Fakta Imam Suyuti di Balik Tudingan Sesat Oleh Kaum Salafi Wahabi

Imam Suyuti – Dikarenakan kecenderungan Imam Suyuti kepada tasawuf maka otomatis beliau ialah seorang Sufi yang sesat menurut pandangan Salafi Wahabi. Akan tetapi faktanya, di balik tudingan sesat atas Imam Suyuti dalam pandangan kaum Salafi Wahabi, Imam Suyuti ialah termasuk barisan ulama elite (mu’tabaroh) di kalangan ulama Ahlussunnah Wala jema’ah. Sebab itu amat urgen perlunya diusulkan pertanyaan berikut: “Sejatinya siapa yang sesat, Salafi Wahabi atau Imam Suyuti?”

Nah, anda akan mampu menjawabnya dengan tepat kalau anda telah membaca siapa sejatinya Imam suyuti berikut ini. selamat membaca…..

Hujjatul Islam: Imam Jalaluddin As-Suyuti, Sang Pencinta Ilmu (1)

Imam Jalaluddin As-Suyuti ialah seorang penulis berkebangsaan Mesir, ulama sekaligus ahli hukum dan guru di bidang teologi Islam.

Nama lengkapnya ialah Abu Al-Fadl Abdurrahman bin Abu Bakar Jalaluddin As- Suyuti. Kata As-Suyuti yang tersemat dalam namanya berpatokan pada sebuah kota di pinggriran Mesir bernama Asyut, yang merupakan tempat kelahiran sang ayah dan tempat di mana sang kakek mendirikan sebuah sekolah.

Imam As-Suyuti lahir di bulan Rajab 849 Hijriyah atau bersesuaian dengan tahun 1445 Masehi di Kairo, Mesir. Ayahnya, Al-Kamaal, merupakan seorang ahli fikih dari mazhab Syafi’i.

Sementara kedua kakeknya dikenal selaku pemimpin dan pemuka yang amat dihormati di daerah tempat tinggalnya, sebagaimana diungkapkan As-Suyuti dalam kitab Husnul Muhadarah.

Ia dibesarkan selaku seorang yatim piatu sesudah ayahnya meninggal waktu usianya baru menginjak lima tahun. Sepeninggal ayahnya, ia diasuh oleh Al-Kamaal Ibn Al-Hamam, seorang ahli hukum dari mazhab Hanafi sekaligus orang yang dipercaya oleh almarhum ayahnya untuk mengasuh dan mendidik As-Suyuti.

Waktu menginjak usia delapan tahun, Al-Suyuti sukses menghafal seluruh isi Alquran. Enggak cuma menghafal Alquran, sejumlah kitab-kitab fikih juga sukses ia hafal, di antaranya Al-Umdah, Minhaaj Al-Fiqh wal Ushul, dan Alfiyyah Ibn Malik.

Pada tahun 864 H, waktu usianya 15 tahun, dia mulai secara intens mempelajari berbagai macam pengetahuan agama. Ia mempelajari fikih dan pengetahuan soal tata bahasa Arab dari beberapa guru yang tak sama. Ia juga belajar hukum waris ke para ulama besar, bagian di antaranya ialah Syekh Shihabuddin Al-Shaar Masaahi.

Sementara ilmu fikih, ia pelajari dari Syekh Al-Islam Sirajuddin Al-Balqini. Ia berguru ke Al-Balqini sampai sang guru tutup usia pada 878 H. Sepeninggal Syekh Al-Balqini, Suyuti meneruskan belajar ilmu fikih dan tafsir ke Syekh Sharafuddin Al-Manawi. Gurunya ini ialah seorang cendekiawan yang mecatat kitab Faidul Qadir, yang merupakan penjelasan soal kitab As-Suyuti, Al-Jaami’us Shagir.

Ilmu-ilmu hadits dan bahasa Arab juga ia pelajari di bawah bimbingan Taqi’uddin Al-Shumni Al-Hanafi. Ia juga mempelajari tafsir, usul fikih, dan ma’ani dengan cara datang dalam perjumpaan yang digagas oleh seorang ulama besar, Al-Kafiji. Hal tersebut, ia jalani hampir empat belas tahun lamanya. Dari Al-Kafiji lantas ia memperoleh ijazah dalam bidang keagamaan. Ia juga rajin mengikuti kelas kajian tafsir dan balaghah yang diadakan oleh Saifuddin Al-Hanafi.

 

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Nidia Zuraya

REPUBLIKA.CO.ID
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/03/12/m0runm1-hujjatul-islam-imam-jalaluddin-assuyuti-sang-pencinta-ilmu-1

 

 

You might like

About the Author: admin

2 Comments

  1. kalau lihat polah tingkahnya wahabi jelas nggak bisa d percaya itu rumusnya
    udah malsu2 buku itu saja nggak amanah

KOLOM KOMENTAR ANDA :