraka dengan dalil2 yang lebih rajih dan kuat. Ustadz Firanda bisa saja tergelincir, silahkan buktikan dengan cara orang berilmu memakai dalil Qur’an dan Hadits. Bukan pake cara “kamu salah karena kamu nggak punya sanad”. Sanad ustadz Firanda jauh lebih bagus daripada sanad Habib Munzir yang cuma dapat recehan sanad dari Yaman, dan gurunya banyak sehingga punya banyak jalur dibandingkan Habib Munzir. Tapi dia tidak pernah menyombongkan sanadnya.

      Kalau seandainya Bima misalnya punya dalil yang lebih kuat daripada 3 tauhid, misalnya menyanyi wujud, qidam, baqa’, mukhalafatu lil hawadits, dst di sore hari itu lebih baik, silahkan dikemukakan. Dan ndak ada yang bilang dikit2 bid’ah, neraka, kecuali pemahamannya belum benar. Bid’ah itu ada yang mukaffir dan ada ghairu mukaffir. bid’ah mukaffir, yang mengeluarkan pelakunya dari keimanan itulah yang masuk neraka.

      1. Dul comen, “sanad ustad firanda jauh lebih bagus dr pd sanad habib mundir yg Cuma recehan dr yaman”
        Ane komen, “
        1.Si dul ni asal njeplak punya bukti. tUliskan sanad firanda sampai rosul biar kita nilai menurut kaidah “al Jarhu wa atta’dil”.
        2.Sidul mengatakan guru2 hbb mundir dari akar sampai pucuk “recehan” dg menatakan sanadnya recehan.
        Dul comen, “dan ada yg bilang dikit2 bid’ah, neraka kecwali pemahanannya blm benar”
        Ane comen,” kata2 yg indah di mulut” tp tdk sesuai fakta lapangan bagi wahabiyun..

        1. Saya terus terang jawab, saya ndak tahu, tapi ustadz Firanda mengatakan guru2nya bersanad semua. Sekarang bandingkan dengan sanad Habib Munzir yang cuma 1 jalur:
          1. Kalau kita mau menilai dengan kaidah jarh wa ta’dil, maka status Imam Isa Arrumy, Imam Ahmad Muhajir, dst sampai Habib Munzir semuanya adalah majhul.
          2. Habib Munzir jalur sanadnya dari Ali kw, padahal hadits dari jalur Ali kw cuma sedikit. Dan di dalam daftar sanadnya, tidak ada Imam 4 mazhab, Imam Bukhari, Imam Muslim, dll. Padahal sanadnya Ustadz Abdullah Taslim yang cuma S2 aja sampai ke Imam Bukhari, apalagi Ustadz Firanda.
          3. Kok bisa dengan percikan sanad tadi, ngasih sanad semua kitab Imam mazhab, qiraat Qur’an 7 macam, dzikir, dll kepada siapa saja yang minta lewat internet?

          1. Si dul komen : « Saya terus terang jawab, saya tdk tahu »
            Ane jawab, “ klw ndak taw jgn komen ndul.. biar gk asal njeplak”
            Si dul komen, “ tp ustad firanda mengatakan….dst”
            Ane bilang, “ mngapa ente prcaya n taklid pd firanda? Apakh dia MAKSUM ?
            Si dul bilang, « klw kita mw menilai dg kaidah jarh wa ta’dil…smua majhul »
            Ane bilang, » sudahkah ente menilai dg betul ? kpan ? majhul mnrut cp ? mnurut ente pa firanda ? yg gmblang ! biar ane bs comen !!
            Si dul comen point 2 n 3 :
            Ane komen : komen si ndull pd poin 2,3 buktikan bhw si endul gk paham istilah2 dlm ilmu sanad. Dengarkan ndull.. !!! sanad hbb mundir ke ALI KW adl sanad « TALQINUD DZIKRI » Sbgmn ane juga punya sanad tsb dr guru2 ane scr muttashil smpai ROSUL. DZIKIR (لا اله الا الله ) ente, cp yg ngajari dul ? apakh sanadnya muttasil ?
            Adapun kitab2 madhab 4 tentu saja hbb mundir bs mnjelaskan sampai ke pengarang2nya scr muttasil, sbgmn ane juga punya sanad kitab2 ane sampai ke pengarang2 (imam2) shingga ane tau klw ada kitab yg di TAHRIF sama wahabiyun. Phm ?

          2. * Jadi boleh taklid dan percaya kepada Habib Munzir karena dia maksum? Lha kalo syaratnya yang dipercaya harus maksum, berarti kita gak boleh percaya sama siapa2 dong?
            * Lha liat aja, namanya nggak ada di kitab2 rowi hadits, ya berarti majhul kan?
            * Oh, maksudnya sanad zikir ala sufi. Kalau itu sih ada juga yang ngaku dapat sanad dari Abu Bakar, dll, malah ada yang ngaku yaqazah dan dapat ilmu laduni.
            * Itu kamu sendiri yang tahu, atau dikasih tahu pendahulu2 kamu? Jangan2 taklid aja tuh.

          3. 1.bagi yg gk mampu ISTINBAT dr Quran/hadis spt si dul hrs TAKLID pd salah satu dr imam 4 madzhab..krn imam 4 madzhab itu dah dispakati muslimun sbg salafus sholih scr IJMA’. Dan tidak boleh taklid pd ibnu taimiyah/qoyyim krn mrk brdua bukan salafus sholih..bhkan sering berpendapat « nyeleneh ». tdk sedikit yg menilai bhw ibn tmyh/qym adl pelaku bid’ah dan fasik, bhkan si dul sendiri dah memvonis ibnu qoym bid’ah/mujassim krn mengatakn allah duduk di arsy.
            2.boleh prcaya pd hbb mundir krn Khusnudlon pd sesama muslim, aplagi beliau seorang ulama dan KETURUNAN ROSUL SAW n ALI BIN ABI THOLIB KW.
            4.Ane prcaya pd guru2 ane krn klw tdk prcy pd guru ane.. apkh hrs prcaya pd ibnu qoyyim yg mengatakn allah duduk di arsy ??

  23. Monggo Mas Dul di jawab dl apa yang menjadi pertanyaan Kang Al Wabah I dari pernyataan sampeyan tentang “TAKYIF” kalamullah kepada Nabi Musa di atas

    1. Ndak ada takyif, kita hanya percaya nas Qur’an dan hadits apa adanya, seperti “Dan Allah berbicara kepada Musa dengan langsung.” [An-Nisa’ : 164].

      Kenapa saya tanya ini, karena yang saya lihat Asya’irah mencantumkan sifat Kalam dalam sifat 20, tetapi dengan pemahaman Mu’tazilah. Karena itu, saya tanya, apakah maksud kamu tentang Allah berbicara dengan Nabi Musa itu, Allah membuat pohon bersuara, dan Nabi Musa mendengar suara di pohon? Aapakah Asya’irah juga mempunyai pemahaman turunan dari “Qur’an itu makhluk”, dengan memilah2 ini Kalam ini bukan?

      1. Koreksi pemlintiran n kesalahpahaman si dul…
        1.si dul comen, « Dan allah bebicara kpd musa scra langsung » qs. An nisa 164. Komen ane..
        a. ayat ni hanya mjelaskan bhw allah brfirman pd Musa AS scr langsung tnpa perantara Jibril tdk sbgimana umumnya wahyu kpd para nabi yg melalui jibril.jd tdk mnjelaskan ttg takyif.. smw muslimun tlh spakat. Itulah sbbnya..musa digelari kalimullah.
        b. si dul comen « gk da takyif » brarti si dul gk paham mazhab ibnu taimiyah, ibnu qoyim n wahabiyun pd umumnya.krn si dul « tafwidl » ttg takyifnya padahal mrk brpendapat.. kalamullah adl dg suara n lafaz (بصوت ولفظ ). Silahkan baca ulang smw kitab karangan mrk.
        c. terjmah تكليما dgn kata “secara langsung” sbnarnya adalah penafsiran..paham?
        2. si dul comen, »dg pmahaman muktazilah ». ini adlh pemutar balikan fakta krn.. dlm hal takyif kalamullah yg punya pemahaman sama dg muktazilah adl wahabiyun krn mrk “sama2 brpndapat bhw kalamullah adlh dg huruf n lafaz. Meski muktazilah n wahabiyun brbeda pndapat dlm soal “kemahlukan” al qur’an. Dlm persoalan “kemahlukan” al qur’an ini justru Madhab wahabiyun yg “kontradiktif” krn mengatakan al qur’an dg lafaz n hurufnya adl qodim. Bisakah di terima dg akal sehat.. bhw huruf yg keluar dr makhroj dan lafaz yg tersusun dr huruf adl qodim ??? antara ba’ n sin n mim pd bismillah, manakah yg “lebih” qodim?? Itulah sbbnya ibnu taimiyah brpendapat alam itu “qodim Bin Nau’”. Justru muktazilah yg konsis mski salah… itulah sbabnya ASYAIROH mengambil jalan tengan..yg logis n sesui hadist “kun ummatan wasathan”
        Paham nduuull?

  24. Assalamualaik

    Diskusi yang panjang sekali dan akan bertambah panjang jika polanya seperti ini. Mas Dul dengan gaya meloncat2 tanpa pernah meyelesaikan masalah yang dia munculkan.
    Inipun ditanggapi oleh forumer dengan mengikuti irama yang dibuat oleh Mas Dul…….
    Irama semacam ini memang cocok buat yg tahu sedikit tetapi pengen bicara banyak.
    Buat mengetahui sejauh mana masalah yg dilontarkan Mas Dul ini bukan hanya bualan , maka ada baiknya jika pembahasannya runtut.
    Buat Mas Dul biar runtut dan terarah pembicaraannya , bisa dibahas terlebih dahulu apa yang diminta oleh Kang Wahbah
    Yaitu penjelasan secara gamblang tentang “takyif” Kalamullah kepada Nabi Musa A.s.

    Buat yang laennya monggo untuk sementara nggelar tiker ,nonton. Nyimak, mengingatkan pokok bahasannya dan senyum senyum mendengarkan uraian Mas Dul dan Kang Wahbah I yang dimulai dari pembahasan “TAKYIF” Kalamuulah kepada Musa As.

    Sumonggo kalo forumer setuju

    1. Yeah.. sambil nunggu si dul nongol qta simak anekdot percakapan aswaja(AJ) n wahabi(WHB) yuk..
      AJ : hai wahabi prcayakah ente klw fir’aun n abu lahab abadi di neraka?
      WHB : oo.. pasti!!! Mrk brdua Mah FI NARI JAHANNAMA KHOLIDINA FIHA ABADAA.
      AJ : klw ada yg gak prcaya gimana?
      WHB : klw ada yg gk percaya ya ..Sesat dlolalah, bid’ah.. KAFIIIIIR !!!!
      AJ : mnurut ente apakah ibnu taimiyah berpegangan pd al qur’an??
      WHB : oo.. pasti. Justru dia yg punya jargon “KEMBALI PADA AL QUR’AN N HADIST”
      AJ : tahukah ente siapa yg prtama kali mengatakan neraka gak abadi, shingga fir’aun jg gk abadi di neraka??
      WHB : tidak !! cp dia ..cp dia?
      AJ : IBNU TAIMIYAH
      WHB : jgn memfitnah ente! Mana buktinya?
      AJ : nih.. baca kitab Ibtholu Adillati Fana’i An Naar karya As- Son’ani tahqiq Al bani
      (Aj n WHB lalu baca kitab tersebut n stlh WHB membaca tiba2 WHB mengumpat2)
      AJ : hai wahabi jangan mengumpat ane!!
      WHB : ane gk ngumpat ente tp ngumpat IBNU TAIMIYAH
      (Sambil nggloyor pergi WHB gk henti2nya ngumpat ‘LAKNATULLAH ALA IBNI TAIMIYAH « )

      1. Nabi SAW bersabda, “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah”. (HR. Ahmad)

        Ulama itu tidak maksum, adakalanya berbuat kesalahan. Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim tergelincir dalam masalah ini. Para Ulama salaf sudah mengkoreksi pemahaman ini. Apakah mereka melaknat ibnu Taimiyyah dan ibnu Qayyim? Kaum Asjam pasti mengira mereka dilaknat, sehingga keluar anekdot bohong seperti di atas. Padahal kaum salafi tetap menghargai dan memohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka.

        Adat salafi memang berbeda dengan adat Asjam yang mengharuskan taklid. Apa kata habib, tidak akan pernah salah.

        1. Si dul comen, “ulama tu tdk maksum ada kalanya brbuat kesalahan.ibnu taimiyah n ibnu qoyyim tergelincir dlm masalah ini”.
          Ane comen :
          1.Hai ndul.. ketergelinciran ibnu taimiyah ini apakh krn dia mengambil dalil dr al qur’an/sunnah atw krn dia pelaku BID’ah??
          2.Ketergelinciran ibnu qoyyim apkh apakh krn dia mengambil dalil dr al qur’an/sunnah atw krn dia taklid buta pd BID’ah ibnu taimiyah??
          3.Dari ibnu taimiyah mengapa dia tergelincir berkali2 dlm hal USHUL sprti mengatakan “alam qodim bin nau’”?? apakah ketergelinciran ini krn itba’ qur’an – sunnah atw krn Bid’ah ibnu taimiyah??
          4.Tdk taukah ente atw pura2 gk taw.. kalw banyak ulama yg smasa ibnu taimiyah mengatakan dia pelaku bid’ah dan fasik?
          5.Mengapa wahabiyun memaklumi ketergelinciran2 ibnu taimiyah/qoyyim yg menyentuh ushul, smentara kalian demikian mudahnya memvonis firqoh2 lain dg sesat n bid’ah?
          6.Sudah adilkah wahabiyuun dlm mengetok palu vonis???

          1. Ketergelinciran Ibnu Taimiyyah dan Ibnu qayyim adalah karena mengambil dalil yang lemah dan tidak mengindahkan dalil yang lebih rajih. Fitnah seperti “‘Alam qadim bi nau'” ini adalah salah satu fitnah yang sering dilontarkan kepada beliau. Ini adalah pendapat para mutakallimin, salah satunya adalah Ibnu Sina, tetapi malah dinisbatkan kepada ibnu Taimiyah. Di banyak bukunya, ibnu Taimiyyah mencela pendapat ahlul kalam, bagaimana bisa kalimat di atas dinisbatkan kepada beliau?

            Apa yang kamu maksud banyak ketergelinciran yang menyentuh ushul? Yang benar adalah fitnah terhadap beliau, misalnya fitnah Allah berarah, Allah berjisim, tawasul, ziarah kubur, dll, yang dilontarkan para ahli kalam.

          2. Si dul comen: “Ketergelinciran ibnu taimiyh-ibnu qoyyim krn mengambil dalil2 yg lemah..dst”
            Ane comen:
            1.“ mengapa mereka brdua suka mengambil dalil lemah (dloif/maudlu’) n malah mmbuang dalil yg NASH sprt ayat : فى نار جهنم حالدين فيها ابدا?? Bukankah ayat ini nash Bhw “JAHANNAM ABADI SELAMA2NYA”?
            2.Apakah Ketergelinciran Ini krn bodohnya ibnu taimiyah/qoyim dlm mmahami ayat yg dmikian mudahmya utk dipahami anak TK? Atw krn mrk ingkar pd kebenaran ayat itu? Atw krn hawa nafsu? Shgga mrk berani berbuat bid’ah krn mrk yakin tidak abadi di neraka lalu msk surga?
            Si dul coment : “fitnah spt alam qodim bin nau…dst”.
            Ane comen « knapa ente katakan itu fitnah pd ibnu taimiyah? Pdahal ibnu qoyyim n al bani mengakui bhw itu adalah mazhab ibnu taimiyah mengikuti falsafah yunani? ente atw ibnu qoyyim n al bani kah yg lbh tau ttg pndapat ibn taimyh ?
            Si dul comen, « dlm byk bukunya ibn tmyh byk mencela PENDAPAT ahlul kalam..dst »
            Ane comen, « yg dicela adlh PENDAPAT ASYAIROH krn tdk ssuai pendapat ibn tmyh ». tahukah ente komentar AL IMAM AD DZAHABI (murid n sahabat ibnu taimiyah sndiri) kpd ibn taimyh yg mencela ibnu timyh krn dia masuki dunia filsafat yunani yg ahirnya mmbuat dia terjerumus ke lembah kehinaan. ?? spt mngatakan neraka tdk abadi ? »
            Si dul komen” apa y kamu maksud byk ketergelnciran menyentuh usul..dst »
            Ane comen,” 2 hal itu belum cukupkah bagimu tuk mengatakan ibnu taimiyah pelaku bid’ah”??

