Fakta Melesetnya Tudingan Bahwa Tahlilan Tanpa Dalil

Fakta Melesetnya Tudingan Bahwa Tahlilan Tanpa Dalil – Berikut ini kami perkenlkan sebuah tulisan panjang disertai bukti scan kitab. keinginan kami supaya mampu diketahui masarakat luas. Sekaligus tulisan tersebut jadi fakta yang membuktikan “Melesetnya Tudingan” bahwa tahlilan nggak mempunyai dalil. Selamat membaca, semoga sesudah membacanya mampu mengurangi hobby membid’ahkan amalan Kaum Muslimin.

Dengan demikiaan fitnah-fitnah yang dilontarkan akan kian berkurang, sehingga Kaum Muslimin yang awam kembali tenteram dengan amalan-amalan  yang didlolalahkan oleh firqah Salafy Wahabi. Selamat mengikuti…. Silahkan diklik untuk membaca langsung di tautan berikut ini:

Ibnul Qayyim (Scan Kitab Ar-ruh) : Sampainya hadiah bacaan Alqur’an dan Bolehnya membaca Al-Qur’an diatas kuburan  >>>>>   Baca Lebih Lengkap di Sini….

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

47 Comments

  1. wah jan sih ra mudeng, mana yang menunjukkan selama hal itu tdk terlarang srariat
    nabi bersabsa : barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongannya
    ini yang namanya dalil kalau sampean tetep ngotot ya terserah kalau mau jadi golongan mereka

    1. Salafy Wahabi jenggotnya kewer-kewer seperti para Yahudi ekstrim, itu tasaabuh (menyerupai) bukan Mas rulus? Dilarang gak itu jenggot menyerupai jenggot Yahudi ekstreem?

    2. yg tidak mudeng sampeyan Mas, jangan nyalahin orang. Kalau merasa mudeng coba jelaskan syare’at yg mana yg dilanggar?

  2. ni saya tuliskan yg saya ambil dari buku beliau MUALAF MENGGUGAT SELAMATAN halaman 72

    ” Dalam kitab MANAWA DHARMA SASTRA WEDA SMERTI tahun 1983 cetakan pertama dan kedua halaman 86 no.127 berbunyi ” TERMASYURLAH UPACARA (SELAMATAN) UNTUK ORANG MATI YANG DISEBUT UPACARA SUCI KEPADA LELUHUR DAN DILAKUKAN PADA BULAN TANGGAL PERTAMA (HARI PERTAMA, KETUJUH, EMPAT PULUH, SERATUS, SERIBU); KALAU SEORANG RAJIN MELAKUKAN UPACARA ITU, PAHALA DARI UPACARA UNTUK ORANG MATI DILAKUKAN SESUAI DENGAN HUKUM SMARTA AKAN MENCAPAI DIRINYA SELALU “

    1. Mas, apakah maksudnya selamatan itu adalah tradisi hindu atau ada kemiripan dengan tradisi hindu?

      Kalau masalah kemiripan sih banyak mas,…. saya bisa sebutkan banyak sekali kemiripan ajaran islam dengan ajaran agama lainnya.

      Intinya, selama hal itu tidak terlarang oleh syariah dan mempunyai dalil, maka hal itu bukan bidah dholalah, masalah perbedaan memahami dalil maka itu hal yang dimaklumi, maka sudah kita ketahui masalah sampainya pahala hadiah pembacaan Al Quran adalah masalah ikhtilaf, maka menjadikan satu pendapat adalah kebenaran dan menjadikan pendapat lainnya adalah sesat maka itulah bidah dan sesat yang sebenarnya.

