Eks Diplomat Rusia: prajurit AS Mesti Tinggalkan Timur Eufrat

SURIAH – Seorang eks diplomat Rusia mengingatkan planning AS dan Israel untuk menghancur-leburkan Suriah, dan Menegaskan perlunya penghalauan Tentara Amerika dari timur sungai Eufrat dengan sokongan Ankara.

“AS dan Israel ingin melemahkan dan menghancur-leburkan Suriah jadi beberapa negara sebab Suriah menyokong perjuangan Palestina,” kata Oleg Fomin, ketua berbarengan Komite Solidaritas dengan Rakyat Libya dan Suriah, ke FNA, Rabu.

Dia menggambarkan kehadiran angkatan bersenjata AS di Suriah ialah tidak resmi, dan berkata, “Kami wajib Menyuruh pergi angkatan bersenjata AS dari Timur Eufrat dengan sokongan Turki.”

Fomin menjelaskan bahwa para pembangkang Suriah sudah memblokir jalan keluar politik untuk krisis, dan menambahkan, “Amerika dan Israel tidak ingin problem Suriah diselesaikan secara politik.”

Dia menambahkan bahwa Iran dan Rusia berbagi pandangan yang sama mengenai hal Suriah dan sudah melaksanakan seluruh yang mereka sanggup untuk menuntaskan problem di Suriah secara politik.

Cadangan angkatan bersenjata dan pelatihan AS untuk Kurdi di Suriah Timur terus berlanjut dengan sokongan keuangan negara-negara Arab tanpa mempedulikan warning Suriah dan Turki ke Washington untuk menghentikan sokongan ke milisi Kurdi.

Sumber-sumber yang berafiliasi dengan anggota milisi mengabarkan pada hari Selasa bahwa keputusan Tentara AS untuk terus melatih nyaris 40.000 milisi sekutu di Suriah Timur terlepas dari warning Turki kemungkinan akan menaikkan ketegangan di antara 2 penjajah asing.

Sumber itu menjelaskan bahwa angkatan bersenjata Saudi dan Emirat sudah memulai patroli berbarengan di kisaran prajurit Demokrat Suriah (SDF) di Suriah Timur berbarengan dengan Tentara gabungan pimpinan AS.

Kecuali itu, Tentara angkatan bersenjata Saudi dan Emirat melaksanakan Lawatan ke beberapa posisi gabungan pimpinan AS di desa al-Ato, Zor Maqar, al-Shoyoukh Tahtani dan wilayah al-Maatahen dekat kota Manbij di timur laut Aleppo, sumber-sumber menjelaskan.

Sumber-sumber mengungkapkan bahwa Tentara Saudi dan Emirat sudah menggelar perjumpaan dengan seorang komandan Arab dari SDF atas pembentukan kamp pelatihan angkatan bersenjata dan menggunakan pelatih angkatan bersenjata di Suriah Timur.

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Joseph Dunford mengumumkan pada hari Minggu bahwa untuk membawa stabilitas ke Suriah Timur, pelatihan 35.000-40.000 Tentara lokal wajib diselesaikan, mengacu pada SDF, sebuah kubu yang didominasi oleh YPG dan Disokong oleh AS dengan dalih memerangi ISIS. [Sfa]

Timur Tengah

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.