  25. Berikut ini ane tampilkan kutipan sebagian dari e-mail sahabat dari sebuah forum, semoga dapat menjadi bahan renungan kita semua :

    …modus mendiskreditkan figur, sudah gencar dilakukan termasuk kpd
    > Habib Munzir.umumnya figur yg diserang (tdk terbatas pd
    > Nahdhiyyin/’Alawiyyin) adalah membentuk image figur tsb tdk
    > capable/kredible dlm agama, tidak jujur, tidak amanah, Syiah, Hizbi (tdk
    > bermanhaj “Salafi Radikal”), Quburiyyun, Aqliyyun.
    > kalau serangan thd Habib Munzir….belakangan yg ngetren adalah dari
    > Ustadz Firanda kpd Habib Munzir.membuat seolah Habib Munzir tdk amanah,
    > tdk jujur, tdk kredible dan capable dlm agama.
    > mereka mengambil celah tulisan dan kalam Habib Munzir yg notabene utk
    > orang awam sehingga diringkas…dgn diterjemahkan/tafsirkan ala mereka,
    > lalu mereka katakan Habib Munzir tdk amanah dan tdk jujur.padahal bagi
    > yg pernah melihat diskusi Habib Munzir di forum tanya jawab, atau yg
    > sempat berdiskusi langsung, kalau diketahui yg bertanya bukan orang
    > awam, atau ngetes…Habib Munzir akan menguraikan panjang lebar dan
    > rinci. Namun bila dgn orang awam, Habib Munzir sengaja hanya sampaikan
    > inti sarinya.
    > ini ane ketahui di forum tanya jawab di website Majelis Rasulullah, dan
    > 1 cerita dari Kakak ane…..
    > Kakak ane kenal dgn rekan yg sering ikut majelisnya Habib Munzir.suatu
    > saat ada orang yg diduga dari Salafi, datang ngetest dan nantang Habib
    > Munzir, mau debat masalah Hadits.alih-alih meladeni, Habib Munzir
    > bertanya sanad keguruan ilmu Hadits si penantang.si penantang membacakan
    > sanadnya…lalu Habib Munzir katakan bahwa sanad si penantang maqthu’
    > (terpotong), maka tdk ada sanad, tdk ada dasar/dalil…maka tdk usah
    > debat dgn saya, silahkan keluar.walhasil si penantang diam, malu, lalu
    > keluar.
    > kalau modus Habib Munzir dianggap Syiah, ini sudah dari dulu, gara-gara
    > panggilan Habibnya.kalau modus Habib Munzir dianggap Quburiyyun, ini
    > karena sering ziarah kubur. dan karena mereka menyamakan tawassul dgn
    > orang sholih yg meninggal (yg secara fiqih masih diakomodir, ada
    > dalilnya) ….disamakan dgn orang yg minta-minta kpd mayat (yg memang
    > salah secara fiqih).kalau modus Habib Munzir aqliyyun, ini karena
    > menerima takwil, dan mengakui bermadzhab Asya’iroh.
    > tugas kita utk menjelaskan kebenaran dan kebaikan dari figur-figur tsb,
    > termasuk dan terutama Habib Munzir.memang beliau bukan ma’shum. tapi
    > jauh dari apa yg dituduhkan dan difitnahkan kpd beliau.dan kita mesti
    > sistematis dan teroganisir dlm membersihkan nama baik beliau.

    Kiranya, figur Ulama saat ini yang sedang menjadi sorotan para Wahabiyyun adalah Habib Munzir Al-Musawa. Karena Wahabiyyun menganggap gerakan dakwah Majelis Rasulullah SAW semakin tahun semakin besar, terlebih lagi mayoritas jama’ahnya adalah para pemuda/pemudi. Hingga seorang Firanda yang katanya berpendidikan tinggi, melupakan akhlaq demi sekedar menghina dan menghujat Habib Munzir Al-Musawa sampai beberapa artikel. Dan alhamdulillah, habibana tidak pernah mau meladeni tulisan2 dari seorang Firanda yang kami nilai tidak lebih dari sebuah keputus asaan dalam berdakwah.

    Shollu ‘ala Sayyidina Muhammad….

    1. @Bang Nur
      Itu benar, kalau dilihat dari sisi pendeskriditan atau menjatuhkan seseorang agar tidak ada lagi pamor seseorang, maka dibuatlah suatu dilema yang bermacam-macam, sehingga pamor seseorang itu jatuh.
      Ane ama temen2 lihat ini dah lama, dam lagi dari tahap pertama @ummati menampilkan gayanya Firanda bagaimana ia menjatuhkan seseorang Habib Munzir yang sedang IN di masyarakat, tapi strategi itu cukup kasar dari firanda dengan menampilkan artikel dalil-dalil yang menurut ane kurang baik (gak masuk akal bagi yang mengerti), apalagi ini menyangkut kaidah agama sebagai acuan firanda.
      Tapi Alhamdulillah Aswaja kompak dengan dukungan @admin ummati, gak ada pengaruhnya atas ocehan2 firanda walau dalil agama yang dibawa, tapi kasihan diakar rumput.
      Hal-hal ini sering ane bawa ke forum temen2 ane baik dikantor maupun di forum diskusi Tasawuf, temen2 bilang ini strategi, lihat aja AA Gym, Arifin Ilham, jama’ah tablig yang mereka tumbangkan, dengan Jargonnya yang paling ampuh “Kembali ke Al Qur’an dan Sunnah”.
      Tapi ane salut di Kalimantan, Sulteng dan sumatera hampir ane pastikan susah masuk tuh aliran Firanda. Insya Allah.

    2. Sebenarnya yang nulis email tidak tahu masalahnya, atau pura2 tidak tahu? Habib Munzir mengkafirkan dan menganggap bodoh ulama2 besar Saudi, karena menganggap mereka tidak bersanad. Masih ditambah tuduhan Imam Sudais yang jadi Imam Masjidil Haram itu khawarij, jangan dengarkan suaranya dan jangan putar kasetnya. Sungguh sangat menggelikan, karena sanad yang dipegang Habib Munzir itu cuma percikan sanad dari Mekah dan Madinah, yang merupakan pusat sanad. Habib Munzir cuma meniru-niru Nur Hasan Ubaidah LDII yang menganggap sanad sah cuma dari dia.

      Dan debat di atas benar2 debat gak mutu. Apakah Imam Hanafi waktu berdebat dengan kaum mu’tazilah berkata saya tidak mau berdebat dengan kamu karena kamu tidak punya sanad? Apakah para ulama terdahulu kalau didebat orang mengatakan saya tidak mau berdebat dengan kamu karena kamu tidak punya sanad? Sanad itu baru dihitung kalau perawinya tsiqah. Sekarang apakah sanad Habib Munzir tsiqah? Guru2 Habib Munzir ke atas sampai para Imam statusnya majhul karena tidak ada dalam kitab perawi hadits. Masak perawi majhul dipake? yang bener aja.

      Memang akhir2 ini ada ulama2 su’ yang mengaku-aku turunan Nabi SAW yang mulia, tetapi aqidahnya jauh menyimpang. Mereka ingin menjauhkan umat Islam dari Mekkah dan Madinah dengan mencela ulama2 besar Saudi. Kalau ulama2 Saudi kafir khawarij, terus apakah umat Islam harus mengunjungi kuburan sebagai ganti pergi ke Mekkah/Madinah?

      1. Dul comen,”akhir2 ini ada ulama su’ yg ngaku@ keturunan nabi SAW”
        Ane comen :
        1.statemen ente ini.. apakah ada bukti? Tunjukkan!!!
        2.tahukah ente.. bisa2 ucapan ente ni mengarah pd tuduhan adanya habib /kakek2nya yg merupakan hasil anak zina n bukan keturunan Rosul SAW? Betapa besar fitnah yg ente lontarkan?
        3.atw kah ini sebagai bukti kebencian ente pd AHLUL BAIT krn ente taklid pd ibnu taimiyah??
        INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUUUUUUUUNNNNNNNNN……

        1. Nek wong ngomong, mlintire kenemenen bleh. Saya lihat kamu cuma mau menjawab hal2 yang kamu suka saja, sedangkan hal2 yang tidak suka karena kebenarannya tidak bisa dibantah, ditinggalkan. Sekarang tanggapi dulu secara berurutan, yang kamu tanggapi cuma yang terakhir aja kan? Tanggapi dulu yang di atasnya, baru nanti saya tanggapi lagi semua, ok? Untuk yang lain juga jangan suka pilih2, saya baru akan tanggapi kalau sudah ditanggapi semua.

          1. Ane comen..
            oo.. paragraf 1 tho.. afwan ane langsung comen ke paragraph yg trakhir krn ente nyinggung2 khormatan NABI SAW n AHLUL BAIT.
            Si dul comen,”hbb mundzir mngkafirkan ulama2 besar Saudi… dst”
            Ane comen,
            1.ane blum tw akurasi statemen al habib mundzir dan alasan2nya. Tlg tunjukkan yg shorih dmn n kpn? Sbutkn 1 per 1 nama2nya..
            2.klwpun andai.. sekali lagi andai.. andai al habib mngkafirkan mereka2..itu pasti krn mrk lebih dulu suka mmvonis kafir n musrik pd firqoh lain. Sudah bacakah ente Klw ulama2 Su’udiyah mmvonis IBNU HAJAR RA pd majlis ifta’ mrk dg “DLOLLUN MUDLILLUN” (SESAT MENYESATKAN)? Smntara mereka menyebut SYAIKHUL ISLAM” pd ibnu taimiyah yg “nyleneh” n mengatakan neraka tidak abadi/ alam qodim bin nau’? siapa yg keblinger??
            Masih beitu.. mrk tdk malu dengan sering mencatut nama besar ibnu hajar RA?

          2. 1. http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=24504#24504
            yg masa kini diantaranya Ibn Baz, dan Abdurrahman assudaisiy, yg suaranya banyak di stel oleh masjid masjid ahlussunnah waljamaah, tanpa mereka tahu bahwa Abdurrahman assudeisiy itu wahabi yg telah mengarang suatu buku yg menjatuhkan hadits hadits shahih pada Shahih Bukhari.
            banyak muslimin ahlussunnah waljamaah tidak tahu itu, dan menganggapnya suaranya bagus dan merdu, padahal Rasul saw sudah memperingatkan bahwa kelak akan muncul mereka yg membaca alqur;an dg baik namun hanya sampai tenggorokan saja, (hatinya tidak tersentuh kemuliaan dan kesucian Alqur;an) mereka semakin jauh dari agama islam seperti cepatnya menjauhnya anak panah dari busurnya, mereka sibuk memerangi orang islam dan membiarkan penyembah berhala (mereka membuat jutaan buku untuk memerangi akidah orang islam, dan tidak membuat itu untuk membenahi para agama lain), jika aku menemui mereka akan kuperangi mereka (Shahih Bukhari)
            2. Pernah denger nggak As-sudaisy mengkafirkan pihak lain? Jangan asal jeplak. Kalau saya sudah tampilkan bukti dari tangan pertama tuh. Masih ada beberapa perkataan lain yang tidak pantas dari Habib Munzir. Kamu baca di mana? Dijejeli sama guru lagi? Ya kalau gitu sih orang bisa curiga kitab2 itu sudah diubah oleh Asjam.

          3. Prtanyaan n uraian ente dah ane jawab di komen ane sebelumnya.. baca majmu’ fatwa BIN BAZ dkk.. yg dikit2 bilang kafir, musyrik, bid’ah.. dhollun mudlillun.. IBNU HAJAR RA pun di tendang!! bahkan ibnu taimiyah nendang ALI KW n USMAN RA. minta bukti?? baca kitab انباء الغمر juz 1 hal 49-50 dan uraian ini mulai dari jaman dulu sampai sekarang blum da yg bantah.. kcuali ente mungkin..
            لقوله في علي ما تقدم ولقوله أنه كان مخذ ولا حيث ما توجه وأنه حاول الخلافة مراراً فلم ينلها وإنما قاتل للرياسة لا للديانة ولقوله أنه
            كان يحب الرياسة وأن عثمان كان يحب المال ولقوله أبو بكر أسلم شيخاً يدري ما يقول وعلي أسلم صبياً والصبي لا يصح إسلامه
            Artinya.. krn ucapan Ibnu Taimiyah ttg ALI RA yg tadi dan ucapannya bhw “Ali ORANG YG TERHINA kemanapun menuju. dan ALI mengupayakan kursi kehalifahan berkali2 tp sllu GAGAL dan ALI berperang tuk kepemimpinan bukan tuk NILAI AGAMA. ALI CINTA KEPEMIMPINAN dan USMAN CINTA HARTA” …..Dst. akankah ente taklid pd bin taimyh n katakan ali kw terhina nddduulll??

          4. Oalah, ini to kopas andalan Asnjembek-i. Para pembenci sunnah memang biasa memfitnah ibnu Taimiyyah. Itu bukan perkataan Ibnu Taimiyyah. Dalam buku itu ibnu Taimiyyah membantah Syi’ah dengan cara membenturkan dengan pernyataan para nashibi. Hal ini untuk menunjukkan pada mereka bahwa dalil yang digunakan untuk menghujat para sahabat ternyata bisa digunakan pada Ali kw. Setelah itu baru Ibnu Taimiyah menjelaskan paham ahlussunnah yang benar.

            Ya itu karena biasa didongengi gurunya sebelum tidur, ya taklid saja. Coba kalau baca sendiri buku yang dipegang gurunya, pasti bolong2 banyak guntingannya, hahaha. Ya gak heran lah pernyataan kamu sengit banget, lha memang Asjam suka gunting kitab, tapi nuduh salafi merubah kitab. Aneh bin ajaib.

  26. @Pak Abdullah
    Kalau Sifat 20 (yang saya tahu) kan yang cetusin Imam Abu Hasan Asy’ari, yang jarak kehidupannya dekat dengan Rasulullah, minimal dekat dekan Imam Mazhab 4 (saya tidak tahu masuk kategori Salafus sholeh atau tidak?). Adapun Tauhid 3 itu, yang ajarin siapa? Apakah salafus sholeh juga? Kalau Salafus sholeh, bagaimana rumusan lengkapnya? Saya takut kita berbicara dusta atas nama salafus sholeh, padahal tidak. Soalnya ini menyangkut aqidah. Mohon penjelasannya! Terima kasih atas ilmunya. Biar tambah yakin.

  27. ibnu:
    kalosifatAllahcuma20,sifat-sifatyanglaenkemana??

    setahuaneAllahmemilikisifatMahaPenyayang,Pemaaf,Pengampun,MahaBesar,MahaTinggi,MahaBijaksana,MahaPencipta,MahaPerkasa,dllnmasihbanyak….

    apasifat-sifatAllahdalamAsmaulHusnayang99inidiringkasjadi20sifatya…??

    Salah satu komeng JUNIOR WAHABI…??? hehehe…masih Junior yah, belon paham sifat 20 tp udah ngomong asal goblek…

    kasian, kasian, kasian…(ipin mode on)

  28. telah dijelaskan bahwa definisi Ilmu Tauhid adalah Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Sifat yang wajib bagi Allah ada 20 sifat dan sifat yang mustahil ada 20 sifat serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. Begitupula sifat yang wajib bagi para rasul ada 4 sifat (sidiq. tabligh, amanah, dan fathanah) dan sifat yang mustahil ada 4 sifat (kidzb / bohong, kitman / menyembunyikan, khianat, dan bodoh) serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. 50 sifat ini dinamakan “Aqidatul Khomsin” . Artinya: Lima puluh Aqidah.

  29. [TANYA] ustadz mau nanya nih:
    dari artikel di atas tertulis:
    “Imam Baidhawi membolehkan menjadikan masjid di samping makam orang sholeh atau sholat dipemakaman orang sholeh dengan tujuan meminta kepada Allah agar menghadirkan ruh orang sholeh tersebut dan dengan tujuan mendapatkan bekas dari ibadahnya, bukan dengan tujuan pengagungan terhadap makam tersebut atau bukan dengan tujuan menjadikannya arah qiblat.”

    pertanyaan saya:
    1) “menghadirkan ruh” apakah memang bisa ya ruh itu hadir padahal kan sudah di alam barzah, apakah berupa penampakan2 atau mimpi, padahalkan yang bisa dipercaya 100% kalau cuma mimpi rasul. penampakan atau mimpi makhluk lainnya mungkin gangguan jin
    2) lalu kalau ruh itu hadir gunanya apa ya? mendapatkan bekas dari ibadah itu bagaimana sih artinya?

    bingung saya, mohon kejelasannya. thanks

    1. Wallahu a’lam.. kata al baidlowi الاستظهار بروحه وقصد به maksudnya.. dg tujuan agar kita mudah menghadirkan “keberadaan” nya di fikiran n jiwa kita. Jadi kita merasa dekat dg org saleh tersebut mskipun beliau sudah di alam barzah.. jd gk ada kaitannya dg penampakan2. Adapun “dengan harapan mendapat bekas dari ibadah itu”.. salah satu contohnya.. agar kita ketularan rajin ibadah dr org saleh tsb. Bisa di paham??

  30. miris juga baca komen2 kang bedul….muter…muterrrrr aja, dah dijelasin tp ga ngudeng jg, perkataan ulama yg didapat cuma yg palsu or di potong2, memang benar ada perkataan seorang ulama bahwa dg 1000 dalil ditampilkan pun para wahabiyyun ga mau terima, smg Alloh SWT menyadarkan mrk, spt halnya di blog abul jauza, rekan ummati kasih komen berusaha utk jelaskan berulang ulang dianggap cyclic terus, padahal ane ngerti maksudnya, menekankan poin utama spy mrk paham, tetapi selalu dianggap cyclic terus….sudah membatu hati hitam mereka…nauzubillah..