  3. Assalamu’alaikum,
    Telah jelas bahwa, apa yang dilakukan masyarakat muslim melakukan peringatan kematian 1,7,40,100,smpai 1000 hari adalah ajaran umat hindu, ini bedasarkan penjelasan mantan pendeta (romo sulinggih ida bagus erit F.) sekarang ust.Abdul Azis, beliau sampai membuat buku “MUALAF MENGGUGAT SELAMATAN, yg berisikan 200 dalil lebih yang semua dalil tsb dari kitab agama hindu, (spt upacara 1,7,40-1000 hari, tabur bunga, trusupan di bawah keranda, tingkepan, pitonan, kembar mayang, injak telur, dan masih banyak lagi) . silakan download video kajiannya di ( http://www.youtube.com/watch?v=KPjb0BVOkko&feature=BF&list=PL78098E540C1E5818&index=12 ) disitu beliau menjelaskan dengan gamblang budaya hindu dalam masyarakat islam, meliau juga membuktikan dengan menunjukkan bukti2nya kepada para jamaah.

  4. @ muhamad hasan
    contoh bid’ah yang sesat adalah:…………..

    jawab:menuduh orang atau kelompok lain melakukan bid’ah dholalah,di krenakan masih menjadi perbedaan para ulama. baca artikelnya..
    Ibnul Qayyim (Scan Kitab Ar-ruh) : Sampainya hadiah bacaan Alqur’an dan Bolehnya membaca Al-Qur’an diatas kuburan>>>>>Baca Lebih Lengkap di Sini….

    sekarang saya mau tanya sama anda….?????
    apakah anda salafy wahabi….

  5. saya setuju dengan dzikir berjama’ah tetapi saya kurang setuju dengan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia. karena hadist yang dijelaskan diatas itu sifatnya umum jadi kita boleh berzikir berjama’ah kapan saja tanpa harus ditentukan waktunya sementara yang kejadian sekarang ini setiap ada yang meninggal dunia pasti dirumahnya selalu diadakan tahlilan. bukankah dengan begitu berarti kita telah menciptakan suatu ibadah yang baru sementara hal itu dilarang keras oleh nabi.

  6. sungguh memalukan dizaman sekarang ini ada manusia sengeyel WAHABI. menurut ana wahabi tak perlu dikasih dalil karena yang mereka cari bukan lah kebenaran tapi kemenangan. tapi ibarat KATAK DIDALAM TEMPURUNG ooooo….N…..loo…………

  7. @ ahmad
    gendong ustadz antum ke blog ini atau forsansalaf.com
    suruh coment…percuma ngomong sama kroco2 wahabi, mendingan sama ustadznya sekalian…

  8. @ ahmad
    ente salafi wahabi……..???
    coba tanya sama ustadz antum, benarkah telah banyak banyak pemotongan kitab oleh pemerintah saudi,,,???
    di tunggu jawaban dari ustadz antum and all ustadz wahabi lainya….?????

  9. etika muslim dalam menasehati saudaaranya adalah dg penuh akhlaq,kasih sayang ,dan dengan kata2 yg lembut lagi santun:)
    -mari kita saling muhasabah-

  10. yah… ketahuan ente Ahmad, ente Salafy Wahabi yang menyamar jadi Muslim Sejati. Tapi aslimu ketahuan dari nada Salafy Wahabi-mu. Sudah, kalau mau komentar yang bener, komentari saja postingan di atas: “Fakta Melesetnya Tuduhan Bahwa Tahlilan Tanpa Dalil”. Bukankah postingan di atas full dalil, ayo tunjukkan dalilmu. Awas, jangan jangan komentar copas!

    Orang Salafy Wahabi, mau menyamar sebagai apa juga pasti ketahuan dari nadanya yang khas….

