Home / Berita Turki / Erdogan Puji Nazi Hitler, Perjelas Kesepakatan Besar

Erdogan Puji Nazi Hitler, Perjelas Kesepakatan Besar

Kemenlu Rusia berkomentar soal Erdogan yang memuji Nazi Hitler, menurutnya hal itu memperjelas adanya ‘Kesepakatan Besar’. Ada apa dengan Turki di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan?

 

Erdogan memuji Nazi Hitler

Islam-Institute, MOSKOW – Ungkapan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang memuji sistem pemerintahan Jerman di masa kepemimpinan tokoh NAZI, Adolf Hitler, menuai kecaman dan komentar dari negara yang kini sedang terlibat ketegangan dengan Turki, yaitu Rusia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengomentari pernyataan Presiden Turki tersebut dengan menyebut bahwa pernyataan itu  menjelaskan sikap Erdogan terhadap sebuah kesepakatan besar.

 

 

Capture

“Kesepakatan besar itu sudah menjadi jelas sekarang,” kata Zakharova tanpa menyebut kesepakatan besar apa yang dimaksud,  sebagaimana  dikutip media Rusia, Sputnik, Sabtu (2/1) kemarin.

“Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, menurut Reuters, mengatakan bahwa Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler merupakan contoh sistem presidensial yang efisien. Sekarang, sebuah kesepakatan besar sudah menjadi jelas,” kata Zakharova di halaman Facebook-nya.

Komentar tersebut muncul setelah Jumat (1/1) lalu media Turki melaporkan pemimpin Turki itu telah mengatakan bahwa Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler adalah contoh sistem presidensial yang mampu mempertahankan sifat kesatuan negara.

“Ya, tidak ada alasan untuk tidak memiliki sistem presidensial dalam negara kesatuan. Ada contoh seperti ini di dunia dan pernah ada contoh seperti ini di masa lalu. Ketika Anda melihat kepemimpinan Hitler di Jerman dulu, Anda akan melihat hal itu,” kata Erdoğan kepada para wartawan, sebagaimana yang dikutip portal berita online T24.  (AL/ARN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Turki Akan Bantu Qatar Melawan Arab Saudi dengan Jet

Turki Siap Bantu Qatar Melawan Arab Saudi dengan Ratusan Jet Tempur Canggih. Paska Perang Dunia ...