    1. Memang orang kalau udah muter2, orang yang lurus di atas sunnah Nabi SAW yang dianggap muter, dirinya dianggap lurus. Dianth yang udah dibantai sama Abul Jauzaa, kopasan belasan tahun hancur lebur, masih aja ngeyel dengan kalimat yang berbeda tapi intinya sama. Makanya disebut cyclic.

      1. Pak Abdullah Dul Bedul ini koment2nya dari atas sampai bawah ini tidak ada yg bermutu. Tidak mampu membantah kebenaran Artikel di postingan, bisanya cuma bikin lawkan gaya Wahabi tanpa ilmu. Bantah dong artikel kalau memang antum merasa dalam pihak kebenaran, oke?

      2. He he he, apa kagak sadar ente kalau abul jauza lebih parah….emangnya abul jauza tidak cyclic? kalau abul jauza mau menampilkan semua koment, debat itu masih panjang….sayang…. abul jauza sudah sombong banget, dia merasa dirinya sudah paham agama hanya karena merasa banyak membaca kitab….padahal dia kurang paham apa yang dituliskannya. Cara diskusi abul jauza, bila merasa terdesak, maka dia menyerang karakter orang lain….ini cara yang buruk…..dan saya tidak suka melayani diskusi seperti ini…kalau ana mau ana bisa mendesaknya karena menetapkan kaifiyah Allah, yang sebelumnya dibantahnya. lihat koment jeleknya, salah satunya anda bisa lihat perkataannya setelah dia tidak menampilkan koment ana…. saya dibilangnya bingunglah…apalah…padahal koment ana yang tidak ditampilkannya adalah penjelasan ibnu hajar, Ibnu Jauzi dan Sulaiman Al Khitabi tentang hadist-hadist sifat dan riwayat tentang isyarat nabi dengan tangan untuk menunjukkan sifat melihat dan mendengar Allah. Abul Jauza menurut ana benar-benar tajsim. Mengapa anda mengikuti orang yang berakidah tajsim ? yang meyakini Allah mempunyai tangan secara hakiki (anggota jisim) tapi lucunya menetapkan kedua tangan Allah kanan secara maknawi atau ditakwil. ^_^ hi hi hi, nggak konsisten…. oh iya, apakah abul jauza itu pakar hadist,atau ahli hadist atau ahli fikih ya atau ulama sehingga berani menafsirkan hadist dengan pikirannya sendiri ? bloger terobsesi. sudah mas bedul, tobatlah dari akidah wahabi yang menjisimkan tuhan.

        1. Kalau saya disuruh taubat dari akidah salaf ke akidah asya’irah, saya malah bingung:
          1. Saya disuruh meyakini Allah tidak berada di dalam makhluk, dan juga tidak di luar makhluk.
          2. Tangan berarti kekuasaan. Pada hari kiamat, Allah menggulung langit dengan kekuasan kanan, dan memegang bumi dengan kekuasaan yang lain.
          3. Wajah = ridho. Kenikmatan penghuni surga yang paling besar adalah melihat ridho Allah secara langsung. Mereka melihat ridho Allah sejelas melihat bulan purnama.
          4. Istiwa’ = Istaula’. Dulu Allah bertarung dengan ‘Arsy, lalu ‘Arsy kalah dan dikuasai (innalillah).
          5. Saya bingung nanti disuruh mentahrif sifat Nuzul, Dhohak, Kaki, dll sebagai apa.

          1. Ane comen
            Bingung gk papa ndul.. jgnkan mencari kbenaran akidah.. cari rumah teman saja kadang2 biingung.. prlu Tanya sana-sini dulu..pa lagi klw dpt alamat palsu… ??
            1.Gk da yg nyruh ente meyakini « allah tdk di dalam/ luar mahluk». Justru Asyairoh melarang kata2 ini di ucapkan. Inngat kata2 asyairoh..لا يقال ان الله داخل العالم او خارجه. Ingat.. »TIDAK BOLEH DIUCAPKAN !!!»
            2.Comen ente « PADA hari kiamat » brtentangan dg kata2 ibnu qoyyim, « SETELAH kiamat, allah berjalan2 mengelilingi bumi yg sunyi»
            3.Comen ente point 3 buktikan ente sebenarnya gk paham sama sekali dg mazhab asyairoh. Krn ASYAIROH brpendapat.. di surga Mukminin akan melihat ‘DZAT ALLAH” scr jelas TANPA TAKYIF.. bukan hanya wajah/tangan/lambung/jari2-Nya saja.. sesuai ayat الى ربها ناظرة
            4.Tafsiran istiwa= istaula= melalui proses tarung.. hanyalah menurut ibnul arabi saja. Pdhl istawa n istaula mmpunyai beragam arti . Hal ini menunjukkan ke O’ON an wahabiyuun dlm menyimpulkan NATIJAH
            5.Dalam hal “NUZUL” brarti ente n wahabiyyun brpendapat “ allah naik turun terus tiada henti di 1/3 akhir malam mengelilingi BUMI krn terbukti bumi adl BULAT shingga waktu akhir malam bergeser terus sbgmana fakta. Bukankah waktu akhir malam di smua belahan bumi brbeda2???”. Jgn2 wahabiyun membayangkan Allah sperti NAGA yg tubuhnya meliuk2 mengelilingi/mengitari bumi.

    2. Abdullah, jawab tuh pertanyaan Mbak Putri Karisma di atas, jangan cuma mutar-muter aja kaya keledai gilingan padi. Jawab tuh Mbak Putri, saya ingin melihat Nte debat dg cewek Aswaja seberapa tinggi ilmu Nte dan pemahaman Nte tentang Tauhid. Monggo jawab ya,

      Putri Karisma: kenapa kalian membedakan antara Rabb dan Allah padahal kalian mengaku beriman/bertauhid? Kenapa tidak secara otomatis tertanam dalam hati kalian bahwa Rabb adalah Allah? Silahkan dijawab deh, saya tunggu….

      1. Sebenarnya males dan kasihan sama si bakul mlijo, kalau dijawab, kasihan nanti ilmunya gak sampe, terus dia me-maki2 seperti biasa, tolol, bodoh, khawarij, dll.

  31. @ al -Wabah

    Ane jg sama kaya mas al Wabah, sifat Alloh selain yang 20 jg masih banyak seperti sifat Allah yang terkandung dalam asmaul husna n di luar asmaul husna …ane juga meyakini sifat Allah yang 20..intinya kita sama-sama menetapkan bahwa sifat Allah ga cuma 20 kan? Alhamdulillah kalo gitu…

    belum apa2 ane udah dibilang oon, kan baru nanya mas…

    1. afwan ya akhi.. khilaf ane..semoga cakrawala pemahaman kita ttg akidah smakin berkembang untuk menemukan sebuah akidah yg Haq sesuai tuntunan rosul.. saat ni qta masih belajar n trus blajar dlm pencarian menuju sebuah kebenaran sejati.. sabda rosul.. “siruu ilallah walau ‘arjan”

      1. Oh, ada Sunnah Rasul yang ngajarin bikin2 sendiri sifat Allah ya, malah ada sifat Rasul yang juga sifat Allah, na’dzubillah. Sifat 20 itu keluarnya kapan? Apakah pada zaman Nabi SAW? Sahabat? Tabi’in? Imam Mazhab?

        1. إنه تعالى كان ولا مكان فخلق المكان وهو على صفة الأزلية كما كان قبل خلقه المكان ولا يجوز عليه التغير في ذاته ولا التبديل في صفاته (إتحاف السادة المتقين بشرح إحياء علوم الدين, ج 2، ص 24)

          “Sesungguhnya Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Kemudian Dia menciptakan tempat, dan Dia tetap dengan sifat-sifat-Nya yang Azali sebelum Dia menciptakan tempat tanpa tempat. Tidak boleh bagi-Nya berubah, baik pada Dzat maupun pada sifat-sifat-Nya” (LIhat az-Zabidi, Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn…, j. 2, h. 24)

          1. Sifat allah 20 yg hrs kita ketahui n sifat2 kesempurnaan-Nya yg lain “DI GALI” (MUSTAMBAT) dr quran- hadis. Contoh.. aifat Sama’ n bashor diambil dari ayat..وهو السميع البصير.. sifat kalam drوكلم الله موسى سهبشف sifat qidam dr hadist كان الله ولم يكن شيء قبله paham mbah nduulll? Klw belum paham ane sebutkan satu persatu lagi? Klw dah paham brarti da prkrmbangan?? Al hammmd

          2. Kamu menetapkan sifat Allah dengan akal dulu, baru dicari dalilnya. Contohnya begini: kamu meyakini sifat Kalam kan? Menurut keyakinanmu sifat Kalam itu bagaimana? Apakah Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa, atau ada suara di pohon yang berbicara dengan Nabi Musa?

          3. ooo.. ooo.. ente mau diskusi ttg “TAKYIF” kalamullah pd Musa AS tho? Hrs tangung jawab lho.. Coba jelaskan yg gamblang akidah ente ttg hal ini.. entar ane jelaskan pndapat ane?

          4. Ya secara dhohirnya saja, Allah berbicara secara langsung dengan Nabi Musa. Silahkan, gimana pendapat kamu, sekalian juga menurut kamu Qur’an itu makhluk apa bukan.

          5. Jawab :
            1 .prtanyaan ini Sebnarnya BID’AH
            2. kata2 ente “allah berbicara langsung dg Musa” blm menjelaskan Ssr gambalang ttg TAKYIF kalamullah. Apakah menurutmu kalam allah berupa suara yg tersusun berurutan dari huruf2 yg keluar dr mahroj?
            3.pertanyaan ente ttg “al quran mahluk pa bukan” ane ikut pndapat AL IMAM Al BUKHORI pakar hadist no 1, bhw klw yg di maksud adl kandungan artinya maka AL QUR’AN adalah QODIM tp klw yg dimaksud adalah tulisan2 n lafadl2nya maka tulisan n lafadl itu adalah HADIS (baru). Paham??

    2. Alhamdulillah…. semoga bisa diphami…. dan akhirnya dapat pencerahan jiwa setelah dalam kegelapan faham Wahabi.

      Sifat 20 adalah ilmu untuk mengenal Allah Swt secara pasti dengan dalil2 yg rojih, sehinnga dg mengenal Allah kita akan bisa bertauhid dg benar tanpa keraguan. Sehingga walaupun berziarah kubur setiap hari tidak akan jatuh dalam kemusyrikan seperti anggapan Wahabiyyin. Lagi pula ziarah kubur adalah sunnah Rasul Saw…

      Ibu saya walaupun SD nggak tamat dengan ajaran sifat 20 oleh kakek saya, alhamdulillah ibu saya memiliki keimanan yg kuat dan bisa bertauhid dg benar. Sehingga dalam segala halnya beliau selalu bergantung kepada Allah Swt, alhamdulillah ibu saya bisa bertauhid dg benar berkat ilmu sifat 20. Perlu diketahui, sifat 20 adalah ilmu dasar agar kita bisa mentauhidkan/mengesakan Allah Swt, jadi sifat 20 bukan tauhid itu sendiri akan tetapi sifat 20 adalah ilmu yg harus kita pelajari agar paham dan tahu cara bertauhid yg benar. Demikian

      INI BERBEDA dg Tauhid tiga (Trinitas Wahabi) yg tidak lain adalah tauhid itu sendiri. Dan tauhid tiga memiliki pengertian tiga bagian tauhid dalam satu tauhid atau 3in1, artinya tauhid tidak sah tanpa tiga tauhid. Padahal yg benar adalah bagi ummat Islam sudah otomatis tertanam dalam hatinya bahwa Rabb (rububiyyah) adalah Allah dan Allah (uluhiyyah) adalah Rabb, jadi bagi ummat Islam Rabb dan Allah itu bukan dua oknum. Hal ini terbukti dalam kalimat do’a: Yaa Robbi…, yaa Robbana…, Rabb yg dipanggil dalam do’a ini maksudnya adalah Allah.

      Pertanyaan saya kepada kalian kenapa kalian membedakan antara Rabb dan Allah padahal kalian mengaku beriman/bertauhid? Kenapa tidak secara otomatis tertanam dalam hati kalian bahwa Rabb adalah Allah? Silahkan dijawab deh, saya tunggu….

      1. Hanya orang2 bodoh dan tidak berakal yang mengatakan 3 tauhid itu sama dengan trinitas kristen. Emang gak ada manusia yang mengaku sang Maha Pencipta adalah Tuhan yang maha Esa, tetapi tidak beribadah kepada Allah secara benar? Jaman sekarang ini banyak banget. Orang Budha ngaku Tuhannya satu, sang Budha. Orang Hindu ngaku Tuhannya satu, Sang Hyang Widi Wasa, dll.

        Bila kita teliti secara obyektif, ternyata Al Qur’an sendiri membedakan antara tauhid rububiyyah, yg artinya mengimani Allah sebagai pencipta, penguasa, dan pengatur alam semesta; dengan tauhid uluhiyyah yang merupakan tuntutan agar manusia hanya mengesakan Allah dlm semua bentuk ibadahnya… Buktinya, dalam banyak ayat Allah menyebutkan bhw pabila kaum musyrikin ditanya: siapakah yg menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka menjawab: Allah… (lihat: QS. Al Ankabut: 61; Luqman: 25; Az Zumar: 38 dll) pun demikian mereka tetap dianggap musyrik… dan tauhid mereka yg seperti itu tidak bisa menyelamatkan mereka dari api neraka. Ini jelas menunjukkan bahwa mentauhidkan Allah memiliki dua bagian yang harus dipenuhi, dan tidak cukup sekedar salah satunya… yaitu mentauhidkan Allah dengan hal-hal yg berkaitan dengan diri-Nya (yg tak lain adalah tauhid rububiyyah) dan mentauhidkan Allah lewat amal ibadah kita (alias tauhid uluhiyyah)…
        Lantas apa dalilnya asma’ was sifat? Sebenarnya tauhid asma’ was sifat merupakan bagian dari rububiyyah, karena ia berkaitan dengan sifat-sifat dan perbuatan Allah ‘azza wa jalla. Akan tetapi berhubung tidak semua orang yg mengimani rububiyyah Allah juga mengimani asma’ was sifat-Nya, maka para ulama memisahkan masalah asma’ was sifat dalam bagian tersendiri. Tentunya mereka punya dalil dlm masalah ini, yaitu firman Allah dlm QS. Al Furqan: 60 yg berbunyi:
        {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا} [الفرقان: 60]
        Jika dikatakan kepada mereka (kaum musyrikin): “Sujudlah kepada Ar Rahman”, mereka mengatakan: “Apa itu Ar Rahman? Apa kami hendak bersujud kepada apa yg kau perintahkan?” dan perintah itu menjadikan mereka semakin lari dari iman.

        1. Kata mbh ndul “bila di teliti acr obyektif ternyata al qur’an sendiri membedakan antara tauhid rububiyah …dst. Artinya..:
          1 .Si dul mulai mendahulukan otaknya baru mncari2 dalilnya. Si dul melanggar prinsipnya sndiri !
          2 .Si dul merasa lbh pandai dr salafus sholih krn si dul bisa mengajarkan tauhid 3in1 yg tdk prnah diajarkan Rosul n salafus sholih
          3 .Klw pnelitian si dul dilanjutkan bisa jadi berubah dr tauhid 3in1 mnjadi 4in1,5in1,9in1,100in1 sesuka hati si dul.
          4 . bnarkah sidul obyektif?

          1. Ya beda dong sama Asjam, kita lihat dulu dalil2, baru di-pilah2/klasifikasi. Kalau Asjam kan di akal dulu, baru dicari dalilnya. Makanya kalau ada yang nggak masuk di akal, langsung ditolak oleh Asjam. Contoh Asjam menolak sifat Allah yang mempunyai wajah hakiki. Memang ada wajh yang diartikan ridho, lihat konteksnya, seperti pendapat imam bukhori, tetapi mereka tidak menafikan Wajah hakiki. Karena sudah kadung menolak sifat Wajah, tentu mereka juga harus menolak perkataan Nabi bahwa di surga orang beriman dapat melihat Wajah Allah seterang melihat bulan purnama. Begitu juga mereka menolak sifat Istawa’, diganti dengan Istaula’. Sama Ibnul ‘Arabi dikecam karena istaula’ berarti ada pertarungan antara 2 pihak, lalu pihak yang menang menguasai. Jadi, apa itu tidak mendahulukan akal dulu, baru cari2 dalil?

            Dan tentunya kaum Asjam merasa lebih pandai dari salafus shalih karena tauhid 20 tidak diajarkan Nabi SAW dan salafus sholih. Kalau tahuid 20 itu udah terbukti ber-ubah2 dari waktu ke waktu, awalnya 7, 9, 13, lalu 20. Kamu sendiri apa obyektif? Kalau ada perselisihan, kan kembali pada Qur’an dan hadits.