  11. huft
    yang komentar nuduh sok pinter dan merasa bener tapi tidak mau mengetahui alasan orang. bukannya sama2 sok pinter dan merasa paling bener tuh ?
    perpecahan inilah yang disenangi kaum kafir.
    Bukankah sesama Muslim bersaudara ? Bahkan kalau ada yang sakit yang lain akan merasakan penderitaan saudaranya ? Marilah kita sebagai sesama Muslim duduk satu meja, berdiskusi, jangan saling menyalahkan tanpa dasar. mereka ada benernya juga, mereka cuman minta dalil, ya kalo ada tinggal diperlihatkan, kalau perlu difotokopi banyak2 trus dipajang dirumahnya dan dirumah sendiri tentunya. jangan merasa sok paling bener. memang benar perpecahan dan perbedaan hanya akan meruntuhkan Islam, namun solusinya adalah diskusi dengan baik, bukan debat kusir, fitnah, dan lain sebagainya.
    Saya, pemilik blog ini, pengunjung, NU, Salafy, dan semua tentunya yang merasa muslim, marilah sama2 menuntut ilmu dengan saling bergandengan tangan dan hapuskanlah perbedaan, karena Islam hakiki yang diajarkan Rosulullah pasti tidaklah seperti sekarang ini, dari semua perbedaan pastilah hanya satu saja yang benar. Dan siapakah yang benar itu ??? Marilah menuntut ilmu Islam yang murni dengan hati bersih dari prasangka dan dengki dan yang terpenting jangan saling menyalahkan, jikapun saudaranya khilaf(bahasa halus dari salah) maka nasehati, bukan caci maki. OK

  12. @For sang pengemis

    Sukron ats sharingnya, bagus sekali…. Aku jadi tahu kunci jawaban kalau ada pertanyaan anak-anak Wahabi yang semacam itu. Sekali lagi thank you….

  13. tidak adanya contoh suatu perbuatan dari rosul tidak otomatis menjadikan suatu amalan tsb sesat atau tertolak,kecuali ada nash baik dari Alqur’an dan Alhadits yg dg terang2an melarangnya:)
    dalam sebuah hadits bukhari nabi saw bersabda yg artinya : JIKA AKU MENYURUHMU MELAKUKAN SESUATU, MAKA LAKUKANLAH SEMAMPUMU DAN JIKA AKU MELARANG MELAKUKAN SESUATU,MAKA JAUHILAH DIA..

    Bukankah jelas dalam hadits tsb nabi mengatakan ‘ JIKA AKU MELARANG MELAKUKAN SESUATU MAKA JAUHILAH DIA,bukan mengatakan (INGAT TIDAK MENGATAKAN) ‘DAN APABILA SESUATU ITU TIDAK AKU KERJAKAN MAKA JAUHILAH DIA..

    Dengan demikian, maka sikap Nabi saw yg tidak pernah mengerjakan sesuatu TIDAKLAH OTOMATIS MEMBAWA DAMPAK PADA -TERLARANGNYA- SESUATU ITU..

    AFWAN…
    -dikutip dari buku ARGUMENTASI ULAMA SYAFI’IYAH kar,Ust.H.Mujiburrahman-

    1. Ku tak tanya majalah, ku tanya langsung kepada Anda, karena Anda sudah bilang jadi berilah buktinya. Saya tidak tahu jadi ingin tahu mana sumber yang mengatakan wahabi mengingkarinya.
      Ku tak membela wahabi, tetapi ku hanya ingin tahu.

      OM salik, kasih alamat artikel tentang perbedaan wahabi dan salafi, sukron.

  14. Hm… gt, makasih. Tapi ya asal antum tau, ku bukan wahaby. Ku mencari kebenaran.

    Ijma’ n Qiyas ku gak mengingkari, apakah wahabi mengingkari? kalau ya ku ingin tahu…

  15. @ abdul muiz
    KALAU SESUATU ITU BAIK,PASTI DI LAKUKAN OLEH PARA SAHABAT TERDAHULU.

    JAWAB:
    zaman sahabat tidak ada ilmu tajwid, tanda harokat pada alquq’an,dan tablikh akbar.

    point:
    secara tdak langsung anda menuduh para sahabat itu bodoh-bodoh.

    kesimpulan:
    anda dan ustadz wahabi telah ingkar terhadap ijma’,
    anda ingin tahu hukuman orang yang telah mengingkari ijma’?????

