Felix Siauw Belum Belajar Kepada Kiai Tapi Terlanjur Ustadz

Felix Siauw Belum Belajar Kepada Kiai Tapi Terlanjur Ustadz, sehingga dengan begitu songong menyebut nasionalisme bukan ajaran Islam alias tidak ada dalilnya. Tidakka dia pernah tahu para ulama Indonesia di zaman perang kemerdekaan berjuang dengan jiwa dan raga untuk mempertahankan nasionalisme Indonesia?

Para ulama sampai sekarang masih terus menjunjung kehormatan nasionalisme. Hal ini bisa dilihat dalam Perhelatan Muktamar Nadhlatul Ulama beberapa waktu lalu. Ada satu kisah menarik terkait penyelenggaraan Muktamar ke-33 di Jombang tersebut. Itu lantaran kiah sepuh NU, Mbah Kiyai Maimoen Zubair tetap memilih untuk berdiri dari atas kursi rodanya ketika pembukaan Muktamar NU pada Sabtu (1/7) malam. Hal itu terjadi ketika sesi lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan.

Felix Siauw Belum Belajar Kepada Kiai Tapi Terlanjur UstadzMeski usinya sudah menginjak 86 tahun, Mbah Moen, sapaan akrabnya, tetap berupaya untuk berdiri sebagai simbol penghormatan kepada bangsa ini.

Putri almarhum Gus Dur, Alissa Wahid mengunggah foto terkait momen itu. Dia merasa terharu dengan perjuangan Mbah Moen yang berupaya berdiri sambil memegang tongkat sebagai penyangganya.

“Mau nangis melihat Kyai Maimoen Zubair yg berkursi roda memaksa berdiri utk menyanyikan Indonesia Raya. #MuktamarNU,” katanya melalui akun Twitter, @AlissaWahid.

Aktivis Fadjroel Rachman meminta agar Ustaz Felix Siauw, Ustadz HTI ini untuk meniru sikap Mbah Moen. Menurut dia, Mbah Moen menunjukkan rasa nasionalisme tinggi.

Fadjroel seolah menyindir pendapat Ustaz Felix yang menilai membela nasionalisme tidak ada dasarnya dalam ajaran Islam. Sihingga tidak jelas pahalanya, menurutnya.

 

 

Felix Siauw Belum Belajar Kepada Kiai Tapi Terlanjur Ustadz
Pernyataan felix Siauw

“Renungkan @felixsiauw > Kyai Maimoen Zubair yg berkursiroda memaksa berdiri utk menyanyi Indonesia Raya. #MuktamarNU,” katanya melalui akun @fadjroel.

You might like

About the Author: admin

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.