          2. Sama kang nduulll.. wahabiyun jg menolak kata “istawa” yg sbenarnya artinya lbih dr 5 arti. Dan mereka melarikan kata istawa dr “Istaula” ke arti yg lebih jauh dr akal sehat. Mrk memaknai “istawa” dg “istaqorro fauqol ‘arsy bi dzatihi, bainun ‘an mahluqotihi” (allah tinggal di atas arsy dg Dzat-Nya n berpisah dr mahluknya). Lihat Syarah kitab “al ‘Ulwu” Tahqiq Al bani. N mrk termasuk al bani ini gk sadar klw kata2 mrk ni TANAQUDL (KONTRADIKSI). Perhatikan!!.” Allah Di atas ‘Arsy, berpisah dr mahluknya”. Bukankah Arsy jg termasuk mahluk-Nya? Artinya.. menurut si al bani n wahabiyun…”allah tinggal di Arsy tp beripsah dr Arsy”!! bisakah kata2 si al bani ini dipahami oleh akal sehat??

          3. Itu karena kamu takyif, jadinya tergelincir tajsim. Anehnya malah salafi yang dituduh tajsim. Kalau kamu mikir tinggal bersama ‘Arsy artinya berpelukan gitu, ya kamu sudah tajsim. Kalau kamu pikir Istiwa’ terus artinya duduk di atasnya, ya itu tajsim. Masak Istaula’ lebih masuk akal? Allah bertarung dengan Arsy, lalu Arsy kalah dan dikuasai, itu masuk akal?

          4. Nte mengelak teruz terhadap pernyataan2 kaum Wahabi kaum Nte, Dul. Bukannya yg ngomong seperti itu kaum Wahabi kaum Nte, kok Nte putar-puter spt sulap? Nte pernah dengar ada Wahabi mau ngajakin ziarah ke langit dg biaya “WOW” untuk bertemu Allah di langit (ada di YouTobe)? Apa artinya ini, apakah bukan tajsim namanya?

          5. ANE COMEN..
            1.si ndull comen,”klw kamu pikir istiwa’ terus artinya duduk di atasnya, ya ..itu TAJSIM”. Pdhl yg mengatakan hal ini adlh IBNU QOYYIM (baca qosidah nuniyah ibnu qoyyim). Berarti DUL n ASWAJA sepakat mengatakan bhw IBNUL QOYYIM Adl MUJASSIM.
            2. Tafsiran istiwa= istaula= melalui proses tarung.. hanyalah menurut ibnul arabi saja. Pdhl istawa n istaula mmpunyai beragam arti . Hal ini menunjukkan ke O’ON an wahabiyuun dlm menyimpulkan NATIJAH

        2. @abdullah
          Sejak kapan tuh tauhid 3in1, karena setau ane dalam buku “Fathul Majid” karangan MAW, penerbit Pustaka Sahifah, tahun 2009 jml hal. 1300, gak ada tuh disebutkan. Apa itu diada-adakan?.

  32. kalo sifat Allah cuma 20, sifat-sifat yang laen kemana ??

    setahu ane Allah memiliki sifat Maha Penyayang, Pemaaf, Pengampun, Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Maha Perkasa,dll n masih banyak….

    apa sifat-sifat Allah dalam Asmaul Husna yang 99 ini diringkas jadi 20 sifat ya…??

    1. jangan o’on kang…Cp yg membatasi sifat allah hanya 20? Aswaja bilang” sifat kamalat (kesempurnaan) Allah tu LA TUKHSO.. tak terhitung!! Hanya Allah yg tau!!? Tp sifat allah yg kita wajib ketahui minimal 20 krn langsung brkaitan dengan esensi ketuhanan. Msh ada sifat lain misalnya yg disebut dlm 99 asmaul husna dan di luar asmaul husna…. paham???

  33. WUJUD artinya ”ADA”, Sifat mustahilnya ADAM artinya ”TIDAK ADA”.
    Tidak mudah membuktikan bahwa Allah itu ada, kecuali bagi orang2 yang beriman. Memang kita tidak dapat melihat Allah secara langsung, tetapi dengan menggunakan akal, kita dapat menyaksikan ciptaan Nya yaitu seluruh sekalian alam semesta ini.
    Timbul pertanyaan : Dari mana alam semesta ini berasal? Pastilah ada yang menciptakan. Siapakah Dia yang Maha Agung itu? Dialah Allah swt (Maha Suci dan Maha Tinggi).
    Disinilah dalil Aqli dan Naqli bertemu. Dialah yang mengadakan segala sesuatu dan Dia pulalah yang menciptakan sekalian alam semesta beserta isinya, termasuk manusia beserta isinya.

    Firman Allah :
    1.Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (Ar Ra’ad : 16).
    2.Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak pula seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (As Sajjdah : 4).
    3.Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas ‘Arsy. dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Al A’raaf : 54).
    4. Dalam Injil : Bahwa pada mula pertama dijadikan Allah akan langit dan bumi. Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu hal yang ketutupan kelam kabut; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu. (Surat Kejadian 1:1-2).

    Jadi jelas kalau Allah Ada bukan dengan diadakan, tetapi Allah memang bersifat Wujud (Ada). Allah ada dengan Sendiri Nya. Sedangkan makhluq pada haqiqatnya tidak ada, melainkan diadakan. Jelas beda antara ada dengan diadakan. Itulah salah satu makna kalimat tauhid LA ILLA HA ILLAALLAH.
    Ini adalah bukti bahwa agama Islam bukanlah takhyul. Sebab keyakinan bahwa alam semesta itu diciptakan oleh Allah dapat dijelaskan secara ilmiah. Justeru teori yang mengatakan bahwa alam semesta ini tidak diciptakan itulah yang merupakan kepercayaan takhyul yang tidak logis, tidak masuk aqal, tidak ilmiah, jahil, sesat. Jika tidak diatur oleh Allah, mana mungkin terkendali alam semesta ini.

    Nyata dan benar bahwa wajib bagi Zat Allah swt ada Nya, tiada disebabkan dengan suatu sebab. Menurut pandangan Imam Abu Hasan Al Asy’ariy bahwa ”Al Wujud ain Al Maujud”, artinya : Wujud itu kenyataan Zat Maujud, tidak dikatakan Wujud melainkan bagi Zat.
    ”Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah : “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui. (Lukman : 25)”.

    Kita mengiktikadkan sesungguhnya Allah swt itu ada dan sesungguhnya keberadaan Allah swt dengan ZatNya sendiri, tidak ada perantara sesuatupun dan sesungguhnya Allah itu wajib adaNya, maka wajib bagi Muslim selalu ingat pada Allah swt pada tiap-tiap Maujud juga kenyataan adaNya. Wujud dikatakan sifat Nafsiyah karena WUJUD menunjukan sebenar-benarnya diri Zat Allah swt dan tidak boleh dipisahkan Wujud itu dari ZatNya.

    Rujukan : Kitab “Wujud” karangan Zulkifli bin Muhammad bin Ibrahim Banahsan bin Syahab, Penerbit : CV Mutiara kertas.

    1. Tuh kan, pakai akal dulu, baru dicari dalilnya. Makanya kalau ketemu khabar dari Allah dan Rasul-Nya yang tidak masuk di akal, langsung dibantah dengan keras.

  34. @abdullah
    Ane bener bingung sama ente nih !!!, ane perhatikan ente menggabungkan pengertian Asma wa shifat.
    Coba kita lihat ya, Basmalah aja yang gampang tapi susah dikajinya.
    Bismillahhirohmanirrohim : Dengan menyebut nama Allah Yang Rohman dan Yang Rohim.
    Disini apakah Ya Rohman dan Ya Rohim adalah shifat juga menurut ente?.
    Saat Nabi Ibrahim mencari Tuhan, maka dilihat bulan dan bulan hilang disiang hari, dia lihat Matahari ternyata dimalam dia hilang begitu juga bintang. Akhirnya dia bilang Tuhanku adalah yang tidak Fana dan Dia Kekal.

  35. Alhamdulillah, sekali lagi kita bersyukur menerima ilmu dari ulama-ulama bersanad dan mengikuti pemahamannya. Yakin tidak akan menipu umat dengan mengubah-ubah kitab ulama.

  36. @admin…
    Izinkan sy menshare bantahan salah satu member grup pembela aswaja diFB dgn nama akunnya ‘ala Kulli Haal sebagai tambahan postingan Kang Ibnu diatas dan maaf jika sy menyela diskusi ini.

    ‘aLa Kulli Haal
    Kemarin ada yg mengatakan bhw habib munzir berdusta atas imam ibnu hajar asqalani,dan apakah dia jg berani mengatakan saya berdusta atas nama imam ibnu hajar jg ????

    Dalam kitab fathul baari jilid 1 cetakan darul kutub ilmiah yg 10 jilid,halaman 205,kertas kuning ddapatkan nash spt ini yg dtls oleh imam ibnu hajar

    وقال البيضاوي : لما كانت اليهود والنصارى يسجدون لقبور الأنبياء تعظيما لشأنهم
    Berkata imam baidhawi: manakala pd wkt keadaan yahudi dan nasrani sujud ke arah kuburan nabi mereka krn memuliakan bagi pangkat mereka
    ويجعلونها قبلة يتوجهون في الصلاة نحوها
    Dan mereka menjadikan qiblat sholat menghadap ke jihat kuburan itu
    واتخذوها أوثانا لعنهم
    Dan menjadikan kuburan itu sesembahan,maka Allah melaknat mereka

    ومنع المسلمين عن مثل ذلك
    Dan kaum muslimin dlarang menuruti itu

    فأما من اتخذ مسجدا في جوار صالح
    ADAPUN ORANG YANG MEMBANGUN MASJID,MUSHALLA,LANGGAR DI SAMPING MAKAM ORANG SHOLEH

    وقصد التبرك بالقرب منه لا التعظيم له ولا التوجه نحوه فلا يدخل في ذلك الوعيد
    DAN MENIATKAN MENGAMBIL BERKAH DENGAN BERDEKATAN NYA,BUKAN MEMBESARKAN NYA,DAN MENJADIKAN QIBLAT MENGHADAP KE JIHAT KUBURAN NYA,MAKA MASALAH ITU TDK TERMASUK DALAM ANCAMAN LAKNAT ALLAH

    PERHATIKAN LAH YANG INI !!!!!!!!

    kalau kalian memakai kitab asli fathul bari cetakan darul kutub,darul fikr,maka ta’liqan abd aziz ibnu baaz berada dbwh garis plng dbwh,
    adapun jika kalian pke maktabah syamelah,maka ta’liqan abd aziz ibnu baz berbaur dgn syarah ibnu hajar nya,krn itu kpd yg memakai maktabah syamelah atau kitab lewat kompoter,hati hati dgn tipuan wahabi,oke
    dsni lah letak kecurangan wahabi membajak kitab fathul baari,mdh2n Allah melaknat mereka krn mereka tak berizin dgn imam ibnu hajar,liat perkataan abd aziz bin baz
    قال العلامة بن باز هذا غلط والصواب تحريم ذلك ودخوله تحت الأحاديث الناهية عن اتخاذ القبور مساجد فانتبه واحذر والله الموفق

    Jd kita dapat menilai disini,
    KITA IKUT SIAPA ?????
    1.hafizh zamanihi,musnid zamanihi ibnu hajar asqalani

    Atau kah
    2.bukan hafizh,tak punya sanad lg,ibnu baaz

    Saya mewakili ulama aswaja di seluruh dunia menyatakan ikut imam ibnu hajar asqalani aja,
    Krn sanad saya memang tersambung ke beliau
    Mengambil dari
    1.syaikhuna kiayi haji ABDUSY SYUKUR ALBANJARI
    beliau dari
    2.kh.anang sya’rani arif albanjari
    Beliau dr
    3.syekh ali bin abdullah albanjari dan syekh umar hamdan almahrisi
    Beliau2 dari
    4.syekh mahfuzh termasi
    Beliau dr
    5.syekh bakri syatho pengarang i’aanah tholibin
    Beliau dr
    6.sayid ahmad zaini dahlan ulama yg paling terdepan menolak wahabi
    Beliau dr
    7.sayid usman dimyati
    Beliau dr
    8.imam syarqawi abdullah bin hijaz
    Beliau dr
    9. Syekh muhammad bin salim al hifni
    Beliau dari
    10.syekh ahmad bin abd latif
    Beliau dr
    11.syekh ali bin ibrahm alhalabi
    Beliau dr
    12.syekh nur ali azziyadi
    Beliau dr
    13.imam khatib syarbaini dan imam ibnu hajar alhaitami
    Beliau2 dr
    14.imam zakaria al anshori
    Beliau dr pengarang fathul baari
    AL IMAM AL HAFIZH AL MUSNID ABUL FADHLI SYIHABUDDIN AHMAD BIN ALI BIN HAJAR AL ASQALANI ASY SYAFI’I (lahir tahun 773 wafat tahun 852 )

    Syukron

    1. wahabiyun mang sering khiyanat dalam menukil sebuah riwayat.. merubah, menambah,mengurang,memluntir,memutilasi bahkan mmperkosa nukilan/riwayat.. tp yg dah insyaf jg banyak kok.. tdk smua wahabiyun jelek, yg dasarnya baik juga ada.. tp krn kurangnya informasi yg berimbang akhirnya mrk terjebak dalam tipuan wahabiyun.. stlh tau hakikatnya.. ya insyaf.. al hamd…

      1. Hehehe, gak usah jauh2 deh, Habib Munzir yang di Indonesia aja sering khianat, dibenerin kok nuduh yang ngasih tahu khianat, dunia emang udah kebalik-balik.

    2. Alhamdulillah, terimakasih Mas Wahyu. Itu membuktikan dg telak Firanda memang benar2 hidupnya berlepotan dg dusta2 Wahabiyyah. Hanya Allah yg sanggup memberikan hidayah kepada manusia-manusia durjana pengikut pendusta2 Wahabi.

    3. Maktabah Syamilah sudah pudar pamornya karena ketahuan diobok-obok tangan2 jail Wahabiyyun. Dulu pernah saya baca Mas Admin Ummati juga mencurigai keaslian kitab2 di Maktabah Syamilah, ketika saya ingat Mas Admin berdialog dg Ustadz artikel Islami tentang Maktabah Syamilah.

      Eh, ternyata terbukti Wahabi ada di balik pertunjukan Maktabah Syamilah. Sayang ya, perpustakaan selengkap itu isinya barang2 rijek dan palsu. Duh… Wahabi….

      1. Mbak putri…
        Kata teman2 santri digrup aswaja diFB bahwa kitab2 kelasik karya ulama2 besar aswaja yg dipalsukan, dipotong, dsb itu ada banyak sekali, dan teman2 digrupFB berencana untuk mengoreksi rame2 mbak!!

      2. ooo pasti neng… terutama yg barnamaj kitab2 aqoid.. hmpr 95 % MUJASSIMAH..apalagi dlm kitaby ibnu qoyim murid ibnu taimiyah.. katanya ” stlh kiamat, allah lalu berjalan2 mengelilingi bumi yg tlh sunyi” innalillah…

        1. Mujassimah kan jaremu. Nek hadits-e shahih, kon kate ngarani Nabi SAW mujassim ta? Wis, wis, wong kok senengane ngelamak nang Nabi SAW. Awakmu paling engko yo muter2 ae Istiwa’ -> istaula’, nuzul -> malaikat sing nuzul, lsp.

          1. ibnu qoym murid ibnu taimiyah.. Berkata ” stlh kiamat, allah lalu berjalan2 mengelilingi bumi yg tlh sunyi”
            mungkin klw diteruskan…” lalu setelah lelah berjalan2 seharian maka si dul n ibnu qoyim bergantian memijitnya”. ha…ha…ha…

          2. Ane inget pernah baca buku ibn Qoyyim itu, tapi ane lupa dibuku apa, persis bunyinya begitu, trus ane buang itu buku, tapi disimpan lagi sama harim, nti ane cari lagi. Habis hebat buanget tuh kata2, ane sampai terkesima.

  37. @Pak Abdullah ..
    “Saya ambil dari tafsir Ibnu Katsir.”
    Kok saya ga lihat ada perkataan Ibnu Katsir? Malah saya lihat pake bahasa Jawa. Maaf saya ga ngerti bahasa Jawa. Soalnya ini masalah serius, yaitu masalah aqidah. Terima kasih sebelumnya Pak Abdullah atas ilmunya.

    1. Menukil perkataan Ulama beda dengan menukil hadits Nabi SAW. Kalau menukil perkataan Ulama, boleh dengan kata2 yang lain asal tidak menyimpangkan makna. Jangan seperti kaum Asy’ariyyah yang mengatakan bahwa Imam mazhab mengatakan Allah di langit, itu mereka sedang taqiyyah, eh tafwidh :D.

      1. Juz dan halaman berapa? Jangan ASBUN (asal Bunyi) Sebutkan! Lalu apakah ibnu katsir termasuk salafus shalih? Krn setau ane maksud kata “salafus sholih” tu sahabat n tabiin! jd gk memasukkan ibnu katsir. Terus knp ente ingkar Allah ada di bumi pdhl allah jelas2 berfirman QS Al An’am : 3 (وهو الله فى السماوات وفى الارض) Artinya: dan dialah allah yg ada di beberapa langit dan bumi. Knp ente mengimani kata
        فى السماوات tp ingkari kata وفى الارض?? Bukankah tu mutilasi ayat??