    1. Tahlil itu termasuk kategory do’a, tidak perlu contoh dari Nabi SAW, yang penting tidak bertentangan dengan syari’ah Islam. Caranya bebas, tanpa syarat sah atau rukun-rukun sebagaimana ibadah shalat. Perlu anda tahu, acara do’a tahlilan itu bisa berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

      Jadi, pertanyaan anda itu pertanyaan salah kaprah yang paling lucu (ironis) tapi disukai oleh anak-anak Wahabi untuk diajukan dalam suatu diskusi.

    2. KAN G ADA LARAMGAMMYA MAS…. TAFADHOL AJA,,, sama kayak mantan pendeta roy yang ngaku ustad,,, salah tu mui fatwakan sesat,,, toh g ada larangannya,, solat subuh pake khutbah kayak jumat juga ga ada larangannya… apa mau kta katakan khutbah jumat itu jelek… baikakn ??? kalo itu di tambahkan ke solat subuh hasanah g??? qias gini yang sering dipake pak yai…

  16. saya kasihan ama abang darderdor ini… mungkin dulunya awam lalu jadi korbannya iklan kecapnya wahabi/salafi jadi-2an. jadi begitu deh sok pinnter sok bener.
    sok pinter sok bener itu kan bid’ah ga dicontohkan Nabi.
    paling yang contohin wahabi

  17. ” Dan sebutlah (nama) Tuhanmu (berzikir) dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai ” (QS: al-a’raf : 205)

    buat abang2 moderator dan yang lainnya ini perintah alloh azza wajjala tentang bagaimana TABIAT BERZIKIR kepadanya, dan ini sekaligus LARANGAN kepada kalian yang selalu mengumpulkan orang banyak lalu berzikir dengan mengeraskan suara di waktu pagi dan petang…
    semoga ayat ini menjadi renungan untuk kita semua meninggalkan zikir bersama sama yang mengeraskan suara.

    1. Anda tidak senang ikut dzikir berjamaah, sangatlah kami memakluminya karena anda tidak pernah memahami Hadits Qudsi yang merupakan penjelasan dari ayat Al-Qur’an itu. Allah berfirman yang artinya: “Barang siapa yang menyebut (berdzikir) kepada-Ku dalam kelompok yang besar (berjamaah), maka Aku (Allah) akan menyebut (membanggakan) nya dalam kelompok (malaikat) yang lebih besar (banyak) pula” (HR. Bukhari-Muslim)

      Jika telah apriori terhadap hadits riwayat Bukhari-Muslim, lantas riwayat hadits yang mana lagi yang akan anda pergunakan untuk menolak amalan warga Ahlus sunnah wal jamaah ini ?

      Ayo Darderdor dan yang sepaham dengannya, kembalilah kepada pemahaman Ulama Salaf Ahlussunnah wal Jamaah dalam menjalani kehidupan beragama, agar mendapatkan keberkahan hidup dari Allah, dan selamat agamamu di dunia hingga akherat nanti.

      1. klo pemahaman itu dzikir hRUS BERJAMAAH MAKA , DZIKIR ITU HANYA SEBATAS SATU TMPAT SAJA ATAU JUGA DALAM ACARA SAJA, ITU SALAH. MAKSUDNYA DALAM DIRI SESEORANG ITU HARUS BERDZIKIR DALAMSEHARINYA ITU LEBIH BANYAK. DAN TIDAK ADA NAMANYA DZIKIR ITU DIPIMPIN LIHAT SURAT ALAROF TNTNG KAIFIAT DOA’A

        1. yang di maksud berdzikir itu terserah mau sendiri mau bareng-bareng mau di satu tempat mau di tempat lain menurut saya itu gak masalah , tetapi intinya tetap mengingat Allah SWT, untuk masalah dzikir berjamaah itu anda anggap salah hebat sekali anda, padahal ini ibadah untuk mengingat Allah SWT lho ya, padahal Allah SWT lah yang maha mengetahu antara yang benar dan yang salah,

      2. dar der dor saya mau tanya pada anda sederhana saja menurut anda apa yang di maksud dengan ibadah??? jawab ya simpel kock
        nanti setelah anda jawab pasti kita bisa ambil kesimpulan dari comment anda.