        1. Apa kamu mau ngotot bahwa ayat Qur’an itu saling bertentangan, seperti klaim orang2 Yahudi dan Nashoro? Sudah banyak dalil yang menetapkan Allah di langit, silahkan baca2 sana. Kan gak mungkin Allah ada di langit sekaligus di bumi, maka digabungkan dengan ayat2 lain. Oleh Imam Malik, disimpulkan:
          عن عبد الله بن نافع قال: قال مالك: الله في السماء، وعلمه في كل مكان.
          Dari Abdulloh bin Nafi’: Imam malik mengatakan: “Alloh berada di atas langit, sedang ilmunya meliputi segala tempat”.

          1. buktikan jg ndull.. klw sanadnya sohih scr lengkap. jgn asal njeplak!! klw cuma bilang ‘an abdlllah ‘an nafi’ anak TK jg bisa? mari kita teliti para rawinya scr detail mnurut ilmu mustolah hadist.. atw jgn2 ente jg mw fitnah imam Malik RA?

          2. Klw digabung2 menurut persepsi ente mah ketemunya = allah dimana2 nddul.. dilangit, di bumi, di dekat kita bahkan lebih dekat dari leher kita (اقرب من حبل الوريد) bahkan jari2nya mengapit jantung-hati kita nduulll… tu namanya keblingerrrr?

          3. Eh, kamu ini Asjam traditional apa Asjam ahlul kalam? Kalau Asjam ahlul kalam berpendapat Allah tidak di dalam makhluk dan tidak di luar makhluk. Jadi kamu Asjam yang berkeyakinan Allah ada di mana2? Kamu juga meyakini Allah punya jari, nggak seperti Asjam ahlul kalam yang lain di sini?

            Gini lho Asjembek, seperti kata para Imam, Allah istiwa’ di atas Arsy. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Jadi yang dibilang Nabi SAW Allah lebih dekat dari urat leher, itu adalah keberadaan secara ma’iyyah, bukan dzatiyyah. Ya terserah kalau kamu punya pemahaman yang lebih bagus dari imam mazhab hasil ilmu ladunni dan yaqazah.

          4. 1. Kata sin dull.. “asjam ahlul kalam brpendapat allah tidak di dalam mahluk n tdk diluar mahluk” ini adlh pemluntiran n tahrif. Ini trjadi krn si dul hanya baca BUKU TRJEMAH. Pendapat ASYAIROH yg ssunguhnya..
            لا يقال ان الله داخل العالم او خارجه artinya “ tidak boleh diucapkan allah berada di dalam alam atw diluarnya”.
            Krn alam seisinya brada dalam genggaman kekuasaan allah. Lagi pula kata “allah di dalam alam atw diluarnya” tdk diajarkan rosul.
            2. Yg mengatakan allah punya jari adl IBNU TAIMIYAH N IBNUL QOYYIM. Bararti si dul berbeda pendapat dgn mereka bdua yg slama ini jadi imamnya. Boleh jadi si dul yg bid’ah atw mereka brdua yg bid’ah dlolalah.
            3. Kata si dul.. « kata para imam.. allah di atas arsy n ilmu-Nya mliputi sgala sesuatu » klw yg dimaksud si dul dg kata « para imam » adl ibnu taimiyah n ibnu qyim.. mmang benar. Tp klw yg di mksud adalh para imam madhab n salafus sholih maka itu adlh kedustaan n fitnah pd beliau2 yg tiada tara. N pada hari ‘YAUMUL HISAB » si dul akan dituntut utk tunjukkan bukti2nya…

          5. pa Abdullah ini perkataan anda”Kan gak mungkin Allah ada di langit sekaligus di bumi”..

            ASTAGFIRULLAH…

            coba pikir2 lagi lebih dalam…… kalimat anda diatas………dan apakah anda sudah mutlaq berpendapat demikian????????????????

            terus paham ga knp saya bertanya sama anda mengenai kalimat yg anda utarakan???????

            INNALILLAH….

        2. Tapi kalau kamu tetep ngotot Allah ada di mana2, atau Allah tidak ada di dalam makhluk dan tidak di luar makhluk, ya terserah kamu, saya sudah menyampaikan dalil yang benar.

          1. ane jg dah nyanpaikan dalil.. terakhir ane katakan sbgamana sabda Rasul ”Allah lebih dekat dari lehermu sendiri”. Jadi tidak Jauh nun diatas langit sana..ala kulli hall.. alam semesta seisinya termasuk Arsy berada dlm genggaman kekuasaan-Nya. alam semesta seisinya termasuk Arsy adalah mahluk yg fana (sirna) krn hanya allah yg abadi. Allah gk butuh alam semesta seisinya termasuk Arsy,tp merekalah yg butuh Allah agar mereka ttp eksis. Allah gk butuh qta sembah n qta kenali, tp kitalah yg butuh tuk menyembah n mengenal-Nya. Semoga sumbangan pemahaman ni bs brmanfaat. Peace..

  38. Pak Abdullah berkata :
    Sifat lupa sudah saya jawab, silahkan lihat lagi ke atas. Sifat sakit nggak tanya sekalian?
    Kayanya saya belum perlu tanya sifat “sakit”. Cuma nanya lagi, apakah pendapat di atas hasil ijtihad Pak Abdullah atau pendapat Salafus Sholeh. Mohon dong dijelaskan, agar kami dapat ilmu yang benar.

  39. pak abdullah tolong dong…. jangan pakai bahasa kasar kayak mereka. kayaknya mereka juga haus ilmu, tapi sayang mereka dapat ulama yg salah. kita harus ingat masa lalu bahwa kita dulu sama dg mereka anti wahaby.

  40. Gak ada yang lari. Memang tujuan ane menyingkap akidah ente dan akhirnya yang keluar dari ente adalah penolakan sifat wujud Allah:

    Abdullah: “Kalau Allah tidak mensifati dirinya dengan Wujud, kenapa kita lancang membuatkan sifat untuk Allah?”

    1. Asjam tidak hanya lancang membuatkan sifat untuk Allah, tapi juga lancang membuatkan kesimpulan untuk lawan diskusinya dengan tuduhan pembunuhan karakter. Orang yang mengedepankan dalil daripada akal dituduh mujassim. Ya sudahlah, kalau memang karakter Asjam, mau gimana lagi. Dan Asjam kalau ditanya kenapa membuat sifat baru dan menghilangkan sifat lain, biasanya bungkam seribu bahasa, lalu memaki-maki lawan bicaranya untuk mengalihkan topik.

      1. Apakah tidak lebih lancang lagi klw memutilasi ayat? Allah jelas2 berfirman QS Al An’am : 3 (وهو الله فى السماوات وفى الارض) Artinya: dan dialah allah yg ada di beberapa langit dan bumi. Knp ente mengimani kata
        فى السماوات tp ingkari kata وفى الارض?? Bukankah tu mutilasi ayat?? Atw mentakwil salah satunya se enak udel ??

  41. Asal Pak Abdullah mau diskusi secara tertib, kita bakal dapat ilmu nih.
    1. Pak Abdullah bilang Allah tidak boleh disifati Wujud, karena Allah tidak mensifati dirinya dengan sifat tersebut.
    2. Kata Aswaja, Allah SWT dalam salah satu firman-Nya mensifati dirinya dengan “Lupa”. Lalu Aswaja tanya apa boleh kita sifati Allah dengan “lupa” karena Allah mensifati dirinya tersebut?
    3. Ada kontradiksi dari jawaban Pak Abdullah : wujud tidak boleh karena Allah tidak mensifati dirinya dengan wujud. Tetapi “lupa” tidak boleh juga, padahal jelas-jelas Allah katakan dalam firman-Nya.
    4. Pertanyaan : Mohon penjelasan Pak Abdullah yang lebih lengkap dan masuk akal, agar dapat menambah ilmu bagi kami. Jika mungkin mohon juga pendapat dari para Salafus Sholeh, agar lebih yakin.

    1. Allah tidak menetapkan sifat Wujud, bukan berarti Allah tidak berwujud. Dalam Qur’an dan hadits Allah mensifati dirinya dengan adanya Tangan, Kaki, Wajah, yang menunjukkan Allah itu Wujud. Tetapi karena Allah tidak mensifati dirinya dengan Wujud, yang pasti ada hikmahnya yang tidak kita ketahui, ya kita tidak usah lancang menambah sifat, sebagaimana lancang mengurangi sifat.

      Sifat lupa sudah saya jawab, silahkan lihat lagi ke atas. Sifat sakit nggak tanya sekalian?

      1. Allah tidak menetapkan sifat Wujud, bukan berarti Allah tidak wujud
        Allah tidak menetapkan sifat Qidam, bukan berarti Allah tidak qidam
        Dst….

        1. Bedanya adalah, penetapan sifat 20 adalah berdasarkan akal, lalu dicari dalilnya. Maka dari itu, sifat 20 ini (dulu asalnya cuma 7) akan berubah-ubah sesuai perkembangan ilmu yang diketahui oleh akal manusia. Daripada repot2 buang waktu untuk berfilsafat dengan ilmu kalam, kenapa nggak ngikut saja apa yang sudah ditetapkan Allah?

          1. Okey…berarti penolakan sifat wajib dengan persepsi bahwa Allah tidak menetapkan sifat itu dah kagak bisa digunakan….

            Ini pake logika ente sendiri loh:
            Allah tidak menetapkan sifat Wujud, bukan berarti Allah tidak wujud
            Allah tidak menetapkan sifat Qidam, bukan berarti Allah tidak qidam

            Seep…kemajuan….

          2. Mbah nddull..klw coment tu jgn ASBUN (asal bunyi). Cp yg membatasi sifat wajib allah hanya 20? Aswaja bilang” sifat kamalat (kesempurnaan) Allah tu LA TUKHSO.. tak terhitung!! Hanya Allah yg tau!!? Tp sifat wajib allah yg kita wajib ketahui minimal 20 krn langsung brkaitan dengan esensi ketuhanan. Msh ada sifat lain misalnya yg disebut dlm asmaul husna. Trus… aswaja mendahulukan logika yg diikuti dalil dalam “NARASI” Atw “DIALOG” tu bukan berrarti penetapan sifat 20 tu dengan akal baru Naql (Qur’an-Hadist). Ingat tu di lakukan krn dlm KONTEK NARASI DAN DIALOG !! klw ente brdialog ketuhanan dg orang yg lemah iman/non muslim.. apakh ente langsung pake dalil?? Eh..taukah ente ndul.. dengan apa kita dimuliakan Allah dibanding mahluk lain ( ولقد كرمنا بنى ادم)?dengan akal!! Tp knp akal Nte mlh ente taruh di dengkulll?

          3. Alah, umuk tok. Kenyataannya dalil2 yang tidak sesuai dengan akal kamu ditahrif, misalnya sifat Istiwa’, Nuzul, Yad, Wajh, dll. Manusia diberi akal bukan untuk membantah Tuhannya. Bukan buat ngelamak lan keminter sama Nabi SAW. Sebenarnya yang taruh akal di dengkul itu ya kamu, udah tau orang mati gak bisa ngapa2in, kok di-minta2.

          4. Pa gk ente yg mlh sok minteri nabi? Buktinya ente meningkari sabda nabi yang mengatakan allah lebih dekat dari leher kita. Ente justru mengatakan allah di atas langit yang nun jauh disana…Buktinyalagi .. ente ingkar Allah juga ada di bumi pdhl allah jelas2 berfirman QS Al An’am : 3 (وهو الله فى السماوات وفى الارض) Artinya: dan dialah allah yg ada di beberapa langit dan bumi buktinya lagi.. ente mentahrif arti فنسيناه menjadi “diunbarno gak di reken”. bid’ah nduulll

      2. He he he he Abdullah…ente menyatakan Allah itu wujud, itu sudah mensifati Allah dengan sifat wujud.

        Atau logika ente kayak gini: “Allah itu wujud tapi tidak memiliki sifat wujud.”

        1. Gampangnya gini, Allah tidak mensifati dirinya Wujud, walaupun menurut akal kita Allah itu pasti Wujud, ya kita tidak menyebut Allah dengan sifat itu. Allah tidak mensifati dengan Qidam dan Baqa’, tetapi mensifati dengan Awwal dan Akhir. Ya udah, nggak usah lancang, pakai saja Awwal dan Akhir, jangan bikin2 sendiri. Demikian juga kalau Allah mengatakan punya Dua Tangan, terus menurut akal kita, kok Allah punya tangan, jangan lalu kita lancang menghilangkan sifat tersebut.

          1. Inilah yang namanya logika kacau…

            Abdullah menyatakan Allah itu wujud, otomatis dia telah mensifati Allah dengan sifat wujud.

            Karena Abdullah menyatakan wujud, untuk menjelaskan keadaan Allah. Keadaan dan kondisi yang ada pada dzat-Allah itulah yang namanya sifat (rujuk mu’jam al wasith). Walhasil Abdullah telah mensifati Allah dengan sifat wujud.

            Kagak ada bedanya antara Allah wujud dengan Allah memiliki sifat wujud. Menafikan sifat wujud Allah berati menafikan bahwa Allah itu wujud.

          2. mas @Naka
            Mungkin begini pertanyaan ke @abdullah, dalam tauhid @abdullah ada namanya Tauhid “Asma wa Shifat”, apakah 2 kata itu berdiri sendiri atau penggabungan keduanya menjadi satu pemahaman (Asma Ul Husna dan Shifatullah, atau menjadi satu shifat Allah).
            Ini cuma masukan aja ya @abdullah.

          3. Kata mbah dul… Allah tidak mensifati dirinya dengan Qidam dan Baqo’
            Inn lillah.. Mbah dul mendustakan allah. Bukan kah Allah berfirman “ويبقى وجه ربك “

          4. Kamu mau ngelawak ya? Kamu kan yang membantah sifat Wajah Allah, sekarang kamu pake sabagai dalil? Kalau menurut terjemahan Asya’iroh, wajah -> ridho, harusnya kan ridhonya yang baqo’, bukan Allah itu sendiri yang baqo’.

          5. Ha..ha..ha..mbh ndul ktauan o’on nya lagi.. menurut tafsir ASYA’IROH ayat ويبقى وجه ربك ,kata وجه artinya “Dzat”. Jadi arti ayat tsb “Dan abadilah DZat Tuhanmu”. Jadi ayat itu gk nyingung sama sekali soal wajah. Lha klw menurut tafsir wahabiyyun “Dan abadilah wajah Tuhanmu”. Maksud wahabiyun mungkin… tangan, jari2,betis,lambung(perut) tuhan mereka mengalami kerusakan digrogoti usia.innalillahhhh… hadanalllah wa iyyakum..

          6. Gimana sih, tafsir Asjam kok nggak konsisten. Katanya Wajah = Ridho, sekarang Wajah = Dzat. Ckckck, Asjam berpikiran Tuhan bisa menua? Wahabi tidak pernah berpikiran seperti itu.

          7. Ooo’oonn lagi ndul..nddul.. kata وجه tu tafsiry macem2.. tinggal lihat konteknya. Kalaw dalam beramal misalnya” barang siapa beramal لوجه الله dlm kontek yg ini tafsirnya “RIDLO”. Kompletya.. barang siapa beramal krn mengharap ridlo allah. Paham? وجه dlm bhs arab tu artinya lebih dari 7 nduul.. bias berarti wajah, ridlo, arah, sisi, dll..makanya klw baca buku tu yg banyak biar pmahaman ente gk spotong2..

  42. @abdullah
    Ane hitung nih, ente bilang males dah 3 x, eh masih aja ada komen2 ente, berarti masih suka kan. he he he…. jujur ye @dul
    @dul gimana diskusi sama mas @Naka dilanjut dong biar jelas, ane nyimak dah.

    1. Payah tuh, dia lari2 terus, ente aja yang jawab gimana. Ente sufi kan, jawab tuh pertanyaan tentang:
      1. Mursyid: kenapa harus punya mursyid, kenapa tidak boleh membantah mursyid walaupun dia tidak maksum, kenapa harus pajang foto mursyid supaya ibadah lebih khusyuk (bukannya malaikat tidak mau masuk kalau ada gambar makhluk hidup?)
      2. Yaqazah
      3. Ilmu Ladunni
      4. Tokoh2 sufi seperti Ibnu Arabi, Al-Hallaj, Rabi’ah Adawiyah, atau Anda punya tokoh pujaan Anda sendiri?

      1. @abdullah
        Ente jawab dulu pertanyaan mas @naka, nti kalau dah selesai baru deh ane jawab, ane janji, biar fokus gitu sebab yang lain masih nunggu jawaban ente.

      2. @Abdullah
        Setahu saya Mursyid boleh didebat kalo belum faham, beda dengan wahabi semua doktrin Ustadz harus diterima dan tidak boleh dibantah, (itu sama dengan pengikut Nasrani semua doktrin pandetanya tidak boleh dibantah harus diterima saja) sebab apa2 yg keluar dari mulut ustadznya adalah kebenaran hakiki yg sama dgn firman tuhan, makanya dicekoki dgn tauhid trinitas harus diterima, disuruh jihad dgn bom bunuh diri juga harus mau sebab akan masuk surga.

        1. Memang susah kalau otak sudah didoktrin kalau akidah penjaga Masjidil Haram dan masjid Nabawi itu sesat, sampai imamnya dibilang khawarij kafir. Makanya pada suka main ke kuburan daripada ke Masjidil Haram.

          Jangan dikira ulama2 Saudi mengiyakan apa yang dikatakan Syaikh Al-Albany, banyak beberapa hal yang mereka tidak setuju. Syaikh bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Muqbil, dll sering tidak sama pendapatnya. Tetapi itu dalam hal2 yang furu’iyyah, kalau dalam hal ashliyyah tidak ada perbedaan.

          Udah, jangan lari2, jawab yang lainnya, kalau nggak tahu, diam aja.

          1. Al bani n ulama2 saudi wahabiyun mang kompak dlm soal USULIYAH.. mksudnya sama2 kompak mengatakan “siapa yg mengatakan bhw alam adalah QIDAM BIN NAU’, maka dia pelaku bid’ah dlolalah”!! n cp yg pertama kali mengatakan bhw alam adalah QIDAM BIN NAU’??? ha…ha..ha.. IBNU TAIMIYAH!! Artinya.. mereka spakat mngatakan ibnu taimiyah pelaku bid’ah dlolalahhh.. siiip

  43. Ya, Wahabi emang pakai dalil tapi yg akal-akalin menurut hawa nafsu bejatnya. Keterlaluan bolotnta Nte dalam memahami perkataan orang, padahal di situ ikhwan kita cuma menyindir ketololan Nte. Sama sekali tidak menuduh Allah pelupa. Bolot n dodol jangan dipelihara Dul…. Atau antum belum melepas kaca mata kuda Nte?

    1. Udah ah, males ngeladeni bakul mlijo yang tolol. Komentar kamu itu gak ada isinya apa2, selain maki2an bodoh, tolol, sesat, dodol, khawarij, kafir. Cuma 1-2 kali kopas ayat. Jadi cheerleader tahu diri dong, ojo keakehan cocot.

      1. @ Abdullah
        Saya percaya kamu pintar, saking pintarnya kamu jadi pembela mati2an sekte sesat wahabi, atau kamu dapat dana dari dinasti saud (yg satu trah dengan yahudi alias keturunan muawiyah yg berdarah yahudi) untuk mengidupi kamu dan keluarga kamu, maklum cari kerjaan sekarang ini kan sulit tapi jadi pesuruhnya dinasti saud gampang dapat realnya besar lagi.

  44. MELU..MELU..
    mbah ndul..menurutmu Allah menyifati dirinya dengan lupa krn tlh brfirman “nasullaha fa nasiyahum”. jangan2 tuhanmu pelupa? tolong klw lupa diingatkan zaaa?

    1. Al Asjem-bek memang biasa pake akal2an macam2 supaya bisa mengubah sifat2 yang sudah Allah tetapkan. Allah menetapkan sifat2 bagi dirinya sesuai dengan keagunganNya. Tentu di sini sifat lupa bukanlah seperti yang dituduhkan oleh kaum Asjam, dulunya pernah melakukan, tetapi sekarang lupa. Tentu ini menunjukkan kekurangan, yang jelas tidak menunjukkan keagungan Allah. Maksud lupa disini adalah dijarno ae gak direken. Coba kalau kamu lihat konteks ayatnya, pengertian ini lebih tepat.

      1. lho apakah tidak antum yg justru mengotak-atik sifat Allah. bukankah allah katakan “Lupa”? mengapa kamu jadi mengartikan “Maksude di umbarno ae gak di reken”? kok antum jadi sok tau dg maksud allah ya?? atw antum skarang jg MUATTHILAH dan Muawwilah yg suka mentakwil seenak udele? mengapa tidak antum katakan “Allah bersifat pelupa sebagaimana Dia menyifati diri-Nya, tapi lupa yg sesuai dengan keagunganNya dan tidak seperti lupanya Mahluk”? bukankah mentakwil itu bid’ah dlolalahhhh?

        1. Kamu yang salah ngerti, lha memang arti dalam bahasa Arabnya ada dua. Lupa yang artinya dulu ingat sekarang tidak, dan lupa gak direken. Lupa bahasa Indonesia saja artinya juga seperti itu.

          Yang suka mentahrif atau mengubah-ubah ayat itu kan golongan kamu. Istiwa’ -> istaula, tangan -> kekuasaan, tertawa -> ridho, dll. Tidak ada takwil di sini. Kalau tidak ada tafsir dari Allah atau Nabi SAW, kita jangan mentafsir sendiri dengan akal kita.

          1. bahkan artinya lebih dari dua ndul.. tapi yang hakikat cuma satu yaitu “lupa”. yang lainnya MAJAZ YG DIGUNAKAN TUK TAKWIL. klw mau tau lagi… kata Istawa(استوى) artinya malah lebih dari 5 arti ndul.. mengapa kamu justru malah memilih istawa yg berarti استقر (menetap,bertempat)? Padahal jelas2 bertentangan dengan QS Al An’am : 3 (وهو الله فى السماوات وفى الارض) Artinya: dan dialah allah yg ada di beberapa langit dan bumi. Kenapa ente hanya mentakwil وفى الارض tp tdk mau mentakwil فى السماوات ??
            lagi pula mengapa WABAHIYUN eh WAHABIYUN mengatakan “zat Allah berada di langit tapi ilmunya berada di bumi” kok tidak dibalik saja? Padahal mahluk –Nya yg dilangit lebih banyak dari yg di bumi??

      1. Bedul..uk uk uk! kemari uk uk uk….! ayo lari..lari… ko tulangnya ga dimakan dul..? pengen daging ya? kasian padahal bacotnya udah ngiler! wkwkwk

      2. Bedul..uk uk uk! kemari uk uk uk….! ayo lari..lari… ko tulangnya ga dimakan dul..? pengen daging ya? kasian padahal bacotnya udah ngiler! wkwkwk.

  45. Iya, so ente juga bakal tidak setuju dengan sifat “wujud” Allah!

    Kenapa? Kalau konsekwen, ente bakal jawab, karena Allah tidak pernah mensifati dzat-Nya (bukan dirinya!!!) dengan “wujud”.

    1. Kalau Allah tidak mensifati dirinya dengan Wujud, kenapa kita lancang membuatkan sifat untuk Allah? Adalah aneh kalau Anda membuatkan sifat Wujud, dengan definisi aneh pula, tidak berada di dalam makhluk, dan tidak pula di luar makhluk. Bukannya gabungan dua fakta yang mutual eksklusif adalah himpunan kosong alias tidak ada? Tetapi di pihak lain, Anda membantah sifat yang Allah sifati dirinya sendiri yang menunjukkan Wujud, seperti Tangan, Wajah, Kaki, Mata, dll.

      Kalau Anda menetapkan sifat Allah dengan akal, akal itu terbatas. Buktinya, Anda membantah beberapa sifat Allah yang Allah tetapkan sendiri karena tidak masuk di akal Anda. Akal juga berkembang, sehingga dulunya cuma ada 7 sifat wajib, lalu sekarang berkembang jadi 20. Entah nanti jadi berapa kelak.

        1. Justru kaum Asjamlah yang menafikan sifat Wujud itu sendiri, dengan definisi yang aneh, tidak di dalam makhluk dan tidak di luar makhluk. Kalau menurut logika Anda, berarti Allah tidak memiliki sifat wujud karena Allah tidak mengatakannya! Innalillah, Anda harus taubat.

          Jangan ngeles dan lari2, Allah mensifati dirinya dengan adanya Tangan, Kaki, Wajah, dll, bukannya itu adalah Wujud? Tetapi di sini Anda malah membantah sifat2 tersebut.

          1. Abdullah: “Kalau Allah tidak mensifati dirinya dengan Wujud, kenapa kita lancang membuatkan sifat untuk Allah?”

            Abdullah menolak sifat wujud bagi Allah. Karena menurutnya Allah tidak mensifati-dzatnya dengan sifat wujud.

          2. Yah, gak seru, kirain diskusi beneran, ternyata sama aja dengan Asjam yang lain, cuma bisa “pokoknya”, main kesimpulan seenaknya sendiri, kalau ditanya lari2. Males ah, pergi aja, gak nambah ilmu.

          3. Menurut logika Asjam, Allah salah karena tidak mensifati dirinya Wujud, karena itu dibuatkan sifat Wujud. Padahal Allah tidak merasa perlu mensifati dirinya Wujud, kalau Anda mau korek2 kenapa, ya ndak tahu, terserah Allah. Tapi Allah mensifati dirinya yang menunjukkan adanya Wujud, seperti Tangan, Kaki, Wajah, tetapi malah dibantah oleh kaum Asjam. Dan seperti biasa, Asjam selalu berteriak “Wahabi bilang Allah tidak berwujud”.

          4. Yang penting, akidah ente dah katahuan…mengingkari sifat wujud Allah….

            Gak perlu ane ladenin, karena tujuan ane diskusi dah tercapai, yakni membuka kedok ekidah ente. Yakni, ente mengingkari sifat wujud Allah, karena menurut ente Allah tidak mensifati dzat-Nya dengan “wujud”

            Abdullah: “Kalau Allah tidak mensifati dirinya dengan Wujud, kenapa kita lancang membuatkan sifat untuk Allah?”

          5. Mana nih jawaban Asjam2 pada muter2, ditanya kenapa lancang bikinin sifat buat Allah nggak dijawab. Kenapa lancang menolak sifat Allah juga gak dijawab. Bakul mlijo sih cuma bisa jadi cheerleader saja, jawabannya yang nggak mutu tidak diharapkan.

          6. Abdullah, Nte gak sadar ya telah bikin pernyataan sesat menyesatkan? Lihat tuh koment Nte, baca dan pikirlah, mana konsistensinya sebgai orang beriman? Mencla mencle semuanya, kontradiksi semuanya. Begitulah kalau koment asal njeplak menuruti hawa nafsu….

          7. Gak perlu ane jawab, gak penting. Yang terpenting adalah kedok akidah ente dah terbuka, menolak sifat wujud Allah, dengan alasan bahwa Allah tidak mensifati dzat-Nya dengan wujud:

            Abdullah: “Kalau Allah tidak mensifati dirinya dengan Wujud, kenapa kita lancang membuatkan sifat untuk Allah?”

          8. klw abdulllah menolak sifat wujud allah padahal lawan wujud adalah ‘adam (tidak ada), berarti abdullah mengatakan Allah itu “adam” (tidak ada). innalillah!!!!

          9. Al-Asjem-bek, pernyataan kamu itu sangat lucu. Di satu sisi, kamu mendefinisikan Wujud dengan definisi yang mustahil (tidak di dalam alam dan tidak di luar alam), di sisi lain kalian menolak sifat2 Allah yang menunjukkan wujud seperti Tangan, Kaki, Wajah dll.

          10. Allah berfirman QS. Al An’am : 3 وهو الله فى السموات وفى الاؤض (Dan dialah Allah yg di beberapa langit dan di bumi) Jadi Allah mengatakan Zat-Nya jg ada di bumi. Ini adalah nash Yg Shorih!! Mengapa wahabrot mengatakan allah di langit dan hanya mengimani Kata “Fis Samawati” saja dan mengingkari kata “Fil Ardli”. Bukankah itu mutilasi ayat setelah memperkosanya? Innalilllahhhhh….

          11. Rupanya Asjembek ini memahami Allah ada di mana2. Ada di lapangan, kuburan, WC, dll, innalillah, bener2 akidah hulul.

            Allah ada di langit, dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Ini adalah pendapat 4 imam mazhab, dan sudah sampai bosen saya tuliskan pendapat mereka di sini, tetep aja kalau udah kena doktrin Asjam susah berubah.

          12. hahahha… ketahuan mutilasi ayat. yg satunya di takwil lagi. ingat..ingat… takwil bid’ah dlolalaaaah.. hahahaha..
            gitu2 msh asbun mengatasnamakan imam madzhab 4. fitnah tu dosa mbahh…
            itu kata2 ibnu taimiyah.. makanya jgn taklid buta. hahaha… copot kacamata kudanya mbah…!!

  46. Trims Mas Naka
    Tuh kan, kalo ambil ilmu dari ulama yang bersanad, akan jelas, tapi kalo ambil ilmu dari yang ga bersanad dalam suatu mazhab, yah jadi ngarang. Mendingan Mas Alkatiby, walaupun tamat SMA, tapi ilmiah, karena diambil dari ulama bersanad. Ada yang bilang bodoh dan dibanding-banding sama doktor, tapi tidak bisa membantah dan menunjukkan mana yang salah ….. harusnya begini …. dst… Jangan hanya bilang bodoh tanpa bukti.

  47. Di beberapa tempat, Imam As Syafi’i telah memberi penilaian terhadap para sufi. Yang sering dinukil dari perkataan beliau mengenai sufi bersumber dari Manaqib Al Imam As Syafi’i yang ditulis oleh Imam Al Baihaqi.

    Di dalam kitab itu, Imam As Syafi’i menyatakan, “Kalau seandainya seorang laki-laki mengamalkan tashawuf di awal siang, maka tidak tidak sampai kepadanya dhuhur kecuali ia menjadi hamqa (kekurangan akal).” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)

    Beliau juga menyatakan,”Aku tidak mengetahui seorang sufi yang berakal, kecuali ia seorang Muslim yang khawwas.” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)

    Beberapa pihak secara tergesa-gesa menyimpulkan dari perkataan di atas bahwa Imam As Syafi’i mencela seluruh penganut sufi. Padahal tidaklah demikian, Imam As Syafi’i hanya mencela mereka yang menisbatkan kepada tashawuf namun tidak benar-benar menjalankan ajarannya tersebut.

    Dalam hal ini, Imam Al Baihaqi menjelaskan,”Dan sesungguhnya yang dituju dengan perkataan itu adalah siapa yang masuk kepada ajaran sufi namun mencukupkan diri dengan sebutan daripada kandungannya, dan tulisan daripada hakikatnya, dan ia meninggalkan usaha dan membebankan kesusahannya kepada kaum Muslim, ia tidak perduli terhadap mereka serta tidak mengindahkan hak-hak mereka, dan tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, sebagaimana beliau sifatkan di kesempatan lain.” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/208)

    Jelas, dari penjelasan Imam Al Baihaqi di atas, yang dicela Imam As Syafi’i adalah para sufi yang hanya sebatas pengakuan dan tidak mengamalkan ajaran sufi yang sesungguhnya.

    Imam As Syafi’i juga menyatakan,”Seorang sufi tidak menjadi sufi hingga ada pada dirinya 4 perkara, malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan.” (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)

    Imam Al Baihaqi menjelaskan maksud perkataan Imam As Syafi’i tersebut,”Sesungguhnya yang beliau ingin cela adalah siapa dari mereka yang memiliki sifat ini. Adapun siapa yang bersih kesufiannya dengan benar-benar tawakkal kepada Allah Azza wa Jalla, dan menggunakan adab syari’ah dalam muamalahnya kepada Allah Azza wa Jalla dalam beribadah serta mummalah mereka dengan manusia dalam pergaulan, maka telah dikisahkan dari beliau (Imam As Syafi’i) bahwa beliau bergaul dengan mereka dan mengambil (ilmu) dari mereka. (Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)

    Kemudian Imam Al Baihaqi menyebutkan satu riwayat, bahwa Imam As Syafi’i pernah mengatakan,”Aku telah bersahabat dengan para sufi selama sepuluh tahun, aku tidak memperoleh dari mereka kecuali dua huruf ini,”Waktu adalah pedang” dan “Termasuk kemaksuman, engkau tidak mampu” (maknanya, sesungguhnya manusia lebih cenderung berbuat dosa, namun Allah menghalangi, maka manusia tidak mampu melakukannya, hingga terhindar dari maksiat).

    Jelas, bahwa Imam Al Baihaqi memahami bahwa Imam As Syafi’i mengambil manfaat dari para sufi tersebut. Dan beliau menilai bahwa Imam As Syafi’i mengeluarkan pernyataan di atas karena prilaku mereka yang mengatasnamakan sufi namun Imam As Syafi’i menyaksikan dari mereka hal yang membuat beliau tidak suka. (lihat, Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)

    Bahkan Ibnu Qayyim Al Jauziyah menilai bahwa pernyataan Imam As Syafi’i yang menyebutkan behwa beliau mengambil dari para sufi dua hal atau tiga hal dalam periwayatan yang lain, sebagai bentuk pujian beliau terhadap kaum ini,”Wahai, bagi dua kalimat yang betapa lebih bermanfaat dan lebih menyeluruh. Kedua hal itu menunjukkan tingginya himmah dan kesadaran siapa yang mengatakannya. Cukup di sini pujian As Syafi’i untuk kelompok tersebut sesuai dengan bobot perkataan mereka.” (lihat, Madarij As Salikin, 3/129)

    Imam As Syafi’i Memuji Ulama Sufi
    Bahkan di satu kesempatan, Imam As Syafi’I memuji salah satu ulama ahli qira’ah dari kalanagn sufi. Ismail bin At Thayyan Ar Razi pernah menyatakan,”Aku tiba di Makkah dan bertemu dengan As Syafi’i. Ia mengatakan,’Apakah engkau tahu Musa Ar Razi? Tidak datang kepada kami dari arah timur yang lebih pandai tentang Al Qur`an darinya.’Maka aku berkata,’Wahai Abu Abdillah sebutkan ciri-cirinya’. Ia berkata,’Berumur 30 hingga 50 tahun datang dari Ar Ray’. Lalu ia menyebut cirri-cirinya, dan saya tahu bahwa yang dimaksud adalah Abu Imran As Shufi. Maka saya mengatakan,’Aku mengetahunya, ia adalah Abu Imran As Shufi. As Syafi’i mengatakan,’Dia adalah dia.’” (Adab As Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 164)

    Walhasil, Imam As Syafi’I disamping mencela sebagian penganut sufi beliau juga memberikan pujian kepada sufi lainnya. Dan Imam Al Baihaqi menilai bahwa celaan itu ditujukan kepada mereka yang menjadi sufi hanya dengan sebutan tidak mengamalkan ajaran sufi yang sesungguhnya dan Imam As Syafi’i juga berinteraksi dan mengambil manfaat dari kelompok ini. Sedangkan Ibnu Qayyim menilai bahwa Imam As Syafi’i juga memberikan pujian kepada para sufi.