  18. Bid’ah kan ada dua ya, Dholalah n Hasanah. lagian juga klo mo membid’ahkan mah jgn setengah-setengah (dipilihin). Org yg suka membid’ahkan “Ngajinya belum tamat, tuh!”

    1. Ya begitulah, Mas Kumbang99. Nabi saw memperbolehkan kita melakukan Bid’ah hasanah selama hal itu baik dan tidak menentang syariah, sebagaimana sabda beliau saw: “Barangsiapa membuat-buat kebiasaan baru yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya. Dan barangsiapa membuat-buat kebiasaan baru yang buruk dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya dan tak dikurangkan sedikitpun dari dosanya.” [Shahih Muslim hadits no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan banyak lagi]

      Diantara bid’ah dholalah adalah penafi’an atas sunnah dan hadits. Ketika Rasul membolehkan adanya kebiasaan baru yang baik, lalu mereka berkata, “Tidak ada yang namanya bid’ah hasanah. Jika memang hal itu baik, niscaya para salaful ummah telah melakukannya,” artinya mereka menolak adanya bid’ah hasanah, maka jelaslah bahwa mereka telah menafi’kan sunnah Rasul yang membolehkan bid’ah hasanah. Termasuk bid’ah dholalah adalah menafi’kan dzikir berjama’ah yang telah nyata dilakukan di masa Rasul.

      Penafi’an terhadap hadits dan sunnah Rasul, penafi’an terhadap dzikir berjama’ah adalah suatu perkara baru yang sangat buruk. Dan segala perkara baru seperti ini, tentulah tidak dicontohkan oleh Rasul dan shahabat. Perkara baru seperti ini tentulah tidak diridhoi oleh Allah. Maka segala perkara baru seperti ini adalah sesat, dan segala yang sesat itu di neraka. Maka mereka dapat terjerumus ke dalam neraka jika mereka tidak bertobat dari mendustakan Rasul dan tidak bertobat dari bid’ah dholalah. Mendustakan Rasul dan menafi’kan sunnah adalah perkara baru yang sangat buruk sekali. Tidak ada salaful ummah yang menafi’kan sunnah atau pun mendustakan Rasul. Jika mereka mengaku sebagai pengikut salafush shalih, maka itu adalah pengakuan kosong tanpa bukti.

    1. Pertanyaan seperti itu mengingatkan kami pada pertanyaan orang-orang Yahudi pada Zaman Nabi Musa di dalam surat Al-Baqarah. Ketika disuruh berkorban sapi, eh malah tanya macam-macam yang pada akhirnya jawaban Nabi Musa justru mempersulit mereka sendiri. Ujung-ujungnya mereka gak mau melaksanakan perintah berkorban. Nah, kami mau bertanya apakah anda mau melaksanakan kalau kami menjawabnya?

      1. astagfirulloh……yang punya dalil jelaskan dengan sebaiknya, yg ga punya dalil apa siap untuk dibahas bersama, karna harus bisa berfikir islami. jangan asal ngaji , tapi mengkaji, jangan asal ikut@ tnpa ada dasarnya, karna islam itu datang sebelum hindu dan budha . dan lihat dalam buku pasasit aqidah itu islam itu dibawa walisonggo, dengan sedikit demisedikit jadi islmnya belum sempurna khawatir zaman dahulu akan dibantai orang hindu jadi disebutkan akulturasi percampuran antar ihindu danislam, maka cari sampai ketemu tntng beduk memanggil azan apa ada hadistnya, apa ada keterangan tntng kematian seseorang harus ada upacara tahlilan/ alhamdulilah sebagian santri nu dan pakar fiqih udah mulai meninggalkan bahkan menyampaikan.