    Dengan demikian, pernyataan yang menyebutkan bahwa Imam As Syafi’i membenci total para sufi tidak sesuai dengan data sejarah, juga tidak sesaui dengan pemahaman para ulama mu’tabar dalam memahami perkataan Imam As Syafi’i. Wallahu’alam…

    Rujukan:
    1. Manaqib Al Imam As Syafi’i, karya Al Baihaqi, t. As Sayyid Ahmad Shaqr, cet.Dar At Turats Kairo, th.1390 H.
    2. Madarij As Salikin, karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah, cet. Al Mathba’ah As Sunnah Al Muhamadiyah, th. 1375 H.
    3. Adab As Syafi’I wa Manaqibuhu, karya Ibnu Abi Hatim Ar Razi, cet. Dar Al Kutub Al Ilmiyah, th. 1424 H.

    Nah, yang lain tar menyusul

    1. Baik, terimakasih atas penjelasannya. Sekarang saya ingin tahu pendapat Anda tentang:
      1. Mursyid: kenapa harus punya mursyid, kenapa tidak boleh membantah mursyid walaupun dia tidak maksum, kenapa harus pajang foto mursyid supaya ibadah lebih khusyuk (bukannya malaikat tidak mau masuk kalau ada gambar makhluk hidup?)
      2. Yaqazah
      3. Ilmu Ladunni
      4. Tokoh2 sufi seperti Ibnu Arabi, Al-Hallaj, Rabi’ah Adawiyah, atau Anda punya tokoh pujaan Anda sendiri?

  48. Pak Abdullah berkata :
    Nggak habis pikir sama Asjam2 ini. Imam Syafi’i sudah berkata, barang siapa yang mengikuti tasawuf di pagi hari, sebelum dhuhur dia sudah menjadi dungu. Ya jelas aja, masak blusukan di kuburan bisa membuat jiwa jadi terang, bandingin sama Wahabi yang tiap hari ke Masjidil Haram & Masjidil Nabawi.
    Sepengetahuan saya, perkataan Imam Syafi’i tersebut telah dijelaskan oleh Imam Baihaqi yang memiliki sanad kepada Imam Syafi’i. Jangan-jangan Pak Abdullah ini menerima perkataan tersebut dari orang yang tidak bersanad. Kan kalau mau tahu masalah Mazhab Syafi’i harus melalui ulama-ulama Syafi’i, betul nggak …? Atau Pak Abdullah belum tahu lanjutan penjelasan Imam Baihaqi yang dikutipnya di atas? Mungkin teman-teman Aswaja bisa bantu Pak Abdullah buat sharing …

  49. Alhamdulillah, telah menjadi muslim 3 orang saudara kita dari warga negara swedia yang bernama 1. Stefen wilberg 2. Faula imagriel 3. Kufla hansen. Minggu 11/12/2011 ba’da zuhur, mereka berkeinginan belajar islam lebih jauh lagi tentang kesufian. Jadi udah 37 orang ane mengislamkan orang, ane janji setiap tahun 1 orang, Semoga Allah memberikan jalan ke ane. Alhamdulillah.

    1. Alhamdulillah, Sufi dan tasawuf Islam makin eksis dan dibutuhkan oleh manusia2 modern yg cerdas tapi kosong jiwanya. Walaupun Wahabi berusaha memberantas tasawuf dan sufinya dg segenap kemampuan tenaga dan hartanya, tasawuf semakin berkibar dan Wahabi nakin kebakaran jenggot saja, hi hi hi…. Wahabi jelas hampa dan gelap jiwanya perlu disiram dg ilmu2 tasawuf biar hatinya cerah penuh makna….

      1. Nggak habis pikir sama Asjam2 ini. Imam Syafi’i sudah berkata, barang siapa yang mengikuti tasawuf di pagi hari, sebelum dhuhur dia sudah menjadi dungu. Ya jelas aja, masak blusukan di kuburan bisa membuat jiwa jadi terang, bandingin sama Wahabi yang tiap hari ke Masjidil Haram & Masjidil Nabawi.

        1. Menurut keterangan Imam Al Baihaqi bahwa pernyataan Imam As Syafi’i itu tertuju kepada sufi gadungan bukan sufi yang hakiki. Rujuk Manaqib Imam As Syafi’i.

          1. banyak sok tahu nya abdullah,
            nggak pernah selesai mengambil rujukan dan penjelasan para imam2,..hanya sepotong2…
            kasihan dia……semoga Allah menerangi keIlmuannya yg tertutup tabir gelap…..

  50. Wuaha ha ha ha……………. tauhid 3in1, ajaran apa ini? Dari dulu setahu saya gak ada ajaran tauhid macam yg diajarkan oleh Wahabi. Tauhid kok dikarang-karang… ini namanya bid’ah dholalah, paham nggak sih?

    Kalau ilmu nahwu sharaf boleh ngarang, begitu juga ilmu mantiq, filsafat dan sastra. Tapi kalau tauhid kok ngarang kalau nggak Wahabi pasti tidak akan berani melakukannya. Jadi hanya Wahabi yg berani merubah-rubah ajaran tauhid, maklum lah namanya juga ahli bid’ah?

    1. Ngambil dari Qur’an kok dibilang ngarang, dasar Asjam. Yang suka ngarang itu Asjam, masak katanya Allah bersifat Wujud, tapi tidak di dalam makhluk dan tidak di luar makhluk. Lha ini kan sama dengan sesuatu yang mustahil atau tidak wujud. Lalu bikin2 sendiri sifat yang Allah tidak pernah mengatakan, seperti Qidam dan Baqa’. Ya yang bid’ah itu kamu, tapi kamu tidak sadar.

        1. Kang Bedul jawabnya coba yg almiah dooong, misal dari artikel di atas ada yg salah, coba tunjukkan mana yg salah & yang benar seharusnya gimana….kan Kang Bedul dah khatam main kartu nya kalo abis tahlilan…..

          1. lha yang mulai siapa tuh, si sial Aceh, gw cuma mengkoreksi kesalahan dia. Kalau main truf sama gaplek sama pemuda Asjam kalah terus nih, maklum mereka jagonya.

      1. Abdullah, yg bilang begitu bukannya Firanda guru antum? Baca dong artikel Firanda yg dibantah oleh Mas Ahmad Syahid. Nte asal njeplak aja, Firanda yg ngomong begitu kok nte lempar ke Aswaja. Manusia apa kuda sih antum kok gak pakai mikir?

      2. @Abdullah: Lalu bikin2 sendiri sifat yang Allah tidak pernah mengatakan, seperti Qidam dan Baqa’

        Oke, diskusi aja yang baik-baik aja di sini. Ane konfirm neh. Apakah ente tidak setuju bahwa Allah memiliki sifat qidam dan baqa’?

        (Kalau berdiskusi masalah akidah hati-hati jawab. Kalau salah bukan masalah kliru atau tidak. Tapi kufur atau tidak)

        1. Baik, mari kita diskusikan. Ini bukan masalah setuju atau tidak setuju. Kalau menuruti akal, ya memang masuk akal, masak Tuhan tidak Qidam dan Baqa’. Yang jadi masalah adalah, ini bukanlah sifat yang mana Allah mensifati dirinya. Allah mensifati dirinya dengan nama Al-Awwal dan Al-Akhir.

          Terus kenapa juga selain repot2 membuatkan sifat/nama, di satu sisi Asy’ariyyah juga menolak sifat yang sudah disifatkan Allah pada dirinya, seperti Istawa’, Nuzul, Yad, Wajh, dll.

          1. Jangan ngacir bro. Ini justru ini berkaitan dengan ente setuju atau tidak dengan sifat Allah qidam dan baqa’. Soalnya ente sebelumnya sudah bilang, “Lalu bikin2 sendiri sifat yang Allah tidak pernah mengatakan, seperti Qidam dan Baqa’”

            Makanya ane perlu konfirm. Apakah ente tidak setuju bahwa Allah memiliki sifat qidam dan baqa’?

            Masalah yang lain bisa menyusul setelah ini. Sekarang temanya ente setuju gak dengan sifat qidam dan baqa’. Jangan mengalihkan tema bro.

            Ente dah berucap, ane harap ente gentel bisa mempertanggung jawabkan ucapan ente itu.

          2. Iya, so ente juga bakal tidak setuju dengan sifat “wujud” Allah!

            Kenapa? Kalau konsekwen, ente bakal jawab, karena Allah tidak pernah mensifati dzat-Nya (bukan dirinya!!!) dengan “wujud”.

  51. kadang-2 fitnah yg sudah menyebar atau sengaja di sebarkan membuat orang-2 tidak mau tahu bahwa wahaby tidak mudah meng-kafirkan ( keluar dr islam ) seseorang. jangan kan yg sudah sholat, yg sholatnya bolong-2pun wahaby tidak mudah mengkafirkan orang tsb. demikian dg bid’ah, wahaby membedakan antara perbuatan bid’ah dan ahli bid’ah. sebab masih banyak saudara-2 kita yg awam, sedang Alloh memaafkan 3 perkara : tidak tahu, lupa dan terpaksa. berbeda dg ahli bid’ah mereka tahu hukumnya tetapi kalah dg hawa nafsu.

    1. Wahabi itu jelas2 sebagai ahlibid’ah kok masih pada gak merasa dirinya sebg ahli bid’ah gitu lho ya? Ajaib dan mengherankan bagi orang2 yang nalarnya masih normal.

      Bid’ah yg paling parah adalah Wahabi membagi Tauhid jadi tiga niru2 konsep TRINITAS. Wahabi kok Tauhidnya Tri inONE neh, mana dalilnya? Ada gak sih contoh pembagian Tauhid ini dari Nabi saw, atau Sahabat atau Tabi’in? Kalau gak ada itu artinya bid’ah dholalah. Tauhidnya Parah dah Wahabi or Salafy? Ingatlah, Tauhid masalah Ushul agama, pokok agama, dasar agama Islam. Bagaimana efek sampingnya bagi ibadah kaum Salafy Wahabi kalau dasar agama Wahabi ini sudah bid’ah dholalah?

      mBok yo podo mikir toh, jangan anut grubyug aja kepada ustad2 yg ngemis duit real Saudi demi tersebarnya bid’ah2 Wahabi Saudi.

      1. Ckckck, si kuda Aryati ini memang susah dikasih tahu. Tauhid 3 itu ngambilnya dari Qur’an. Kalau tauhid 20 ini ngambilnya pake akal, baru dalilnya dicari-cari. Kalau pake logika kamu yang dangkal itu, tahuid 20 itu tuhannya ada 20, pasti ini bid’ah sangat dholalah.

        Kamu ngomong asal njeplak, ngerti yang dijeplak nggak sih? Ashlul Iman ya cuma syahadat saja. Terus kalau kamu udah merasa cukup dengan syahadat, kenapa masih menerbitkan akidah tauhid 20? Ya karena ashlul iman saja tidak sempurna, harus disempurnakan dengan furu’ul iman. Tapi furu’ul iman itu harus diambil dengan dalil2 quran dan hadits, bukan dengan pemikiran filsuf/kalam seperti sifat 20 ini,

  52. kalo boleh di simpulkan intinya cuma ada 2. ustad firanda dkk menjaga tauhid dg benar-2 menyumbat kran-2 yg membuat tauhid ternoda. dan habib munzir membuka kran-2 yg membuat tauhid ternoda. mau bukti : coba amati masjid-2 yg ada kuburanya, maka akan kita dapati orang-2 akan takut, dan mengharap kepada Alloh dan penghuni kubur. ini benar-2 terjadi. padahal dakwah memurnikan tauhid adalah dakwah Rasulullah dan dakwah para nabi di utus di dunia ini.

    1. kalau ana simpulkan, firanda dan ulama-ulama wahabi, masih dangkal ilmunya tentang tauhid. Mana ada orang mengharap pada penghuni kubur di mesjid…. ini koment bahlol. memang benar dakwah memurnikan tauhid adalah dakwah Rasulullah dan dakwah para nabi di utus di dunia ini, makanya ulama aswaja mesti turun gunung untuk memurnikan tauhid yang dicemarkan ajaran tauhid dangkal ala wahabi.

    1. Lha ini ada orang, udah tahu dirinya bodho masih komentar. Komentar dari orang jahil ilmu tidak ada gunanya, hanya manambah keruh karena cuma pake emosi saja, tidak pakai dalil, makanya tidak perlu ditampilkan.

      1. @Abdullah

        Mana komentar anda mengenai artikel diatas yang memakai dalil ?
        Ngga salah nih ? Siapa yang emosi…siapa yang ngga pake ilmu ?
        Dul..dul.. : )

        1. Saya cuma nanggapin komen2 kalian aja, sama2 gak pake dalil to? Kalau mau nambah dosa, paling enak di forum Asjam, mau maki2 seenaknya sendiri, teriak2 khawarij kafir sesat bid’ah dholalah (ini keblinger, ahlul bid’ah teriak bid’ah :D), gak ada yang ngelarang. Kalau mau cari ilmu, ya memang di situs salafi. Semuanya pake dalil quran dan hadits, bukan dalil katanya dan pokoknya.

          1. Abdullah, mata nte terlalu melotot sih, makanya gak bisa lihat dalil2 yg ada di artikel postingan di atas. Coba bantah artikel di atas pakai dalil kalau nte merasa punya ilmu….

  53. Firanda memang harus dihadapi dg perkataan yg jelas tentang dirinya, biar dia cepat paham siapa sebenarnya dirinya yg benar2 bodoh dari pemahaman Islam yg benar yg sesuai pemahaman Salafussholihin. Agar dia dan pengikut2nya segera sadar dan tobat…..

    sukron buat Ustadz Ibnu Abdillah Al katibi dan Ummati…..

    1. Gak salah ta kon, opo tumon wong nyembah kuburan kok diarani melok salaf shalih? Lha Al-Kadzibi iku kan cuma golek2 pembenaran gae sholat nang kuburan, plintir kono plintir kene, dadi rusak kabeh.

      1. Pak Dul ini pakai kaca mata kuda kayak si ust Firanda aja, lha orang ziarah kok dilihatnya sebagai nyembah kuburan? Ganti dong kaca mata 3D biar jelas kalau liaht sesuatu, lepas tuh kaca mata kudanya, qi qi qi….

        1. Aryati memang suka dijadiin kuda ya, jadi pake kacamata kuda. Ziarah kok minta2, pake ngambil tanah kuburan lagi. Nabi SAW dan sahabatnya kalau ke kuburan itu bukan minta do’a sama yang dikubur, tapi mendo’akan mereka.

  54. Pokonya ana berterimakasih kepada semua pihak terkait atas dipublishnya artikel bagus ini. Semoga para Wahabrot (kata Mas Wahyu Boez) yg masih pemula belum terlalu parah segera sadar dari batilnya ilmu-ilmu yang berasal dari sanad terputus Wahabisme.

    Kalau yg belum parah mereka masih bisa mikir, tapi kalau yg sudah parah sulit diharap deh walaupun peluang tobat masih terbuka lebar buat semua penganut Wahabisme. Syukron.

      1. Ha ha ha… Mbah Dullah niru2 nih ye? Gak bisa ngarang sendiri, bahkan Tauhidnya aja niru2 konsepsi trinitas nasroni, yaitu 3in1. Apakah tauhid macam ini yg diajarkan Nabi saw? So pasti Nabi Saw gak pernah ngajarin Tauhid 3in1, mikir… mikir…. mikir…. oke Mbah Dul?

        1. Bukan niru2, balaslah dengan yang setimpal. Kalau kamu minta dikarangkan, saya bisa karang yang banyak, mau aswajrot, aswacrut, asjamcuk, asjamblog, asjambek, dll.

          Dan cuma orang tolol saja yang mengatakan konsep yang diambil dari Qur’an dan hadits sama dengan konsep orang Nashrani. Apakah 3 tauhid = punya tiga tuhan? Ah, dasar Asjamblog.