        1. @misbah persis

          maaf ikut nimbrung,hanya mau tanya kira2 di kitab hindu dan budha mana ya adanya,niga hari,nujuh hari,dll…ane belum ketemu,dari Regweda Samhita ,Ayurweda Samhita ,Samaweda Samhita
          Atharwaweda atau dalam kitab purana nya ane belum ketemu…mungkin antum bisa atau dapat menemukannya…?tolong kasih tau ane

        2. @misbah persis

          lihat dalam buku pasasit aqidah itu islam itu dibawa walisonggo, dengan sedikit demisedikit jadi islmnya belum sempurna khawatir zaman dahulu akan dibantai orang hindu jadi disebutkan akulturasi percampuran antar ihindu danislam, maka cari sampai ketemu tntng beduk memanggil azan apa ada hadistnya, apa ada keterangan tntng kematian seseorang harus ada upacara tahlilan/ alhamdulilah sebagian santri nu dan pakar fiqih udah mulai meninggalkan bahkan menyampaikan.
          ——–
          aye mau tanya ttg buku yg antum sebutkan “buku pasasit aqidah” buku itu karya wali songo yg mana ya…? di mana bisa belinya….biar aye ntar beli dan baca begitu,
          bagian yg mana menurut ente nih (dr buku tsb),islamnya belum sempurna dlm akidah mnrut kajian walisongo nya? dapat ente jelaskan begitu,biar nggak rancu ama aye?

          yang mane alkulturasi percampuran antar ihindu dan islam,beduk ya?
          klo kultum, kajian ilmu visual/pake kaset/vcd/dvd atau download kajian ilmu…..oleh ustadz…
          alkulturasi percampuran antara ape dgn ape dong bang?bisa jelasin alkulturasi ini pada aye dong?

          aye cari hadist beduk nggak ketemu bang,begitu pula sama hadist pake speker,kultum, kajian ilmu visual/pake kaset/vcd atau download kajian ilmu…..oleh ustadz….nggak nemu, ape ente nemuin bang ?

          keterangan harus ada upacara tahlilan kagak ada aye cari bang,tapi do’ain ame kirimin pahala keterangan sampe kayanya ada deh bang ya (ntuh di atas)? abang baca nggak kira2 ? bisakah begitu ngejelasinnya ama aye….

    2. hehehe emang kalau kamu abul baca amalannya apa dan berapa kali kamu membacanya, terus kalau kamu membaca berapa kali juga ada aturannya tidak? heheheh pertanyaanku sepele wae…

    1. Yah…, namanya juga Kaum Sempalan, hobbynya ya cari perkara atau bikin gara-gara. Kaum sempalan sering menebarkan syubhat-syubhat kepada ummat dengan menggunakan kata-kata seperti, “Mana dalilnya?” atau “Itu bid’ah.” atau “Itu hadits palsu.” dan sebagainya. Ketahuilah, perbuatan mereka itu sangat disenangi oleh para missionaris. Karena perbuatan seperti itu akan memecah-belah ummat. Kita semua tahu bahwa ummat telah berjalan dalam sunnah-sunnah yang baik, dalam kebiasaan-kebiasaan yang baik.

      Namun kaum sempalan ini datang untuk menebarkan keraguan atas kebiasaan-kebiasaan yang baik ini. Mereka mengajak ummat untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang baik ini. Padahal kebiasaan-kebiasaan baik ini sangat bermanfaat untuk syiar. Betapa senangnya missionaris Kristen ketika melihat syiar Islam menjadi padam dan ummatnya terpecah-belah. Siapa penyebab semua itu? Kaum sempalan yang fanatik kepada ustadz-ustadz mereka. Jika kita tanyakan kepada mereka mana dalilnya, niscaya mereka tidak menemukan dalil kecuali dalil yang telah dipelintir tafsirannya. Atau mereka dasarkan pemikiran mereka itu kepada kata-kata ustadz mereka yang sanad ilmu dari ustadz-uztadz mereka tidak bersambung kepada salaful ummah, sehingga sering salah dalam menafsirkan ayat dan hadits. Sekarang, inilah dalil kami.

KOLOM KOMENTAR ANDA :