          1. Yang saya tahu dari blog2 Salafy Wahabi, dalil2 yg digunakan untuk membagi tauhid mejadi tiga itu tidak tepat alias meleset. Ayat2 AlQur’an yg digunakan sebagai dalil Tauhid tiga/trinitas semuanya menerangkan keadaan/sifat Allah, jadi tidak ada sangkut pautnya dg pembagian Tauhid. Pak Abdullah aja yg gak mau mikir bisanya cuma anut grubyug. Kalau salah harus mengaku salah itu baru gentle, pak Dul. Pembagian tauhid tiga utu sama sekali jauh dari kebenaran alias batil, til, til…. mikirlah biar dapat melihat kebatilan pembagian tauhid.

  55. ayo ke firanda dot com dan dapatkan:

    1. muqoddimah dari disertasi doktoral yang ditulis oleh Prof DR Said Aqiel Siraj

    2. nasehat habib-habib wahabi kepada habib-habib sufi + syiah.

    : )

  56. saya orang yg baru mau belajar……alhamdulillah sekarang saya bisa membedakan mana dakwah yg lurus sama dakwah yg muter2 ora jelas kata orang jawa……..saya mengikuti situs bantahan salafy tobat dan situs ummati……….emng beda sekali antara dakwah yg lurus sama dakwah yg muter2……situs ummati ini situs yg sangat muter2….hadits dibolak-balik….komentatornya penuh dg kebencian….kadang2 omongan kotor keluar……saya berdoa semoga dakwah yg berada diatas manhaj salafus sholeh terus berkembang di indonesia …….dan sekarang dakwah ini sudah berkembang hampir diseluruh indonesia……semoga saudara2 muslim yg masih berkutat dg kejahilannya segera bertobat dan mulai meniti manhaj dakwah salafus sholeh.

  57. Hehehe….
    Antek2 firaunda pada kebakaran jenggot atas postingan kang Ibnu Abdillah Al-Katibiy, para wahabrot itu pada ngeles tapi ngak bisa ngebantah… ^^

    1. wahyujebroetz bisa aja, padahal jawabannya mudah saja. Cuma orang2 fasik yang suka mencari-cari ketergelinciran ulama, lalu memakainya sebagai dalil. Lha wong sudah jelas Para Imam dan ulama bilang haram, makruh, tidak suka, hadits nabi juga sudah jelas, lha sik ono wong sing korek2 resek.

  58. Di sini lagi-lagi kita akan disadarkan betapa pentingnya SANAD. Kenapa Ustadz Firanda membahas pendapat Imam Syafi’i tanpa bertanya kepada ulama-ulama Syafi’i dan hanya mengandalkan “kecerdasannya” menelaah buku-buku. Berbeda dengan Habib Munzir yang menerima pemahaman secara bersanad dari guru-gurunya yang bermazhab Syafi’i, sehingga walaupun terjadi perbedaan secara “redaksional” atas suatu pemahaman, tetapi secara “substansi” tidak akan menyimpang dari yang dikehendaki Sang Imam.

    1. afwan lho Mas Bima, kecerdasan Firanda kok dikasih tanda petik itu apa masudnya, apakah kecerdasan yg kelewat wus-wus sehingga pada terlewat dari kebenaran? Monggo ana tunggu presentasinya, qi qiq qi….

    2. Sebenarnya udah males masuk situs yang suka bikin sensasi dengan mengkopas artikel gak mutu kaya punya al-kadzibi. Tapi ini bener2 pernyataan gak mutu, dikira cuma Habib Munzir aja yang punya sanad? Sanad keilmuan itu pusatnya Mekkah dan Madinah. Masak Nabi SAW lahir di Mekkah, Ka’bah di Mekkah, terus tinggal & meninggal di Madinah dan Masjid Nabawi juga di sana, dan Mekkah dan Madinah adalah kota yang diberkati, gak ada sanadnya? Ini mah cuma bualan sufi Yaman yang cuma dapat percikan sanad dari Madinah, udah ngaku2 kaya Hasan Nur Ubaidah kalau orang Islam yang sanadnya gak dari dia, gak sah, atau istilahnya, manqul. Dan lucunya banyak orang2 jahil di sini tertipu, mengira di Mekah & Madinah gak ada sanad, padahal pusatnya di sana. Tanya tuh sama sufi2 Yaman, dulunya ambil sanad dari mana?

      1. Pak Dul muncul lagi membawa Syubhat Wahabiyyah, qi qi qi…..

        Pak Dul, walaupun sanad dari Makkah n Madinah, akan tetapi tidak satu pun Ulama Wahabi yg pegang sanad yg bersambung ke Rasulullah Saw. Para Musnid yg di Makkah n Madinah adalah para Ulama Aswaja di antaranya banyak dari Dzurriyah Rasul Saw. Demikianlah faktanya pak Dul….?

        1. Fakta Asjamrot emang kebanyakan khayalan belaka. Mereka cuma bisa nuduh tanpa bukti. Ustadz2 wahabi di Indonesia semua punya sanad, jadi bukan Habib munzir yang satu2nya punya sanad di Indonesia. Apalagi kalau di pusat sanad di Saudi, semua ulama besar punya sanad. Ulama Asjam di Saudi paling cuma Alwi Al-Maliki, dan itu juga berdakwah Asjam secara sembunyi2. Oh iya, jangan lupa, ketua PBNU sekarang juga ambil sanad dari Saudi, tapi rupanya cuma taqiyyah, begitu kembali ke Indonesia, balik kepada Asjam dan suka membela aliran sesat seperti Syiah, Ahmadiyah dan JIL.

          1. yang suka nuduh tanpa bukti itu wahabi, kok dibalikin…. wah dunia mau kiamat nih. Ulama saudi itu kebanyakan sanadnya udah putus bila bersambung ke MBAW, karena Si MBAW itu sudah mengingkari ajaran gurunya malah mengambil ajaran Ibnu taimiyah tanpa sanad.

          2. Lha itu kan katanya Asjam. Memang Asjam suka ngarang2. Yang bener aja, masak Mekkah dan Madinah itu kota yang diberkati, isinya kok orang2 khawarij kafir (menurut Asjam).

    3. Benernya udah males ke situs ginian, apalagi ada kopasannya artikel al-kadzibi, tapi ada pernyataan orang bodoh yang harus diluruskan. Salah kalau kamu kira sanad itu cuma dari Yaman, itu cuma percikannya saja. Pusat sanad itu ya di Mekkah dan Madinah. Jadi kalau orang yang ngaku2 satu2nya yang punya sanad, itu cuma tiru2 Islam Jam’ah-nya Hasan Nur Ubaidah.

      1. benernya udah males koment ama orang kayak ginian, Dulu memang mekkah dan Medinah pusat sanad, makanya banyak tarekat dan ulama sufi berasal dari sana, begitu juga pengikut 4 imam mazhab dan ulama-ulama asy ariyah…. sekarang, kalau mau ngikuti sanadnya ajaran MBAW, ya udah tak bersanad lagi.

        1. Bener heran nih sama logika Asjam, tarekat sama sufi yang sama Imam Sayfi’i dibilang sesat, kalau paginya ikut sufi sebelum dhuhur sudah jadi orang dungu, dibilang yang bener. Lagian sufi kan sanadnya putus, makanya bikin sanad palsu yang katanya nyambung sampai Abu Bakar. Abu Bakar sufi? Gile aje lu. Mangkanya, karena sanadnya putus itu, ngaku2 punya ilmu laduni, yang langsung nyambung ke Allah.

          Dan pernyataan paling asbun yang bikin ketawa (tapi bikin orang jahil lain kagum :D), imam 4 mazhab disejajarkan dengan ulama asy’ariyyah, hahaha. Lha wong secara aqidah beda jauh kok digabungkan. Yang satu pakai dalil, yang satu cuma pakai akalnya saja.

          1. Abdullah ini benar2 manusia tak beradab akibat kena virus Wahabi. Imam Syafi’i saja difitnah sedemikian, kapan Imam Syafi’i mengatakan sufi dan tarekat sesat? Ulama sekaliber Imam Syafi’i aja nte berani fitnah, bagaimana dg yg lainnya? Duh… duh… Wahabrot…! Nggak cuma ustadz2nya bahkan para begundalnya semacam pak Dullah ini juga tukang fitnah kepada para Ulama mu’tabar…. parah deh Wahabi.

          2. Abdullah dan Wahabiyyin@

            Berhentilah kalian dari pekerjaan kalian sebagai tukan fitnah kepada Para Ulama Mu’tabar tentang tasawuf.

            فقيهاً وصوفياً فكن ليس واحدا فإنــي وحـق الله إيـاك أنصح
            فذلك قاس لم يذق قلبه تقــى وهذا جهول كيف ذو الجهل يصلح

            “ Jadilah kamu seorang ahli fiqih yang bertasawwuf jangan jadi salah satunya, sungguh dengan haq Allah aku menasehatimu.
            Jika kamu menjadi ahli fiqih saja, maka hatimu akan keras tak akan merasakan nikmatnya taqwa. Dan jka kamu menjadi yang kedua saja, maka sungguh dia orang teramat bodoh, maka orang bodoh tak akan menjadi baik “.

            (Diwan imam Syafi’i halaman : 19)

          3. Celaan Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu terhadap Shufiyah
            Shufiyah bukanlah pengikut Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu. Di antara buktinya adalah banyaknya celaan dari Al-Imam Asy-Syafi’i dan lainnya terhadap mereka.

            Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullahu meriwayatkan dengan sanadnya sampai Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu: “Jika seorang belajar tasawuf di pagi hari, sebelum datang waktu dhuhur engkau akan dapati dia menjadi orang dungu.”

            Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu juga mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seorang shufi yang berakal.

            Seorang yang telah bersama kaum shufiyah selama 40 hari, tidak mungkin kembali akalnya.”
            Beliau juga berkata, “Azas (dasar shufiyah) adalah malas.”
            (Lihat Mukhalafatush Shufiyah lil Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu hal. 13-15)

            Beliau menamai shufiyah dengan kaum zindiq. Kata beliau rahimahullahu, “Kami tinggalkan Baghdad dalam keadaan orang-orang zindiq telah membuat-buat bid’ah yang mereka namakan sama’ (nyanyian sufi, red.).”
            Asy-Syaikh Jamil Zainu berkata, “Orang-orang zindiq yang dimaksud Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu adalah kaum shufiyah.”
            (Lihat Shufiyah fi Mizan Al-Kitabi was Sunnah)

            Celaan Al-Imam Malik rahimahullahu terhadap Shufiyah
            At-Tunisi mengatakan: Kami berada di sisi Al-Imam Malik, sedangkan murid-murid beliau di sekelilingnya. Seorang dari Nashibiyin berkata: “Di tempat kami ada satu kelompok disebut shufiyah. Mereka banyak makan, kemudian membaca qashidah dan berjoget.”
            Al-Imam Malik berkata, “Apakah mereka anak-anak?”
            Orang tadi menjawab, “Bukan.”
            Beliau berkata, “Apakah mereka adalah orang-orang gila?”
            Orang tadi berkata, “Bukan, mereka adalah orang-orang tua yang berakal.”
            Al-Imam Malik berkata, “Aku tidak pernah mendengar seorang pemeluk Islam melakukan demikian.”

            Celaan Al-Imam Ahmad rahimahullahu terhadap shufiyah
            Beliau ditanya tentang apa yang dilakukan shufiyah berupa nasyid-nasyid dan qashidah yang mereka namakan sama’. Beliau berkata, “Itu adalah muhdats (perkara baru yang diada-adakan dalam Islam).” Ditanyakan kepada beliau, “Apakah boleh kami duduk bersama mereka?” Beliau menjawab, “Janganlah kalian duduk bersama mereka.”
            Beliau berkata tentang Harits Al-Muhasibi –dia adalah tokoh shufiyah–, “Aku tidak pernah mendengar pembicaraan tentang masalah hakikat sesuatu seperti yang diucapkannya. Namun aku tidak membolehkan engkau berteman dengannya.”

            Celaan Al-Imam Abu Zur’ah rahimahullahu terhadap shufiyah
            Al-Hafizh berkata dalam Tahdzib: Al-Bardza’i berkata, “Abu Zur’ah ditanya tentang Harits Al-Muhasibi dan kitab-kitabnya. Beliau berkata kepada penanya, ‘Hati-hati kamu dari kitab-kitab ini, karena isinya kebid’ahan dan kesesatan. Engkau wajib berpegang dengan atsar, akan engkau dapati yang membuatmu tidak membutuhkan apapun dari kitab-kitabnya’.”

            Celaan Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu terhadap shufiyah
            Beliau berkata, “Aku telah menelaah keadaan shufiyah dan aku dapati kebanyakannya menyimpang dari syariat. Antara bodoh tentang syariat atau kebid’ahan dengan akal pikiran.”

            Marwan bin Muhammad rahimahullahu berkata:
            “Tiga golongan manusia yang tidak bisa dipercaya dalam masalah agama: shufi, qashash (tukang kisah), dan ahlul bid’ah yang membantah ahlul bid’ah lainnya.”
            (Lihat Mukhalafatush Shufiyah, hal.16-18)

          4. Aktifis Salafy Wahabi emang jahil secara keseluruhan, tangannya pun ikut jahil (maksudnya tangan jail/iseng) merubah-rubah perkataan para Ulama. Sungguh tak ada takutnya akan dosa tas perbuatan tangan-tangan jahilnya.

      2. @Abdullah
        Silahkan anda kasih nama ulama anda dan sanadnya yang tersambung ke Rasulullah. Gitu aja kok repot…katanya ilmiah..mana buktinya ?

    1. Yang bener? Masak lulusan SMA kayak Al-Kadzibi yang ilmunya belum sampe bisa bilang mahasiswa program doktor jahil, pasti yang lulusan SMA ini agak gak beres 😀

  59. @admin
    Sungguh kenyataan yang nyata dari seorang salafi, Walaupun seorang yang telah bersyahadat dapat dikatakan Kafir, saking gelapnya mata hatinya. Dimana Allah telah menutup mata hatinya bahkan apapun dapat dihalalkan yang penting keinginan hawa nafsunya terwujud, ini bukan dendam tapi bagaimana dinar/real dapat masuk kekantongnya…. Masya Allah.
    Terima kasih mas @admin, pencerahan yang mantabbb……

    1. Cep cep, kalau ada yang bilang imam masjidil haram itu khawarij kafir, hatinya pasti nggak bisa dibilang gelap lagi, harus dibilang black hole ya, yang sinar aja kesedot nggak bisa keluar?

      1. @Dul, dul
        Yang bilang khawarij kafir siapa?, ane bilang si Firanda bukan yang lain, kan sesuai topik artikel. ente jangan bicara yang lain lah!, coba deh ente merenung, shalat lail 11 raka’at, tadarus ditengah malam ditambah banyak puasa, wah asyiiiiiik buanget dul.

          1. @abdullah
            “kalau ada yang bilang imam masjidil haram itu khawarij kafir, hatinya pasti nggak bisa dibilang gelap lagi, harus dibilang black hole ya, yang sinar aja kesedot nggak bisa keluar?”
            Yang bilang ini siapa? bukan ente, apa Firanda dah jadi Imam Masjidil Haram?
            Coba ente lihat kata2 Firanda diatas, teliti lagi deh.
            Alhamdulillah @dul, ane puasa daud dah 8 tahun, coba deh @dul ikutin enaaaaak buanget.

          2. ALHAMDULILLAH, anda dah 8th berpuasa seperti puasa nabi DAUD as, mohon jangan dirusak pahalanya ,karena ,ghibah dan sejenisnya.coz disisi ALLAH ada perhitungan yg ‘adil, seberat abu yg baik akan dibalas dg kebaikan ,begitu juga seberat abu kejahatan akan dibalas dg kejahatan , ana hanya mengingatkan ,,bukan mencari cari kesalahan.

  60. Membaca tulisan2 Firanda di blognya yg terkesan adalah bahwa Firanda itu memang kurang paham atas keislaman. Dia sangat membahayakan bagi muslimin awam, tulisan2 nya sangat menjerumuskan dan menimbulkan fitnah. Ana berharap semakin banyak tulisan2 semacam postingan ini untuk membongkar kebodohan, tipuan dan dusta2 dan fitnah2 Firanda. Semoga ke depannya Firanda menemukan pemahaman yg benar dan bertobat meniru langkah ustadz Salafy Tobat.

    1. Maksudnya berbahaya bagi Asjam awam, nanti berpaling dari ajaran nenek moyang turun temurun? Lha salafy tobat kok jadi tuntunan, parah nih si bakul mlijo, orang suka bolak2 hadits, mendukung syi’ah, akhlaknya buruk, kok ditiru.

      1. Abdullah@

        Mbah Dul, Salafy Tobat akhlaknya buruk kata antum, bisa kasih contohnya? Jangan asal njeplak deh, beliau itu orang mulia karena sudah tobat dari faham Wahabi yg menyelisihi Al Qur’an dan Sunnah.

          1. Abdullah, antum benar kata Mbak Aryati, yg antum pakai kaca mata kuda makanya tidak mampu membedakan mana kebaikan2 yg ada di Salafy Tobat dan mana kebatilan2 yg ada di blog2 Salafy Wahabi. Tolong lepas kacamata kudamu agar lebih terang penglihatan antum…. terima kasih.

KOLOM KOMENTAR ANDA :